Membersihkan Hati

Thursday, September 20, 2012

Membersihkan Hati

Bismillahirrahmanirrahim 

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh 

Allahu akbar
Hati yang baik bukan sekedar karunia Allah yang diberikan kepada orang tertentu tanpa usaha. Sesungguhnya kitapun bisa mendapatkan dengan senantiasa membuka komunikasi hati dengan Allah. 

Sesungguhnya Allah itu Maha Baik, maka siapapun yang selalu berusaha mendekatkan diri kepada-Nya akan mendapatkan pancaran kebaikan. Ali bin Abi Thalib menceritakan bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam bersabda ; “Tiada satu hati pun kecuali memiliki awan seperti awan menutupi bulan. Walaupun bulan bercahaya,tetapi karena hatinya ditutup oleh awan,ia menjadi gelap. Ketika awannya menyingkir,ia pun kembali bersinar.”(HR.Bukhari dan Muslim). 

Pada awalnya hati manusia itu bersih dan bersinar namun karena tertutup oleh awan kemaksiatan sehingga sinarnya pudar. Oleh karena itu kita harus membersihkan awan yang menutupi cahaya hati kita dengan berbagai upaya di antaranya : 
  1. Berdo’a kepada Allah. Allah Maha Membolak-balik hati maka mintalah kepada Allah agar diberi ketetapan hati dalam kebaikan.”Yaa muqallibal qulub tsabbit qalbi alaa diinika.(Wahai yang mombolak-balik qalbu,tetapkanlah qalbuku pada agama-Mu).Selain ini,Ibnu Abbas bercerita bahwa Rasulullah juga berdo’a “ Ya Allah,jadikanlah di dalam hatiku cahaya,di lidahku cahaya,di pendengaranku cahaya,di penglihatanku cahaya.Jadikanlah di belakangku cahaya,di hadapanku cahaya,dari atasku cahaya,dan dari bawahku cahaya.Ya Allah berikan kepadaku cahaya.”(HR.Muslim). 
  2. Introspeksi Diri. Yakni menilai diri sendiri berkait dengan berbagai penyakit hati (iri,sombong,riya’,dendam dll) yang mungkin hinggap dalam diri kita. 
  3. Taubat. Setelah mengetahui penyakit hati yang hinggap dalam diri hendaklah kita bertaubat dengan berusaha memperbaiki secara bertahap. 
  4. Membaca Al-Qur’an dan memahami makna yang terkandung di dalamnya lantas mengamalkan secara bertahap. 
  5. Shalat malam di sepertiga malam yang terakhir,karena pada waktu itu Allah akan menurunkan rahmat-Nya bagi orang-orang yang meminta rahmat dan bertaubat kepada-Nya. 
  6. Berkumpul dengan orang-orang yang sholeh karena ibaratnya kita berkumpul dengan penjual minyak wangi maka harum pula diri kita.Ciri khas orang yang sholeh adalah saling tolong menolong dan saling menasehati dalam kebaikan. 
  7. Menahan lapar dan mengendalikan hawa nafsu melalui puasa. 
  8. Memperbanyak dzikir. Dzikir adalah sarana penghubung antara hamba dengan Allah.Dia adalah sumber cahaya dan ilmu. Apabila Allah telah menembus hati hamba-Nya dengan cahaya maka dia akan mudah menerima petunjuk kebaikan. 
  9. Menjaga kelangsungan amal sholeh. sesungguhnya amal yang paling dicintai Allah adalah amal yang kontinyu (terus-menerus) walaupun sedikit. (HR.Bukhari). 
  10. Rela berbagi dengan fakir miskin,anak terlantar dan yatim piatu yang membutuhkan uluran tangan kita. ”Bila engkau mau melunakkan(menghidupkan) hatimu,beri makanlah orang-orang miskin dan sayangi anak-anak yatim.”(HR.Ahmad). 
  11. Menghadiri majelis ilmu. Hati bagaikan tanaman yang harus dirawat dan dipupuk. Salah satu pupuk hati adalah ilmu. 
  12. Mengingat mati sebagai upaya untuk melembutkan hati kita. 

Mari berusaha membersihkan hati kita, semampu kita. Sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta, terus dan terus menjadikannya lebih baik … tentu saja dengan pertolongan Allah. Setelah ada tekad yang kuat dari diri kita insyaAllah, Allah pasti memberikan jalan. 

Salam santun erat silaturrahmi dan ukhuwah fillah.

No comments :

Post a Comment

1. Silahkan meninggalkan komentar anda dengan bahasa yang baik dan sopan.
2. Dilarang komentar SPAM, Iklan atau dengan Menyisipkan URL/ Link atau Anchor teks di dalam pesan / komentar, bila ada akan dihapus tanpa pemberitahuan.
3. Terimakasih atas kunjungan anda, semoga bermanfaat