November 28, 2012

Cara Menyembelih Hewan Secara Islam



بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم


Tentang sembelihan secara Islam

Berikut ini cara menyembelih hewan secara islam yang dituntunkan berdasarkan Nabi SAW adalah sebagai berikut :


1. Menyebut Basmalah ketika menyembelihnya


Orang Islam ketika menyembelih hewan disyari’atkan menyebut nama Allah (Basmalah), berdasarkan firman Allah :

فَكُلُوْا مِمَّا ذُكِرَ اسْمُ اللهِ عَلَيْهِ اِنْ كُنْتُمْ بِايتِه مُؤْمِنِيْنَ. الانعام:118
Maka makanlah binatang-binatang (yang halal) yang disebut nama Allah ketika menyembelihnya, jika kamu beriman kepada ayat-ayat-Nya. [QS. Al-An'aam : 118]

وَ لاَ تَأْكُلُوْا مِمَّا لَمْ يُذْكَرِ اسْمُ اللهِ عَلَيْهِ وَ اِنَّه لَفِسْقٌ. الانعام:121
Dan janganlah kamu memakan binatang-binatang yang tidak disebut nama Allah ketika menyembelihnya. Sesungguhnya perbuatan yang semacam itu adalah suatu kefasiqan. [QS. Al-An'aam : 121]

عَنْ عَدِيّ بْنِ حَاتِمٍ رض يُحَدّثُ اَنَّهُ سَأَلَ النَّبِيَّ ص فَقَالَ: يَا رَسُوْلَ اللهِ، اِنّى اَجِدَ الصَّيْدَ فَلاَ اَجِدُ بِهِ اِلاَّ الْمَرْوَةَ وَ اْلعَصَا. قَالَ: اَمْرِرِ الدَّمَ بِمَا شِئْتَ وَ اذْكُرِ اسْمَ اللهِ. البيهقى 9: 281
Dari ‘Adiy bin Haatim RA, ia bercerita bahwasanya ia pernah bertanya kepada Nabi SAW, ia berkata, “Ya Rasulullah, sesungguhnya saya mendapati binatang buruan, tetapi saya tidak mendapatkan alat untuk membunuhnya melainkan batu dan tongkat (lalu bagaimana yang harus saya lakukan)?”. Nabi SAW bersabda, “Alirkanlah darahnya dengan apa yang kamu kehendaki dan sebutlah nama Allah”. [HR. Baihaqiy juz 9, hal. 281]

2. Tempat dari anggota binatang yang disembelih ialah leher


عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ: بَعَثَ رَسُوْلُ اللهِ ص بُدَيْلَ بْنَ وَرْقَاءَ اْلخُزَاعِيَّ عَلَى جَمَلٍ اَوْرَقَ يَصِيْحُ فِى فُجَاجِ مِنًى: اَلاَ اِنَّ الذَّكَاةَ فِى اْلحَلْقِ وَ اللَّبَّةِ، اَلاَ وَ لاَ تُعْجِلُوا اْلاَنْفُسَ اَنْ تَزْهَقَ، وَ اَيَّامُ مِنًى اَيَّامُ اَكْلٍ وَ شُرْبٍ وَ بِعَالٍ. الدارقطنى 4: 283، رقم: 45
Dari Abu Hurairah, ia berkata : Rasulullah SAW pernah mengutus Budail bin Warqa' Al-Khuza'iy dengan naik onta abu-abu supaya menyerukan di jalan-jalan Mina (dengan berkata), "Ketahuilah bahwa sembelihan itu tempatnya di kerongkongan dan leher. Ketahuilah, dan janganlah kalian tergesa-gesa menghilangkan nyawa (dengan menguliti sebelum betul-betul mati). Hari-hari Mina adalah hari-hari makan, minum dan berhias". [HR. Daruquthni juz 4, hal. 283, no. 45, dla’if karena dalam sanadnya ada perawi bernama Sa’id bin Salaam Al-‘Aththoor, ia kadzdzaab]

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ وَ اَبِى هُرَيْرَةَ قَالاَ: نَهَى رَسُوْلُ اللهِ ص عَنْ شَرِيْطَةِ الشَّيْطَانِ وَ هِيَ الَّتِى تُذْبَحُ فَيُقْطَعُ اْلجِلْدُ وَ لاَ تُفْرَى اْلاَوْدَاجُ ثُمَّ تُتْرَكُ حَتَّى تَمُوْتَ. ابو داود 3: 103، رقم: 2826
Dari Ibnu 'Abbas dan Abu Hurairah, mereka berkata, "Rasulullah SAW telah melarang Syarithatusy-Syaithan, yaitu (sembelihan) yang disembelih (cuma) putus kulitnya, dan tidak putus urat lehernya, kemudian dibiarkan sampai mati". [HR. Abu Dawud juz 3, hal. 103, no. 2826]

قَالَ سَعِيْدُ بْنُ جُبَيْرٍ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ: الذَّكَاةُ فِى اْلحَلْقِ وَ اللَّبَّةِ، وَ قَالَ ابْنُ عُمَرَ وَ ابْنُ عَبَّاسٍ وَ اَنَسٌ: اِذَا قَطَعَ الرَّأْسَ فَلاَ بَأْسَ. البخارى 6: 227
Berkata Sa’id bin Jubair, dari Ibnu ‘Abbas, ia berkata, “Penyembelihan itu pada kerongkongan dan leher”. Dan Ibnu ‘Umar, Ibnu ‘Abbas dan Anas berkata, “Apabila kepalanya terputus, tidak mengapa”. [HR. Bukhari juz 6, hal. 227]

3. Alat yang boleh untuk menyembelih


Alat yang boleh untuk menyembelih ialah pisau atau apasaja yang dapat mengalirkan darah. Misalnya : batu, bambu dan lain sebagainya, tetapi tidak boleh memakai kuku dan gigi.

عَنْ عَبَايَةَ بْنِ رَافِعٍ عَنْ جَدّهِ اَنَّهُ قَالَ: يَا رَسُوْلَ اللهِ، لَيْسَ لَنَا مُدًى. فَقَالَ: مَا اَنْهَرَ الدَّمَ وَ ذُكِرَ اسْمُ اللهِ فَكُلْ، لَيْسَ الظُّفُرَ وَ السّنَّ، اَمَّا الظُّفُرُ فَمُدَى الْحَبَشَةِ وَ اَمَّا السّنُّ فَعَظْمٌ. وَ نَدَّ بَعِيْرٌ فَحَبَسَهُ، فَقَالَ: اِنَّ لِـهذِهِ الْاِبِلِ اَوَابِدَ كَاَوَابِدِ الْوَحْشِ، فَمَا غَلَبَكُمْ مِنْهَا فَاصْنَعُوْا هكَذَا. البخارى 6: 226
Dari ‘Abayah (bin Rifaa’ah) bin Raafi' dari kakeknya, bahwasanya ia bertanya (kepada Rasulullah SAW), "Ya Rasulullah, kami tidak mempunyai pisau, (lalu bagaimana kami berbuat)?". Maka beliau pun bersabda: "Apasaja yang dapat mengalirkan darah dan disebut nama Allah atasnya, maka makanlah, namun tidak boleh memakai kuku dan gigi, sebab kuku adalah pisaunya orang-orang Habasyah, sedangkan gigi adalah tulang”. Dan ada seekor unta yang lari terlepas, kemudian ia berhasil menangkapnya, lalu beliau bersabda, "Sesungguhnya diantara unta-unta ini ada unta-unta yang beringas seperti unta liar, maka jika kalian kesulitan menangkapnya, lakukanlah seperti itu”. [HR. Bukhari juz 6, hal. 226]

عَنِ ابْنٍ لِكَعْبِ بْنِ مَالِكٍ عَنْ اَبِيْهِ اَنَّ امْرَأَةً ذَبَحَتْ شَاةً بِحَجَرٍ، فَسُئِلَ النَّبِيُّ ص عَنْ ذلِكَ فَاَمَرَ بِاَكْلِهَا. البخارى 6: 226
Dari anaknya Ka'ab bin Malik, dari ayahnya, ia berkata : Bahwasanya ada seorang perempuan menyembelih kambing dengan batu, lalu ditanyakan kepada Nabi SAW tentang hal itu, maka Nabi SAW menyuruh memakannya". [HR. Bukhari juz 6, hal. 226]

عَنْ نَافِعٍ سَمِعَ ابْنَ كَعْبِ بْنِ مَالِكٍ يُخْبِرُ ابْنَ عُمَرَ اَنَّ اَبَاهُ اَخْبَرَهُ اَنَّ جَارِيَةً لَهُمْ كَانَتْ تَرْعَى غَنَمًا بِسَلْعٍ فَاَبْصَرَتْ بِشَاةٍ مِنْ غَنَمِهَا مَوْتًا فَكَسَرَتْ حَجَرًا فَذَبَحَتْهَا، فَقَالَ لِاَهْلِهِ: لَا تَأْكُلُوْا حَتَّى آتِيَ النَّبِيَّ ص فَاَسْأَلَهُ اَوْ حَتَّى اُرْسِلَ اِلَيْهِ مَنْ يَسْأَلُهُ. فَاَتَى النَّبِيَّ ص اَوْ بَعَثَ اِلَيْهِ، فَاَمَرَ النَّبِيُّ ص بِأَكْلِهَا. البخارى 6: 225
Dari Nafi' ia mendengar Ibnu Ka'ab bin Malik mengkhabarkan kepada Ibnu ‘Umar, bahwa bapaknya mengkhabarkan kepadanya, bahwa budak perempuan mereka mengembala kambing di Sala' (nama suatu tempat), budak perempuan itu kemudian melihat bahwa diantara kambingnya ada yang akan mati, maka iapun memecah batu lalu menyembelihnya dengan pecahan batu tersebut. Ka'ab lalu berkata kepada keluarganya, "Kalian jangan memakannya dahulu sehingga aku menemui Nabi SAW dan bertanya kepada beliau”, atau ia mengatakan, "sehingga aku mengutus seseorang untuk menanyakannya kepada beliau”. Kemudian Ka'ab datang kepada Nabi SAW atau mengutus seseorang menanyakan kepada beliau, maka Nabi SAW pun menyuruh untuk memakannya”. [HR. Bukhari juz 6, hal. 225]

عَنْ نَافِعٍ عَنْ رَجُلٍ مِنْ بَنِي سَلِمَةَ اَخْبَرَ عَبْدَ اللهِ اَنَّ جَارِيَةً لِكَعْبِ بْنِ مَالِكٍ تَرْعَى غَنَمًا لَهُ بِالْجُبَيْلِ الَّذِي بِالسُّوْقِ وَ هُوَ بِسَلْعٍ فَاُصِيْبَتْ شَاةٌ فَكَسَرَتْ حَجَرًا فَذَبَحَتْهَا بِهِ، فَذَكَرُوْا لِلنَّبِيّ ص فَاَمَرَهُمْ بِأَكْلِهَا. البخارى 6: 225
Dari Nafi' dari seorang laki-laki dari bani Salimah, ia mengkhabarkan kepada ‘Abdullah (bin ‘Umar) bahwa budak perempuan Ka'ab bin Malik menggembalakan kambingnya di sebuah gunung kecil, di dekat pasar, yaitu di Sala'. Kemudian salah satu kambingnya sakit, lalu budak perempuan itu memecah batu dan menyembelih kambing yang sakit itu dengan pecahan batu tersebut. Kemudian orang-orang menceritakan hal itu kepada Nabi SAW, maka beliau menyuruh mereka untuk memakannya”. [HR. Bukhari juz 6, hal. 225]


4. Alat untuk menyembelih harus tajam


عَنْ شَدَّادِ بْنِ اَوْسٍ قَالَ: ثِنْتَانِ حَفِظْتُهُمَا عَنْ رَسُوْلِ اللهِ ص قَالَ: اِنَّ اللهَ كَتَبَ اْلاِحْسَانَ عَلَى كُلّ شَيْءٍ، فَاِذَا قَتَلْتُمْ فَاَحْسِنُوا اْلقِتْلَةَ وَ اِذَا ذَبَحْتُمْ فَاَحْسِنُوا الذَّبْحَ وَ لْيُحِدَّ اَحَدُكُمْ شَفْرَتَهُ وَ لْيُرِحْ ذَبِيْحَتَهُ. مسلم 3: 1548
Dari Syaddad bin Aus, ia berkata : Aku hafal dua hal dari Rasulullah SAW, beliau bersabda, "Sesungguhnya Allah telah mewajibkan cara yang baik pada tiap-tiap sesuatu. Maka apabila kalian membunuh, hendaklah kalian membunuh dengan cara yang baik, dan apabila kalian menyembelih, maka hendaklah menyembelih dengan cara yang baik, dan hendaklah seseorang diantara kalian menajamkan pisaunya dan mempermudah (kematian) binatang sembelihannya". [HR. Muslim juz 3, hal. 1548]

عَنْ سَالِمِ بْنِ عَبْدِ اللهِ عَنْ اَبِيْهِ اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ ص اَمَرَ بِحَدّ الشّفَارِ وَ اَنْ تُوَارَى عَنِ اْلبَهَائِمِ، وَ اِذَا ذَبَحَ اَحَدُكُمْ فَلْيُجْهِزْ. احمد 2: 438، 5868
Dari Saalim bin ‘Abdullah, dari ayahnya (Ibnu ‘Umar), ia berkata : Bahwasanya Rasulullah SAW memerintahkan supaya menajamkan pisau dan supaya tidak dinampakkan kepada binatang-binatang (yang akan disembelihnya), dan beliau bersabda, "Apabila seseorang diantara kalian menyembelih, maka mudahkanlah matinya sembelihan itu". [HR. Ahmad juz 2, hal. 438, no. 5868, dla’if karena dalam sanadnya ada perawi bernama Ibnu Lahi’ah]

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، قَالَ: مَرَّ رَسُوْلُ اللهِ ص عَلَى رَجُلٍ وَاضِعٍ رِجْلَهُ عَلَى صَفْحَةِ شَاةٍ وَ هُوَ يُحِدُّ شَفْرَتَهُ، وَ هِيَ تَلْحَظُ اِلَيْهِ بِبَصَرِها، قَالَ: اَفَلاَ قَبْلَ هذَا، اَوَ تُرِيْدُ اَنْ تُمِيْتَهَا مَوْتَتَانِ. الطبرانى فى الكبير 11: 263، رقم: 11916
Dari Ibnu ‘Abbas, ia berkata : Rasulullah SAW pernah melewati seorang laki-laki yang menginjakkan kakinya pada tubuh seekor kambing (yang akan disembelih) sambil mengasah pisaunya, sedangkan kambing itu meliriknya dengan matanya. Maka Rasulullah SAW bersabda, “Kenapa tidak kamu asah sebelum ini? Apakah kamu ingin membunuhnya dua kali?”., [HR. Thabrani, dalam Al-Kabiir juz 11, hal. 263, no. 11916]

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ اَنَّ رَجُلاً اَضْجَعَ شَاةً يُرِيْدُ اَنْ يَذْبَحَهَا وَ هُوَ يُحِدُّ شَفْرَتَهُ، فَقَالَ النَّبِيُّ ص: اَ تُرِيْدُ اَنْ تُمِيْتَهَا مَوْتَاتٌ، هَلْ حَدَّدْتَ شَفْرَتَكَ قَبْلَ اَنْ تُضْجِعَهَا؟ الحاكم فى المستدرك 4: 260، رقم: 7570
Dari Ibnu ‘Abbas, bahwasanya ada seorang laki-laki yang membaringkan seekor kambing yang akan disembelihnya sambil mengasah pisaunya, maka Nabi SAW bersabda, “Apakah kamu ingin mematikannya beberapa kali? Mengapa tidak kamu asah pisaumu sebelum membaringkannya?”. [HR. Hakim, dalam Al-Mustadrak juz 4, hal. 260, no. 7570]

5. Sembelihan janin adalah mengikuti induknya


عَنْ اَبِى سَعِيْدٍ اَنَّ النَّبِيَّ ص قَالَ: ذَكَاةُ اْلجَنِيْنِ ذَكَاةُ اُمّهِ. الدارقطنى 4: 274، رقم: 30
Dari Abu Sa’id, bahwasanya Nabi SAW bersabda, “Penyembelihan janin adalah (mengikut) penyembelihan induknya”. [HR. Daruquthni juz 4, hal. 274, no. 30]

عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللهِ عَنْ رَسُوْلِ اللهِ ص قَالَ: ذَكَاةُ اْلجَنِيْنِ ذَكَاةُ اُمّهِ. ابو داود 3: 103، رقم: 2828
Dari Jabir bin ‘Abdullah, dari Rasulullah SAW, beliau bersabda, “Penyembelihan janin adalah (mengikut) penyembelihan induknya”. [HR. Abu Dawud juz 3, hal. 103, no 2828]

عَنْ اَبِى سَعِيْدٍ قَالَ: سَأَلْتُ رَسُوْلَ اللهِ ص عَنِ اْلجَنِيْنِ، فَقَالَ: كُلُوْهُ اِنْ شِئْتُمْ. وَ فِى لَفْظٍ، قُلْنَا: يَا رَسُوْلَ اللهِ، نَنْحَرُ النَّاقَةَ وَ نَذْبَحُ اْلبَقَرَةَ وَ الشَّاةَ فَنَجِدُ فِى بَطْنِهَا جَنِيْنٌ اَنُلْقِيْهِ اَمْ نَأْكُلُهُ؟ قَالَ: كُلُوْهُ اِنْ شِئْتُمْ، فَاِنَّ ذَكَاتَهُ ذَكَاةُ اُمّهِ. ابو داود 3: 103، رقم: 2827
Dari Abu Sa’id, ia berkata : Aku bertanya kepada Rasulullah SAW tentang janin (yang ada dalam perut binatang yang disembelih), maka beliau bersabda, “Makanlah jika kalian mau”. Dan dalam riwayat lain : Kami bertanya kepada Rasulullah, “Ya Rasulullah, kami menyembelih unta, sapi dan kambing, lalu kami mendapati janin di dalam perutnya, (yang demikian itu) apakah kami buang atau boleh dimakan ?”. Beliau bersabda, “Makanlah jika kalian mau, karena penyembelihannya adalah (mengikut) penyembelihan induknya”. [HR. Abu Dawud juz 3, hal. 103, no. 2827]

Semoga menjadi panduan dan tuntunan untuk cara menyembelih hewan secara islam yang benar berdasarkan tuntunan Nabi SAW. Semoga bermanfaat.

Baca juga ini Perbedaan pendapat tentang bacaan basmalah saat menyembelih hewan


سُبْحَانَكَ اللّهُمَّ وَ بِحَمْدِكَ اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلهَ اِلاَّ اَنْتَ اَسْتَغْفِرُكَ وَ اَتُوْبُ اِلَيْكَ

No comments :

Post a Comment

1. Silahkan meninggalkan komentar anda, meski hanya sepenggal kata dengan bahasa yang baik dan sopan
2. Dilarang komentar SPAM, Iklan atau dengan Menyisipkan URL/ Link atau Anchor teks di dalam pesan, bila ada akan dihapus tanpa pemberitahuan
3. Terimakasih atas kunjungan anda, semoga bermanfaat