Keluarga Besar Rasulullah SAW

Thursday, November 01, 2012

Keluarga Besar Rasulullah SAW

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم

Assalamualaikum wrwb.
Muhammad SAW
Muhammad SAW

Dalam post ini kami sampaikan beberapa keluarga besar Rasulullah SAW yang perlu kita ketahui  diantaranya putra putri Rasulullah SAW, cucu Rasulullah SAW, paman dan bibi Rasulullah SAW, saudara sepersusuan Rasulullah SAW, ibu susu Nabi SAW dan nasab Rasulullah SAW adalah sebagai berikut :

Putra - Putri Rasulullah SAW 

Pernikahan dengan Khadijah, beliau mendapatkan 6 anak :
  1. Al-Qasim
  2. Zainab
  3. Ruqayyah
  4. Ummu Kultsum
  5. Fathimah
  6. Abdullah (yang disebut juga Ath-Thayyib dan Ath-Thahir)
Pernikahan dengan  Mariyah Al-Qibthiyah, beliau mendapatkan 1 anak yaitu :
  1. Ibrahim
Namun dari pernikahan dengan istri-istri yang lainya beliau tidak mendapatkan putra. Itulah tadi putra-putri beliau yang lahir dari Khadijah berjumlah 6 anak sedangkan dengan Mariyah Al-Qibthiyah beliau mendapatkan seorang putra saja. Jadi putra-putri Nabi SAW semuanya berjumlah 7 orang.

Perlu diketahui bahwa putra Rasulullah SAW yang laki-laki semuanya meninggal ketika masih kecil. Adapun putra beliau yang perempuan, meninggalnya setelah dewasa dan sudah bersuami. Ketika Rasulullah SAW wafat, beliau hanya meninggalkan seorang anak perempuan, yaitu Fathimah, istri Ali bin Abu Thalib.

1. Al-Qasim

Al-Qasim dilahirkan di Makkah sebelum Nabi SAW diangkat menjadi Nabi, dan ia adalah putra yang pertama beliau. Oleh karena itu beliau biasa dipanggil dengan Abul Qasim (ayahnya Qasim). Namun ia meninggal ketika masih kecil.

2. Zainab

Zainab dilahirkan di Makkah pada waktu Nabi SAW belum menjadi Nabi. Setelah dewasa, Zainab dinikahkan dengan Abul ‘Ash bin Rabi’, yang nama aslinya adalah Laqih. Ketika Nabi SAW diangkat menjadi Nabi dan menyiarkan agama Islam, naka Zainab pun masuk Islam, sedangkan suaminya tidak mau masuk Islam, bahkan memusuhi Nabi SAW dan ummat Islam.

Setelah Nabi SAW hijrah ke Madinah, maka Zainab pun ikut hijrah. Ketika terjadi perang Badar, Abdul ‘Ash ikut menjadi tentara kaum musyrikin dan akhirnya ia menjadi tawanan kaum muslimin. Setelah ia dibebaskan, akhirnya iapun masuk Islam, maka Zainab kembali menjadi istri Abul ‘Ash dengan nikah yang pertama (tidak dinikahkan lagi).Zainab wafat di Madinah pada tahun 8 Hijriyah.

3. Ruqayyah

Ruqayyah dilahirkan di Makkah, ketika Nabi SAW belum manjadi Nabi. Setelah dewasa, ia dinikahkan dengan ‘Utbah bin Abu Lahab. Setelah Nabi SAW diangkat menjadi Nabi, maka Abu Lahab sangat menentang dan memusuhi Nabi SAW. Atas desakan dari Abu Lahab, maka ‘Utbah menceraikan Ruqayyah. Kemudian Rasulullah SAW menikahkan Ruqayyah dengan ‘Utsman bin ‘Affan. Dan iapun ikut hijrah ke Madinah. Ruqayyah wafat di Madinah pada tahun 2 Hijriyah, ketika Nabi SAW kembali dari perang Badar.

4. Ummu Kultsum

Ummu Kultsum dilahirkan di Makkah pada waktu Nabi SAW belum menjadi Nabi. Setelah dewasa, ia dinikahkan dengan ‘Utaibah bin Abu Lahab (adiknya ‘Utbah bin Abu Lahab). Setelah Nabi SAW diangkat menjadi Nabi, maka Abu Lahab sangat menentang dan menyusuhi Nabi SAW. Atas desakan Abu Lahab, maka ‘Utaibah menceraikan Ummu Kultsum. Dengan demikian Ummu Kultsum nasibnya sama dengan Ruqayyah. Kemudian ia ikut hijrah ke Madinah. Setelah Ruqayyah wafat, maka Nabi SAW menikahkannya dengan ‘Utsman bin ‘Affan. Oleh sebab itu maka ‘Utsman bin ‘Affan diberi gelar Dzun Nuuraini (yang mempunyai dua cahaya), karena dua kali menjadi menantu Nabi SAW. Ummu Kultsum wafat pada tahun 9 Hijriyah.

5. Fathimah

Fathimah dilahirkan di Makkah ketika Nabi SAW belum menjadi Nabi, yaitu pada waktu beliau berusia 35 tahun. Ketika itu kaum Quraisy sedang sibuk membangun Ka’bah yang rusak karena dilanda banjir. Setelah dewasa ia dinikahkan dengan ‘Ali bin Abu Thalib. Pernikahan Fathimah dengan ‘Ali bin Abu Thalib terjadi pada bulan Dzulhijjah tahun 2 Hijriyah. Ketika Rasulullah SAW wafat, maka Fathimah adalah satu-satunya putri beliau yang masih hidup. Fathimah wafat pada 6 bulan setelah wafatnya Nabi SAW, yaitu pada tanggal 3 Ramadlan tahun 11 Hijriyah.

6. Abdullah

‘Abdullah dilahirkan di Makkah. Ada yang mengatakan ia dilahirkan ketika Nabi SAW sudah diangkat menjadi Nabi. Ia diberi gelar Ath-Thayyib dan Ath-Thahir.‘Abdullah meninggal ketika masih kanak-kanak.

7. Ibrahim

Ibrahim dilahirkan di Madinah pada tahun 8 Hijriyah. Ia dilahirkan dari seorang ibu bernama Mariyah Al-Qibthiyah. Ibrahim meninggal ketika masih kecil, ketika baru berumur 18 bulan. Ketika itu terjadi gerhana matahari.

Cucu Rasululah SAW

Semua cucu Rasulullah SAW adalah keturunan dari putri beliau yang berjumlah 8 orang, karena putra beliau yang laki-laki semuanya meninggal ketika masih kecil. Kesemua cucu ini yang terkenal dalam sejarah Islam hanya dua orang, yaitu Hasan dan Husain. Cucu Nabi SAW adalah sebagai berikut :
  1. Ali bin Abul ‘Ash
  2. Umaamah binti Abul ‘Ash
  3. Abdullah bin ‘Utsman bin ‘Affan
  4. Hasan bin ‘Ali bin Abu Thalib
  5. Husain bin ‘Ali bin Abu Thalib
  6. Muhsin bin ‘Ali bin Abu Thalib
  7. Zainab binti ‘Ali bin Abu Thalib
  8. Ummu Kultsum binti ‘Ali bin Abu Thalib
1. Ali bin Abul ‘Ash

Ali bin Abul ‘Ash adalah putra Zainab binti Muhammad Rasulullah SAW dengan Abul ‘Ash bin Rabi’. Ia pernah diboncengkan oleh Rasulullah SAW ketika penaklukan Makkah. ‘Ali meninggal ketika hampir baligh.

2. Umaamah binti Abul ‘Ash

Umaamah binti Abul ‘Ash adalah putri Zainab binti Muhammad Rasulullah SAW dengan Abul ‘Ash bin Rabi’. Ketika kecil, Umaamah sering diajak Nabi SAW shalat di masjid, dan beliau pernah shalat dengan menggendong cucu beliau ini. Setelah Fathimah binti Rasulullah SAW wafat, Umaamah dinikahi oleh ‘Ali bin Abu Thalib.

3. Abdullah bin ‘Utsman bin ‘Affan

‘Abdullah bin ‘Utsman bin ‘Affan adalah putra Ruqayyah binti Muhammad Rasulullah SAW dengan ‘Utsman bin ‘Affan. Namun ‘Abdullah meninggal pada usia 6 tahun.

4. Hasan bin ‘Ali bin Abu Thalib

Hasan bin ‘Ali bin Abu Thalib adalah putra Fathimah binti Muhammad Rasulullah SAW dengan ‘Ali bin Abu Thalib, lahir pada tahun 3 Hijriyah dan wafat pada tahun 49 Hijriyah.

5. Husain bin ‘Ali bin Abu Thalib

Husain bin ‘Ali bin Abu Thalib adalah putra Fathimah binti Muhammad Rasulullah SAW dengan ‘Ali bin Abu Thalib, lahir pada tahun ke 4 Hijriyah dan wafat pada tahun 61 Hijriyah

6. Muhsin bin ‘Ali bin Abu Thalib

Muhsin bin ‘Ali bin Abu Thalib adalah putra Fathimah binti Muhammad Rasulullah SAW dengan ‘Ali bin Abu Thalib, namun tidak lama setelah lahir, ia meninggal dunia.

7. Zainab binti ‘Ali bin Abu Thalib

Zainab binti ‘Ali bin Abu Thalib adalah putri Fathimah binti Muhammad Rasulullah SAW dengan ‘Ali bin Abu Thalib. Setelah dewasa Zainab binti ‘Ali bin Abu Thalib ini dinikahi oleh ‘Abdullah bin Ja’far bin Abu Thalib.

8. Ummu Kultsum binti ‘Ali bin Abu Thalib

Ummu Kultsum binti ‘Ali bin Abu Thalib adalah putri Fathimah binti Muhammad Rasulullah SAW dengan ‘Ali bin Abu Thalib. Setelah dewasa ia dinikahi oleh ‘Umar bin Khaththab. Setelah ‘Umar bin Khaththab wafat, ia dinikahi oleh ‘Aun bin Ja’far. Setelah ‘Aun bin Ja’far wafat, ia dinikahi oleh ‘Abdullah bin Ja’far.

Paman Nabi SAW

Para paman Nabi SAW yaitu saudara laki-lakinya Abdullah bin Abdul Muththalib, ayah Nabi Muhammad SAW adalah sebagai berikut :
  1. Al-Haarits
  2. Qutsam
  3. Abu Thalib
  4. Az-Zubair
  5. Abdul Ka’bah
  6. Hamzah
  7. Al-Muqowwam
  8. Al-Mughiirah
  9. Abu Lahab
  10. Al-Ghiidaaq
  11. Dliroor
  12. Al-Abbas
Dari paman-paman Nabi SAW di atas yang masuk Islam adalah Hamzah bin Abdul Muththalib dan Abbas bin Abdul Muththalib.

Bibi Nabi SAW
 
Para bibi Nabi SAW yaitu saudara perempuan Abdullah bin Abdul Muththalib, ayah Nabi Muhammad SAW adalah sebagai berikut :
  1. Ummu Hakim (Al-Baidloo’)
  2. Barroh
  3. Arwaa
  4. Umaimah
  5. Atikah
  6. Shofiyah
Diantara para bibi Nabi SAW yang masuk Islam adalah Shofiyah (ibunya Zubair bin Awwam). Ia masuk Islam dan ikut berhijrah. Ia wafat pada masa Khalifah Umar bin Khaththab.

Dari paman dan bibi Nabi SAW di atas yang seayah seibu dengan Abdullah ayah Rasulullah SAW adalah :
  1. Abu Thalib
  2. Az-Zubair
  3. Abdul Ka’bah
  4. Ummu Hakim
  5. Barroh
  6. Arwaa
  7. Umaimah
  8. Atikah
Adapun yang lainnya adalah seayah dengan Abdullah ayah Rasulullah SAW, namun lain ibu.

Ibu-ibu Yang Pernah Mengasuh Nabi SAW

Ibu-ibu yang pernah merawat dan mengasuh Nabi SAW semasa kecilnya adalah :
  1. Aminah binti Wahab bin Abdu manaf bin Zuhrah bin Kilaab, ibu beliau SAW.
  2. Tsuwaibah (yang juga ibu susu beliau)
  3. Halimah As-sa’diyah (juga ibu susu beliau)
  4. Syaimaa’ anak perempuan Halimah As-Sa’diyah yang juga merupakan saudara sepesusuan Nabi SAW (ia mengasuhnya bersama ibunya).
  5. Ummu Aiman Barakah Al-Habasyiyah, seorang hamba sahaya yang beliau warisi dari ayah beliau. Ummu Aiman ini yang beliau nikahkan dengan Zaid bin Haritsah, lalu mempunyai anak bernama Usamah bin Zaid.
Ibu Susu Nabi SAW

Adapun Ibu susu Nabi SAW berjumlah 2 orang diantaranya :
  1. Tsuwaibah, seorang hamba sahaya Abu Lahab yang sudah dimerdekakan. Tetapi ia hanya menyusui beliau dalam beberapa hari saja. Waktu itu Tsuwaibah juga menyusui seorang anak yang bernama ‘Abdullah bin Abdul Asad Al-Makhzumiy (Abu Salamah), disamping menyusui anaknya sendiri yang bernama Masruh.
  2. Halimah As-Sa’diyah, seorang perempuan dari qabilah Bani Sa’ad. Setelah Nabi SAW disusui beberapa hari oleh Tsuwaibah, kemudian beliau disusui oleh Halimah As-Sa’diyah. Pada waktu itu Halimah sedang menyusui anaknya sendiri yang bernama ‘Abdullah (saudaranya Anisah dan Syaimaa’) anaknya Al-Haarits bin ‘Abdul ‘Uzza bin Rifaa’ah As-Sa’diy. Halimah As-Sa’diyah menyusui Nabi SAW hampir dua tahun, disamping itu Halimah As-Sa’diyah juga pernah menyusui Hamzah bin ‘Abdul Muththalib selama satu hari. Disamping itu Halimah As-Sa’diyah juga pernah menyusui Abu Sufyan bin Al-Haarits bin ‘Abdul Muththalib (anak paman Nabi SAW).
Saudara Sepesusuan Nabi SAW
  1. Abdullah bin Abdul Asad Al-Makhzumiy
  2. Masruh
  3. Hamzah bin ‘Abdul Muththalib
  4. Abdullah bin Al-Haarits
  5. Anisah binti Al-Haarits
  6. Syaimaa’ binti Al-Haarits
  7. Abu Sufyan bin Al-Haarits bin ‘Abdul Muththalib

Nasab Rasulullah SAW

Di dalam kitab Sairu A’laamin Nubalaa’ oleh Imam Adz-Dzahabiy bagian Sirah Nabawiyah juz 1, hal. 29 nasab Nabi SAW disebutkan sebagai berikut :

مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللهِ اَبُو اْلقَاسِمِ سَيّدُ اْلمُرْسَلِيْنَ وَ خَاتَمُ النَّبِيّيْنَ، هُوَ مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَبْدِ اْلمُطَّلِبِ وَ اسْمُ عَبْدِ اْلمُطَّلِبِ شَيْبَةُ بْنِ هَاشِمٍ وَ اسْمُهُ عَمْرٌو بْنِ عَبْدِ مَنَافٍ وَ اسْمُهُ اْلمُغِيْرَةُ بْنِ قُصَيّ وَ اسْمُهُ زَيْدٌ بْنِ كِلاَبِ بْنِ مُرَّةَ بْنِ كَعْبِ بْنِ لُؤَيّ بْنِ غَالِبِ بْنِ فِهْرِ بْنِ مَالِكِ بْنِ النَّضْرِ بْنِ كِنَانَةَ بْنِ خُزَيْمَةَ بْنِ مُدْرِكَةَ وَاسْمُهُ عَامِرٌ بْنِ اِلْيَاسَ بْنِ مُضَرَ بْنِ نِزَارِ بْنِ مَعَدّ بْنِ عَدْنَانَ. سير اعلام النبلاء 1: 29
Muhammad Rasulullah, Abul Qasim, penghulu para Rasul dan penutup para Nabi, beliau adalah Muhammad bin ‘Abdullah bin ‘Abdul Muththalib (nama aslinya Syaibah) bin Haasyim (nama aslinya ‘Amr) bin ‘Abdi Manaaf (nama aslinya Mughirah) bin Qushaiy (nama aslinya Zaid) bin Kilaab, bin Murrah, bin Ka’ab, bin Luaiy, bin Ghaalib, bin Fihr, bin Maalik, bin Nadlr, bin Kinaanah, bin Khuzaimah, bin Mudrikah (nama aslinya ‘Aamir) bin Ilyaas, bin Mudlar, bin Nizaar, bin Ma’add bin‘Adnaan. [Sairu A’laamin Nubalaa’ juz 1, hal. 29, nasab beliau ini sama dengan yang disebutkan oleh Ibnul Qayyim Al-Jauziyah dalam Zaadul Ma’aad juz 1, hal. 71].

Sedangkan ‘Adnaan adalah keturunan Isma’il bin Ibrahim AS, namun tidak diketahui antara ‘Adnaan sampai Nabi Isma’il ini sudah selang berapa generasi.

Demikianlah beberapa keluarga besar Nabi Muhammad SAW yang perlu diketahui, untuk mengetahui siapa saja istri-istri nabi SAW klik pada tautan berikut Istri-Istri Rasulullah SAW. Semoga kita lebih dekat dan mengenal keluarga besar beliau.

سُبْحَانَكَ اللّهُمَّ وَ بِحَمْدِكَ اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلهَ اِلاَّ اَنْتَ اَسْتَغْفِرُكَ وَ اَتُوْبُ اِلَيْكَ

2 comments :

  1. Izinkanlah saya menulis / menebar sejumlah doa, semoga Allaah SWT mengabulkan. Aamiin yaa Allaah yaa rabbal ‘alamiin.

    Lebih dan kurang saya mohon maaf.

    Asyhaduu anlaa ilaaha illallaah wa asyhaduu anna muhammadarrasuulullaah

    A’uudzubillaahiminasysyaithaanirrajiim

    Bismillahirrahmaanirrahiim

    Alhamdulillaahi rabbil ‘aalamiin,
    Arrahmaanirrahiim
    Maaliki yaumiddiin,
    Iyyaka na’budu wa iyyaaka nasta’iin,
    Ihdinashirratal mustaqiim,
    Shiratalladzina an’amta alaihim ghairil maghduubi ‘alaihim waladhaaliin

    Aamiin

    Bismillaahirrahmaanirrahiim

    Alhamdulillaahirabbil ‘aalamiin, hamdan yuwaafi ni’amahu, wa yukafi mazidahu, ya rabbana lakal hamdu. Kama yanbaghi lii jalaali wajhika, wa ‘azhiimi sulthaanika.

    Allaahumma shalli wa sallim wa baarik, ‘alaa Sayyidinaa wa Nabiyyinaa wa Maulaanaa wa Maulaanaa Muhammadin wa ikhwaanihii minal anbiyaa-i wal mursaliin, wa azwaajihim wa aalihim wa dzurriyyaatihim wa ash-haabihim wa ummatihim ajma’iin.

    ALLAAHUMMAFTAHLII HIKMATAKA WANSYUR ‘ALAYYA MIN KHAZAA INI RAHMATIKA YAA ARHAMAR-RAAHIMIIN.

    RABBI INNII LIMAA ANZALTA ILAYYA MIN KHAIRIN FAQIIR.

    RABBI LAA TADZARNI FARDAN WA ANTA KHAIRUL WAARITSIN.

    Rabbana hablana min azwaajina, wa dzurriyyatina qurrata a’yuniw, waj’alna lil muttaqiina imaamaa.

    Allaahummaghfirlii waliwaalidayya war hamhumaa kama rabbayaanii shagiiraa

    Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada keturunanku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri. (QS. Al-Ahqaaf: 15)

    Ya Allaah, terimalah amal saleh kami, ampunilah amal salah kami, mudahkanlah urusan kami, lindungilah kepentingan kami, ridhailah kegiatan kami, angkatlah derajat kami dan hilangkanlah masalah kami.

    Ya Allaah, percepatlah kebangkitan KAUM MUSLIM. Pulihkanlah kejayaan KAUM MUSLIM, Lindungilah KAUM MUSLIM dari kesesatan dan berilah KAUM MUSLIM tempat mulia di akhirat.

    Allaahumma innaa nas’aluka salaamatan fiddiini waddun-yaa wal akhirati wa ’aafiyatan fil jasadi wa ziyaadatan fil ‘ilmi wabarakatan firrizqi wa taubatan qablal mauti, wa rahmatan ‘indal mauti, wa maghfiratan ba’dal maut. Allahuma hawwin ‘alainaa fii sakaraatil mauti, wannajaata minannaari wal ‘afwa ‘indal hisaab.

    Allaahumma inna nas aluka husnul khaatimah wa na’uudzubika min suu ul khaatimah.

    Allaahuma inna nas’aluka ridhaka waljannata wana’uudzubika min shakhkhatika wannaar.

    Allaahummadfa’ ‘annal balaa-a walwabaa-a walfahsyaa-a wasy-syadaa-ida walmihana maa zhahara minhaa wamaa bathana min baladinaa haadzaa khaash-shataw wamin buldaanil muslimuuna ‘aammah.

    Allaahumma ahlikil kafarata walmubtadi-‘ata walmusyrikuun, a’daa-aka a’daa-ad diin.

    Allaahumma syatttit syamlahum wa faariq jam-‘ahum, wazalzil aqdaamahum.

    Allaahumma adkhilnii mudkhala shidqiw wa-akhrijnii mukhraja shidqiw waj-‘al lii milladunka sulthaanan nashiiraa.

    —— doa khusus untuk PARA NABI, PARA KELUARGANYA, PARA SAHABATNYA, SEMUA YANG BERJASA PADA (PARA) NABI, PARA SALAF AL-SHAALIH, PARA WALI, PARA HABAIB, PARA IMAM, PARA ULAMA DAN SEMUA YANG BERJASA PADA ISLAM. Semoga Allaah selalu mencurahkan kasih sayang kepada mereka.
    ALLAAHUMMAGHFIRLAHUM WARHAMHUM WA’AAFIHIM WA’FU ‘ANHUM
    ALLAAHUMMA LAA TAHRIMNAA AJRAHUM WA LAA TAFTINNAA BA’DAHUM WAGHFIRLANAA WALAHUM
    ———————

    Rabbanaa aatinaa fiddun-yaa hasanataw wa fil aakhirati hasanataw wa qinaa ‘adzaabannaar wa adkhilnal jannata ma’al abraar.

    Rabbanaa taqabbal minna innaka antassamii’ul aliimu wa tub’alainaa innaka antattawwaaburrahiim. Washshalallaahu ‘alaa sayyidinaa wa nabiyyinaa wa maulaanaa muhammadin wa ‘alaa aalihi wa shahbihi wa ummatihi wa baraka wassallam.

    HASBUNALLAAH WANI’MAL WAKIIL NI’MAL MAULA WANI’MAN NASHIIR.

    Subhana rabbika rabbil ‘izzati, ‘amma yasifuuna wa salamun ‘alal anbiyaa-i wal mursaliin, walhamdulillahirabbil ‘aalamiin.

    Aamiin yaa Allaah yaa rabbal ‘aalamiin.

    Ganie, Indra – Bintaro Jaya, Tangerang Selatan, Banten, Indonesia

    ReplyDelete
  2. ^_^ .. SubhanAllah.. shollu 'ala Nabi Muhammad ~ Shollu 'alaih

    ReplyDelete

1. Silahkan meninggalkan komentar anda dengan bahasa yang baik dan sopan.
2. Dilarang komentar SPAM, Iklan atau dengan Menyisipkan URL/ Link atau Anchor teks di dalam pesan / komentar, bila ada akan dihapus tanpa pemberitahuan.
3. Terimakasih atas kunjungan anda, semoga bermanfaat