Berburu Dalam Islam Bg 1

Thursday, November 29, 2012

Berburu Dalam Islam Bg 1


بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم

Berburu Dalam Islam
senjata berburu
Senjata Berburu

A. Syarat-syarat berburu :
  1. Dilakukan dengan niat untuk berburu, tidak hanya sekedar bermain-main.
  2. Dalam masalah "berburu", disyaratkan bahwa si pemburu adalah orang Islam atau Ahli Kitab (Yahudi dan Nashrani).
  3. Tidak dilakukan pada waktu sedang berihram (berpakaian ihram dalam pelaksanaan ibadah hajji), karena ketika itu diharamkan berburu.
  4. Membaca Bismillah ketika akan melakukannya. (Dalam hal ini ada ulama yang berfaham hukumnya hanya sunnah sebagaimana dalam hal menyembelih binatang).
Ketentuan tersebut berdasarkan dali-dalil sebagai berikut :

1. Berburu untuk diambil manfaatnya, bukan untuk main-main

عَنْ عَمْرِو بْنِ الشَّرِيْدِ قَالَ: سَمِعْتُ الشَّرِيْدَ يَقُوْلُ: سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ ص يَقُوْلُ: مَنْ قَتَلَ عُصْفُوْرًا عَبَثًا اِلَى اللهِ يَوْمَ اْلقِيَامَةِ يَقُوْلُ: يَا رَبّ اِنَّ فُلاَنًا قَتَلَنِى عَبَثًا وَ لَمْ يَقْتُلْنِى مَنْفَعَةً. ابن حبان فى صحيحه 13: 214، رقم: 5894
Dari ‘Amr bin Syariid, ia berkata : Saya mendengar Syariid berkata : Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa membunuh seekor burung pipit dengan maksud bermain-main, maka nanti di hari qiyamat burung tersebut akan mengadu kepada Allah, ia akan berkata, "Ya Allah, ya Tuhanku, sesungguhnya si Fulan telah membunuhku dengan bermain-main, dan tidak membunuhku untuk diambil manfaatnya". [HR. Ibnu Hibban di dalam shahihnya juz 13, hal. 214, no. 5894]

عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَمْرٍو رض عَنِ النَّبِيّ ص قَالَ: مَا مِنْ اِنْسَانٍ يَقْتُلُ عُصْفُوْرًا فَمَا فَوْقَهَا بِغَيْرِ حَقّهَا اِلاَّ سَأَلَهُ اللهُ عَزَّ وَ جَلَّ عَنْهَا يَوْمَ اْلقِيَامَةِ، قِيْلَ: يَا رَسُوْلَ اللهِ، وَ مَا حَقُّهَا؟ قَالَ: حَقُّهَا اَنْ يَذْبَحَهَا فَيَأْكُلُهَا وَ لاَ يَقْطَعَ رَأْسَهَا فَيُرْمَى بِهِ. الحاكم فى المستدرك 4: 261، رقم: 7574
Dari ‘Abdullah bin ‘Amr RA dari Nabi SAW beliau bersabda, "Tidaklah seorangpun yang membunuh burung pipit atau yang lebih dari itu dengan tidak menurut haqnya, melainkan akan ditanya oleh Allah ‘Azza wa Jalla tentangnya kelak di hari qiyamat". Lalu ada yang bertanya. “Ya Rasulullah, apakah haq burung itu ?". Rasulullah SAW menjawab, "Haqnya yaitu dia disembelih, kemudian dimakan, tidak diputus kepalanya kemudian dibuang begitu saja". [HR. Hakim dalam Al-Mustadrak juz 4, hal. 261, no. 7574]

2. Yang berburu orang Islam atau Ahli Kitab

اَلْيَوْمَ اُحِلَّ لَكُمُ الطَّيّبتِ وَ طَعَامُ الَّذِيْنَ اُوْتُوا اْلكِتبَ حِلٌّ لَّكُمْ وَ طَعَامُكُمْ حِلٌّ لَّهُمْ.... المائدة:5
Pada hari ini dihalalkan bagimu yang baik-baik. Dan makanan (sembelihan) orang-orang yang diberi Al-Kitab itu halal bagimu, dan makanan kamu halal (pula) bagi mereka ......... . [QS. Al-Maidah : 5]

3. Larangan berburu di waktu ihram

ياَيُّهَا الَّذِيْنَ امَنُوْا لَيَبْلُوَنَّكُمُ اللهُ بِشَيْءٍ مّنَ الصَّيْدِ تَنَالُه اَيْدِيْكُمْ وَ رِمَاحُكُمْ لِيَعْلَمَ اللهُ مَنْ يَّخَافُه بِاْلغَيْبِ، فَمَنِ اعْتَدى بَعْدَ ذلِكَ فَلَه عَذَابٌ اَلِيْمٌ. المائدة:94
Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya Allah akan menguji kamu dengan sesuatu dari binatang buruan yang mudah didapat oleh tangan dan tombakmu, supaya Allah mengetahui orang yang takut kepada-Nya, biarpun ia tidak dapat melihat-Nya. Barangsiapa yang melanggar batas sesudah itu, maka baginya adzab yang pedih. [QS. Al-Maidah : 94]

يَاَيُّهَا الَّذِيْنَ امَنُوْا لاَ تَقْتُلُوا الصَّيْدَ وَ اَنْتُمْ حُرُمٌ، وَ مَنْ قَتَلَه مِنْكُمْ مُتَعَمّدًا فَجَزَآءٌ مّثْلُ مَا قَتَلَ مِنَ النَّعَمِ يَحْكُمُ بِه ذَوَا عَدْلٍ مّنْكُمْ هَدْيًا بَالِغَ الْكَعْبَةِ اَوْ كَفَّارَةٌ طَعَامُ مَسكِيْنَ اَوْ عَدْلُ ذلِكَ صِيَامًا لّيَذُوْقَ وَ بَالَ اَمْرِه، عَفَا اللهُ عَمَّا سَلَفَ، وَ مَنْ عَادَ فَيَنْتَقِمُ اللهُ مِنْهُ، وَ اللهُ عَزِيْزٌ ذُو انْتِقَامٍ. المائدة:95
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu membunuh binatang buruan ketika kamu sedang ihram. Barangsiapa diantara kamu membunuhnya dengan sengaja, maka dendanya ialah mengganti dengan binatang ternak seimbang dengan buruan yang dibunuhnya, menurut putusan dua orang yang adil diantara kamu, sebagai had-ya yang dibawa sampai ke Ka’bah, atau (dendanya) membayar kaffarat dengan memberi makan orang-orang miskin, atau berpuasa seimbang dengan makanan yang dikeluarkan itu, supaya dia merasakan akibat yang buruk dari perbuatannya. Allah telah mema’afkan apa yang telah lalu. Dan barangsiapa yang kembali mengerjakannya, niscaya Allah akan menyiksanya. Allah Maha Kuasa lagi mempunyai (kekuasaan untuk) menyiksa. [QS. Al-Maidah : 95]

اُحِلَّ لَكُمْ صَيْدُ الْبَحْرِ وَ طَعَامُه مَتَاعًا لَّكُمْ وَ لِلسَّيَّارَةِ، وَ حُرّمَ عَلَيْكُمْ صَيْدُ اْلبَرّ مَا دُمْتُمْ حُرُمًا، وَ اتَّقُوااللهَ الَّذِيْ اِلَيْهِ تُحْشَرُوْنَ.المائدة:96
Dihalalkan bagimu binatang buruan laut dan makanan (yang berasal) dari laut sebagai makanan yang lezat bagimu, dan bagi orang-orang yang dalam perjalanan. Diharamkan atas kamu berburu binatang darat selama kamu dalam berihram. Dan bertaqwalah kepada Allah yang kepada-Nya kamu dikumpulkan. [QS. Al-Maidah : 96]

4. Membaca Basmalah ketika melakukannya

يَسْئَلُوْنَكَ مَا ذَآ اُحِلَّ لَهُمْ، قُلْ اُحِلَّ لَكُمُ الطَّيّبتُ وَ مَا عَلَّمْتُمْ مّنَ اْلجَوَارِحِ مُكَلّبِيْنَ تُعَلّمُوْنَهُنَّ مِمَّا عَلَّمَكُمُ اللهُ فَكُلُوْا مِمَّآ اَمْسَكْنَ عَلَيْكُمْ وَ اذْكُرُوا اسْمَ اللهِ عَلَيْهِ وَ اتَّقُوا اللهَ، اِنَّ اللهَ سَرِيْعُ اْلحِسَابِ. المائدة:4
Mereka bertanya kepadamu (Muhammad), "Apakah yang dihalalkan untuk mereka ?". Katakanlah, "Telah dihalalkan bagimu yang baik-baik dan (buruan yang ditangkap) oleh binatang buas yang telah kamu ajar dengan melatihnya untuk berburu, kamu mengajarinya menurut apa yang telah diajarkan Allah kepadamu. Maka makanlah dari apa-apa yang mereka tangkap untuk kamu dan sebutlah nama Allah atasnya waktu melepasnya. Dan bertaqwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah amat cepat hisab-Nya". [QS. Al-Maidah : 4]

B. Syarat-syarat yang berkenaan dengan binatang buruan :

1. Keadaan binatang tersebut tidak memungkinkan untuk disembelih pada lehernya. Hal ini dapat terjadi karena beberapa sebab, antara lain :
  • Karena terlalu sulit untuk ditangkap. 
  • Karena terlalu liar, sehingga berbahaya bila hendak ditangkap dan disembelih sebagaimana biasa. 
  • Keadaan-keadaan diatas atau lain-lain keadaan yang semisal, menjadikan binatang-binatang itu termasuk kategori "binatang buruan", dan halal dagingnya walaupun mati dengan tidak disembelih pada lehernya.
2. Bila binatang buruan itu masih hidup ketika tertangkap, wajib disembelih pada lehernya.

3. Bila binatang buruan itu tidak langsung tertangkap, maka bila diketemukan telah mati beberapa waktu sesudah itu, boleh dimakan dengan syarat :
  • tidak jatuh di air. 
  • tidak ada bekas dimakan binatang buas. 
  • tidak ada bekas alat berburu orang lain. 
  • dan belum membusuk. 
4. Bila mempergunakan binatang untuk berburu, maka ketika binatang itu menangkap hasil buruannya itu, di situ tidak didapati binatang pemakan daging yang lain selain binatang buruan itu.

Ketentuan tersebut berdasar dalil-dalil sebagi berikut :

عَنْ اَبِي قَتَادَةَ اَنَّهُ كَانَ مَعَ رَسُوْلِ اللهِ ص حَتَّى اِذَا كَانَ بِبَعْضِ طَرِيْقِ مَكَّةَ تَخَلَّفَ مَعَ اَصْحَابٍ لَهُ مُحْرِمِيْنَ وَ هُوَ غَيْرُ مُحْرِمٍ فَرَأَى حِمَارًا وَحْشِيًّا فَاسْتَوَى عَلَى فَرَسِهِ ثُمَّ سَأَلَ اَصْحَابَهُ اَنْ يُنَاوِلُوْهُ سَوْطًا فَاَبَوْا فَسَأَلَهُمْ رُمْحَهُ فَاَبَوْا فَاَخَذَهُ. ثُمَّ شَدَّ عَلَى الْحِمَارِ فَقَتَلَهُ فَاَكَلَ مِنْهُ بَعْضُ اَصْحَابِ رَسُوْلِ اللهِ ص وَ اَبَى بَعْضُهُمْ. فَلَمَّا اَدْرَكُوْا رَسُوْلَ اللهِ ص سَأَلُوْهُ عَنْ ذلِكَ، فَقَالَ: اِنَّمَا هِيَ طُعْمَةٌ اَطْعَمَكُمُوْهَا اللهُ. البخارى 6: 222
Dari Abu Qatadah, bahwasanya ia pernah pergi bersama Rasulullah SAW, sehingga ketika sampai di jalanan Makkah, ia dan teman-temannya yang sedang ihram tertinggal dari rombongan, sedangkan saat itu dia sendiri tidak ihram. Lalu ia melihat seekor keledai liar, maka ia segera menaiki kudanya (untuk menangkap keledai tersebut). Kemudian ia minta tolong kepada teman-temannya untuk mengambilkan cambuknya yang jatuh, namun mereka tidak mau mengambilkan, lalu ia minta tolong diambilkan tombaknya, namun mereka juga tidak mau mengambilkan (karena yang ihram dilarang berburu). Lalu ia pun mengambil sendiri, kemudian memburu keledai tersebut sehingga membunuhnya. Sebagian sahabat Rasulullah SAW ada yang ikut memakan dagingnya, dan ada juga yang menolak. Ketika mereka dapat menyusul Rasulullah SAW, mereka menanyakan hal itu kepada beliau. Maka jawab beliau, "Sesungguhnya itu adalah makanan yang Allah berikan kepada kalian". [HR. Bukhari juz 6, hal. 222]

عَنْ عَدِيّ بْنِ حَاتِمٍ قَالَ: قَالَ لِي رَسُوْلُ اللهِ ص: اِذَا اَرْسَلْتَ كَلْبَكَ فَاذْكُرِ اسْمَ اللهِ، فَاِنْ اَمْسَكَ عَلَيْكَ فَاَدْرَكْتَهُ حَيًّا فَاذْبَحْهُ، وَ اِنْ اَدْرَكْتَهُ قَدْ قَتَلَ وَلَمْ يَأْكُلْ مِنْهُ فَكُلْهُ. وَ اِنْ وَجَدْتَ مَعَ كَلْبِكَ كَلْبًا غَيْرَهُ وَقَدْ قَتَلَ فَلاَ تَأْكُلْ، فَاِنَّكَ لاَ تَدْرِيْ اَيُّهُمَا قَتَلَهُ. وَ اِنْ رَمَيْتَ سَهْمَكَ فَاذْكُرِ اسْمَ اللهِ، فَاِنْ غَابَ عَنْكَ يَوْمًا فَلَمْ تَجِدْ فِيْهِ اِلاَّ اَثَرَ سَهْمِكَ فَكُلْ اِنْ شِئْتَ، وَ اِنْ وَجَدْتَهُ غَرِيْقًا فِي الْمَاءِ فَلاَ تَأْكُلْ، مسلم 3: 1531
Dari 'Adiy bin Hatim, ia berkata, "Rasulullah SAW pernah bersabda kepadaku, "Apabila kamu melepaskan anjing buruanmu maka sebutlah nama Allah, maka jika anjing itu menangkap buruan untukmu dan masih hidup maka sembelihlah. Dan jika mendapatkan buruan dalam keadaan telah mati dan ia tidak memakannya, maka makanlah. Namun jika kamu mendapati bersama anjingmu itu anjing yang lain, sedangkan hewan buruan itu telah mati, maka janganlah kamu memakannya, karena kamu tidak tahu anjing yang mana yang membunuhnya. Dan jika kamu melepas anak panahmu, maka sebutlah nama Allah. Dan jika binatang buruan itu menghilang, lalu pada suatu hari kamu menemukannya, dan kamu tidak mendapatkan bekas tusukan kecuali anak panahmu, maka makanlah jika kamu mau. Tetapi jika kamu mendapati binatang buruan itu mati tenggelam di air, maka janganlah kamu memakannya”. [HR.Muslim juz 1, hal. 1531]

عَنْ عَدِيّ بْنِ حَاتِمٍ قَالَ سَأَلْتُ رَسُوْلَ اللهِ ص عَنِ الصَّيْدِ. قَالَ: اِذَا رَمَيْتَ سَهْمَكَ فَاذْكُرِ اسْمَ اللهِ، فَاِنْ وَجَدْتَهُ قَدْ قَتَلَ فَكُلْ، اِلاَّ اَنْ تَجِدَهُ قَدْ وَقَعَ فِيْ مَاءٍ، فَاِنَّكَ لاَ تَدْرِي آلْمَاءُ قَتَلَهُ اَوْ سَهْمُكَ. مسلم 3: 1531
Dari 'Adiy bin Hatim, ia berkata, "Saya pernah bertanya kepada Rasulullah SAW tentang berburu. Beliau menjawab, "Apabila kamu melepaskan panahmu, sebutlah nama Allah, maka jika kamu mendapatinya telah mati, makanlah (hewan buruan tersebut), kecuali jika kamu dapati jatuh ke dalam air, sebab kamu tidak tahu apakah air itu yang menyebabkan mati ataukah panahmu”. [HR. Muslim juz 3, hal. 1531]

عَنْ اَبِي ثَعْلَبَةَ عَنِ النَّبِيّ ص قَالَ: اِذَا رَمَيْتَ بِسَهْمِكَ فَغَابَ عَنْكَ فَاَدْرَكْتَهُ فَكُلْهُ مَا لَمْ يُنْتِنْ. مسلم 3: 1532
Dari Abu Tsa'labah, dari Nabi SAW, beliau bersabda, "Apabila kamu melepaskan panahmu, lalu (binatang yang kamu panah itu) hilang (tidak kelihatan), kemudian kamu mendapatinya telah mati, maka makanlah selama belum membusuk”. [HR. Muslim juz 3, hal. 1532]

عَنْ اَبِي ثَعْلَبَةَ عَنِ النَّبِيّ ص فِي الَّذِيْ يُدْرِكُ صَيْدَهُ بَعْدَ ثَلاَثٍ فَكُلْهُ مَا لَمْ يُنْتِنْ. مسلم 3: 1532
Dari Abu Tsa'labah, dari Nabi SAW mengenai orang yang menemukan hewan buruannya setelah tiga hari. Nabi SAW bersabda, “Makanlah selama belum membusuk”. [HR. Muslim juz 3, hal. 1532]


bersambung ke Berburu Dalam Islam bg-2



سُبْحَانَكَ اللّهُمَّ وَ بِحَمْدِكَ اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلهَ اِلاَّ اَنْتَ اَسْتَغْفِرُكَ وَ اَتُوْبُ اِلَيْكَ

3 comments :

  1. Assalamu'alaikum wr wb, sebelumnya ane minta ma'af gan mau bertanya. Apa bila kita berburu dan sebelum berburu Telah berniat karena Allah dan Menyebut nama Allah, terus aku melepaskan tembakan ke arah tupai, namun aku lupa membaca basmalah. Tapi niatku sebelum berangkat memang untuk berburu dan menyebut nama Allah serta binatang buruan tersebut (tupai) memang akan diambil manfa'atnya. Yang menjadi pertanyaan disini, halalkah Tupai itu ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. waalaikumsalam wrwb...insyaallah halal sebagaimana hadits berikut :
      Dari "Aisyah RA, ia berkata : Sesungguhnya ada satu qaum bertanya kepada Nabi SAW, "Ya Rasulullah, sesungguhnya orang-orang biasa datang kepada kami sambil membawa daging, padahal kami tidak mengetahui apakah itu disembelih dengan menyebut nama Allah atau tidak ?". Maka beliau SAW bersabda, "Sebutlah nama Allah padanya, dan makanlah !". 'Aisyah berkata, "Mereka yang membawa daging itu orang-orang yang baru saja masuk Islam". [HR Bukhari juz 6, hal. 226]

      Keterangan :
      Berdasar hadits diatas, maka membaca Bismillah dalam menyembelih hukumnya sunnah. Oleh karena hukumnya sunnah, maka meninggalkan menyebut nama Allah (Bismillah), sengaja atau tidak, sembelihan itu hukumnya tetap halal dimakan, dengan catatan penyembelihnya adalah orang Islam. Sebaliknya walaupun membaca Bismillah, jika yang menyembelih itu orang musyrik, maka sembelihan itu haram dimakan.

      Dari Ibnu ‘Abbas, dari Nabi SAW, beliau bersabda, “Sesungguhnya Allah tidak mencatat dosa pada ummatku dari perbuatan keliru, lupa dan perbuatan yang dipaksakan kepadanya”. [HR. Ibnu Majah juz 1, hal. 659, no. 2045]

      Dari Ibnu ‘Abbas RA, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Allah tidak mencatat dosa pada ummatku dari perbuatan keliru, lupa dan perbuatan yang dipaksakan kepadanya”. [HR. Hakim, dalam Al-Mustadrak juz 2, hal. 216, no. 2801]

      semoga bermanfaat

      Delete
  2. Asslmlkm wr wb
    Bagai mana kalau binatang buruan itu di air, karena banyak jenis unggas yg berenang di air, kalau kita tembak pasti binatang buruannya mati di air, halal tidak kita makan pak?

    ReplyDelete

1. Silahkan meninggalkan komentar anda dengan bahasa yang baik dan sopan.
2. Dilarang komentar SPAM, Iklan atau dengan Menyisipkan URL/ Link atau Anchor teks di dalam pesan / komentar, bila ada akan dihapus tanpa pemberitahuan.
3. Terimakasih atas kunjungan anda, semoga bermanfaat