Gejala Awal Dan Pencegahan Alzheimer

Saturday, September 08, 2012

Gejala Awal Dan Pencegahan Alzheimer


بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم

Alzheimer bukan penyakit menular, melainkan merupakan sejenis sindrom dengan apoptosis sel-sel otak pada saat yang hampir bersamaan, sehingga otak tampak mengerut dan mengecil. Alzheimer juga dikatakan sebagai penyakit yang sinonim dengan orang tua.
Anatomi otak penderita alzheimer, Gejala awal dan pencegahan alzheimer

Alzheimer adalah penyakit dimana kecerdasan intelektual dan kemampuan bersosialisasi menurun secara drastis sehingga mempengaruhi aktivitas harian. Pada penyakit Alzheimer, kesehatan jaringan otak mengalami penurunan, menyebabkan menurunnya daya ingat dan kemampuan mental.

Alzheimer bukan merupakan bagian dari proses penuaan secara normal, akan tetapi risikonya meningkat seiring bertambahnya usia. Lima persen orang berusia di antara 65-74 tahun mengidap penyakit Alzheimer, dan hampir 50 persen orang yang berusia lebih dari 85 tahun memiliki penyakit Alzheimer. 


Gangguan tidur diduga kuat menjadi gejala awal penyakit Alzheimer. penyakit yang ditandai dengan penurunan daya kognitif berat pada pasien itu biasanya terjadi pada orang berusia di atas 60 tahun. Kesimpulan awal akan kaitan penyakit alzheimer dengan gangguan tidur itu didapatkan para peneliti yang melakukan riset terhadap mencit. 

Salah satu area otak yang diteliti adalah plak di beta amyloid yang terbentuk di otak. Kadar protein beta amyloid secara alami akan meningkat dan menurun dalam 24 jam. Akan tetapi pada pasien alzheimer, protein tersebut secara permanen menjadi plak. Plak protein di otak merupakan komponen kunci yang memicu terjadinya alzheimer. Dalam penelitan, plak tersebut pertama kali muncul ketika mencit mengalami gangguan tidur. 

Selama ini pasien alzheimer tidak menunjukkan adanya gangguan dengan daya ingat mereka sampai penyakitnya tiba-tiba memburuk. Pada poin tersebut, beberapa bagian otak sudah hancur sehingga penyakitnya tidak dapat disembuhkan. 

Penelitian yang dilakukan tim dari Universitas Washington menunjukkan, tikus yang sering begadang tidur siang selama 40 menit. Namun, ketika mulai terbentuk plak di otak mereka, jam tidurnya berkurang menjadi 30 menit. 

"Jika gangguan tidur itu merupakan tanda awal terjadinya alzheimer pada manusia, maka perubahan itu bisa memudahkan dokter untuk mendeteksinya sedini mungkin," kata Prof.David Holtzman yang melakukan riset. 

Kendati begitu apa yang terjadi pada tikus percobaan belum tentu sama pada manusia. Karena itu dalam waktu dekat para ilmuwan akan melakukan penelitian pada manusia. Sebelumnya juga ada beberapa penelitian yang mengaitkan antara perubahan pola tidur dengan penurunan kemampuan berpikir. 

Kaum Hawa sebaiknya lebih mewaspadai penyakit Alzheimer. Penyakit yang merupakan penyebab paling umum dari kepikunan ini ternyata bisa menimbulkan dampak atau kerusakan yang lebih parah bagi wanita dibandingkan pria. Bahkan, ketika keduanya sedang berada pada tahap yang sama dari penyakit ini. 

Seperti yang dilaporkan dalam Journal of Clinical and Experimental Neuropsychology, para ahli menemukan wanita penderita Alzheimer secara konsisten mencatat skor kemampuan kognitifnya yang lebih buruk daripada laki-laki. Terutama keterampilan verbal. 

Peneliti utama Profesor Keith Laws dari Universitas Hertfordshire Inggris melakukan kajian komprehensif data neurokognitif dari 15 studi sebelumnya. Timnya menemukan, pasien pria tampak lebih unggul pada tugas-tugas verbal, visuospasial, dan tes memori episodik dan semantik. 

Memori episodik merupakan kemampuan individu untuk mengingat peristiwa-peristiwa tertentu di masa lalu. Sedangkan, memori semantik adalah pengetahuan faktual dimana seseorang memilikinya tanpa ada perasaan pribadi atau sejarah yang menyertainya 

Pada analisis lanjutan, peneliti mendapati bahwa umur, tingkat pendidikan, dan tingkat keparahan demensia belum dapat menjelaskan keuntungan mengapa pada wanita penyakit ini bisa menimbulkan dampak lebih parah. 

Namun, peneliti menduga hormon pada wanita adalah penjelasan yang paling mungkin. Setelah memasuki menopause, kaum wanita kehilangan hormon estrogen. Pada pria mungkin mereka memiliki cadangan kognitif yang melindungi diri dari Alzheimer. 

Gejala-gejala Demensia Alzheimer sendiri meliputi gejala yang ringan sampai berat. Sepuluh tanda-tanda adanya Demensia Alzheimer adalah : 
  1. Gangguan memori yang memengaruhi keterampilan pekerjaan, seperti; lupa meletakkan kunci mobil, mengambil baki uang, lupa nomor telepon atau kardus obat yang biasa dimakan, lupa mencampurkan gula dalam minuman, garam dalam masakan atau cara-cara mengaduk air, 
  2. Kesulitan melakukan tugas yang biasa dilakukan, seperti; tidak mampu melakukan perkara asas seperti menguruskan diri sendiri. 
  3. Kesulitan bicara dan berbahasa 
  4. Disorientasi waktu, tempat dan orang, seperti; keliru dengan keadaan sekitar rumah, tidak tahu membeli barang ke kedai, tidak mengenali rekan-rekan atau anggota keluarga terdekat. 
  5. Kesulitan mengambil keputusan yang tepat 
  6. Kesulitan berpikir abstrak, seperti; orang yang sakit juga mendengar suara atau bisikan halus dan melihat bayangan menakutkan. 
  7. Salah meletakkan barang 
  8. Perubahan mood dan perilaku, seperti; menjadi agresif, cepat marah dan kehilangan minat untuk berinteraksi atau hobi yang pernah diminatinya. 
  9. Perubahan kepribadian, seperti; seperti menjerit, terpekik dan mengikut perawat ke mana saja walaupun ke WC. 
  10. Hilangnya minat dan inisiatif 
Orang yang sakit juga kadangkala akan berjalan ke sana sini tanpa sebab dan pola tidur mereka juga berubah. Orang yang sakit akan lebih banyak tidur pada waktu siang dan terbangun pada waktu malam. 
Secara umum, orang sakit yang didiagnosis mengidap penyakit ini meninggal dunia akibat radang paru-paru atau pneumonia. Ini disebabkan, pada waktu itu orang yang sakit tidak dapat melakukan sembarang aktivitas lain. 

Faktor resiko
  1. pengidap hipertensi yang mencapai usia 40 tahun ke atas 
  2. Pengidap kencing manis 
  3. Kurang berolahraga 
  4. Tingkat kolesterol yang tinggi 
  5. Faktor keturunan - mempunyai keluarga yang mengidap penyakit ini pada usia 50-an. 
Pencegahan 

Mengonsumsi minyak ikan, berolahraga rutin dan mengisi teka teki silang adalah aktivitas yang disebut-sebut bermanfaat bagi otak. Tetapi menurut kajian terbaru, tidak ada bukti kuat bahwa semua itu dapat mencegah penyakit Alzheimer. 

Sebuah panel ahli yang terdiri dari para ahli menyimpulkan, suplemen, obat atau interaksi sosial juga belum terbukti dapat mencegah penyakitdegenerasi otak tersebut. Kelompok ahli itu mengamati puluhan riset yang menunjukkan cara-cara untuk mencegah Alzheimer, penyakit yang merusak otak dan tidak dapat diobati. Tetapi belum menemukan satu pun bukti yang cukup kuat akan dampaknya bagi pencegahan. 

Ada definisi yang tidak konsisten tentang penyakit Alzheimer dan penurunan kondisi kognitif yang menyebabkannya. Para dokter juga tidak sepenuhnya memahami bagaimana penyakit itu berkembang. Contohnya, ada ketidaksepakatan tentang apakah plak amiloid yang ditemukan dalam otak penderita menjadi penyebab penyakit itu atau hanya sekadar gejala. Saat ini hanya ada sedikit obat untuk mengobati Alzheimer, tetapi efeknya hanya sementara. 

Serangan penyakit Alzheimer ditandai dengan kehilangan daya pikir secara bertahap, dan akhirnya dapat menjadi cacat mental total. Gejala awal Alzheimer adalah mudah lupa pada hal-hal yang sering dilakukan dan hal-hal baru. Penderita juga mengalami disorientasi waktu dan mengalami kesulitan fungsi kognitif yang kompleks seperti matematika atau aktivitas organisasi. 

Alzheimer berat ditandai dengan kehilangan daya ingat yang progresif sampai mengganggu aktivitas sehari-hari, disorientasi tempat, orang dan waktu, serta mengalami masalah dalam perawatan diri, seperti lupa mengganti pakaian. Penderita penyakit itu biasanya juga mengalami perubahan tingkah laku seperti depresi, paranoia, atau agresif. Orang yang mempunyai riwayat keluarga Alzheimer mempunyai risiko mengalaminya dan risiko tersebut makin meningkat apabila kedua orang tua mengidap Alzheimer. 

Meskipun penyakit ini tidak ada obatnya, perawatan dapat memperbaiki kualitas hidup pengidap Alzheimer. Mereka yang divonis Alzheimer membutuhkan dukungan dan kasih sayang dari teman dan keluarga untuk mengatasinya. Pencarian gejala awal alzheimer sangatlah penting untuk mencari cara pengobatan penyakit yang bisa membuat penderitanya lupa berbagai hal itu, termasuk anggota keluarganya sendiri. 

referensi : wikipedia, kompas health, dan berbagai sumber


سُبْحَانَكَ اللّهُمَّ وَ بِحَمْدِكَ اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلهَ اِلاَّ اَنْتَ اَسْتَغْفِرُكَ وَ اَتُوْبُ اِلَيْكَ

No comments :

Post a Comment

1. Silahkan meninggalkan komentar anda dengan bahasa yang baik dan sopan.
2. Dilarang komentar SPAM, Iklan atau dengan Menyisipkan URL/ Link atau Anchor teks di dalam pesan / komentar, bila ada akan dihapus tanpa pemberitahuan.
3. Terimakasih atas kunjungan anda, semoga bermanfaat