November 17, 2012

Mengharamkan Yang Halal Dan Menghalalkan Yang Haram

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم

Halal Dan Haram

halal haram dalam islamMengharamkan yang halal dan menghalalkan yang haram adalah berdosa besar. 

Islam mencela orang-orang yang suka mengharamkan sesuatu yang halal dan menghalalkan sesuatu yang haram. Dan hal ini merupakan suatu pengungkungan dan penyempitan bagi manusia yang sebenarnya oleh Allah diberikan keleluasaan. Allah SWT berfirman :

وَ لاَ تَقُوْلُوْا لِمَا تَصِفُ اَلْسِنَتُكُمُ الْكَذِبَ هذَا حَللٌ وَّ هذَا حَرَامٌ لّتَفْتَرُوْا عَلَى اللهِ الْكَذِبَ، اِنَّ الَّذِيْنَ يَفْتَرُوْنَ عَلَى اللهِ الْكَذِبَ لاَ يُفْلِحُوْنَ. النحل: 116
Dan janganlah kamu mengatakan terhadap apa yang disebut-sebut oleh lidahmu secara dusta "Ini halal dan ini haram", untuk mengada-adakan kebohongan terhadap Allah. Sesungguhnya orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah tiadalah beruntung. [QS. An-Nahl : 116]

Dan Rasulullah SAW mencela dan melaknat orang-orang yang suka berlebih-lebihan, sebagaimana riwayat berikut :

عَنْ عَبْدِ اللهِ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: هَلَكَ اْلمُتَنَطّعُوْنَ. قَالَهَا ثَلاَثًا. مسلم 4: 2055
Dari ‘Abdullah (bin Mas’ud), ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Binasalah orang-orang yang berlebih-lebihan”. Beliau bersabda demikian tiga kali. [HR. Muslim juz 4, hal. 2055]

Islam adalah agama yang beraqidah tauhid dan longgar. Rasulullah SAW pernah bersabda di dalam khutbahnya, sebagaimana riwayat berikut :

عَنْ عِيَاصِ بْنِ حِمَارٍ اْلمُجَاشِعِيّ اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ ص قَالَ ذَاتَ يَوْمٍ فِى خُطْبَتِهِ: اَلاَ اِنَّ رَبّى اَمَرَنِى اَنْ اُعَلّمَكُمْ مَا جَهِلْتُمْ مِمَّا عَلَّمَنِى يَوْمِى هذَا. كُلُّ مَالٍ نَحَلْتُهُ عَبْدًا حَلاَلٌ وَ اِنّى خَلَقْتُ عِبَادِى حُنَفَاءَ كُلَّهُمْ وَ اِنَّهُمْ اَتَتْهُمُ الشَّيَاطِيْنُ فَاحْتَالَتْهُمْ عَنْ دِيْنِهِمْ وَ حَرَّمَتْ عَلَيْهِمْ مَا اَحْلَلْتُ لَـهُمْ وَ اَمَرَتْهُمْ اَنْ يُشْرِكُوْابِى مَا لَمْ اُنْزِلْ بِهِ سُلْطَانًا. مسلم 4: 2197
Dari ‘Iyaash bin Himaar Al-Mujaasyi’iy, bahwasanya pada suatu hari Rasulullah SAW berkhutbah, beliau bersabda dalam khutbahnya, “Ketahuilah, sesungguhnya Tuhanku memerintahkan kepadaku untuk mengajarkan kepadamu apa-apa yang kamu belum mengerti dari apa-apa yang Tuhanku telah mengajarkan kepadaku pada hariku ini. (Allah berfirman) : "Setiap harta yang Aku berikan kepada hamba adalah halal, dan sesungguhnya Aku ciptakan hamba-hamba-Ku bersifat lurus semuanya, tetapi kemudian datanglah syetan kepada mereka. Syaitan ini kemudian membelokkan mereka dari agamanya, dan mengharamkan atas mereka sesuatu yang Aku halalkan kepada mereka, serta menyuruh (mempengaruhi) supaya mereka menyekutukan Aku dengan sesuatu yang Aku tidak menurunkan hujjah (keterangan) kepadanya". [HR. Muslim, juz 4, hal. 2197]

Hadits tersebut menunjukkan bahwa mengharamkan sesuatu yang halal dapat membawa kepada syirik. Dan karena itu pula Al-Qur'an menentang keras terhadap sikap orang-orang musyrik Arab yang berani mengharamkan atas diri mereka terhadap makanan dan binatang yang baik-baik, padahal Allah tidak mengizinkannya. Diantara mereka telah mengharamkan bahiirah, saaibah, washiilah dan haam. Allah berfirman :

مَا جَعَلَ اللهُ مِنْ بَحِيْرَةٍ وَّ لاَ سَآءِبَةٍ وَّ لاَ وَصِيْلَةٍ وَّ لاَ حَامٍ وَّ لكِنَّ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا يَفْتَرُوْنَ عَلَى اللهِ اْلكَذِبَ، وَ اَكْثَرُهُمْ لاَ يَعْقِلُوْنَ. وَ اِذَا قِيْلَ لَـهُمْ تَعَالَوْا اِلى مَآ اَنْزَلَ اللهُ وَ اِلَى الرَّسُوْلِ قَالُوْا حَسْبُنَا مَا وَجَدْنَا عَلَيْهِ ابَآءَنَآ، اَوَلَوْ كَانَ ابَآؤُهُمْ لاَ يَعْلَمُوْنَ شَيْئًا وَّ لاَ يَهْتَدُوْنَ. المائدة: 103-104
Allah sekali-kali tidak mensyariatkan adanya bahiirah, saaibah, washiilah dan haam, akan tetapi orang-orang kafir membuat kedustaan terhadap Allah, dan kebanyakan mereka tidak mengerti. Apabila dikatakan kepada mereka : "Marilah mengikuti apa yang telah diturunkan Allah dan mengikuti Rasul". Mereka menjawab : "Cukuplah untuk kami apa yang kami dapati bapak-bapak kami mengerjakannya". Dan apakah mereka akan mengikuti juga nenek-moyang mereka walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui apa-apa dan tidak (pula) mendapat petunjuk?". [QS. Al-Maidah : 103-104]

Bahiirah, ialah unta betina yang telah beranak lima kali dan anak yang ke lima itu jantan, lalu unta betina itu dibelah telinganya, dilepaskan, tidak boleh ditunggangi lagi dan tidak boleh diambil air susunya.

Saaibah, ialah unta betina yang dibiarkan pergi kemana saja lantaran sesuatu nadzar. Misalnya : Jika seorang Arab jahiliyah akan melakukan sesuatu atau perjalanan yang berat, maka ia biasa bernadzar akan menjadikan untanya saibah bila maksud atau perjalanannya berhasil dan selamat.

Washiilah, ialah seekor domba betina melahrikan anak kembar yang terdiri dari jantan dan betina, maka yang jantan ini disebut washilah, tidak disembelih dan diserahkan kepada berhala.

Haam, ialah unta jantan yang tidak boleh diganggu gugat lagi, karena telah dapat membuntingkan unta betina sepuluh kali. Perlakuan terhadap Bahiirah, Saaibah, Washiilah dan Haam ini adalah kepercayaan Arab jahiliyah.

Keterangan :
  1. Di dalam menerangkan arti bahiirah, saaibah, washiilah dan haam, para ulama tafsir berbeda-beda. Adapun yang kami kutip diatas adalah keterangan yang tercantum dalam Tafsir Al-Qur'an Tarjamah dari DEPAG RI.
  2. Dalam surat Al-An'aam ada bantahan terhadap prasangka mereka yang telah mengharamkan beberapa binatang, seperti : unta, sapi, biri-biri dan kambing.
ثَمنِيَةَ اَزْوَاجٍ، مِنَ الضَّأْنِ اثْنَيْنِ وَ مِنَ اْلمَعْزِاثْنَيْنِ، قُلْ ء الذَّكَرَيْنِ حَرَّمَ اَمِ اْلاُنْثَيَيْنِ اَمَّا اشْتَمَلَتْ عَلَيْهِ اَرْحَامُ اْلاُنْثَيَيْنِ، نَـبّـئُوْنِيْ بِعِلْمٍ اِنْ كُنْتُمْ صدِقِيْنَ، وَ مِنَ اْلاِبِلِ اثْنَيْنِ وَ مِنَ اْلبَقَرِ اثْنَيْنِ، قُلْ ء الذَّكَرَيْنِ حَرَّمَ اَمِ اْلاُنْثَيَيْنِ اَمَّا اشْتَمَلَتْ عَلَيْهِ اَرْحَامُ اْلاُنْثَيَيْنِ، اَمْ كُنْتُمْ شُهَدَآءَ اِذْ وَصّيكُمُ اللهُ بِهذَا. الانعام:143-144
(yaitu) delapan binatang yang berpasangan, sepasang dari domba, dan sepasang dari kambing. Katakanlah : "Apakah dua yang jantan yang diharamkan Allah ataukah dua yang betina, ataukah yang ada dalam kandungan dua betinanya?". Terangkanlah kepadaku dengan berdasar pengetahuan jika kamu memang orang-orang yang benar. Dan sepasang dari unta dan sepasang dari lembu. Katakanlah : "Apakah dua yang jantan yang diharamkan ataukah dua yang betina, ataukah yang ada dalam kandungan dua betinanya. Apakah kamu menyaksikan di waktu Allah menetapkan ini bagimu?". [QS. Al-An'aam : 143-144]

Dan firman Allah dalam surat Al-A'raaf : 32-33

قُلْ مَنْ حَرَّمَ زِيْنَةَ اللهِ الَّتِيْ اَخْرَجَ لِعِبَادِه وَ الطَّيّبتِ مِنَ الرّزْقِ، قُلْ هِيَ لِلَّذِيْنَ امَنُوْا فِى اْلحَيوةِ الدُّنْيَا خَالِصَةً يَّوْمَ اْلقِيمَةِ. كَذلِكَ نُفَصّلُ اْلايتِ لِقَوْمٍ يَّعْلَمُوْنَ. قُلْ اِنَّمَا حَرَّمَ رَبـّيَ اْلفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَ مَا بَطَنَ وَ اْلاِثْمَ وَ اْلبَغْيَ بِغَيْرِ اْلحَقّ وَ اَنْ تُشْرِكُوْا بِاللهِ مَا لَمْ يُنَزّلْ بِه سُلْطَانًا وَّ اَنْ تَقُوْلُوْا عَلَى اللهِ مَا لاَ تَعْلَمُوْنَ. الاعراف: 32-33
Katakanlah : "Siapakah yang mengharamkan perhiasan dari Allah yang telah dikeluarkan-Nya untuk hamba-hamba-Nya dan (siapa pulakah yang mengharamkan) rezki yang baik?" Katakanlah : "Semuanya itu disediakan bagi orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia, khusus (untuk mereka saja) di hari kiamat". Demikianlah Kami menjelaskan ayat-ayat itu bagi orang-orang yang mengetahui. Katakanlah : "Tuhanku hanya mengharamkan perbuatan yang keji, baik yang nampak ataupun yang tersembunyi, dan perbuatan dosa, melanggar hak manusia tanpa alasan yang benar, (mengharamkan) mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah tidak menurunkan hujjah untuk itu dan (mengharamkan) mengada-adakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui. [QS. Al-A'raaf : 32-33]

Firman Allah tersebut adalah ayat-ayat Makkiyah yang diturunkan untuk mengukuhkan ‘aqidah dan tauhid. Ini membuktikan, bahwa persoalan tersebut dalam pandangan Al-Qur'an bukan termasuk dalam kategori cabang atau bahagian, tetapi termasuk masalah-masalah pokok.

Di Madinah, ketika di kalangan kaum muslimin ada orang-orang yang cenderung untuk berbuat keterlaluan, melebih-lebihkan dan mengharamkan dirinya dalam hal-hal yang baik, Allah menurunkan ayat-ayat untuk mengembalikan mereka ke jalan yang lurus.

Firman Allah SWT :

يآيُّهَا الَّذِيْنَ امَنُوْا لاَ تُحَرّمُوْا طَـيّـبتِ مَآ اَحَلَّ اللهُ لَكَمْ وَ لاَ تَعْتَدُوْا، اِنَّ اللهَ لاَ يُحِبُّ اْلمُعْتَدِيْنَ. وَ كُلُوْا مِمَّا رَزَقَكُمُ اللهُ حَلاَلاً طَـيّـبًا وَّ اتَّقُوا اللهَ الَّذِيْ اَنْـتُمْ بِه مُؤْمِنُوْنَ. المائدة:87-88
Hai orang-orang yang beriman: Janganlah kamu haramkan apa-apa yang baik yang telah Allah halalkan bagi kamu, dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. Dan makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa yang Allah telah rezekikan kepadamu, dan bertakwalah kepada Allah Yang kamu beriman kepada-Nya. [QS. Al-Maaidah : 87-88]

Mengharamkan Yang Halal Akan Mengakibatkan Kesulitan

Diantara hak Allah sebagai Tuhan yang menciptakan manusia dan memberi ni’mat yang tiada terhitung banyaknya itu, ialah menentukan halal dan haram, dan Dia juga berhak menentukan perintah-perintah dan larangan-larangan menurut kehendak-Nya.

Ini semua adalah hak Ketuhanan. Namun Allah juga berbelas-kasih kepada hamba-Nya. Oleh karena itu Allah menentukan halal dan haram demi kemaslahatan manusia itu sendiri. Allah tidak akan menghalalkan sesuatu kecuali yang baik, dan tidak akan mengharamkan sesuatu kecuali yang jelek.

Allah pernah mengharamkan beberapa hal kepada orang-orang Yahudi sebagai hukuman kepada mereka atas kedurhakaan yang mereka perbuat dan pelanggaran terhadap larangan Allah. Hal ini dijelaskan oleh Allah dalam firman-Nya :

وَ عَلَى الَّذِيْنَ هَادُوْا حَرَّمْنَا كُلَّ ذِيْ ظُفُرٍ، وَ مِنَ اْلبَقَرِ وَ اْلغَنَمِ حَرَّمْنَا عَلَيْهِمْ شُحُوْمَهُمَا اِلاَّ مَا حَمَلَتْ ظُهُوْرُهُمَآ اَوِ اْلحَوَايَآ اَوْ مَا اخْتَلَطَ بِعَظْمٍ، ذلِكَ جَزَيْنهُمْ بِبَغْيِهِمْ وَ اِنـَّا لَصدِقُوْنَ. الانعام : 146
Dan kepada orang-orang Yahudi, Kami haramkan segala binatang yang berkuku; dan dari sapi dan domba, Kami haramkan atas mereka lemak dari kedua binatang itu, selain lemak yang melekat di punggung keduanya atau yang diperut besar dan usus atau yang bercampur dengan tulang. Demikianlah Kami hukum mereka disebabkan kedurhakaan mereka, dan sesungguhnya Kami adalah Maha Benar. [QS. Al-An'aam : 146]

Di antara bentuk kedurhakaan orang Yahudi itu dijelaskan Allah di dalam firman-Nya :

فَبِظُلْمٍ مّنَ الَّذِيْنَ هَادُوْا حَرَّمْنَا عَلَيْهِمْ طَـيّـبتٍ اُحِلَّتْ لَـهُمْ وَ بِصَدّهِمْ عَنْ سَبِيْلِ اللهِ كَـثِيْرًا، وَ اَخْذِهِمُ الرّبـوا وَ قَدْ نُهُوْا عَنْهُ وَ اَكْلِهِمْ اَمْوَالَ النَّاسِ بِاْلبَاطِلِ. النساء:160-161
Maka disebabkan kedhaliman orang-orang Yahudi, Kami haramkan atas mereka (memakan makanan) yang baik-baik (yang dahulunya) dihalalkan bagi mereka, dan karena mereka banyak menghalangi (manusia) dari jalan Allah. Dan disebabkan mereka memakan riba, padahal sesungnguhnya mereka telah dilarang daripadanya, dan karena mereka memakan harta orang dengan jalan yang bathil. [QS. An-Nisaa' : 160-161]

Setelah Allah mengutus Nabi Muhammad SAW sebagai Nabi terakhir dengan membawa agama yang universal dan abadi, maka salah satu diantara rahmat kasih sayang Allah kepada manusia adalah dihapusnya beban haram yang pernah diberikan Allah sebagai hukuman sementara yang bertujuan mendidik itu, dimana beban tersebut cukup berat bagi manusia. Allah SWT berfirman :

اَلذَّيِنْ يَتَّبِعُوْنَ الرَّسُوْلَ النَّبِيَّ اْلاُمّيَّ الَّذِيْ يَجِدُوْنَه مَكْتُوْبًا عِنْدَهُمْ فِى التَّوْرـةِ وَ اْلاِنْجِيْلِ يَأْمُرُهُمْ بِاْلمَعْرُوْفِ وَ يَنْهتـهُمْ عَنِ اْلمُنْكَرِ وَ يُحِلُّ لَـهُمُ الطَّـيّـبتِ وَ يُحَرّمُ عَلَيْهِمُ اْلخَبَآئِثَ وَ يَضَعُ عَنْهُمْ اِصْرَهُمْ وَ اْلاَغْلاَلَ الَّتِيْ كَانَتْ عَلَيْهِمْ. الاعراف:157
Orang-orang yang mengikut Rasul, Nabi yang ummi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang ma'ruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk dan membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka. [QS. Al-A'raaf : 157]


سُبْحَانَكَ اللّهُمَّ وَ بِحَمْدِكَ اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلهَ اِلاَّ اَنْتَ اَسْتَغْفِرُكَ وَ اَتُوْبُ اِلَيْكَ

No comments :

Post a Comment

1. Silahkan meninggalkan komentar anda, meski hanya sepenggal kata dengan bahasa yang baik dan sopan
2. Dilarang komentar SPAM atau dengan Menyisipkan URL/ Link atau Anchor teks di dalam pesan, bila ada akan dihapus tanpa pemberitahuan
3. Terimakasih atas kunjungan anda, semoga bermanfaat