Hadits Tentang Mandi Janabat

Sunday, December 16, 2012

Hadits Tentang Mandi Janabat



بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم


Hadits Mandi Janabat

Hal-hal Yang Berhubungan Dengan Mandi Janabat
mandi janabat
shower

Mandi janabat adalah mandi yang disyariatkan oleh agama bagi orang yang berhadats besar apabila mereka akan shalat.

Adapun hal-hal yang termasuk hadats besar dan wajib mandi, ialah :

a. Sehabis bersetubuh, baik keluar mani maupun tidak

عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِيّ ص قَالَ: اِذَا جَلَسَ بَيْنَ شُعَبِهَا اْلاَرْبَعِ ثُمَّ جَهَدَهَا فَقَدْ وَجَبَ عَلَيْهِ اْلغُسْلُ . احمد و البخارى و مسلم. و لمسلم و احمد: وَ اِنْ لَمْ يُنْزِلْ. فى نيل الاوطار 1: 259
Dari Abu Hurairah dari Nabi SAW beliau bersabda, “Apabila (seorang diantara kamu) duduk antara anggota badan wanita yang empat (dua kaki dan dua tangannya) kemudian mereka menyetubuhinya, maka sungguh telah wajib mandi atasnya”. [HR. Ahmad, Bukhari dan Muslim] Dan dalam riwayat Muslim dan Ahmad, ada tambahan, “Meskipun ia tidak keluar mani”. [Dalam Nailul Authar juz 1, hal. 259].

عَنْ عَائِشَةَ رض قَالَتْ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: اِذَا قَعَدَ بَيْنَ شُعَبِهَا اْلاَرْبَعِ ثُمَّ مَسَّ اْلخِتَانُ اْلخِتَانَ فَقَدْ وَجَبَ اْلغُسْلُ. احمد و مسلم و الترمذى و صححه و لفظه. اِذَا جَاوَزَ اْلخِتَانُ اْلخِتَانَ وَجَبَ اْلغُسْلُ. نيل الاوطار 1: 260
Dari ‘Aisyah RA, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Apabila (seseorang diantara kamu) duduk antara anggota badan wanita yang empat (dua kaki dan dua tangannya), kemudian khitan menyentuh khitan, maka sungguh telah wajib mandi”. [HR. Ahmad, Muslim dan Tirmidzi, dan Tirmidzi menshahihkannya] Adapun lafadh Tirmidzi : “Apabila khitan melewati khitan, maka wajib mandi”.[HR. Tirmidzi I : 73, dalam.Nailul Authar juz 1 hal. 260]

عَنْ عَائِشَةَ زَوْجِ النَّبِيّ ص قَالَتْ: اِنَّ رَجُلاً سَأَلَ رَسُوْلَ اللهِ ص عَنِ الرَّجُلِ يُجَامِعُ اَهْلَهُ يُكْسِلُ. هَلْ عَلَيْهِمَا اْلغُسْلُ؟ وَ عَائِشَةُ جَالِسَةٌ. فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: اِنّى َلاَفْعَلُ ذلِكَ اَنَا وَهذِهِ. ثُمَّ نَغْتَسِلُ. مسلم: 1: 272
Dari ‘Aisyah RA istri Nabi SAW, ia berkata : Sesungguhnya ada seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah SAW tentang orang laki-laki yang mengumpuli istrinya, tetapi ia tidak keluar mani. Apakah keduanya wajib mandi?. Pada waktu itu ‘Aisyah sedang duduk (di dekat Nabi SAW). Maka Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya aku pernah melakukannya yang demikian itu, aku dengan istriku ini, kemudian kami mandi”. [Muslim I : 272]

b. Mengeluarkan mani sebab mimpi dan lain-lain

عَنْ عَلِيّ رض قَالَ: كُنْتُ رَجُلاً مَذَّاءً فَسَأَلْتُ النَّبِيَّ ص فَقَالَ: فِى اْلمَذِيّ اْلوُضُوْءُ وَ فِى اْلمَنِيّ اْلغُسْلُ. احمد و ابن ماجه و الترمذى و صححه، فى نيل الاوطار1: 257
Dari Ali RA, ia berkata : Aku adalah seorang laki-laki yang banyak mengeluarkan madzi. Maka aku bertanya kepada Nabi SAW tentang hal itu. Nabi SAW menjawab, “Madzi hanya mewajibkan wudlu, dan (keluar) mani mewajibkan mandi”. [HR. Ahmad, Ibnu Majah dan Tirmidzi dan ia menshahihkannya, dalam Nailul Authar juz 1, hal. 257]

عَنْ خَوْلَةَ بِنْتِ حَكِيْمٍ اَنَّهَا سَأَلَتِ النَّبِيَّ ص عَنِ اْلمَرْأَةِ تَرَى فِى مَنَامِهَا مَا يَرَى الرَّجُلُ، فَقَالَ: لَيْسَ عَلَيْهَا غُسْلٌ حَتَّى تُنْزِلَ كَمَا اَنَّ الرَّجُلَ لَيْسَ عَلَيْهِ غُسْلٌ حَتَّى يُنْزِلَ. احمد فى نيل الاوطار 1: 262
Dari Khaulah binti Hakim, bahwasanya ia pernah bertanya kepada Nabi SAW tentang wanita yang bermimpi sebagaimana orang laki-laki bermimpi, maka jawab Nabi SAW, “Wanita itu tidak wajib mandi sehingga ia keluar mani, sebagaimana laki-laki juga tidak wajib mandi sehingga ia keluar mani”. [HR. Ahmad, di dalam Nailul Authar I : 262]

عَنْ خَوْلَةَ بِنْتِ حَكِيْمٍ قَالَتْ: سَأَلْتُ رَسُوْلَ اللهِ ص عَنِ اْلمَرْأَةِ تَحْتَلِمُ فِى مَنَامِهَا، فَقَالَ: اِذَا رَأَتِ اْلمَاءَ فَلْتَغْتَسِلْ. النسائى
Dari Khaulah binti Hakim, ia berkata : Saya pernah bertanya kepada Rasulullah SAW tentang wanita yang bermimpi dalam tidurnya, maka jawab Rasulullah SAW, “Apabila wanita itu melihat air (mani) hendaklah ia mandi”. [HR. Nasai I : 115]

عَنْ عَائِشَةَ رض قَالَتْ: سُئِلَ رَسُوْلُ اللهِ ص عَنِ الرَّجُلِ يَجِدُ اْلبَلَلَ وَ لاَ يَذْكُرُ احْتِلاَمًا، فَقَالَ: يَغْتَسِلُ. وَ عَنِ الرَّجُلِ يَرَى اَنْ قَدِ احْتَلَمَ وَ لاَ يَجِدُ اْلبَلَلَ، فَقَالَ: لاَ غُسْلَ عَلَيْهِ. فَقَالَتْ اُمُّ سُلَيْمٍ: آلْمَرْأَةُ تَرَى ذلِكَ عَلَيْهَا اْلغُسْلُ؟ قَالَ: نَعَمْ. اِنَّمَا النّسَاءُ شَقَائِقُ الرّجَالِ. الخمسة الا النسائى، فى نيل الاوطار 1: 263
Dari ‘Aisyah RA, ia berkata : Rasulullah SAW pernah ditanya tentang orang laki-laki yang mendapati basah (keluar mani) tetapi ia tidak ingat bahwa ia bermimpi, maka jawab Rasulullah SAW, “(Orang itu wajib) mandi”. Dan Rasulullah SAW pernah ditanya tentang orang laki-laki yang bermimpi tetapi tidak mendapati basahan mani, maka jawab Rasulullah SAW, “Tidak wajib mandi atasnya”. Kemudian Ummu Sulaim bertanya (kepada Rasulullah SAW), “Orang wanita kalau mimpi yang demikian itu apakah juga wajib mandi?”. Jawab Rasulullah SAW, “Ya, hanyasanya wanita itu saudaranya laki-laki”. [HR. Khamsah, kecuali Nasai, dalam Nailul Authar I : 263]

عَنْ اُمّ سَلَمَةَ قَالَتْ: جَاءَتْ اُمُّ سُلَيْمٍ اِلَى النَّبِيّ ص فَقَالَتْ: يَا رَسُوْلَ اللهِ، اِنَّ اللهَ لاَ يَسْتَحْيِى مِنَ اْلحَقّ، فَهَلْ عَلَى اْلمَرْأَةِ مِنْ غُسْلٍ اِذَا احْتَلَمَتْ؟ فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: نَعَمْ اِذَا رَأَتِ اْلمَاءَ. فَقَالَتْ اُمُّ سَلَمَةَ: يَا رَسُوْلَ اللهِ، وَ تَحْتَلِمُ اْلمَرْأَةُ؟ فَقَالَ: تَرِبَتْ يَدَاكِ، فَبِمَ يُشْبِهُهَا وَلَدُهَا؟ مسلم 1: 251
Dari Ummu Salamah, ia berkata : Ummu Sulaim pernah datang kepada Nabi SAW. (Ummu Sulaim) berkata, “Ya Rasulullah, sesungguhnya Allah tidak malu menerangkan kebenaran. Apakah wanita wajib mandi apabila ia mimpi basah?”. Maka jawab Rasulullah SAW, “Ya, apabila ia melihat air (mani)”. Ummu Salamah bertanya, “Apakah wanita juga bermimpi (keluar mani)?”. Rasulullah SAW bersabda, “Berdebu kedua tanganmu, (kalau tidak mengeluarkan mani) maka dengan apa anaknya itu menyerupainya ?”. [HR. Muslim I : 251]

c. Wanita setelah selesai haidl/nifas dan hendak shalat

عَنْ عَائِشَةَ اَنَّ فَاطِمَةَ بِنْتَ اَبِى حُبَيْشٍ كَانَتْ تُسْتَحَاضُ فَسَأَلَتِ النَّبِيَّ ص فَقَالَ:ذلِكِ عِرْقٌ وَ لَيْسَتْ بِاْلحَيْضَةِ.فَاِذَا اَقْبَلَتِ اْلحَيْضَةُ فَدَعِى الصَّلاَةَ، فَاِذَا اَدْبَرَتْ فَاغْتَسِلِى وَ صَلّى. البخارى1: 82
Dari ‘Aisyah RA, bahwasanya Fathimah binti Abu Hubaisy dulu menderita istihadhah, lalu ia bertanya kepada Nabi SAW. Maka Nabi SAW bersabda, “Yang demikian itu adalah (gangguan) urat, bukan darah haidl. Karena itu apabila datang haidl, tinggalkanlah shalat dan apabila sudah selesai (haidl itu), mandilah dan shalatlah”. [HR. Bukhari juz 1 hal 82]

Selanjutnya baca tentang bagaimana Cara mandi janabat

سُبْحَانَكَ اللّهُمَّ وَ بِحَمْدِكَ اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلهَ اِلاَّ اَنْتَ اَسْتَغْفِرُكَ وَ اَتُوْبُ اِلَيْكَ

No comments :

Post a Comment

1. Silahkan meninggalkan komentar anda dengan bahasa yang baik dan sopan.
2. Dilarang komentar SPAM, Iklan atau dengan Menyisipkan URL/ Link atau Anchor teks di dalam pesan / komentar, bila ada akan dihapus tanpa pemberitahuan.
3. Terimakasih atas kunjungan anda, semoga bermanfaat