Posts

Showing posts from 2012

Hukum Wanita Pergi Ke Masjid

Image
بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم
Hukum Wanita Ke Masjid
عَنْ سَالِمِ بْنِ عَبْدِ اللهِ عَنْ اَبِيْهِ عَنِ النَّبِيّ ص قَالَ: اِذَا اسْتَأْذَنَتِ امْرَأَةُ اَحَدِكُمْ فَلاَ يَمْنَعْهَا. البخارى 1: 211 Dari Salim bin Abdullah dari ayahnya dari Nabi SAW, beliau bersabda, "Apabila istri salah seorang diantara kalian minta idzin (untuk pergi ke masjid), janganlah suami mencegahnya". [HR. Bukhari juz 1, hal. 211]

عَنِ ابْنِ عُمَرَ رض عَنِ النَّبِيّ ص قَالَ: اِذَا اسْتَأْذَنَكُمْ نِسَاؤُكُمْ بِاللَّيْلِ اِلَى اْلمَسْجِدِ فَأْذَنُوْا لَهُنَّ. البخارى 1: 210 Dari Ibnu Umar RA. dari Nabi SAW, beliau bersabda, "Apabila istri-istri kalian minta idzin ke masjid di malam hari maka ijinkanlah mereka". [HR. Bukhari juz 1, hal. 210]

Menutup Aurat Dalam Shalat

Image
بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم
Wajib Menutup Aurat Dalam Shalat
1. Bagi Pria :
عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ: نَادَى رَجُلٌ النَّبِيَّ ص فَقَالَ: اَيُصَلّى اَحَدُنَا فِى ثَوْبٍ وَاحِدٍ؟ فَقَالَ: اَوَ كُلُّكُمْ يَجِدُ ثَوْبَيْنِ؟ مسلم 1: 368 Dari Abu Hurairah, ia berkata : Ada seorang laki-laki memanggil Rasulullah SAW, lalu ia bertanya, "Apakah seseorang dari kami boleh shalat dengan memakai satu kain?". Maka Rasulullah SAW bersabda, "Apakah masing-masing kalian mesti mempunyai dua kain?". [HR. Muslim juz 1, hal. 368]
عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ ص قَالَ: لاَ يُصَلّى اَحَدُكُمْ فِى الثَّوْبِ اْلوَاحِدِ لَيْسَ عَلَى عَاتِقَيْهِ مِنْهُ شَيْءٌ. مسلم 1: 368 Dari Abu Hurairah, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, "Janganlah sekali-kali seseorang diantara kalian shalat dengan memakai satu kain yang diatas pundaknya tidak ada sesuatu". [HR. Muslim juz 1, hal. 368].

Sutrah Dalam Shalat

Image
بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم
Tentang Sutrah Atau Pembatas Dalam Sholat

عَنْ اَبِىْ سَعِيْدٍ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: اِذَا صَلَّى اَحَدُكُمْ فَلْيُصَلّ اِلىَ سُتْرَةٍ وَلْيَدْنُ مِنْهَا. ابو داود وابن ماجه فى نيل الاوطار3: 3 Dari Abu Sa'id, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, "Apabila seseorang di antara kalian shalat, maka hendaklah shalat menghadap sutrah, dan hendaklah ia mendekat kepadanya". [HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah, dalam Nailul Authar juz 3, hal. 3]
عَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ قَالَ: كَانَ بَيْنَ مُصَلَّى رَسُوْلِ اللهِ ص وَ بَيْنَ اْلجِدَارِ مَمَرُّ شَاةٍ. احمد و البخارى و مسلم، فى نيل الاوطار 3: 4 Dari Sahl bin Sa'ad, ia berkata, "Adalah jarak antara tempat shalat Rasulullah SAW dengan dinding kira-kira cukup untuk berlalunya domba". [HR. Ahmad, Bukhari dan Muslim, dalam Nailul Authar juz 3, hal. 4]

Tempat Yang Dilarang Untuk Shalat

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم
Tempat Yang Dilarang Dan Yang Diperbolehkan Untuk Sholat

عَنْ جَابِرٍ اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ ص قَالَ: جُعِلَتْ لِيَ اْلاَرْضُ طَهُوْرًا وَ مَسْجِدًا. فَاَيُّمَا رَجُلٍ اَدْرَكَتْهُ الصَّلاَةُ فَلْيُصَلّ حَيْثُ اَدْرَكَتْهُ. احمد و البخارى و مسلم، فى نيل الاوطار 2: 146 Dari Jabir, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, "Bumi ini dijadikan untukku sebagai pensuci dan untuk tempat sujud. Maka dari itu siapa saja yang menjumpai waktu shalat, maka shalatlah di tempat ia menjumpainya". [HR. Ahmad, Bukhari dan Muslim, dalam Nailul Authar juz 2, hal. 146]
عَنْ اَبِى سَعِيْدٍ اَنَّ النَّبِيَّ ص قَالَ: َاْلاَرْضُ كُلُّهَا مَسْجِدٌ اِلاَّ اْلمَقْبَرَةَ وَ اْلحَمَّامَ. الخمسة الا النسائى، فى نيل الاوطار 2: 148 Dari Abu Sa'id, bahwasanya Nabi SAW bersabda, "Bumi ini semuanya tempat bersujud, kecuali quburan dan kamar mandi". [HR. Khomsah, kecuali Nasaiy, dalam Nailul Authar juz 2, hal. 148]

Shalat Diatas Kendaraan

Image
بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم
Sholat Diatas Kendaraan

Shalat di atas kendaraan sebagaimana dijelaskan dalam hadits berikut :
عَنْ يَعْلَى بْنِ مُرَّةَ اَنَّ النَّبِيَّ ص انْتَهَى اِلىَ مَضِيْقٍ هُوَ وَ اَصْحَابُهُ وَ هُوَ عَلَى رَاحِلَتِهِ وَ السَّمَاءُ مِنْ فَوْقِهِمْ وَ اْلبِلَّةُ مِنْ اَسْفَلَ مِنْهُمْ فَحَضَرَتِ الصَّلاَةُ فَاَمَرَ اْلمُؤَذّنَ فَاَذَّنَ وَ اَقَامَ ثُمَّ تَقَدَّمَ رَسُوْلُ اللهِ ص عَلَى رَاحِلَتِهِ فَصَلَّى بِهِمْ يُوْمِئُ اِيْمَاءً يَجْعَلُ السُّجُوْدَ اَخْفَضَ مِنَ الرُّكُوْعِ. احمد و الترمذى، فى نيل الاوطار 2: 159 Dari Ya'la bin Murrah bahwasanya Nabi SAW bersama para shahabat sampai di suatu lembah. Beliau berada di atas kendaraannya, padahal langit di atasnya tertutup mendung dan di bawah sangat basah. Kemudian tibalah waktu shalat, maka beliau menyuruh mu'adzdzin supaya beradzan, lalu ia adzan dan iqamah. Kemudian Rasulullah SAW maju dengan tetap diatas kendaraannya, lalu shalat bersama mereka di atas kendaraan dengan berisyarat, beliau men…

Menggendong Anak Ketika Shalat

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم
Sholat Dengan Menggendong Anak
عَنْ اَبِى قَتَادَةَ اْلاَنْصَارِيّ اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ ص كَانَ يُصَلّى وَ هُوَ حَامِلٌ اُمَامَةَ بِنْتَ زَيْنَبَ بِنْتِ رَسُوْلِ اللهِ ص وَ ِلاَبِى اْلعَاصّ ابْنِ رَبِيْعَةَ ابْنِ عَبْدِ شَمْسٍ فَاِذَا سَجَدَ وَضَعَهَا، وَ اِذَا قَامَ حَمَلَهَا. البخارى 1: 131 Dari Abu Qatadah Al-Anshariy, bahwasanya Rasulullah SAW pernah shalat dengan menggendong Umamah binti Zainab binti Rasulullah SAW yaitu anak perempuan Abul 'Ash bin Rabi'ah bin 'Abdi Syamsin, "Lalu apabila sujud, beliau meletakkannya. Dan apabila berdiri, beliau menggendongnya lagi. [HR Bukhari juz 1, hal. 131]
Keterangan :
Zainab adalah puteri Rasulullah SAW dan istri Abul 'Ash, jadi Umamah tersebut adalah cucu Rasulullah SAW.

Menjauhkan Diri Dari Najis

Image
بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم
Menjauhkan Najis Ketika Akan Sholat
عَنْ جَابِرِ بْنِ سَمُرَةَ قَالَ: سَمِعْتُ رَجُلاً سَاَلَ النَّبِيَّ ص: اُصَلّى فِى الثَّوْبِ الَّذِى آتِى فِيْهِ اَهْلِى؟ قَالَ: نَعَمْ، اِلاَّ اَنْ تَرَى فِيْهِ شَيْئًا فَتَغْسِلُهُ. احمد و ابن ماجه، فى نيل الاوطار 2: 132 Dari Jabir bin Samurah, ia berkata : Saya mendengar seorang laki-laki bertanya kepada Nabi SAW, “Apakah boleh saya shalat memakai pakaian yang sudah saya pakai mengumpuli istri saya?”. Nabi SAW menjawab, “Ya boleh, kecuali kalau kamu melihat padanya ada sesuatu (kotoran), maka cucilah ia. [HR. Ahmad dan Ibnu Majah, dalam Nailul Authar juz 2, hal. 132]

Keutamaan Shalat

Image
بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم
Keutamaan Shalat

Sebagaimana dalam Firman Allah SWT :
اُتْلُ مَا اُوْحِيَ اِلَيْكَ مِنَ اْلكِتٰبِ وَ اَقِمِ الصَّلوٰةَ، اِنَّ الصَّلوٰةَ تَنْهٰى عَنِ اْلفَحْشَآءِ وَ اْلمُنْكَرِ، وَ لَذِكْرُ اللهِ اَكْبَرُ، وَ اللهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ. العنكبوت: 45  Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al-Qur'an dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan) keji dan munkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan. [QS. Al-'Ankabuut : 45
Hadits Nabi SAW sebagai berikut :

Balasan Amal Manusia Di Hari Kiamat

Image
بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم
Ayat Al Quran Tentang Balasan Amal Manusia
مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مّنْ ذَكَرٍ اَوْ اُنْثى وَ هُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّه حَيوةً طَيّبَةً، وَ لَنَجْزِيَنَّهُمْ اَجْرَهُمْ بِاَحْسَنِ مَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ. النحل:97 Barangsiapa yang mengerjakan amal shaleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan. [QS. An-Nahl : 97]

Pertanggunganjawab Manusia Di Hari Kiamat

Image
بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم
Ayat Al Quran Tentang Timbangan Amal Dan Hisab Manusia
وَ نَضَعُ اْلمَوَازِيْنَ اْلقِسْطَ لِيَوْمِ اْلقِيَامَةِ فَلاَ تُظْلَمُ نَفْسٌ شَيْئًا، وَ اِنْ كَانَ مِثْقَالَ حَبَّةٍ مّنْ خَرْدَلٍ اَتَيْنَا بِهَا وَ كَفى بِنَا حَاسِبِيْنَ. الانبياء:47 Kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari qiyamat, maka tiadalah dirugikan seseorang barang sedikitpun. Dan jika (amalan itu) hanya seberat biji sawipun pasti Kami mendatangkan (pahala)nya. Dan cukuplah Kami sebagai Pembuat perhitungan. [QS. Al-Anbiyaa’ : 47]
اِنَّ اِلَيْنَا اِيَابَهُمْ(25) ثُمَّ اِنَّ عَلَيْنَا حِسَابَهُمْ(26) الغاشية:25-26 Sesungguhnya kepada Kami-lah kembali mereka, (25) kemudian sesungguhnya kewajiban Kami-lah menghisab mereka. (26) [QS. Al-Ghaasyiyah : 25-26]

Hari Kiamat Berdasarkan Al Quran

Image
بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم
Pengertian Hari Kiamat, Kejadian Dan Keadaan Hari Kiamat

Yang berdasarkan dalam Firman Allah SWT :
اَلْحَاقَّةُ(1) مَا اْلحَاقَّةُ(2) وَ مَا اَدْريكَ مَا اْلحَاقَّةُ(3) الحاقة:1-3 Hari kiamat, (1) apakah hari kiamat itu? (2) Dan tahukah kamu apakah hari kiamat itu? (3) [QS. Al-Haqqah : 1-3]

Hadits Tentang Adzan Dan Keutamaannya

Image
بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم
Keutamaan Adzan

عَنْ مَالِكِ بْنِ اْلحُوَيْرِثِ اَنَّ النَّبِيَّ قَالَ: اِذَا حَضَرَتِ الصَّلاَةُ فَلْيُؤَذّنْ لَكُمْ اَحَدُكُمْ وَ لْيَؤُمَّكُمْ اَكْبَرُكُمْ. احمد و البخارى و مسلم، نيل الاوطار 2: 37  Dari Malik bin Al-Huwairits, sesungguhnya Nabi SAW bersabda, "Apabila waktu shalat telah tiba, maka hendaklah salah seorang diantara kamu adzan untuk (shalat)mu, dan hendaklah yang tertua diantara kamu bertindak sebagai imam bagi kamu". [HR. Ahmad, Bukhari dan Muslim, dalam Nailul Authar juz 2, hal. 37] 
عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: َاْلاِمَامُ ضَامِنٌ وَ اْلمُؤَذّنُ مُؤْتَمَنٌ. اَللّهُمَّ اَرْشِدِ اْلاَئِمَّةَ وَ اغْفِرْ لِلْمُؤَذّنِيْنَ. احمد و ابوا داود و الترمذى، نيل الاوطار 2: 38  Dari Abu Hurairah, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, "Imam itu adalah penanggungjawab dan muadzdzin itu adalah orang yang diserahi amanat. Ya Allah, pimpinlah para imam itu dan ampunilah para muadzdzin". [HR. Ahmad, Abu …

Waktu Untuk Shalat

Image
بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم
Waktu Shalat Wajib

Waktu-waktunya dalam shalat sebagaimana akan dijelaskan dalam Firman Allah SWT dan dalam hadits Nabi SAW sebagai berikut :
نَّ الصَّلوةَ كَانَتْ عَلَى اْلمُؤْمِنِيْنَ كِتبًا مَّوْقُوْتًا. النساء:103 Sesungguhnya shalat itu adalah kewaji­ban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman. [QS. An-Nisa' : 103]
عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَمْرٍو قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: وَقْتُ صَلاَةِ الظُّهْرِ مَا لَمْ يَحْضُرِ اْلعَصْرُ، وَوَقْتُ صَلاَةِ اْلعَصْرِ مَا لَمْ تَصْفَرَّ الشَّمْسُ، وَوَقْتُ صَلاَةِ اْلمَغْرِبِ مَا لَمْ يَسْقُطْ ثَوْرُ الشَّفَقِ. وَوَقْتُ صَلاَةِ اْلعِشَاءِ اِلىَ نِصْفِ اللَّيْلِ، وَوَقْتُ صَلاَةِ اْلفَجْرِ مَا لَمْ تَطْلُعِ الشَّمْسُ. احمد و مسلم والنسائى و ابو داود، فى نيل الاوطار 1: 357. Dari Abdullah bin 'Amr, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, "Waktu shalat Dhuhur itu selama belum datang waktu 'Ashar, waktu shalat 'Ashar itu selama matahari belum menguning, waktu shalat Maghrib it…

Hadits Tentang Shalat (Kewajiban Shalat)

Image
بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم
Kewajiban Mendirikan Shalat
Kewajiban atau perintah untuk mendirikan shalat sebagaimana dalam firman Allah SWT dan dalam beberapa hadits berikut ini :
Firman Allah SWT :
... وَ اَقِمِ الصّلوةَ لِذِكْرِيْ. طه:14 …. dirikanlah shalat untuk mengingat-Ku. [QS. Thaahaa : 14]
فَاَقِيْمُوا الصَّلوةَ، اِنَّ الصَّلوةَ كَانَتْ عَلَى اْلمُؤْمِنِيْنَ كِتَابًا مَوْقُوْتًا. النساء: 103 Maka dirikanlah shalat, sesungguhnya shalat itu adalah kewajiban yang telah ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman. [QS. An-Nisaa' : 103]

Cara Mandi Janabat

Image
بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم
Cara mandi janabat/haidl sebagai berikut :
a. Bagi laki-laki, wajib meratakan air ke seluruh tubuh
عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ: كَانَ رَسُوْلُ اللهِ ص: اِذَا اغْتَسَلَ مِنَ اْلجَنَابَةِ يَبْدَأُ فَيَغْسِلُ يَدَيْهِ ثُمَّ يُفْرِغُ بِيَمِيْنِهِ عَلَى شِمَالِهِ فَيَغْسِلُ فَرْجَهُ ثُمَّ يَتَوَضَّأُ وُضُوْءَهُ لِلصَّلاَةِ ثُمَّ يَاْخُذُ اْلمَاءَ فَيُدْخِلُ اَصَابِعَهُ فِى اُصُوْلِ الشَّعَرِ حَتَّى اِذَا رَاَى اَنْ قَدِ اسْتَبْرَأَ حَفَنَ عَلَى رَأْسِهِ ثَلاَثَ حَفَنَاتٍ ثُمَّ اَفَاضَ عَلَى سَائِرِ جَسَدِهِ ثُمَّ غَسَلَ رِجْلَيْهِ. مسلم Dari ‘Aisyah RA, ia berkata : Adalah Rasulullah SAW apabila mandi janabat, beliau memulai dengan mencuci dua tangannya. Kemudian beliau menuangkan air dengan tangan kanannya pada tangan kirinya, lalu mencuci kemaluannya. Kemudian beliau berwudlu seperti wudlu untuk shalat, lalu mengambil air (dengan tangan) dan memasukkan jari-jari beliau pada pangkal-pangkal rambut, sehingga apabila dirasanya sudah merata, barulah beliau m…

Yang Membatalkan Wudlu

Image
بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم
Hal-hal yang membathalkan wudlu

عَنِ ابْنِ عُمَرَ قَالَ: اِنّى سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ ص يَقُوْلُ: لاَ تُقْبَلُ صَلاَةٌ بِغَيْرِ طُهُوْرٍ وَ لاَ صَدَقَةٌ مِنْ غُلُوْلٍ. مسلم 1: 204 Dari Ibnu ‘Umar RA, ia berkata : Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Tidak diterima shalat yang dilakukan tanpa bersuci, dan tidak diterima sedeqah yang dilakukan dengan harta yang diperoleh dari jalan khianat”. [HR. Muslim 1 : 204]
Keterangan : Hadits ini menyatakan, bahwa tidak sah (tidak diterima) shalat seseorang yang tidak suci, dan demikian pula tidak akan diterima amal sedeqah yang menggunakan harta yang haram.Seseorang dikatakan ”tidak suci” sehingga terhalang untuk melakukan shalat, ialah bila ia berhadats, baik hadats besar maupun hadats kecil.

Hadits Tentang Mandi Janabat

Image
بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم

Hadits Mandi Janabat

Hal-hal Yang Berhubungan Dengan Mandi Janabat
Mandi janabat adalah mandi yang disyariatkan oleh agama bagi orang yang berhadats besar apabila mereka akan shalat.
Adapun hal-hal yang termasuk hadats besar dan wajib mandi, ialah :
a. Sehabis bersetubuh, baik keluar mani maupun tidak
عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِيّ ص قَالَ: اِذَا جَلَسَ بَيْنَ شُعَبِهَا اْلاَرْبَعِ ثُمَّ جَهَدَهَا فَقَدْ وَجَبَ عَلَيْهِ اْلغُسْلُ . احمد و البخارى و مسلم. و لمسلم و احمد: وَ اِنْ لَمْ يُنْزِلْ. فى نيل الاوطار 1: 259 Dari Abu Hurairah dari Nabi SAW beliau bersabda, “Apabila (seorang diantara kamu) duduk antara anggota badan wanita yang empat (dua kaki dan dua tangannya) kemudian mereka menyetubuhinya, maka sungguh telah wajib mandi atasnya”. [HR. Ahmad, Bukhari dan Muslim] Dan dalam riwayat Muslim dan Ahmad, ada tambahan, “Meskipun ia tidak keluar mani”. [Dalam Nailul Authar juz 1, hal. 259].

Cara Mencegah Flu

Image
بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم
Anda pernah kena flu? akupun pernah. Berdasarkan penelitian flu tidak dapat disembuhkan tetapi hanya dapat meredakan gejalanya atau dapat didicegah, karena jika seseorang kena flu sebenarnya bila tidak diobati akan sembuh sendiri.
Berikut ini Cara Mencegah Flu yang efektif menurut Dr Mehmet C Oz, MD yaitu :

Cara Wudlu Yang Benar

Image
بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم
Wudlu

Berikut ini caranya Wudlu yang dituntunkan oleh Nabi SAW :

Firman Allah SWT :

ياَيُّهَا الَّذِيْنَ امَنُوْآ اِذَا قُمْتُمْ اِلَى الصَّلوةِ فَاغْسِلُوْا وُجُوْهَكُمْ وَ اَيْدِيَكُمْ اِلَى اْلمَرَافِقِ وَ امْسَحُوْا بِرُءُوْسِكُمْ وَ اَرْجُلَكُمْ اِلَى اْلكَعْبَيْنِ. المائدة:6 Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki ... [QS Al-M.aidah : 6]

Keterangan :  Ayat tersebut menerangkan bahwa orang yang hendak shalat (bila dia berhadats kecil) wajib berwudlu.

Tetap Sehat Dikala Cuaca Dingin

Image
بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم
Sudah beberapa minggu ini hujan terus menerus hampir setiap hari sehingga menyebabkan cuaca yang dingin.
Saat perubahan cuaca dari musim kemarau ke musim penghujan, tubuh manusia akan membutuhkan penyesuaian, Cuaca yang dingin dapat berakibat seseorang mengalami sakit flu atau batuk sehingga sistem kekebalan tubuhnya menurun.

Adab Buang Air Secara Islam

Image
بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم
Adab Buang Air

Tata cara buang air dan bacaan doa yang dituntunkan Nabi Saw sebagai berikut :
1. Bacaan akan masuk ke tempat buang air
عَنْ اَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رض قَالَ: كَانَ رَسُوْلُ اللهِ ص اِذَا دَخَلَ اْلخَلاَءَ قَالَ: اَللّهُمَّ اِنّى اَعُوْذُ بِكَ مِنَ اْلخُبُثِ وَ اْلخَبَائِثِ. الجماعة، فى نيل الاوطار 1: 89 Dari Anas bin Malik RA, ia berkata, “Bahwasanya Rasulullah SAW apabila hendak masuk ke dalam jamban, membaca Alloohumma innii a’uudzu bika minal-khubutsi wal-khobaaits (Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan syaithan laki-laki dan syaithan perempuan)”. [HR. Jama’ah, Nailul Authar juz 1, hal. 89]

Cara Mensucikan Najis Dan Macamnya

Image
بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم
Cara Membersihkan Najis

Najis atau Rijs ialah sesuatu yang dipandang kotor oleh syara’/hukum agama. Dan, berdasar keterangan yang diambil dari ayat dan hadits-hadits, terbagi menjadi 3 : Najis ‘Aqidah, artinya kotor dalam kepercayaan/keyaqinan.Najis untuk dimakan/diminum, artinya benda-benda itu haram untuk dimakan/diminum.Najis disentuh, maksudnya kita diwajibkan untuk mencuci/ membersihkannya bila kita menyentuh/tersentuh benda-benda tersebut. Dalam post kali ini hanya akan membahas yang no. 3 yakni “Najis disentuh”.
Menurut qaidah ushul (aturan-aturan untuk menetapkan suatu hukum agama), asal segala sesuatu benda itu adalah halal dan suci serta boleh dipergunakan untuk apasaja, kecuali bila ada keterangan agama yang mencegahnya, baik dari Al-Qur’an maupun dari hadits yang shahih.

Macam-macam Air Dalam Thaharah

Image
بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم

Macam-macam Air Dalam Thaharah

Tentang Air Dan Macam-macamnya
1. Air Muthlaq
Firman Allah SWT :
وَ يُنَزّلُ عَلَيْكُمْ مّنَ السَّمَآءِ مَآءً لّيُطَهّرَكُمْ بِه…. الانفال:11 Dan Allah menurunkan kepadamu hujan dari langit untuk mensucikan kamu dengan hujan itu. [QS. Al-Anfaal : 11]
وَ اَنْزَلْنَا مِنَ السَّمَآءِ مَآءً طَهُوْرًا. الفرقان:48 Dan Kami turunkan dari langit air yang amat bersih. [QS. Al-Furqaan : 48]

Kumpulan Doa Dalam Al Quran Bg 3

Image
بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم
Doa - doa Lain Dalam Al Quran
1. Doa istri Fir’aun
وَ ضَرَبَ اللهُ مَثَلاً لّلَّذِيْنَ امَنُوْا اِمْرَأَةَ فِرْعَوْنَ اِذْ قَالَتْ رَبّ ابْنِ لِيْ عِنْدَكَ بَيْتًا فِى اْلجَنَّةِ وَ نَجّنِيْ مِنْ فِرْعَوْنَ وَ عَمَلِه وَ نَجّنِيْ مِنَ اْلقَوْمِ الظَّالِمِيْنَ. التحريم:11 Dan Allah membuat istri Fir’aun perumpamaan bagi orang-orang yang beriman, ketika ia berkata, “Robbibni lii ‘indaka baitan fiil jannati wa najjinii min fir’auna wa ‘amalihii wa najjinii minal qoumidh dhoolimiin (Ya Tuhanku, bangunlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam surga dan selamatkanlah aku dari Fir’aun dan perbuatannya dan selamatkanlah aku dari kaum yang dhalim)”, [QS. At-Tahriim : 11]

Kumpulan Doa Dalam Al Quran Bg 2 (Doa Para Nabi As)

Image
بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم
Doa Para Nabi AS dalam Al Quran
1. Doa nabi Adam AS
قَالاَ رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَ اِنْ لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَ تَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ. الاعراف: 23 Keduanya berkata, “Robbanaa dholamnaa anfusanaa wa illam taghfir lanaa wa tarhamnaa lanakuunanna minal-khoosiriin (Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi)”. [QS. Al-A’raaf : 23]

Kumpulan Doa Dalam Al Quran Bg 1

Image
بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم
Doa-doa di dalam Al-Qur’an
وَ مِنْهُمْ مَّنْ يَّقُوْلُ رَبَّنَا اتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَّ فِى اْلاخِرَةِ حَسَنَةً وَّ قِنَا عَذَابَ النَّارِ. البقرة: 201 Dan diantara mereka ada orang yang berdoa, Robbanaa aatinaa fiddun-yaa hasanataw wa fil aakhiroti hasanataw wa qinaa ‘adzaaban-naar "Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka”. [QS. Al-Baqarah : 201]
لاَ يُكَلّفُ اللهُ نَفْسًا اِلاَّ وُسْعَهَا لَهَا مَا كَسَبَتْ وَ عَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ رَبَّنَا لاَ تُؤَاخِذْنَا اِنْ نَّسِيْنَا اَوْ اَخْطَأْنَا رَبَّنَا وَ لاَ تَحْمِلْ عَلَيْنَا اِصْرًا كَمَا حَمَلْتَه عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِنَا رَبَّنَا وَ لاَ تُحَمّلْنَا مَا لاَ طَاقَةَ لَنَا بِه وَ اعْفُ عَنَّا وَ اغْفِرْ لَنَا وَ ارْحَمْنَا اَنْتَ مَوْلاَنَا فَانْصُرْنَا عَلَى اْلقَوْمِ اْلكَافِرِيْنَ. البقرة: 286

Cara I'tidal Menurut Nabi SAW

Image
بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم
Tata Cara Sholat
Cara I'tidal Berdasarkan Tuntunan Nabi Saw

Pengertian I'tidal
I’tidal adalah posisi dimana setelah selesai ruku', kita bangkit dari ruku' dengan mengangkat dua tangan hingga sejajar dengan dua bahu/telinga sambil mengucapkan Sami'alloohu liman hamidah. Kemudian disusul dengan membaca Robbanaa wa lakal-hamdu, atau bacaan i'tidal yang lain, sehingga berdiri tegak dan setiap tulang kembali ke tempatnya.
Cara I’tidal Yang Benar

Mengetahui Penularan Pneumonia

Image
بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم
Pneumonia


Pneumonia adalah peradangan pada paru-paru, yaitu peradangan dan infeksi menyebabkan edema alveolar, meningkatkan penyebaran organisme infeksius. lobus terkait mengalami pemadatan yang disebabkan eksudat (disebut sebagai konsolidasi pada hasil sinar-x). 

Ketidakseimbangan ventilasi atau perfusi (V/P) dan shunt kanan ke kiri terjadi pada daerah dimana alveoli dipenuhi eksudat radang dan pertukaran O2-CO2 terganggu.
Jenis radang paru-paru dari anatominya:

Metode Penularan AIDS

Image
بسم الله الرحمان الرحيم

AIDS atau Acquired Immunodeficiency Syndrome atau Acquired Immune Deficiency Syndrome adalah gangguan sistem imun yang terjadi sebagai respon terhadap pemajanan virus HIV atau retrovirus manusia sejenis.
Suatu kegagalan imunitas bermedia sel menyebabkan infeksi serius dan keganasan yang melumpuhkan mekanisme pertahanan tubuh alami, mengakibatkan ketidakmampuan melawan infeksi. 
Penyakit ini ditularkan melalui pemajanan terhadap darah dan cairan tubuh individu positif HIV melalui kontak seksual, penggunaan jarum bersama, dari ibu ke janin, dan kemungkinan percikan cairan tubuh ke luka terbuka atau membran mukosa. 

Sumpah Dalam Islam Dan Larangannya

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم
Suri Teladan Yang Baik Rasullullah Saw

Tuntunan Rasulullah SAW tentang sumpah
1. Sumpah dan kaffarahnya
وَ لاَ تَجْعَلُوا اللهَ عُرْضَةً ِلاَيْمَانِكُمْ اَنْ تَبَرُّوْا وَ تَتَّقُوْا وَ تُصْلِحُوْا بَيْنَ النَّاسِ، وَ اللهُ سَمِيْعٌ عَلِيْمٌ. لاَ يُؤَاخِذُكُمُ اللهُ بِاللَّغْوِ فِيْ اَيْمَانِكُمْ وَ لكِنْ يُّؤَاخِذُكُمْ بِمَا كَسَبَتْ قُلُوبُكُمْ، وَ اللهُ غَفُوْرٌ حَلِيْمٌ. البقرة:224-225 Janganlah kamu jadikan (nama) Allah dalam sumpahmu sebagai penghalang untuk berbuat kebajikan, bertakwa dan mengadakan ishlah di antara manusia. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Allah tidak menghukum kamu disebabkan sumpahmu yang tidak dimaksud (untuk bersumpah), tetapi Allah menghukum kamu disebabkan (sumpahmu) yang disengaja (untuk bersumpah) oleh hatimu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyantun. [QS. Al-Baqarah : 224-225]
لاَ يُؤَاخِذُكُمُ اللهُ بِاللَّغْوِ فِيْ اَيْمَانِكُمْ وَ لكِنْ يُّؤَاخِذُكُمْ بِمَا عَقَّدْتُّمُ اْلاَيْمَانَ فَكَفَّارَت…

Hadits Seputar Ruqyah

Image
بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم
Suri Tauladan Rasulullah Saw

Tentang Ruqyah

Jampi-jampi Yang Dibolehkan Dalam Islam

Ruqyah (jampi-jampi) yang dibolehkan dalam islam yang diajarkan oleh Nabi SAW adalah sebagaimana dalam beberapa hadits berikut :
عَنْ عَوْفِ بْنِ مَالِكٍ اْلاَشْجَعِيّ قَالَ: كُنَّا نَرْقِى فِى اْلجَاهِلِيَّةِ، فَقُلْنَا: يَا رَسُوْلَ اللهِ، كَيْفَ تَرَى فِى ذلِكَ؟ فَقَالَ: اِعْرِضُوْا عَلَيَّ رُقَاكُمْ. لاَ بَأْسَ بِالرُّقَى مَا لَمْ يَكُنْ فِيْهِ شِرْكٌ. مسلم 4: 1727 Dari ‘Auf bin Malik Al-Asyja’iy ia berkata, “Dahulu kami biasa melakukan jampi-jampi di masa Jahiliyah, lalu kami bertanya, “Ya Rasulullah, bagaimana pendapat engkau tentang yang demikian itu?”. Rasulullah SAW menjawab, “Perlihatkanlah dulu kepadaku bagaimana jampi-jampi kalian. Tidak mengapa menjampi selama tidak mengandung syirik”. [HR. Muslim juz 4, hal.1727]

Hukum Mendatangi Dukun Dalam Islam

Image
بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم
Sebagaimana orang islam Haram hukumnya mendatangi dukun, tukang ramal, tukang sihir, menganggap sesuatu penyebab kesialan, dan memakai jimat.

Hadits-hadits Nabi SAW :
عَنْ اَبِي هُرَيْرَةَ رض عَنِ النَّبِيّ ص قَالَ: اجْتَنِبُوا السَّبْعَ الْمُوْبِقَاتِ. قَالُوْا: يَا رَسُوْلَ اللهِ، وَ مَا هُنَّ؟ قَالَ: الشّرْكُ بِاللهِ وَ السّحْرُ وَ قَتْلُ النَّفْسِ الَّتِيْ حَرَّمَ اللهُ اِلاَّ بِاْلحَقّ وَ اَكْلُ الرّبَا وَ اَكْلُ مَالِ اْليَتِيْمِ وَ التَّوَلّى يَوْمَ الزَّحْفِ وَ قَذْفُ الْمُحْصَنَاتِ اْلمُؤْمِنَاتِ اْلغَافِلاَتِ. البخارى 8: 33 Dari Abu Hurairah RA, dari Nabi SAW beliau bersabda, "Jauhilah tujuh perkara yang membinasakan!". Para sahabat bertanya, "Ya Rasulullah, apa tujuh perkara itu?". Beliau bersabda, "1. Syirik kepada Allah, 2. sihir, 3. membunuh jiwa yang Allah mengharamkannya kecuali dengan haq, 4. makan riba, 5. makan harta anak yatim, 6. lari dari peperangan (sebagai pengecut), dan 7. menuduh wanita mu’mina…

Bunuh Diri Dan Putus Asa

Image
بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم

Hukum berputus asa dan bunuh diri adalah haram sebagaimana dalam Firman Allah SWT dan Hadits-hadits Nabi SAW :
وَ لاَ تَايْئَسُوْا مِنْ رَّوْحِ اللهِ، اِنَّه لاَ يَايْئَسُ مِنْ رَّوْحِ اللهِ اِلاَّ اْلقَوْمُ اْلكفِرُوْنَ. يوسف:87 Dan janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah melainkan kaum yang kafir. [QS. Yusuf : 87]
وَ مَنْ يَّقْنَطُ مِنْ رَّحْمَةِ رَبّه اِلاَّ الضَّآلُّوْنَ. الحجر:56 Tidak ada orang yang berputus asa dari rahmat Tuhannya, kecuali orang-orang yang sesat. [QS. Al-Hijr : 56]

Berburu Dalam Islam Bg 2

Image
بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم
Lanjutan dari post Berburu Dalam Islam Bg I
C. Syarat-syarat yang berhubungan dengan alat untuk berburu.
Alat yang dapat dipergunakan untuk berburu, ada 2 macam, yaitu : Senjata tajam yang dapat melukai dan menembus kulit binatang buruan, seperti : tombak, panah, dan lain sebagainya, senjata tersebut harus dapat menembus kulit, sehingga binatang buruan tersebut mati karena luka-luka yang ditimbulkannya dan bukan mati karena berat/kerasnya alat tersebut.Binatang-binatang yang sudah terlatih untuk berburu, seperti anjing, atau yang lainnya, dan binatang-binatang tersebut telah dididik dan dilatih untuk berburu, dan telah nampak kelebihan dan keistimewaannya dibanding dengan binatang sejenis yang lain karena hasil didikan itu, seperti bila diperintah menurut, bila dilarang mau berhenti dan bila dipanggil datang.

Berburu Dalam Islam Bg 1

Image
بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم
Berburu Dalam Islam
A. Syarat-syarat berburu : Dilakukan dengan niat untuk berburu, tidak hanya sekedar bermain-main.Dalam masalah "berburu", disyaratkan bahwa si pemburu adalah orang Islam atau Ahli Kitab (Yahudi dan Nashrani).Tidak dilakukan pada waktu sedang berihram (berpakaian ihram dalam pelaksanaan ibadah hajji), karena ketika itu diharamkan berburu.Membaca Bismillah ketika akan melakukannya. (Dalam hal ini ada ulama yang berfaham hukumnya hanya sunnah sebagaimana dalam hal menyembelih binatang).

Perbedaan Pendapat Tentang Bacaan Basmalah Saat Menyembelih Hewan

Image
بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم
Sebelumnya telah di post tentang cara penyembelihan hewan secara islam tetapi ada beberapa perbedaan pendapat mengenai bacaan basmalah ketika menyembelih hewan, berikut ini beberapa perbedaan pendapat para Ulama mengenai wajibnya membaca Basmalah ketika menyembelih. Dalam hal ini ulama ada tiga pendapat diantaranya sebagai berikut :
Pendapat I
Sembelihan yang tidak disebut nama Allah atau Bismillah padanya, baik dengan sengaja atau karena lupa, sembelihan itu tetap halal, asalkan saja yang menyembelih itu orang Islam. Dasarnya ialah firman Allah SWT :

Cara Menyembelih Hewan Secara Islam

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم

Tentang sembelihan secara Islam
Berikut ini cara menyembelih hewan secara islam yang dituntunkan berdasarkan Nabi SAW adalah sebagai berikut :

1. Menyebut Basmalah ketika menyembelihnya

Orang Islam ketika menyembelih hewan disyari’atkan menyebut nama Allah (Basmalah), berdasarkan firman Allah :
فَكُلُوْا مِمَّا ذُكِرَ اسْمُ اللهِ عَلَيْهِ اِنْ كُنْتُمْ بِايتِه مُؤْمِنِيْنَ. الانعام:118 Maka makanlah binatang-binatang (yang halal) yang disebut nama Allah ketika menyembelihnya, jika kamu beriman kepada ayat-ayat-Nya. [QS. Al-An'aam : 118]

Binatang Yang Tidak Dilarang Nabi SAW Untuk Dimakan

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم
Beberapa binatang yang para shahabat memakannya, sedangkan Nabi SAW tidak melarang.
1. Dlabb (biawak)
عَنِ ابْنِ عُمَرَ رض قَالَ: قَالَ النَّبِيُّ ص: الضَّبُّ لَسْتُ آكُلُهُ وَ لاَ اُحَرّمُهُ. البخارى 6: 231 Dari Ibnu ‘Umar RA, ia berkata : Nabi SAW bersabda, “Biawak itu aku tidak mau memakannya, tetapi aku tidak mengharamkannya”. [HR. Bukhari juz 6, hal. 231]
عَنِ ابْنِ عُمَرَ قَالَ: سَأَلَ رَجُلٌ رَسُوْلَ اللهِ ص عَنْ اَكْلِ الضَّبّ، فَقَالَ: لَا آكُلُهُ وَ لَا اُحَرّمُهُ. مسلم 3: 1542 Dari Ibnu ‘Umar, dia berkata, "Ada seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah SAW mengenai makan daging biawak, maka beliau menjawab: "Saya tidak memakannya, tetapi tidak mengharamkannya”. [HR. Muslim juz 3, hal. 1542]

Perbedaan Pendapat Tentang Makanan Yang Diharam

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم
Di post yang terdahulu telah kami jelaskan bahwa makanan yang diharamkan oleh Allah hanyalah empat macam, yaitu : bangkai, darah, daging babi dan sembelihan yang ketika disembelih disebut (nama) selain Allah (sembelihan bukan karena Allah). Adapun makanan yang diharamkan atau larangan dalam hadits, hukumnya hanyalah makruh (apabila dilakukan tidak berdosa, apabila ditinggalkan berpahala). Namun sebagian ulama ada yang berpendapat bahwa selain empat macam yang disebutkan dalam Al-Qur’an, yang dilarang di dalam haditspun haram pula kita memakannya. Berikut Perbedaan Pendapat Tentang Makanan Yang Diharamkan berdasarkan Hadits-hadits tersebut sebagai berikut :

1. Larangan memakan keledai jinak :
عَنِ ابْنِ عُمَرَ رض نَهَى النَّبِيُّ ص عَنْ لُحُوْمِ الْحُمُرِ اْلاَهْلِيَّةِ يَوْمَ خَيْبَرَ. البخارى 6: 229 Dari Ibnu ‘Umar RA, (ia berkata), “Nabi SAW melarang (memakan) daging himar jinak pada perang Khaibar”. [HR. Bukhari juz 6, hal. 229]

Makanan Haram Bagi Umat Islam

Image
بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم
Tentang makanan yang haram bagi ummat Islam sebagaimana dalam firman Allah SWT dan hadits nabi SAW sebagai berikut :
Firman Allah SWT :
قُلْ لآَّ اَجِدُ فِيْ مَآ اُوْحِيَ اِلَيَّ مُحَرَّمًا عَلى طَاعِمٍ يَطْعَمُه اِلاَّ اَنْ يَّكُوْنَ مَيْتَةً اَوْ دَمًا مُّسْفُوْحًا اَوْ لَحْمَ خِنْزِيْرٍ فَاِنَّه رِجْسٌ اَوْ فِسْقًا اُهِلَّ لِغَيْرِ اللهِ بِهِ، فَمَنِ اضْطُرَّ غَيْرَ بَاغٍ وَّ لاَ عَادٍ فَاِنَّ رَبَّكَ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ. الانعام:145 Katakanlah, “Tiadalah aku peroleh dalam wahyu yang diwahyukan kepadaku sesuatu yang diharamkan bagi orang yang hendak memakannya, kecuali kalau makanan itu bangkai, atau darah yang mengalir, atau daging babi, karena semua itu kotor, atau binatang yang disembelih atas nama selain Allah. Barangsiapa yang dalam keadaan terpaksa, sedang dia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka sesungguhnya Tuhanmu Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. [QS. Al-An’aam : 145]

Memelihara Jantung Memelihara Kehidupan

Image
بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم
Tahukah anda bahwa jutaan orang telah meninggal karena penyakit jantung pada usia mereka masih produktif, bahkan dari tahun ke tahun telah terjadi peningkatan angka kematian akibat serangan jantung. Memang jantung merupakan organ yang sangat vital yang bertugas memompa darah kehidupan, bila jantung tidak mampu lagi menjalankan tugasnya maka kehidupan akan terancam pula karenanya perlu perhatian yang lebih untuk kesehatan jantung kita. Faktor resiko
Kebiasaan - kebiasaan dan pola hidup yang tidak baik akan meningkatkan resiko terkena serangan penyakit jantung koroner. Ada beberapa kondisi yang erat kaitanya dengan penyakit jantung koroner yang disebut dengan faktor resiko, secara garis besar faktor resiko ini dibagi menjadi 2 yaitu faktor resiko utama dan faktor resiko lainnya.

Makanan Untuk Kesehatan Jantung

Image
بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم
Beberapa makanan berikut ini sangat baik untuk kesehatan jantung kita, apasajakah makanan tersebut, berikut ini diambil dari beberapa sumber ahli gizi. Diantara :
1. Kenari dan Ikan salmon
Kenari dan ikan salmon mengandung asam lemak omega-3 yang terbukti mengurangi risiko penyakit jantung, bahkan serangan jantung, serta mengurangi jerawat dan peradangan. Hanya dengan makan 1-2 porsi sepekan, Anda menurunkan tekanan darah dan meningkatkan imunitas.

Manfaat Daun Mint

Image
بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم

Tahukah anda daun mint? bila belum tahu lihat pada gambar disamping! Daun ini dikenal juga sebagai mentha atau mentol yang cukup luas karena banyaknya jenis spesies ini. Banyak produk yang dibuat dengan menambahkan aroma mint ini diantaranya permen, makanan, pasta gigi, rokok hingga obat-obatan.
Berikut beberapa jenis atau spesies dari keluarga mint diantaranya : Mentha aquatica – Water mint, or Marsh mintMentha arvensis – Corn Mint, Wild Mint, Japanese Peppermint, Field Mint, Pudina (पुदीना in Hindi)Mentha asiatica - Asian MintMentha australis - Australian mintMentha canadensisMentha cervina - Hart's PennyroyalMentha citrata – Bergamot mintMentha crispata - Wrinkled-leaf mintMentha cunninghamiiMentha dahurica - Dahurian ThymeMentha diemenica - Slender mint

Khasiat Jahe Bagi Kesehatan

Image
بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم
Jahe menjadi salah satu bumbu wajib untuk memasak tetapi juga bisa dimanfaatkan untuk obat tradisional karena memiliki beberapa khasiat dalam kesehatan salah satunya sebagai meredakan sakit nyeri.

Jahe mengandung senyawa anti inflamasi dan minyak volatile yang memiliki efek analgesik dan pereda nyeri. Disamping itu juga mengandung enzim pencernaan yang membantu tubuh mencernadan menyerap makanan.
Kandungan jahe terdiri dari beberapa komponen bioaktif yang berguna bagi tubuh, diantaranya minyak atsiri yang terdiri dari senyawa seskuiterpen, zingiberen, bisabolena, zingeron, oleoresin, kamfena, limonen, borneol, sitral, zingiberal, felandren, gingerol ( sebagai antikoagulan), pati, damar, asam-asam organik (asam malat dan asam oksalat). Jahe juga mengandung vitamin A B C, dan senyawa flavonoid dan polifenol.

Keadan Terpaksa Atau Darurat Terhadap Yang Haram

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم
Keadaan Terpaksa Membolehkan Yang Terlarang

Islam tidak lupa terhadap kepentingan hidup manusia serta kelemahan manusia dalam menghadapi kepentingannya itu. Oleh karena itu seorang muslim dalam keadaan yang sangat terpaksa diperkenankan terhadap yang haram karena dorongan keadaan dan sekedar menjaga diri dari kebinasaan.
Oleh karena itu Allah berfirman, sesudah menyebut satu persatu makanan yang diharamkan, yaitu : bangkai, darah, daging babi, dan binatang yang (ketika disembelih) disebut (nama) selain Allah :
فَمَنِ اضْطُرَّ غَيْرَ بَاغٍ وَّ لاَ عَادٍ فَلآَ اِثْمَ عَلَيْهِ، اِنَّ اللهَ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ. البقرة:173 Tetapi barangsiapa dalam keadaan terpaksa (memakannya) sedang ia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. [QS. Al-Baqarah 173]