Puasa Daud Atau Puasa Dengan Berselang Hari

Thursday, September 06, 2012

Puasa Daud Atau Puasa Dengan Berselang Hari

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم

Puasa Daud
 
Keutamaan dan tata cara puasa daud
Puasa daud
Adalah Puasa Sunah dengan berselang hari dimana sehari berpuasa besoknya tidak berpuasa dan besoknya lagi berpuasa begitu seterusnya, seperti itu semaksimalnya puasa.
Berikut ini keutamaan dan tuntunan nabi Rasulullah Saw tentang puasa daud, sebagai berikut :

عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَمْرٍو قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: اَفْضَلُ الصَّوْمِ صَوْمُ اَخِى دَاوُدَ، كَانَ يَصُوْمُ يَوْمًا وَ يُفْطِرُ يَوْمًا وَ لاَ يَفِرُّ اِذَا لاَقَى. الترمذى 2: 134، رقم: 767
Dari ‘Abdullah bin ‘Amr, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Seutama-utama puasa adalah puasa saudaraku Dawud. Adalah beliau sehari berpuasa dan sehari tidak berpuasa, dan ia tidak lari bila bertemu musuh”. [HR. Tirmidzi juz 2, hal. 134, no. 767]

عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ قَالَ: اُخْبِرَ رَسُوْلُ اللهِ ص اَنَّهُ يَقُوْلُ: َلاَقُوْمَنَّ اللَّيْلَ وَ َلاَصُوْمَنَّ النَّهَارَ مَا عِشْتُ. فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: آنْتَ الَّذِيْ تَقُوْلُ ذلِكَ؟ فَقُلْتُ لَهُ: قَدْ قُلْتُهُ يَا رَسُوْلَ اللهِ. فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: فَاِنَّكَ لاَ تَسْتَطِيْعُ ذلِكَ، فَصُمْ وَ اَفْطِرْ وَ نَمْ وَ قُمْ وَ صُمْ مِنَ الشَّهْرِ ثَلاَثَةَ اَيَّامٍ فَاِنَّ اْلحَسَنَةَ بِعَشْرِ اَمْثَالِهَا وَ ذلِكَ مِثْلُ صِيَامِ الدَّهْرِ. قَالَ: قُلْتُ فَاِنّى اُطِيْقُ اَفْضَلَ مِنْ ذلِكَ. قَالَ: صُمْ يَوْمًا وَ اَفْطِرْ يَوْمَيْنِ. قَالَ: قُلْتُ فَاِنّى اُطِيقُ اَفْضَلَ مِنْ ذلِكَ يَا رَسُولَ اللهِ. قَالَ: صُمْ يَوْمًا وَ اَفْطِرْ يَوْمًا وَ ذلِكَ صِيَامُ دَاوُدَ عَلَيْهِ السَّلاَمُ وَ هُوَ اَعْدَلُ الصّيَامِ. قَالَ قُلْتُ فَاِنّى اُطِيْقُ اَفْضَلَ مِنْ ذلِكَ. قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: لاَ اَفْضَلَ مِنْ ذلِكَ. قَالَ عَبْدُ اللهِ بْنُ عَمْرٍو رض: َلاَنْ اَكُوْنَ قَبِلْتُ الثَّلاَثَةَ اْلاَيَّامَ الَّتِيْ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص اَحَبُّ اِلَيَّ مِنْ اَهْلِيْ وَ مَالِيْ. مسلم 2: 812
Dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin Al-’Ash, ia berkata : Rasulullah SAW diberitahu bahwasanya ia mengatakan, “Sungguh aku akan shalat malam terus-menerus dan aku akan puasa di siang harinya selama aku hidup”. Maka Rasulullah SAW bersabda, “Apakah kamu orang yang mengatakan demikian itu?”. Lalu aku jawab, “Sungguh aku telah mengatakannya, ya Rasulullah”. Kemudian Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya kamu tidak akan kuat yang demikian itu, maka berpuasalah dan berbukalah, tidurlah dan shalat malamlah, dan berpuasalah tiga hari setiap bulan. Karena kebaikan itu dibalas dengan sepuluh kali lipat. Maka yang demikian itu seperti berpuasa sepanjang masa”. ‘Abdullah bin ‘Amr berkata : Lalu aku berkata, “Sesungguhnya aku kuat lebih dari itu”. Beliau SAW bersabda, “Berpuasalah satu hari dan berbukalah dua hari”. ‘Abdullah bin ‘Amr berkata : Lalu aku berkata lagi, “Sesungguhnya aku kuat lebih dari itu, ya Rasulullah”. Beliau SAW bersabda, “Berpuasalah satu hari dan berbukalah satu hari, yang demikian itu puasanya Nabi Dawud AS, dan itulah puasa yang lebih adil”. ‘Abdullah bin ‘Amr berkata : Lalu aku berkata lagi, “Sesungguhnya aku kuat lebih dari itu”. Rasulullah SAW bersabda, “Tidak ada yang lebih dari itu”. ‘Abdullah bin ‘Amr RA berkata, “Sungguh aku menerima (puasa) tiga hari yang telah disabdakan Rasulullah SAW itu lebih aku sukai daripada keluargaku dan hartaku” [HR. Muslim juz 2, hal. 812]

Dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin Al ‘Ash, ia berkata bahwa Rasulullahshallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan padanya,

أَحَبُّ الصَّلاَةِ إِلَى اللَّهِ صَلاَةُ دَاوُدَ – عَلَيْهِ السَّلاَمُ – وَأَحَبُّ الصِّيَامِ إِلَى اللَّهِ صِيَامُ دَاوُدَ ، وَكَانَ يَنَامُ نِصْفَ اللَّيْلِ وَيَقُومُ ثُلُثَهُ وَيَنَامُ سُدُسَهُ ، وَيَصُومُ يَوْمًا وَيُفْطِرُ يَوْمًا
“Sebaik-baik shalat di sisi Allah adalah shalatnya Nabi Daud ‘alaihis salam. Dan sebaik-baik puasa di sisi Allah adalah puasa Daud. Nabi Daud dahulu tidur di pertengahan malam dan beliau shalat di sepertiga malamnya dan tidur lagi di seperenamnya. Adapun puasa Daud yaitu puasa sehari dan tidak berpuasa di hari berikutnya.” (HR. Bukhari no. 1131).

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو أَنَّهُ تَزَوَّجَ امْرَأَةً مِنْ قُرَيْشٍ فَكَانَ لاَ يَأْتِيهَا كَانَ يَشْغَلُهُ الصَّوْمُ وَالصَّلاَةُ فَذَكَرَ ذَلِكَ لِلنَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- فَقَالَ « صُمْ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ ثَلاَثَةَ أَيَّامٍ ». قَالَ إِنِّى أُطِيقُ أَكْثَرَ مِنْ ذَلِكَ فَمَا زَالَ بِهِ حَتَّى قَالَ لَهُ « صُمْ يَوْماً وَأَفْطِرْ يَوْماً ». وَقَالَ لَهُ « اقْرَإِ الْقُرْآنَ فِى كُلِّ شَهْرٍ ». قَالَ إِنِّى أُطِيقُ أَكْثَرَ مِنْ ذَلِكَ قَالَ « اقْرَأْهُ فِى كُلِّ خَمْسَ عَشْرَةَ ». قَالَ إِنِّى أُطِيقُ أَكْثَرَ مِنْ ذَلِكَ قَالَ « اقْرَأْهُ فِى كُلِّ سَبْعٍ ». حَتَّى قَالَ « اقْرَأْهُ فِى كُلِّ ثَلاَثٍ ». وَقَالَ النَّبِىُّ -صلى الله عليه وسلم- « إِنَّ لِكُلِّ عَمَلٍ شِرَةً وَلِكُلِّ شِرَةٍ فَتْرَةً فَمَنْ كَانَتْ شِرَتُهُ إِلَى سُنَّتِى فَقَدْ أَفْلَحَ وَمَنْ كَانَتْ فَتْرَتُهُ إِلَى غَيْرِ ذَلِكَ فَقَدْ هَلَكَ »
Dari Abdullah bin Amr, ia berkata bahwa ia telah menikahi wanita dari Quraisy, namun ia tidaklah mendatanginya (menyetubuhinya) karena sibuk puasa dan shalat (malam). Lalu ia menceritakan hal ini kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, kemudian beliau bersabda, “Berpuasalah setiap bulannya selama tiga hari”. “Aku mampu lebih daripada itu”, jawabnya. Lalu ia terus menjawab yang sama sampai Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam katakan padanya, “Puasalah sehari dan tidak berpuasa sehari”. Lalu Nabishallallahu ‘alaihi wa sallam juga berkata padanya, “Khatamkanlah Al Qur’an dalam sebulan sekali”. “Aku mampu lebih daripada itu”, jawabnya. Kalau begitu kata Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Khatamkanlah Al Qur’an setiap 15 hari”. “Aku mampu lebih daripada itu”, jawabnya. Kalau begitu kata Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Khatamkanlah Al Qur’an setiap 7 hari”. Lalu ia terus menjawab yang sama sampai Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Khatamkanlah setiap 3 hari”. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pun bersabda, “Ingatlah setiap amalan itu ada masa semangatnya. Siapa yang semangatnya dalam koridor ajaranku, maka ia sungguh beruntung. Namun siapa yang sampai futur (malas) hingga keluar dari ajaranku, maka dialah yang binasa” (HR. Ahmad 2 : 188. Sanad hadits ini shahih sesuai syarat Bukhari-Muslim, demikian kata Syaikh Syu’aib Al Arnauth)

أَنَّ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عَمْرٍو قَالَ أُخْبِرَ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – أَنِّى أَقُولُ وَاللَّهِ لأَصُومَنَّ النَّهَارَ ، وَلأَقُومَنَّ اللَّيْلَ ، مَا عِشْتُ . فَقُلْتُ لَهُ قَدْ قُلْتُهُ بِأَبِى أَنْتَ وَأُمِّى . قَالَ « فَإِنَّكَ لاَ تَسْتَطِيعُ ذَلِكَ ، فَصُمْ وَ أَفْطِرْ ، وَقُمْ وَنَمْ ، وَصُمْ مِنَ الشَّهْرِ ثَلاَثَةَ أَيَّامٍ ، فَإِنَّ الْحَسَنَةَ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا ، وَذَلِكَ مِثْلُ صِيَامِ الدَّهْرِ » . قُلْتُ إِنِّى أُطِيقُ أَفْضَلَ مِنْ ذَلِكَ . قَالَ « فَصُمْ يَوْمًا وَأَفْطِرْ يَوْمَيْنِ » . قُلْتُ إِنِّى أُطِيقُ أَفْضَلَ مِنْ ذَلِكَ . قَالَ « فَصُمْ يَوْمًا وَأَفْطِرْ يَوْمًا ، فَذَلِكَ صِيَامُ دَاوُدَ – عَلَيْهِ السَّلاَمُ – وَهْوَ أَفْضَلُ الصِّيَامِ » .فَقُلْتُ إِنِّى أُطِيقُ أَفْضَلَ مِنْ ذَلِكَ . فَقَالَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – « لاَ أَفْضَلَ مِنْ ذَلِكَ »
“Abdullah bin ‘Amr, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallammendapat kabar bahwa ‘Abdullah berkata, “Demi Allah aku akan berpuasa di siang hari dan aku shalat di malam hari terus menerus sesuai kemampuanku.” Kemudian ‘Abdullah mengatakan bahwa ia telah mengatakan seperti itu sembari bersumpah dengan ayah dan ibunya. Lantas Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sungguh engkau tidak bisa melakukan seperti itu. Cukuplah berpuasa sehari dan luangkan waktu untuk tidak puasa. Dirikanlah shalat malam, namun tetap tidurlah. Atau berpuasalah setiap bulannya minimal tiga hari karena satu kebaikan akan dibalas dengan sepuluh kebaikan yang semisal. Jika demikian, hitungannya sama saja dengan puasa dahr (setahun penuh)“. ‘Abdullah berkata pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa beliau masih mampu lebih dari itu. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Kalau begitu berpuasalah sehari, lalu berikutnya tidak puasa dua hari“. ‘Abdullah berkata pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa beliau masih mampu lebih dari itu. Beliau bersabda, “Kalau begitu berpuasalah sehari, lalu berikutnya tidak puasa sehari. Inilah yang disebut puasa Daud ‘alaihis salam. Puasa Daud inilah sebaik-baik puasa“. ‘Abdullah masih berkata pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa beliau masih mampu lebih dari itu. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas bersabda, “Tidak ada yang lebih afdhol dari itu” (HR. Bukhari no. 1976 dan Muslim no. 1159).

لاَ صَوْمَ فَوْقَ صَوْمِ دَاوُدَ ، شَطْرَ الدَّهْرِ ، صِيَامُ يَوْمٍ ، وَإِفْطَارُ يَوْمٍ
“Tidak ada puasa yang lebih afdhol dari puasa Daud. Puasa Daud berarti sudah berpuasa separuh tahun karena sehari berpuasa dan sehari tidak berpuasa.” (HR. Bukhari no. 6277 dan Muslim no. 1159).

سُبْحَانَكَ اللّهُمَّ وَ بِحَمْدِكَ اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلهَ اِلاَّ اَنْتَ اَسْتَغْفِرُكَ وَ اَتُوْبُ اِلَيْكَ

2 comments :

  1. Bagaiamana proses Nabi Daud a.s ini berjalan? maksud ana adalah waktu sahurnya bila dan berbukanya bila?

    ReplyDelete

1. Silahkan meninggalkan komentar anda dengan bahasa yang baik dan sopan.
2. Dilarang komentar SPAM, Iklan atau dengan Menyisipkan URL/ Link atau Anchor teks di dalam pesan / komentar, bila ada akan dihapus tanpa pemberitahuan.
3. Terimakasih atas kunjungan anda, semoga bermanfaat