Saturday, December 28, 2013

Sebab - Sebab Timbulnya Perbedaan Pendapat Para Imam Mujtahidin

 بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم

Perbedaan Pendapat Para Imam Mujtahidin

Timbulnya perselisihan pendapat masalah furu' diantara para imam madzhab disebabkan :

  1. Adakalanya seorang Imam tidak mendapatkan sesuatu hadits tentang sesuatu masalah, maka beliau menggunakan qiyas atau pikiran, sedang hadits itu didapatkan oleh Imam yang lain. 
  2. Adakalanya seorang Imam mengeluarkan fahamnya dari suatu hadits atau riwayat yang dianggapnya shahih, padahal bagi yang lain hadits tersebut dianggap tidak shahih. 
  3. Ada juga para Imam itu tidak mendapatkan sesuatu hadits untuk sesuatu masalah, sehingga masing-masing mempergunakan qiyas atau pikiran pada saat itu, sedang di belakang beliau (sesudah zaman beliau) orang mendapatkan hadits itu. 
  4. Begitu pula karena pikiran beliau dalam menimbang berlainan, maka keputusannya pun juga berbeda.

Thursday, December 26, 2013

Riya' Atau Pamer Dalam Beramal

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم

Al-Akhlaqul Karimah

Pamer Dalam Beramal

Firman Allah SWT :

يـاَيــُّهَا الَّذِيْنَ امَنُوْا لاَ تُـبْطِلُوْا صَدَقَاتِكُمْ بِاْلمَنِّ وَاْلاَذى كَالَّذِيْ يُنْفِقُ مَا لَه رِئَآءَ النَّاسِ وَلاَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَاْليَوْمِ اْلاخِرِ، فَمَثَلُه كَـمَثَلِ صَفْوَانٍ عَلَـيْهِ تُرَابٌ فَاَصَابَه وَابِلٌ فَتَرَكَه صَلْدًا، لاَ يَـقْدِرُوْنَ عَلى شَيْئٍ مِمَّا كَسَبُوْا، وَ اللهُ لاَ يَـهْدِى اْلـقَوْمَ اْلكـفِرِيـْنَ. البقرة:264
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya' kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian. Maka perumpamaan orang itu seperti batu licin yang di atasnya ada tanah, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, lalu menjadilah dia bersih (tidak bertanah). Mereka tidak menguasai sesuatupun dari apa yang mereka usahakan; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir. [Al-Baqarah : 264]

Tuesday, December 24, 2013

Pesan - Pesan Imam Madzhab Kepada Umat Islam

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم

Taat Kepada Allah Swt Dan Rosulullah Saw

Pesan Para Imam Madzhab

  1. Pesan Imam Abu Hanifah
  2. Pesan Imam Malik 
  3. Pesan Imam Syafi'i 
  4. Pesan Imam Ahmad bin Hanbal 
1. Pesan Imam Abu Hanifah

Ia berkata sebagai bverikut :

اُتــْرُكُوْا قَوْلــِى لِقَوْلِ اللهِ وَ رَسُوْلــِهِ وَ الصَّحَابَةِ.
Tinggalkanlah perkataan (pendapatku) yang berlawanan dengan firman Allah dan Sabda Rasul-Nya dan perkataan shahabat.

لاَ يَحِلُّ ِلاَحَدٍ اَنْ يَقُوْلَ بِقَوْلـــِنَا حَتَّى يَعْلَمَ مِنْ اَيــْنَ قُلْنَاهُ.
Tidak halal bagi seseorang yang berkata dengan perkataan kami hingga mengetahui dari mana kami mengatakannya.

Monday, December 23, 2013

Sejarah Madzhab Secara Singkat


بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم

Wajib Taat Kepada Allah dan Rasul-Nya 

Sejarah Madzhab

Pada umumnya kita mengetahui dasar hukum islam yaitu Al Quran, Hadits, Ijma' dan Qiyas. Pada post sebelumnya membahas tentang dasar-dasar hukum dalam Islam, setelah mengetahui semua dasar hukum islam selanjutnya kita berkewajiban mengamalkan hukum tersebut secara semaksimal mungkin. Dan kali ini kami akan membahas secara singkat tentang sejarah Madzhab islam.

Madzhab مَذْهَبٌ artinya perjalanan, pendapat, pendirian, faham, pegangan, aliran atau yang semakna dengan itu.

Madzhab banyak jumlahnya, namun yang terkenal ada empat, yaitu :

  1. Madzhab Hanafi 
  2. Madzhab Maliki 
  3. Madzhab Syafi'i 
  4. Madzhab Hanbali

Saturday, December 21, 2013

Beramal Dengan Ikhlas

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم

Ikhlas Dalam Beramal

Firman Allah SWT :

قُلْ اِنّيْۤ اُمِرْتُ اَنْ اَعْبُدَ اللهَ مُخْلِصًا لَّهُ الدّيْنَ. وَ اُمِرْتُ ِلاَنْ اَكُوْنَ اَوَّلَ الْمُسْلِمِيْنَ. الزمر: 11-12
Katakanlah, "Sesungguhnya aku diperintahkan supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama. Dan aku diperintahkan supaya menjadi orang yang pertama-tama berserah diri". [QS. Az-Zumar : 11-12]

وَ مَآ اُمِرُوْآ اِلاَّ لِيَعْبُدُوا اللهَ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدّيْنَ حُنَفَآءَ وَ يُقِيْمُوْا الصَّلوٰةَ وَ يُؤْتُوا الزَّكوٰةَ وَ ذٰلِكَ دِيْنُ الْقَيّمَةِ. البينة: 5
Padahal mereka tidak disuruh melainkan supaya mereka menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus. [QS. Al-Bayyinah : 5]

Thursday, December 19, 2013

Dasar Hukum Islam Yang Keempat Al Qiyas

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم

Al Qiyas Dasar Hukum Islam Keempat Dalam Islam

Pengertian Al Qiyas mempunyai pengertian ada 2 yaitu berdasarkan bahasa dan berdasarkan definisi

1. Qiyas Menurut Lughat atau Bahasa, kata Qiyas itu asalnya dari :

قَاسَ - يَـقِـيْسُ قَيْسًا وَ قِيَاسًا. 
 Mengukur atau ukuran

Jadi kata "qiyas" itu artinya "ukuran", "sukatan", "timbangan" dan lainnya lagi yang searti dengan itu. Misalnya dikatakan :

قَاسَ الشَّيْءَ بِغَيْرِهِ اَوْ عَلَى غَيْرِهِ.
Ia telah mengukur sesuatu dengan lainnya atau atas lainnya.

Tuesday, December 17, 2013

Dasar Hukum Islam Yang Ketiga Al Ijma

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم

Al Ijma' Dasar Hukum Ketiga Dalam Islam

Pengertian Ijma'

Ijma' menurut bahasa, artinya : sepakat, setuju atau sependapat, sedang menurut istilah, ialah :

اِتِّـفَاقُ مُجْتَهِدِى اُمَّةِ مُحَمَّدٍ ص بَعْدَ وَفَاتِهِ فِى عَصْرٍ مِنَ اْلأَعْصَارِ عَلَى أَمْرٍ مِنَ اْلأُمُوْرِ.
Kebulatan pendapat semua ahli ijtihad ummat Muhammad, sesudah wafatnya pada suatu masa, tentang suatu perkara (hukum).

Dari Segi Masanya, maka Ijma' dapat dibagi menjadi dua :
  1. Zaman Khalifah yang empat 
  2. Zaman sesudahnya.

Wednesday, October 02, 2013

Bacaan Niat Umrah, Haji Dan Talbiyah

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم
Bacaan Niat Umrah dan Haji

عَنْ اَنَسٍ قَالَ: سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ ص اَهَلَّ بِهِمَا جَمِيْعًا. لَبَّيْكَ عُمْرَةً وَ حَجًّا. لَبَّيْكَ عُمْرَةً وَ حَجًّا. مسلم 915
Dari Anas, ia berkata : Saya mendengar Rasulullah SAW berihram dengan niat, umrah dan haji. “Labbaika umratan wa hajjan” (Aku penuhi panggilan-Mu untuk umrah dan haji)”. [HR. Muslim juz 2, hal. 915]

عَنْ اَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ: سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ ص يُلَبّيْ بِاْلحَجّ وَ اْلعُمْرَةِ جَمِيْعاً. يَقُوْلُ: لَبَّيْكَ عُمْرَةً وَ حَجَّاً، لَبَّيْكَ عُمْرَةً وَ حَجًّا. ابو داود 2: 157، رقم: 1795
Dari Anas bin Malik, ia berkata : Aku mendengar Rasulullah SAW ihram untuk haji dan umrah bersama. Beliau membaca, “Labbaika ‘umrotan wa hajjan, Labbaika ‘umrotan wa hajjan” (Aku penuhi panggilan-Mu untuk umrah dan haji. Aku penuhi panggilan-Mu untuk umrah dan haji). [HR. Abu Dawud juz 2, hal. 157, no. 1795].

Saturday, September 28, 2013

Cara Pelaksanaan Ibadah Haji

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم

Macam-macam Cara Ibadah Haji

Didalam melaksanakan ibadah haji ada 3 cara yang bisa kita lakukan yaitu terdiri dari :
  1. Haji Tamattu’ ialah ibadah haji yang cara pelaksanaannya dengan melakukan umrah lebih dahulu kemudian baru haji.
  2. Haji Ifrad ialah ibadah haji yang cara pelaksanaannya dengan melakukan haji lebih dahulu kemudian baru umrah.
  3. Haji Qiran ialah ibadah haji yang cara pelaksanaannya dengan melakukan haji dan umrah bersama-sama.
Bagi yang melaksanakan dengan cara hajji Ifrad maka tidak terkena dam sedang yang melaksanakan dengan cara hajji Tamattu’ dan hajji Qiran harus membayar dam.

Friday, September 27, 2013

Keutamaan Haji Dan Shalat Di Masjidil Haram

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم
Keutamaan Haji

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رض قَالَ: قَالَ النَّبِيُّ ص: مَنْ حَجَّ هذَا اْلبَيْتَ فَلَمْ يَرْفُثْ وَ لَمْ يَفْسُقْ رَجَعَ كَيَوْمِ وَلَدَتْهُ اُمُّهُ. البخارى 2: 209
Dari Abu Hurairah RA, ia berkata : Nabi SAW bersabda, “Barangsiapa yang berhaji ke Baitullah ini dan ia tidak berbuat rafats, tidak pula berbuat fasiq, maka ia pulang sebagaimana keadaan ketika diahirkan oleh ibunya”. [HR. Bukhari juz 2, hal. 209]

عَنْ اَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: اْلحَجَّةُ اْلمَبْرُوْرَةُ لَيْسَ لَهَا جَزَاءٌ اِلاَّ اْلجَنَّةُ وَ اْلعُمْرَةُ اِلَى اْلعُمْرَةِ كَفَّارَةٌ لِمَا بَيْنَهُمَا. النسائى 5: 112
Dari Abu Hurairah, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Haji yang mabrur, tiada balasannya melainkan surga, dan antara ‘umrah yang satu dan ‘umrah yang berikutnya menghapuskan dosa-dosa yang terjadi antara keduanya”. [HR. Nasaaiy juz 5, hal. 112]

Thursday, September 26, 2013

Mukjizat Nabi Muhammad Saw 4 : Mengetahui Kejadian Hal Ghaib Dan Ru'yah

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم

Bukti - bukti Kenabian Nabi Muhammad Saw

Diantara sabda-sabda Nabi SAW yang merupakan bukti kenabian beliau diantaranya Mengetahui kejadian yang tidak dilihat olehnya, Mengetahui apa yang telah terjadi, sedang terjadi, yang akan terjadi sebagai mana dalam beberapa hadits berikut :

عَنْ خَبَّابِ بْنِ اْلاَرَتّ قَالَ: شَكَوْنَا اِلَى رَسُوْلِ اللهِ ص وَهُوَ مُتَوَسّدٌ بُرْدَةً لَهُ فِي ظِلّ الْكَعْبَةِ قُلْنَا لَهُ: اَلاَ تَسْتَنْصِرُ لَنَا، اَلاَ تَدْعُو اللهَ لَنَا. قَالَ: كَانَ الرَّجُلُ فِيْمَنْ قَبْلَكُمْ يُحْفَرُ لَهُ فِي اْلاَرْضِ فَيُجْعَلُ فِيْهِ فَيُجَاءُ بِالْمِنْشَارِ فَيُوْضَعُ عَلَى رَأْسِهِ فَيُشَقُّ بِاثْنَتَيْنِ وَ مَا يَصُدُّهُ ذلِكَ عَنْ دِيْنِهِ وَ يُمْشَطُ بِاَمْشَاطِ اْلحَدِيْدِ مَا دُوْنَ لَحْمِهِ مِنْ عَظْمٍ اَوْ عَصَبٍ وَ مَا يَصُدُّهُ ذلِكَ عَنْ دِيْنِهِ. وَ اللهِ لَيَتِمَّنَّ هذَا اْلاَمْرُ حَتَّى يَسِيْرَ الرَّاكِبُ مِنْ صَنْعَاءَ اِلَى حَضْرَمَوْتَ لاَ يَخَافُ اِلاَّ اللهَ اَوِ الذّئْبَ عَلَى غَنَمِهِ وَ لكِنَّكُمْ تَسْتَعْجِلُوْنَ. البخارى 4: 179
Dari Khabbaab bin Al-Aratt, ia berkata; "Kami pernah mengadu kepada Rasulullah SAW, ketika itu beliau sedang berada di bawah naungan Ka'bah dengan berbantalkan kain selimut beliau. Kami berkata, “Apakah tidak sebaiknya engkau memohonkan pertolongan buat kami?. Apakah tidak sebaiknya engkau berdo'a memohon kepada Allah untuk kami?". Beliau bersabda,

Wednesday, September 25, 2013

Mukjizat Nabi Muhammad Saw 3

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم

Bukti - bukti Kenabian Nabi Muhammad SAW 

Bukti Kenabian atau mukjizat Nabi Muhammad SAW sangat banyak, dalam post ini kami sampaikan beberapa mukjizat Nabi Saw diantaranya tentang berkah kurma untuk membayar hutang dan masih tetap sisa banyak walau sudah untuk membayar hutang, tanah yang keras menjadi pasir, hidangan daging dan roti yang sedikit untuk banyak orang, Makanan sedikit yang bisa dimakan oleh banyak orang dll, berikut haditsnya :

عَنْ جَابِرٍ اَنَّ اَبَاهُ تُوُفّيَ وَ عَلَيْهِ دَيْنٌ فَاَتَيْتُ النَّبِيَّ ص فَقُلْتُ اِنَّ اَبِى تَرَكَ عَلَيْهِ دَيْنًا وَ لَيْسَ عِنْدِى اِلاَّ مَا يُخْرِجُ نَخْلُهُ وَ لاَ يَبْلُغُ مَا يُخْرِجُ سِنِيْنَ مَا عَلَيْهِ، فَانْطَلِقْ مَعِى لِكَيْلاَ يُفْحِشَ عَلَيَّ الْغُرَمَاءُ فَمَشَى حَوْلَ بَيْدَرٍ مِنْ بَيَادِرِ التَّمْرِ فَدَعَا ثُمَّ آخَرَ ثُمَّ جَلَسَ عَلَيْهِ فَقَالَ اِنْزِعُوْهُ فَاَوْفَاهُمُ الَّذِى لَهُمْ وَ بَقِيَ مِثْلُ مَا اَعْطَاهُمْ. البخارى 4: 172
Dari Jabir, bahwasanya ayahnya meninggal dan masih menanggung hutang. Lalu aku (Jabir) datang kepada Nabi SAW dan berkata, "Sesungguhnya ayahku meninggal dunia dan ia masih punya tanggungan hutang, sedangkan aku tidak mempunyai harta selain hasil pohon kurma miliknya, sedangkan hasilnya beberapa tahun tidak cukup untuk menutup hutangnya. Maka saya mohon engkau berangkat bersamaku supaya orang-orang yang menghutangi itu tidak berlaku kasar terhadapku". Kemudian beliau berjalan di sekitar salah satu tempat penjemuran kurma, lalu beliau memohon barakah, kemudian menuju pada tempat penjemuran yang lain (dan memohon barakah). Lalu beliau duduk padanya, dan beliau bersabda, "Keluarkanlah kurma itu (dari tempat penjemurannya)". Lalu beliau melunasi mereka (para piutang), dan masih tersisa sebanyak yang diberikan kepada mereka. [HR. Bukhari juz 4, hal. 172]

Mukjizat Nabi Muhammad Saw 2 : Membelah Bulan Dll

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم

Bukti - bukti Kenabian Nabi Muhammad SAW

Lanjutan dari Mukjizat Nabi Muhammad Saw yang kemarin, dalam post ini kami sampaikan beberapa mukjizat Nabi Saw diantaranya tentang Nabi Muhammad Saw Membelah bulan menjadi dua, Pohon kurma menjadi saksi dan dibuat berbicara kepada Muhammad dan orang gunung Arab, batu pohon dan gunung memberi salam kepada Nabi Saw, Sepotong hati kambing cukup untuk 130 orang, Menjadikan minyak samin Ummu Malik tetap utuh tidak berkurang walau telah diberikan kepada Muhammad Saw, Makanan yang dimakan tidak berkurang justru bertambah tiga kali lipat. Dan berikut ini penjelasan dalam haditsnya :

عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ مَسْعُوْدٍ رض قَالَ: اِنْشَقَّ اْلقَمَرُ عَلَى عَهْدِ رَسُوْلِ اللهِ ص شِقَّتَيْنِ فَقَالَ النَّبِيُّ ص: اِشْهَدُوْا. البخارى 4: 186
Dari 'Abdullah bin Mas’ud RA, dia berkata : Bulan terbelah jadi dua di masa Rasulullah SAW, lalu Nabi SAW bersabda, "Saksikanlah”. HR. Bukhari juz 4, hal. 186]

عَنْ اَنَسٍ اَنَّهُ حَدَّثَهُمْ اَنَّ اَهْلَ مَكَّةَ سَأَلُوْا رَسُوْلَ اللهِ ص اَنْ يُرِيَهُمْ ايَةً فَاَرَاهُمْ اِنْشِقَاقَ اْلقَمَرِ. البخارى 4: 186
Dari Anas, dia bercerita kepada orang-orang : Sesungguhnya penduduk Makkah pernah meminta Rasulullah SAW untuk memperlihatkan tanda kekuasaan Allah (mu'jizat), maka beliau memperlihatkan kepada mereka terbelahnya bulan. [HR. Bukhari juz 4, hal. 186]

Mukjizat Nabi Muhammad Saw 1 : Al Quran Dan Memancarkan Air Dari Jari - Jari Nabi Saw Dll

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم

Bukti - bukti Kenabian Nabi Muhammad SAW

Setiap Nabi mempunyai atau diberi mukjizat Allah Swt yang berbeda-beda dan semua Nabi pasti diberi bukti-bukti kenabian atau mujizat-mukjizat dari Allah SWT. Maka Rasulullah SAW pun diberi mukjizat oleh Allah SWT. Adapun mukjizat beliau yang terkenal dan terbesar yaitu membelah bulan jadi dua, memancarkan air dari jari-jari, isra mi'raj dan Al-Qur’an yang bisa dibaca dan didengar sampai akhir zaman, sebagaimana dijelaskan dalam hadits :

عَنْ اَبِي هُرَيْرَةَ رض قَالَ: قَالَ النَّبِيُّ ص: مَا مِنَ اْلاَنْبِيَاءِ نَبِيٌّ اِلاَّ اُعْطِيَ مَا مِثْلُهُ امَنَ عَلَيْهِ الْبَشَرُ وَ اِنَّمَا كَانَ الَّذِي اُوْتِيْتُ وَحْيًا اَوْحَاهُ اللهُ اِلَيَّ فَاَرْجُوْ اَنْ اَكُوْنَ اَكْثَرَهُمْ تَابِعًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ. البخارى 6: 97
Dari Abu Hurairah RA, ia berkata : Nabi SAW bersabda, “Tidak ada seorang Nabi diantara para Nabi melainkan pasti diberi mu’jizat atau yang semisalnya yang dengannya menyebabkan manusia beriman. Dan sesungguhnya mukjizat yang diberikan padaku adalah wahyu (Al-Qur’an) yang Allah mewahyukannya kepadaku, maka aku berharap agar pada hari qiyamat aku yang paling banyak pengikutnya diantara mereka’. [HR. Bukhari juz 6, hal. 97]

Dan mukjizat-mukjizat Nabi Saw yang lain, diantaranya sebagai berikut :

Sunday, September 15, 2013

Istri - Istri Rasulullah SAW

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم

Assalamualaikum wrwb.
Nabi Muhammad Saw
Muhammad Saw

Dalam post yang terdahulu kami sampaikan atau membahas beberapa keluarga besar Rasulullah SAW yang meliputi putra putri Rasulullah SAW, cucu Rasulullah SAW, paman dan bibi Rasulullah SAW, Ibu-ibu yang pernah mengasuh Nabi SAW, saudara sepersusuan Rasulullah SAW, ibu susu Nabi SAW dan nasab Rasulullah SAW sedangkan pada post kali ini akan kami sampaikan beberapa istri-istri nabi Muhammad Saw.

Tentang Istri-istri Nabi SAW

Ketika Rasulullah wafat beliau meninggalkan 9 orang istri, sebagaimana Ibnu Hisyam menyebutkan bahwa : Menurut yang diceritakan kepadaku dari Ahli Ilmu bukan hanya dari seorang saja, mereka (istri-istri Nabi SAW ketika beliau wafat) berjumlah 9 orang [Sirah Ibnu Hisyam juz 6, hal. 56] diantaranya sebagai berikut :

Larangan Khamr Dijadikan Obat Dan Cuka

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم

Suri Teladan Rasulullah SAW Yang Baik 

Tentang Minuman Keras / Khamr Bg. 5

Khamr Tidak Boleh Dijadikan Sebagai Obat

Hadit berikut diterangkan dengan jelas Tentang menggunakan khamr sebagai obat :

عَنْ اَبِي هُرَيْرَةَ رض عَنْ النَّبِيّ ص قَالَ: مَا اَنْزَلَ اللهُ دَاءً اِلاَّ اَنْزَلَ لَهُ شِفَاءً. البخارى 7: 12
Dari Abu Hurairah, RA, dari Nabi SAW, beliau bersabda, “Allah tidak menurunkan penyakit, melainkan Dia menurunkan pula obatnya”. [HR. Bukhari juz 7, hal. 12]

عَنْ اَبِي الدَّرْدَاءِ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: اِنَّ اللهَ اَنْزَلَ الدَّاءَ وَالدَّوَاءَ وَ جَعَلَ لِكُلّ دَاءٍ دَوَاءً فَتَدَاوَوْا وَلَا تَدَاوَوْا بِحَرَامٍ. ابو داود 4: 7، رقم: 3873
Dari Abud Dardaa’ ia berkata, "Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya Allah telah menurunkan penyakit dan obat, dan menjadikan bagi setiap penyakit ada obatnya, maka berobatlah dan jangan berobat dengan sesuatu yang haram”. [HR Abu Dawud juz 4, hal. 7, no. 3873]

Saturday, September 14, 2013

Hukuman Peminum Khamr Dalam Islam

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم

Suri Teladan Rasulullah SAW Yang Baik 

Tentang Minuman Keras / Khamr Bg. 4 

Hadits Hukuman Peminum Khamr

عَنْ اَنَسٍ اَنَّ النَّبِيَّ ص كَانَ يَضْرِبُ فِى اْلخَمْرِ بِالنّعَالِ وَ اْلجَرِيْدِ اَرْبَعِبْنَ. مسلم 3: 1331
Dari Anas, bahwasanya Nabi SAW dahulu memukul peminum khamr (sebgai hukuman) dengan menggunakan sandal dan pelepah kurma sebanyak empat puluh kali dera. [HR. Muslim juz 3, hal. 1331]

عَنْ اَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رض اَنَّ النَّبِيَّ ص ضَرَبَ فِى اْلخَمْرِ بِاْلجَرِيْدِ وَ النّعَالِ وَ جَلَدَ اَبُوْ بَكْرٍ اَرْبَعِيْنَ. البخارى 8: 13
Dari Anas bin Malik RA, sesungguhnya Nabi SAW pernah memukul orang karena minum khamr dengan pelepah kurma dan sandal. Dan Abu Bakar menghukum dengan 40 kali dera. [HR. Bukhari juz 8, hal. 13]

10 Golongan Yang Dilaknat Karena Khamr

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم

Suri Teladan Rasulullah SAW Yang Baik

Tentang Minuman Keras / Khamr Bg. 3

Khamr Yang Telah Diharamkan Allah Tidak Boleh Dijual / Dihadiahkan

عَنْ عَبْدِ الرَّحْمنِ بْنِ وَعْلَةَ السَّبَإِيّ مِنْ اَهْلِ مِصْرَ اَنَّهُ سَأَلَ عَبْدَ اللهِ بْنَ عَبَّاسٍ عَمَّا يُعْصَرُ مِنَ الْعِنَبِ. فَقَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ: اِنَّ رَجُلاً اَهْدَى لِرَسُوْلِ اللهِ ص رَاوِيَةَ خَمْرٍ، فَقَالَ لَهُ رَسُوْلُ اللهِ ص: هَلْ عَلِمْتَ اَنَّ اللهَ قَدْ حَرَّمَهَا؟ قَالَ: لاَ فَسَارَّ اِنْسَانًا. فَقَالَ لَهُ رَسُوْلُ اللهِ ص بِمَ سَارَرْتَهُ؟ فَقَالَ: اَمَرْتُهُ بِبَيْعِهَا، فَقَالَ: اِنَّ الَّذِيْ حَرَّمَ شُرْبَهَا حَرَّمَ بَيْعَهَا. قَالَ: فَفَتَحَ الْمَزَادَ حَتَّى ذَهَبَ مَا فِيْهَا. مسلم 3: 1206
Dari Abdurrahman bin Wa'lah As-Saba`iy dari penduduk Mesir, bahwa dia pernah bertanya kepada Abdullah bin Abbas tentang perasan anggur. Ibnu Abbas menjawab, "Suatu ketika seorang laki-laki menghadiahkan satu wadah berisi khamr kepada Rasulullah SAW, lalu beliau bersabda kepadanya, "Belum tahukah kamu bahwa Allah telah mengharamkannya?". Laki-laki itu menjawab, "Belum”. Kemudian dia berbisik kepada orang yang ada di sampingnya. Maka Rasulullah SAW bersabda kepadanya, "Apa yang kamu bisikkan kepadanya?". Dia menjawab, "Saya menyuruhnya supaya menjualnya”. Beliau bersabda, "Sesungguhnya Tuhan yang mengharamkan meminumnya juga mengharamkan menjualnya”. (Ibnu ‘Abbas) berkata, "Kemudian laki-laki tersebut membuka wadah khamr itu dan membuang isinya”. [HR. Muslim juz 3, hal. 1206]

Friday, September 13, 2013

Segala Yang Memabukkan Hukumnya Haram

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم

Suri Teladan Rasulullah SAW Yang Baik

Tentang Minuman Keras / Khamr Bg. 2


Segala Yang Memabukkan Hukumnya Haram

عَنِ ابْنِ عُمَرَ اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ ص قَالَ: كُلُّ مُسْكِرٍ خَمْرٌ، وَ كُلُّ مُسْكِرٍ حَرَامٌ. مسلم 3: 1587، رقم: 74
Dari Ibnu 'Umar, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, "Setiap (minuman) yang memabukkan itu khamr, dan setiap (minuman) yang memabukkan itu haram". [HR. Muslim juz 3, hal. 1587]

عَنِ ابْنِ عُمَرَ قَالَ: وَ لاَ اَعْلَمُهُ اِلاَّ عَنِ النَّبِيّ ص قَالَ: كُلُّ مُسْكِرٍ خَمْرٌ وَ كُلُّ خَمْرٍ حَرَامٌ. مسلم 3: 1588
Dari Ibnu ‘Umar, ia berkata : Dan aku tidak mengetahuinya melainkan dari Nabi SAW, beliau bersabda, "Setiap (minuman) yang memabukkan itu khamr, dan setiap khamr itu haram". [HR. Muslim juz 3, hal. 1588]

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ عَنِ النَّبِيّ ص قَالَ: كُلُّ مُخَمّرٍ خَمْرٌ وَ كُلُّ مُسْكِرٍ حَرَامٌ. ابو داود 3: 327، رقم: 3680
Dari Ibnu 'Abbas, dari Nabi SAW, beliau bersabda, "Setiap minuman yang menutupi (akal) adalah khamr, dan setiap minuman yang memabukkan adalah haram". [HR. Abu Dawud juz 3, hal. 327, no. 3680]

Larangan Minum - Minuman Keras

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم

Suri Teladan Rasulullah SAW Yang Baik

Tentang Minuman Keras / Khamr Bg. 1

Larangan Minum-minuman Keras atau Khamr

Pada mulanya khamr adalah minuman keras yang terbuat dari kurma dan anggur. Tetapi karena dilarangnya itu sebab memabukkan, maka minuman yang terbuat dari bahan apa saja (walaupun bukan dari kurma atau anggur) asal itu memabukkan, maka hukumnya sama dengan khamr, yaitu haram diminum.

Larangan minum khamr, diturunkan secara bertahap. Sebab minum khamar itu bagi orang Arab sudah menjadi adat kebiasaan yang mendarah daging semenjak zaman jahiliyah. Mula-mula dikatakan bahwa dosanya lebih besar daripada manfaatnya, kemudian orang yang sedang mabuk tidak boleh mengerjakan shalat, dan yang terakhir dikatakan bahwa minum khamr itu adalah keji dan termasuk perbuatan setan. Oleh sebab itu hendaklah orang-orang yang beriman berhenti dari minum khamr.

Begitulah, akhirnya Allah mengharamkan minum khamr secara tegas. Adapun firman Allah yang pertama kali turun tentang khamr adalah :

Friday, August 23, 2013

Kewajiban Menjaga Aurat

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم

Suri Tauladan Rasulullah SAW Yang Baik

Aurat Wanita Dan Aurat Laki-laki

Aurat Wanita Di Dalam Rumah

وَ قُلْ لّلْمُؤْمِنتِ يَغْضُضْنَ مِنْ اَبْصَارِهِنَّ وَ يَحْفَظْنَ فُرُوْجَهُنَّ وَ لاَ يُبْدِيْنَ زِيْنَتَهُنَّ اِلاَّ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَ لْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلى جُيُوْبِهِنَّ وَ لاَ يُبْدِيْنَ زِيْنَتَهُنَّ اِلاَّ لِبُعُوْلَتِهِنَّ اَوْ ابآئِهِنَّ اَوْ ابآءِ بُعُوْلَتِهِنَّ اَوْ اَبْنَآئِهِنَّ اَوْ اَبْنَآءِ بُعُوْلَتِهِنَّ اَوْ اِخْوَانِهِنَّ اَوْ بَنِى اِخْوَانِهِنَّ اَوْ بَنِى اَخَوَاتِهِنَّ اَوْ نِسآئِهِنَّ اَوْ مَا مَلَكَتْ اَيْمَانُهُنَّ اَوِ التَّابِعِيْنَ غَيْرِ اُولِى اْلاِرْبَةِ مِنَ الرّجَالِ اَوِ الطّفْلِ الَّذِيْنَ لَمْ يَظْهَرُوْا عَلى عَوْرتِ النّسَآءِ، وَ لاَ يَضْرِبْنَ بِاَرْجُلِهِنَّ لِيُعْلَمَ مَا يُخْفِيْنَ مِنْ زِيْنَتِهِنَّ، وَ تُوْبُوْا اِلَى اللهِ جَمِيْعًا اَيُّهَ الْمُؤْمِنُوْنَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ. النور:31 
Katakanlah kepada wanita yang beriman : “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung. [QS. An-Nuur : 31]

Hadits Tentang Larangan Berbuat Zina

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم

Suri Tauladan Rasulullah SAW Yang Baik

Larangan berbuat zina

Berikut ini akan kami sampaikan beberapa Firman Allah SWT dan hadits yang shahih tentang larangan berbuat zina, semoga dengan penjelasan ini kita bisa mengamalkannya dan kita terhindari dari perbuatan zina.

Firman Allah :

وَ لاَ تَقْرَبُوا الزّنى اِنَّه كَانَ فَاحِشَةً، وَ سَآءَ سَبِيْلاً. الاسراء:32
Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji, dan suatu jalan yang buruk. [QS. Al-Israa’ : 32]

اَلزَّانِيَةُ وَ الزَّانِيْ فَاجْلِدُوْا كُلَّ وَاحِدٍ مّنْهُمَا مِائَةَ جَلْدَةٍ وَّ لاَ تَأْخُذْكُمْ بِهِمَا رَأْفَةٌ فِيْ دِيْنِ اللهِ اِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُوْنَ بِاللهِ وَ اْليَوْمِ اْلاخِرِ، وَ لْيَشْهَدْ عَذَابَهُمَا طَآئِفَةٌ مّنَ اْلمُؤْمِنِيْنَ. اَلزَّانِيْ لاَ يَنْكِحُ اِلاَّ زَانِيَةً اَوْ مُشْرِكَةً وَّ الزَّانِيَةُ لاَ يَنْكِحُهَآ اِلاَّ زَانٍ اَوْ مُشْرِكٌ، وَحُرّمَ ذلِكَ عَلَى اْلمُؤْمِنِيْنَ. النور:2-3
Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, maka deralah tiap-tiap seorang dari keduanya seratus kali dera, dan janganlah belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu (menjalankan) agama Allah jika kamu beriman kepada Allah dan hari kiamat, dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan dari orang-orang yang beriman. (2) Laki-laki yang berzina tidak mengawini melainkan perempuan yang berzina atau perempuan yang musyrik, dan perempuan yang berzina tidak dikawini melainkan oleh laki-laki yang berzina atau laki-laki yang musyrik, dan yang demikian itu diharamkan atas orang-orang yang mukmin. (3) [QS. An-Nuur : 2-3]

Tuesday, August 20, 2013

Larangan Homosex Dan Menyetubuhi Binatang

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم

Suri Teladan Rasulullah SAW  Yang Baik

Larangan homosex dan menyetubuhi binatang

Homosex atau hubungan sex sesama jenis adalah perbuatan kaumnya Nabi Luth AS sebagaimana disebutkan dalam firman Allah SWT :

وَ لُوْطًا اِذْ قَالَ لِقَوْمِه اَتَأْتُوْنَ اْلفَاحِشَةَ مَا سَبَقَكُمْ بِهَا مِنْ اَحَدٍ ِمّنَ اْلعلَمِيْنَ(80) اِنَّكُمْ لَتَأْتُوْنَ الرِّجَالَ شَهْوَةً مِّنْ دُونِ النّسَآءِ، بَلْ اَنْتُمْ قَوْمٌ مُّسْرِفُوْنَ(81) وَ مَا كَانَ جَوَابَ قَوْمِه اِلاَّ اَنْ قَالُوْآ اَخْرِجُوْهُمْ ِمّنْ قَرْيَتِكُمْ، اِنَّهُمْ اُنَاسٌ يَّتَطَهَّرُوْنَ(82) فَاَنْجَيْنهُ وَ اَهْلَه اِلاَّ امْرَاَتَه كَانَتْ مِنَ اْلغبِرِيْنَ(83) وَ اَمْطَرْنَا عَلَيْهِمْ مَّطَرًا، فَانْظُرْ كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ اْلمُجْرِمِيْنَ(84) الاعراف: 80-84
Dan (Kami telah mengutus) Luth (kepada kaumnya). (Ingatlah) tatkala dia berkata kepada kaumnya: "Mengapa kamu mengerjakan perbuatan faahisyah itu, yang belum pernah dikerjakan oleh seorang pun (di dunia ini) sebelummu?". (80)
Sesungguhnya kamu mendatangi lelaki untuk melepaskan nafsumu (kepada mereka), bukan kepada wanita, malah kamu ini adalah kaum yang melampaui batas. (81)
Jawab kaumnya tidak lain hanya mengatakan: "Usirlah mereka (Luth dan pengikut-pengikutnya) dari kotamu ini; sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang berpura-pura mensucikan diri." (82)
Kemudian Kami selamatkan dia dan pengikut-pengikutnya kecuali istrinya; dia termasuk orang-orang yang tertinggal (dibinasakan). (83)
Dan Kami turunkan kepada mereka hujan (batu); maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang berdosa itu. [QS. Al-A’raaf : 80-84]

Tuesday, August 13, 2013

Larangan Wanita Mencukur Alis Menyambung Rambut Menjarangkan Gigi Dan Bertatto

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم

Suri Tauladan Rasulullah SAW Yang Baik

Larangan wanita menyambung rambut, mencukur Alis, menjarangkan gigi, dan bertatto

Islam melarang para wanita menyambung rambut, mencabut bulu dahi atau mencukur alis, mengikir giginya supaya jarang dan kelihatan cantik, dan wanita yang mencacah atau bertatto, berdasar hadits-hadits sebagai berikut :

عَنْ عَائِشَةَ رض اَنَّ جَارِيَةً مِنَ اْلاَنْصَارِ تَزَوَّجَتْ وَ اَنَّهَا مَرِضَتْ فَتَمَعَّطَ شَعَرُهَا، فَاَرَادُوْا اَنْ يَصِلُوْهَا، فَسَأَلُوا النَّبِيَّ ص، فَقَالَ: لَعَنَ اللهُ اْلوَاصِلَةَ وَ اْلمُسْتَوْصِلَةَ. البخارى 7: 62
Dari 'Aisyah RA, bahwasanya ada seorang wanita Anshar menikah, dan ia terserang penyakit sehingga rambutnya rontok. Lalu keluarganya ingin menyambung rambutnya, maka mereka bertanya kepada Nabi SAW, maka Nabi SAW bersabda : "Allah melaknat wanita yang menyambung rambut dan wanita yang minta disambung rambutnya". [HR. Bukhari juz 7, hal. 62]

Larangan Laki-laki Menyerupai Wanita Dan Wanita Menyerupai Laki-laki

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم

Suri Tauladan Rasulullah SAW yang baik

Larangan laki-laki menyerupai wanita dan wanita menyerupai laki-laki

Laki-laki yang sengaja menyerupai wanita dalam berpakaian, berdandan, bertingkah laku, berbicara, bergaya dan sebagainya adalah haram. Demikian pula wanita yang menyerupai laki-laki, berdasarkan hadits-hadits sebagai berikut :

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رض قَالَ: لَعَنَ رَسُوْلُ اللهِ ص اْلمُتَشَبّهِيْنَ مِنَ الرّجَالِ بِالنّسَاءِ وَ اْلمُتَشَبّهَاتِ مِنَ النّسَاءِ بِالرّجَالِ. البخارى 7: 55
Dari Ibnu ‘Abbas RA, ia berkata, “Rasulullah SAW melaknat orang laki-laki yang menyerupai wanita dan para wanita yang menyerupai laki-laki”. [HR. Bukhari juz 7, hal. 55]

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ عَنِ النَّبِيّ ص اَنَّهُ لَعَنَ اْلمُتَشَبّهَاتِ مِنَ النّسَاءِ بِالرّجَالِ، وَ اْلمُتَشَبّهِيْنَ مِنَ الرّجَالِ بِالنّسَاءِ. ابو داود 4: 60، رقم: 4097
Dari Ibnu ‘Abbas, dari Nabi SAW, bahwasanya beliau melaknat wanita yang menyerupai laki-laki dan laki-laki yang menyerupai wanita. [HR. Abu Dawud juz 4, hal. 60, no. 4097]

Monday, July 22, 2013

Keistimewaan Bulan Ramadan / Puasa

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم

Keistimewaan Bulan Ramadan / Puasa

Assallamu’alaikum Warahmatullah Wabarakatuh

Sahabat saudaraku fillah..yang di Rahmati oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala Bulan Ramadhan merupakan bulan yang mempunyai banyak keistimewaan yang tidak dimiliki oleh sebelas bulan lainnya.

Salah satu keistimewaan bulan Ramadan adalah diwajibkannya shaum/puasa di bulan ini, bagi orang-orang yang beriman,shaum yang secara sederhana dapat kita artikan ‘Menahan Diri”. yaitu menahan diri dari hal-hal yang membatalkannya dari terbit fajar sampai terbenamnya matahari.

Yang dimaksud membatalkan shaum di sini bukan hanya mengurangi nilai ibadahnya akan tetapi juga mencakup hal-hal yang membatalkan hakikat, tujuan dan membatalkan pahalanya. Kalau shaum dimaknai hanya menahan diri dari yang membatalkan ibadahnya secara syar’i, maka hal ini tidak seberat ketika dimaknai menahan diri segala yang membatalkan hakikat, tujuan dan pahala shaum.

Friday, July 19, 2013

Sholat Sunnah Hajat

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم

Sholat Hajat

عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ اَبِى اَوْفَى قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: مَنْ كَانَتْ لَهُ اِلَى اللهِ حَاجَةٌ اَوْ اِلىَ اَحَدٍ مِنْ بَنِى ادَمَ فَلْيَتَوَضَّأْ وَ لْيُحْسِنِ اْلوُضُوْءَ ثُمَّ لْيُصَلّ رَكْعَتَيْنِ، ثُمَّ لْيُثْنِ عَلَى اللهِ وَ لْيُصَلّ عَلَى النَّبِيّ ص، ثُمَّ لْيَقُلْ: لاَ اِلهَ اِلاَّ اللهُ اْلحَلِيْمُ اْلكَرِيْمُ. سُبْحَانَ اللهِ رَبّ اْلعَرْشِ اْلعَظِيْمِ. اَلْحَمْدُ ِللهِ رَبّ اْلعَالَمِيْنَ. اَسْأَلُكَ مُوْجِبَاتِ رَحْمَتِكَ وَ عَزَائِمَ مَغْفِرَتِكَ وَ اْلغَنِيْمَةَ مِنْ كُلّ بِرّ، وَ السَّلاَمَةَ مِنْ كُلّ اِثْمٍ، لاَ تَدَعْ لِى ذَنْبًا اِلاَّ غَفَرْتَهُ، وَ لاَ هَمًّا اِلاَّ فَرَّجْتَهُ، وَ لاَ حَاجَةً هِيَ لَكَ رِضًا اِلاَّ قَضَيْتَهَا يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ. الترمذى 1: 297، قال ابو عيسى: هذا حديث غريب فى اسناده مقال: فائد بن عبد الرحمن، يضعّف فى الحديث، و فائد هو ابو الورقاء
Dari ‘Abdullah bin Abu Aufa, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang mempunyai hajat kepada Allah, atau kepada salah seorang dari Bani Adam, maka hendaklah ia berwudlu dan memperbagus wudlunya, lalu shalat dua rekaat. Kemudian (setelah selesai shalat) ia memuji Allah, lalu membaca shalawat atas Nabi SAW, lalu ia membaca (yang artinya) Tidak ada Tuhan selain Allah yang Maha Penyantun dan Maha Pemurah. Maha Suci Allah, Tuhan pemelihara ‘arsy Yang Maha Agung. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam. 

Tuesday, July 16, 2013

Shalat sunnah Tasbih

بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

Shalat Sunnah Tasbih

عَنْ عِكْرِمَةَ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ ص قَالَ لِلْعَبَّاسِ بْنِ عَبْدِ اْلمُطَّلِبِ: يَا عَبَّاسُ، يَا عَمَّاهُ، اَلاَ اُعْطِيْكَ، اَلاَ اَمْنَحُكَ، اَلاَ اَحْبُوْكَ، اَلاَ اَفْعَلُ بِكَ عَشْرَ خِصَالٍ. اِذَا اَنْتَ فَعَلْتَ ذلِكَ غَفَرَ اللهُ لَكَ ذَنْبَكَ اَوَّلَهُ وَ آخِرَهُ، قَدِيْمَهُ وَ حَدِيْثَهُ، خَطْأَهُ وَ عَمْدَهُ، صَغِيْرَهُ وَ كَبِيْرَهُ، سِرَّهُ وَ عَلاَنِيَتَهُ. عَشْرَ خِصَالٍ: اَنْ تُصَلّيَ اَرْبَعَ رَكَعَاتٍ تَقْرَأُ فِى كُلّ رَكْعَةٍ فَاتِحَةَ اْلكِتَابِ وَ سُوْرَةً. فَاِذَا فَرَغْتَ مِنَ اْلقِرَاءَةِ فِى اَوَّلِ رَكْعَةٍ وَ اَنْتَ قَائِمٌ قُلْتَ: سُبْحَانَ اللهِ وَ اْلحَمْدُ ِللهِ وَ لاَ اِلهَ اِلاَّ اللهُ وَ اللهُ اَكْبَرُ، خَمْسَ عَشْرَةَ مَرَّةً. ثُمَّ تَرْكَعُ فَتَقُوْلُهَا وَ اَنْتَ رَاكِعٌ عَشْرًا. ثُمَّ تَرْفَعُ رَأْسَكَ مِنَ الرُّكُوْعِ فَتَقُوْلُهَا عَشْرًا. ثُمَّ تَهْوِى سَاجِدًا فَتَقُوْلُهَا وَ اَنْتَ سَاجِدٌ عَشْرًا. ثُمَّ تَرْفَعُ رَأْسَكَ مِنَ السُّجُوْدِ فَتَقُوْلُهَا عَشْرًا. ثُمَّ تَسْجُدُ فَتَقُوْلُهَا عَشْرًا. ثُمَّ تَرْفَعُ رَأْسَكَ فَتَقُوْلُهَا عَشْرًا. فَذلِكَ خَمْسٌ وَ سَبْعُوْنَ فِى كُلّ رَكْعَةٍ. تَفْعَلُ ذلِكَ فِى اَرْبَعِ رَكَعَاتٍ. اِنِ اسْتَطَعْتَ اَنْ تُصَلّيَهَا فِى كُلّ يَوْمٍ مَرَّةً فَافْعَلْ، فَاِنْ لَمْ تَفْعَلْ فَفِى كُلّ جُمُعَةٍ مَرَّةً، فَاِنْ لَمْ تَفْعَلْ فَفِى كُلّ شَهْرٍ مَرَّةً. فَاِنْ لَمْ تَفْعَلْ فَفِى كُلّ سَنَةٍ مَرَّةً فَاِنْ لَمْ تَفْعَلْ فَفِى عُمُرِكَ مَرَّةً. ابو داود 2: 29، رقم: 1297
Dari ‘Ikrimah, dari Ibnu ‘Abbas, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda kepada ‘Abbas bin ‘Abdul Muththalib, “Ya ‘Abbas, ya paman, maukah kamu aku beri, maukah kamu aku kasih, maukah kamu aku beri hadiah, maukah kamu aku beri sepuluh hal?. Jika engkau melakukannya, maka Allah mengampuni dosa-dosamu yang awwal maupun yang akhir, yang lama maupun yang baru, yang tidak disengaja maupun yang disengaja, yang besar maupun yang kecil, yang tersembunyi maupun yang terang-terangan. Sepuluh hal itu adalah engkau shalat empat rekaat, engkau baca pada tiap-tiap rekaat dengan Al-Fatihah kemudian surat.

Saturday, July 13, 2013

Doa Melepas Orang Yang Akan Bepergian

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم

Al-Akhlaqul Karimah

Doa Melepas Orang Yang Akan Bepergian

عَنْ سَالِمٍ اَنَّ ابْنَ عُمَرَ كَانَ يَقُوْلُ لِلرَّجُلِ اِذَا اَرَادَ سَفَرًا اَنْ اُدْنُ مِنّى اُوَدّعْكَ كَمَا كَانَ رَسُوْلُ اللهِ ص يُوَدّعُنَا فَيَقُوْلُ: اَسْتَوْدِعُ اللهَ دِيْنَكَ وَ اَمَانَتَكَ وَ خَوَاتِيْمَ عَمَلِكَ. الترمذى 5: 163، حديث حسن صحيح غريب
Dari Salim bahwasanya Ibnu ‘Umar berkata kepada seseorang apabila ia hendak bepergian, “Dekatlah kepadaku, aku akan melepas kamu sebagaimana dahulu Rasulullah SAW melepas kami”, yaitu beliau bersabda, “Astaudi’ullooha diinaka wa amaanataka wa khowaatiima ‘amalika” (Aku pasrahkan kepada Allah agamamu dan amanatmu dan akhir dari amalmu). [HR. Tirmidzi juz 5, hal. 163, hadits hasan shahih gharib]

Doa Bepergian Dan Naik Kendaraan

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم
Al-Akhlaqul Karimah

Doa Pepergian Dan Naik Kendaraan


وَ الَّذِيْ خَلَقَ اْلاَزْوَاجَ كُلَّهَا وَ جَعَلَ لَكُمْ مّنَ اْلفُلْكِ وَ اْلاَنْعَامِ مَا تَرْكَبُوْنَ. لِتَسْتَوا عَلى ظُهُوْرِه ثُمَّ تَذْكُرُوْا نِعْمَةَ رَبّكُمْ اِذَا اسْتَوَيْتُمْ عَلَيْهِ وَ تَقُوْلُوْا سُبْحَانَ الَّذِيْ سَخَّرَ لَنَا هذَا وَ مَا كُنَّا لَه مُقْرِنِيْنَ. وَ اِنَّا اِلى رَبّنَا لَمُنْقَلِبُوْنَ. الزحرف:12-14
Dan yang menciptakan semua yang berpasang-pasangan dan menjadikan untukmu kapal dan binatang ternak yang kamu tunggangi. Supaya kamu duduk di atas punggungnya, kemudian kamu ingat nikmat Tuhanmu apabila kamu telah duduk di atasnya, dan supaya kamu mengucapkan, “Maha Suci Tuhan yang telah menundukkan semua ini bagi kami, padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya. Dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami”. [QS. Az-Zukhruf : 12-14]

عَنْ اْلبَرَاءِ بْنِ عَازِبٍ اَنَّ النَّبِيَّ ص كَانَ اِذَا قَدِمَ مِنْ سَفَرٍ قَالَ: آئِبُوْنَ تَائِبُوْنَ عَابِدُوْنَ لِرَبّنَا حَامِدُوْنَ. الترمذى 5: 161 حديث حسن صحيح
Dari Baraa’ bin ‘Aazib, bahwasanya Nabi SAW apabila kembali dari bepergian beliau berdoa, “Aaibuuna taa-ibuuna ‘aabiduuna lirobbinaa haamiduun” (Kami kembali, kami bertaubat, kami beribadat dan kepada Tuhan kami, kami memuji). [HR. Tirmidzi juz 5, hal. 161, hadits hasan shahih]

Doa Keluar Dari Rumah

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم

Doa Keluar Dari Rumah

عَنْ اَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: مَنْ قَالَ يَعْنِى اِذَا خَرَجَ مِنْ بَيْتِهِ: بِسْمِ اللهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللهِ لاَ حَوْلَ وَ لاَ قُوَّةَ اِلاَّ بِاللهِ. يُقَالُ لَهُ: كُفِيْتَ وَ وُقِيْتَ وَ تَنَحَّى عَنْهُ الشَّيْطَانُ. الترمذى و قال هذا حديث حسن صحيح غريب 5: 154
Dari Anas bin Malik, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang berdoa, yakni ketika keluar dari rumahnya : Bismillaahi tawakkaltu ‘alalloohi laa haula wa laa quwwata illaa billaah. (Dengan nama Allah, aku bertawakkal pada Allah, tidak ada daya dan kekuatan kecuali dari Allah). Dikatakan padanya, “Kamu telah tercukupi dan telah terjaga, dan syaithan menjauh darinya”. [HR. Tirmidzi, dan ia berkata : hadits hasan shahih gharib, juz 5, hal. : 154]

Tuesday, July 09, 2013

Doa Makan Dan Minum

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم

Doa makan dan minum

عَنْ عُمَرَ بْنِ اَبِى سَلَمَةَ قَالَ: كُنْتُ فِى حَجْرِ رَسُوْلِ اللهِ ص. وَ كَانَتْ يَدِى تَطِيْشُ فِى الصَّحْفَةِ فَقَالَ لِى: يَا غُلاَمُ، سَمّ اللهَ وَ كُلْ بِيَمِيْنِكَ وَ كُلْ مِمَّا يَلِيْكَ. مسلم 3: 1599
Dari ‘Umar bin Abu Salamah ia berkata : Dahulu aku dalam pemeliharaan Rasulullah SAW, dan pernah aku menjulurkan tangan untuk mengambil hidangan, maka beliau bersabda padaku, “Wahai anak, sebutlah nama Allah, makanlah dengan tangan kananmu, dan makanlah dari yang dekat denganmu”. [HR. Muslim juz 3, hal. 1599]

عَنِ ابْنِ عُمَرَ اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ ص قَالَ: اِذَا اَكَلَ اَحَدُكُمْ فَلْيَأْكُلْ بِيَمِيْنِهِ. فَاِذَا شَرِبَ فَلْيَشْرَبْ بِيَمِيْنِهِ. فَاِنَّ الشَّيْطَانَ يَأْكُلُ بِشِمَالِهِ وَ يَشْرَبُ بِشِمَالِهِ. مسلم 3: 1598
Dari Ibnu ‘Umar bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, “Apabila seseorang diantara kalian makan, maka hendaklah makan dengan tangan kanannya. Dan apabila minum, maka hendaklah minum dengan tangan kanannya. Karena syaithan makan dengan tangan kirinya, dan minum dengan tangan kirinya”. [HR. Muslim juz 3, hal. 1598]

Menjawab Seruan Adzan Dan Doa Setelah Adzan

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم

Menyahut Seruan Adzan

عَنْ عُمَرَ بْنِ اْلخَطَّابِ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: اِذَا قَالَ اْلمُؤَذّنُ: اللهُ اَكْبَرُ اللهُ اَكْبَرُ، فَقَالَ اَحَدُكُمْ: اللهُ اَكْبَرُ اللهُ اَكْبَرُ. ثُمَّ قَالَ: اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلهَ اِلاَّ اللهُ، قَالَ: اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلهَ اِلاَّ اللهُ. ثُمَّ قَالَ: اَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا رَّسُوْلُ اللهِ، قَالَ: اَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا رَّسُوْلُ اللهِ. ثُمَّ قَالَ: حَيَّ عَلَى الصَّلاَةِ، قَالَ: لاَ حَوْلَ وَ لاَ قُوَّةَ اِلاَّ بِاللهِ. ثُمَّ قَالَ: حَيَّ عَلَى اْلفَلاَحِ، قَالَ: لاَ حَوْلَ وَ لاَ قُوَّةَ اِلاَّ بِاللهِ. ثُمَّ قَالَ: اللهُ اَكْبَرُ اللهُ اَكْبَرُ، قَالَ: اللهُ اَكْبَرُ اللهُ اَكْبَرُ. ثُمَّ قَالَ: لاَ اِلهَ اِلاَّ اللهُ، قَالَ: لاَ اِلهَ اِلاَّ اللهُ، مِنْ قَلْبِهِ دَخَلَ اْلجَنَّةَ. مسلم 1: 249
Dari ‘Umar bin Khaththab, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Apabila muadzdzin menyeru Alloohu Akbar Alloohu Akbar, lalu seseorang diantara kalian menyahut Alloohu Akbar Alloohu Akbar. Jila menyeru Asyhadu allaa ilaaha illaallooh, ia menyahut Asyhadu allaa ilaaha illaallooh. Jika menyeru Asyhadu anna Muhammadar Rasuulullooh, ia menyahut Asyhadu anna Muhammadar Rasuulullooh. Jika menyeru Hayya ‘alash-sholaah, ia menyahut Laa haula wa laa quwwata illaa billaah. Jika menyeru Hayya ‘alal falaah, ia menyahut Laa haula wa laa quwwata illaa billaah. Kemudian jika menyeru Alloohu Akbar Alloohu Akbar, ia menyahut Alloohu Akbar Alloohu Akbar. Kemudian jika menyeru Laa ilaaha illallooh, ia menyahut Laa ilaaha illallooh, dari hatinya, maka ia masuk surga. [HR. Muslim, juz I, hal. : 249]

Doa Masuk Dan Keluar Masjid

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم

Doa Masuk Dan Keluar Masjid

عَنْ اَبِى حُمَيْدٍ (اَوْ عَنْ اَبِى اُسَيْدٍ) قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: اِذَا دَخَلَ اَحَدُكُمُ اْلمَسْجِدَ فَلْيَقُلِ: اللّهُمَّ افْتَحْ لِى اَبْوَابَ رَحْمَتِكَ. وَ اِذَا خَرَجَ فَلْيَقُل: اللّهُمَّ اِنّى اَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ. مسلم 1: 494
Dari Abu Humaid (atau dari Abu Usaid), ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Apabila salah seorang diantara kalian masuk ke masjid, hendaklah berdoa Alloohummaftahlii abwaaba rohmatik (Ya Allah, bukakanlah untukku pintu-pintu rahmat-Mu). Dan apabila keluar hendaklah berdoa Alloohumma innii as-aluka min fadllik (Ya Allah, sesungguhnya aku memohon karunia-Mu). [HR. Muslim, juz I, hal. : 494]


سُبْحَانَكَ اللّهُمَّ وَ بِحَمْدِكَ اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلهَ اِلاَّ اَنْتَ اَسْتَغْفِرُكَ وَ اَتُوْبُ اِلَيْكَ

Friday, July 05, 2013

Doa Ketika Bercermin

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم

Al-Akhlaqul Karimah

Doa Bercermin

عَنْ عَلِيّ بْنِ اَبِى طَالِبٍ رض اَنَّ النَّبِيَّ ص كَانَ اِذَا نَظَرَ وَجْهَهُ فِى اْلمِرْآةِ قَالَ: اَلْحَمْدُ ِللهِ، اَللّهُمَّ كَمَا حَسَّنْتَ خَلْقِى فَحَسّنْ خُلُقِى. ابن السنى
Dari ‘Ali bin Abu Thalib RA, bahwasanya Nabi SAW apabila beliau melihat wajahnya di cermin, beliau berdoa, “Al-hamdu lillaah, Aloohumma kamaa hassanta kholqii fa hassin khuluqii” (Segala puji bagi Allah, Ya Allah, sebagaimana Engkau telah memperbagus penciptaanku, maka baguskanlah akhlaqku). [HR. Ibnus Sunni, hal. 62]

Doa Ketika Memakai Dan Melepas Pakaian

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم

Al-Akhlaqul Karimah

Doa Ketika Memakai Pakaian Baru

عَنْ اَبِى سَعِيْدٍ اْلخُدْرِيّ قَالَ: كَانَ رَسُوْلُ اللهِ ص اِذَا اسْتَجَدَّ ثَوْبًا سَمَّاهُ بِاسْمِهِ اِمَّا قَمِيْصًا اَوْ عِمَامَةً ثُمَّ يَقُوْلُ: اللّهُمَّ لَكَ اْلحَمْدُ اَنْتَ كَسَوْتَنِيْهِ اَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِهِ وَ خَيْرِ مَا صُنِعَ لَهُ، وَ اَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرّهِ وَ شَرّ مَا صُنِعَ لَهُ.ابو داود 4: 41
Dari Abu Sa’id Al-Khudriy, ia berkata :Adalah Rasulullah SAW apabila memakai pakaian baru beliau menyebut dengan namanya, baik itu baju gamis atau serban, lalu beliau berdoa Alloohumma lakal-hamdu anta kasautaniihi as-aluka min khoirihi wa khoiri maa shuni’a lahu, wa a’uudzu bika min syarrihi wa syarri maa shuni’a lahu (Ya Allah, bagi-Mu segala puji, Engkau telah memberi pakaian padaku, aku memohon kepada-Mu dari kebaikannya dan kebaikan dengan memakainya, dan aku berlindung kepadamu dari kejahatannya dan kejahatan dengan memakainya)”. [HR. Abu Dawud juz 4, hal. 41]

Doa Masuk Dan Keluar Kakus

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم

Al-Akhlaqul Karimah

Doa Masuk Dan Keluar Kakus / WC



عَنْ اَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رض قَالَ: كَانَ النَّبِيُّ ص اِذَا دَخَلَ اْلخَلاَءَ قَالَ: اَللّهُمَّ اِنّى اَعُوْذُ بِكَ مِنَ اْلخُبُثِ وَ اْلخَبَائِثِ. البخارى 7: 150
Dari Anas bin Malik RA, ia berkata : Adalah Nabi SAW apabila masuk ke kakus, beliau membaca Alloohumma inni a’uudzu bika minal khubutsi, wal khabaaits (Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari syaithan laki-laki dan syaithan perempuan). [HR. Bukhari 7 : 150]

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ: كَانَ رَسُوْلُ اللهِ ص اِذَا خَرَجَ مِنَ اْلغَائِطِ قَالَ: غُفْرَانَكَ. ابن ماجه 1: 110
Dari ‘Aisyah, Ia berkata, “Adalah Rasulullah SAW apabila keluar dari kakus beliau mengucapkan Ghufroonaka (Aku memohon ampunanmu, ya Allah). [HR. Ibnu Majah juz 1, hal. 110]

Bacaan Atau Doa Sesudah Wudlu

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم

Al-Akhlaqul Karimah

Bacaan Sesudah Wudlu

عَنْ عُمَرَ عَنِ النَّبِيّ ص قَالَ : مَا مِنْكُمْ مِنْ اَحَدٍ يَتَوَضَّأُ فَيُبْلِغُ اَوْ فَيُسْبِغُ اْلوَضُوْءَ ثُمَّ يَقُوْلُ: اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلهَ اِلاَّ اللهُ وَ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُ اللهِ وَ رَسُوْلُهُ اِلاَّ فُتِحَتْ لَهُ اَبْوَابُ اْلجَنَّةِ الثَّمَانِيَةُ يَدْخُلُ مِنْ اَيّهَا شَاءَ. مسلم 1: 210
Dari ‘Umar, dari Nabi SAW beliau bersabda, “Tidaklah seseorang diantara kalian berwudlu, dan memperbagus wudlunya, kemudian membaca Asyhadu allaa ilaaha illaalloohu wa anna Muhammadan ‘abdulloohi wa rasuuluh (Aku bersaksi bahwasanya tidak ada Tuhan selain Allah, dan bahwasanya Muhammad adalah hamba Allah dan rasul-Nya), melainkan dibukakan untuknya pintu surga yang delapan, ia boleh masuk dari pintu mana saja yang dikehendaki. [HR.Muslim 1 : 210]

Wednesday, July 03, 2013

Doa Ketika Pagi Dan Waktu Sore Hari

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم

Al-Akhlaqul Karimah

Doa Ketika Pagi Dan Petang Hari

عَنْ شَدَّادِ بْنِ اَوْسٍ عَنِ النَّبِيّ ص قَالَ: سَيّدُ اْلاِسْتِغْفَارِ: اَللّهُمَّ اَنْتَ رَبّى لاَ اِلهَ اِلاَّ اَنْتَ، خَلَقْتَنِى وَ اَنَا عَبْدُكَ وَ اَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَ وَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، اَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ وَ اَبُوْءُ لَكَ بِذَنْبِى فَاغْفِرْلِى، فَاِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ اِلاَّ اَنْتَ. اَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرّ مَا صَنَعْتُ. اِذَا قَالَ حِيْنَ يُمْسِى فَمَاتَ دَخَلَ اْلجَنَّةَ اَوْ كَانَ مِنْ اَهْلِ اْلجَنَّةِ. وَ اِذَا قَالَ حِيْنَ يُصْبِحُ فَمَاتَ مِنْ يَوْمِهِ مِثْلَهُ. البخارى 7: 150
Dari Syaddad bin Aus, dari Nabi SAW, beliau bersabda, “Penghulunya Istighfar adalah Alloohumma anta robbii laa ilaaha illaa anta kholaqtanii wa ana ‘abduka wa ana ‘alaa ‘ahdika wa wa’dika mastatho’tu, abuu-u laka bi ni’matika wa abuu-u laka bi dzanbii faghfirlii, fainnahu laa yaghfirudz dzunuuba illaa anta, a’uudzu bika min syarri maa shona’tu (Ya Allah, Engkau Tuhanku, tidak ada Tuhan selain Engkau, Engkau telah menciptakanku, dan aku adalah hamba-Mu, dan aku tetap pada janji-Mu dan perintah-Mu semaksimalku, aku mengakui ni’mat-Mu dan aku mengakui dosaku maka ampunilah aku, sesungguhnya tidak ada yang dapat mengampuni dosa selain Engkau, aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan perbuatanku). Barangsiapa yang membaca kalimat ini pada waktu sore lalu mati, maka ia masuk surga atau ia termasuk ahli surga. Dan barangsiapa membaca pada waktu pagi, lalu mati pada hari itu, maka iapun seperti itu pula. [HR. Bukhari juz 7, hal. 150, Fathul Baari juz 11, hal. 134]

Doa Akan Tidur Dan Bangun Tidur

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم

Al-Akhlaqul Karimah

Bacaan Akan Tidur Dan Bangun Tidur

عَنْ حُذَيْفَةَ قَالَ: كَانَ النَّبِيُّ ص اِذَا اَوَى اِلَى فِرَاشِهِ قَالَ: اللّهُمَّ بِاسْمِكَ اَحْيَا وَ اَمُوْتُ. وَ اِذَا اَصْبَحَ قَالَ: اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِى اَحْيَانَا بَعْدَ مَا اَمَاتَنَا وَ اِلَيْهِ النُّشُوْرُ. البخارى 8: 169
Dari Hudzaifah, ia berkata : Adalah Nabi SAW apabila beranjak ke tempat tidur beliau berdoa Alloohumma bismika ahyaa wa amuut (Ya Allah, dengan nama-Mu kami hidup dan kami mati). Dan apabila bangun pagi beliau berdoa Alhamdu lillaahil-ladzii ahyaanaa ba’da maa amaatanaa wa ilaihin-nusyuur (Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah mematikan kami, dan kepada-Nya kami kembali). [HR. Bukhari juz 8, hal. 169]

Sunday, June 16, 2013

Doa Ketika Mendengar Petir


بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم

Al-Akhlaqul Karimah

Doa Mendengar Suara Petir Dan Halilintar

عَنْ سَالِمِ بْنِ عَبْدِ اللهِ بْنِ عُمَرَ عَنْ اَبِيْهِ اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ ص كَانَ اِذَا سَمِعَ صَوْتَ الرَّعْدِ وَ الصَّوَاعِقِ قَالَ: اللّهُمَّ لاَ تَقْتُلْنَا بِغَضَبِكَ وَ لاَ تُهْلِكْنَا بِعَذَابِكَ وَ عَافِنَا قَبْلَ ذلِكَ. الترمذى، ابواب الدعوات، نمرة:3514
Dari Salim bin ‘Abdillah bin ‘Umar dari bapaknya bahwasanya Rasulullah SAW apabila mendengar suara petir dan halilintar, beliau berdoa Alloohumma laa taqtulnaa bighodlobika wa laa tuhliknaa bi’adzaabika wa ‘aafinaa qobla dzaalika. (Ya Allah, janganlah Engkau bunuh kami dengan kemurkaan-Mu dan janganlah Engkau binasakan kami dengan siksa-Mu, dan selamatkanlah kami sebelum itu). [HR. Tirmidzi, bab Doa-doa no. 3514]


سُبْحَانَكَ اللّهُمَّ وَ بِحَمْدِكَ اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلهَ اِلاَّ اَنْتَ اَسْتَغْفِرُكَ وَ اَتُوْبُ اِلَيْكَ

Doa Ketika Terjadi Angin Kencang


بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم

Al-Akhlaqul Karimah

Doa Ketika Terjadi Angin Kencang

عَنْ عَائِشَةَ رض قَالَتْ كَانَ النَّبِيُّ ص اِذَا رَاَى الرّيْحَ قَالَ: اللّهُمَّ اِنّى اَسْاَلُكَ مِنْ خَيْرِهَا وَ خَيْرِ مَا فِيْهَا وَ خَيْرِ مَا اُرْسِلَتْ بِهِ وَ اَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرّهَا وَ شَرّ مَا فِيْهَا وَ شَرّ مَا اُرْسِلَتْ بِهِ. الترمذى، و هذا حديث حسن ابواب الدعوات، نمرة:3513
Dari ‘Aisyah RA, ia berkata : Adalah Nabi SAW apabila melihat angin kencang beliau berdoa, “Alloohumma innii as-aluka min khoirihaa wa khoiri maa fiihaa, wa khoiri maa ursilat bihi. Wa a’uudzu bika min syarrihaa wa syarri maa fiihaa wa syarri maa ursilat bihi (Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu dari kebaikannya dan kebaikan apa yang ada padanya dan kebaikan apasaja yang dibawanya. Dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukannya, dan dari keburukan apa yang ada padanya dan dari keburukan apasaja yang dibawanya). [HR. Tirmidzi, dan ini hadits hasan dalam bab Doa-doa no. 3513]


سُبْحَانَكَ اللّهُمَّ وَ بِحَمْدِكَ اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلهَ اِلاَّ اَنْتَ اَسْتَغْفِرُكَ وَ اَتُوْبُ اِلَيْكَ

Doa Masuk Pasar


بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم

Al-Akhlaqul Karimah

Doa Masuk Pasar

عَنْ عُمَرَ بْنِ اْلخَطَّابِ رض اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ ص قَالَ: مَنْ دَخَلَ السُّوْقَ فَقَالَ: لاَ اِلهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ اْلمُلْكُ وَ لَهُ اْلحَمْدُ يُحْيِى وَ يُمِيْتُ وَ هُوَ حَيٌّ لاَ يَمُوْتُ، بِيَدِهِ اْلخَيْرُ وَ هُوَ عَلَى كُلّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ. كَتَبَ اللهُ لَهُ اَلْفَ اَلْفِ حَسَنَةٍ وَ مَحَا عَنْهُ اَلْفَ اَلْفِ سَيّئَةٍ وَ رَفَعَ لَهُ اَلْفَ اَلْفِ دَرَجَةٍ. الترمذى 5:155، نمرة:3488

Friday, June 14, 2013

Doa Bangkit Dari Majelis


بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم

Al-Akhlaqul Karimah

Doa Bangkit Dari Majlis

عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ رض قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: مَنْ جَلَسَ فِى مَجْلِسٍ فَكَثُرَ فِيْهِ لَغَطُهُ فَقَالَ قَبْلَ اَنْ يَقُوْمَ مِنْ مَجْلِسِهِ ذلِكَ: سُبْحَانَكَ اللّهُمَّ وَ بِحَمْدِكَ اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلهَ اِلاَّ اَنْتَ اَسْتَغْفِرُكَ وَ اَتُوْبُ اِلَيْكَ، اِلاَّ غُفِرَ لَهُ مَا كَانَ فِى مَجْلِسِهِ ذلِكَ. الترمذى حديث حسن صحيح 5:156 نمرة:3494
Dari Abu Hurairah RA, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa duduk di suatu majlis dan banyak gaduh padanya, lalu sebelum bangkit dari majlisnya ia membaca Subhaanakalloohumma wa bi hamdika asyhadu allaa ilaaha illaa anta astaghfiruka wa atuubu ilaik (Maha Suci Engkau ya Allah dan dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Engkau, aku mohon ampun kepada-Mu dan aku bertaubat kepada-Mu), niscaya diampuni baginya apa yang telah terjadi di majlisnya itu. [HR. Tirmidzi, hadits hasan shahih juz 5, hal. 156, no. 3494]


سُبْحَانَكَ اللّهُمَّ وَ بِحَمْدِكَ اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلهَ اِلاَّ اَنْتَ اَسْتَغْفِرُكَ وَ اَتُوْبُ اِلَيْكَ

Mendoakan Orang Yang Bersin


بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم

Al-Akhlaqul Karimah 

Mendoakan Orang Yang Bersin


عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ رض عَنِ النَّبِيّ ص قَالَ: اِذَا عَطَسَ اَحَدُكُمْ فَلْيَقُلْ: اَلْحَمْدُ ِللهِ. وَ لْيَقُلْ لَهُ اَخُوْهُ اَوْ صَاحِبُهُ: يَرْحَمُكَ اللهُ. فَاِذَا قَالَ لَهُ يَرْحَمُكَ اللهُ، فَلْيَقُلْ: يَهْدِيْكُمُ اللهُ وَ يُصْلِحُ بَالَكُمْ. البخارى 7:125
Dari Abu Hurairah RA, dari Nabi SAW, beliau bersabda, “Jika salah seorang diantara kamu bersin hendaklah membaca alhamdulillah (segala puji bagi Allah), dan hendaklah saudaranya atau temannya mendoakannya yarhamukallooh (semoga Allah merahmatimu). Apabila kawannya itu menyambutnya dengan yarhamukallooh, hendaklah ia balas dengan yahdiikumulloohu wa yushlihu baalakum (semoga Allah menunjukimu dan memperbaiki keadaanmu). [HR. Bukhari juz 7 hal. 125]


سُبْحَانَكَ اللّهُمَّ وَ بِحَمْدِكَ اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلهَ اِلاَّ اَنْتَ اَسْتَغْفِرُكَ وَ اَتُوْبُ اِلَيْكَ

Doa Ketika Khawatir Terhadap Suatu Kaum


بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم

Al-Akhlaqul Karimah

Doa Ketika Khawatir Terhadap Suatu Kaum

عَنْ اَبِى بُرْدَةَ بْنِ عَبْدِ اللهِ اَنَّ اَبَاهُ حَدَّثَهُ اَنَّ النَّبِيَّ ص كَانَ اِذَا خَافَ قَوْمًا قَالَ: اللّهُمَّ اِنَّا نَجْعَلُكَ فِى نُحُوْرِهِمْ وَ نَعُوْذُ بِكَ مِنْ شُرُوْرِهِمْ. ابو داود فى كتاب الصلاة باب ما يقول اذا خاف قوما
Dari Abu Burdah bin ‘Abdullah, bahwa bapaknya menceritakan kepadanya, bahwasanya Nabi SAW apabila khawatir terhadap suatu kaum, beliau berdoa Alloohumma innaa naj’aluka fii nuhuurihim wa na’uudzu bika min syuruurihim (Ya Allah, sesungguhnya kami jadikan Engkau perisai terhadap mereka dan kami berlindung kepada-Mu dari kejahatan mereka). [HR. Abu Dawud, di dalam kitab Shalat, bab apa yang dibaca ketika takut pada suatu qaum]



سُبْحَانَكَ اللّهُمَّ وَ بِحَمْدِكَ اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلهَ اِلاَّ اَنْتَ اَسْتَغْفِرُكَ وَ اَتُوْبُ اِلَيْكَ

Tuesday, June 11, 2013

Doa Ketika Sedang Marah


بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم

Al-Akhlaqul Karimah

Doa Ketika Sedang Marah

عَنْ سُلَيْمَانَ بْنِ صُرَدٍ قَالَ: اسْتَبَّ رَجُلاَنِ عِنْدَ النَّبِيّ ص فَجَعَلَ اَحَدُهُمَا يَغْضَبُ وَ يَحْمَرُّ وَجْهُهُ. فَنَظَرَ اِلَيْهِ النَّبِيُّ ص فقَالَ: اِنّى َلاَعْلَمُ كَلِمَةً لَوْ قَالَهَا لَذَهَبَ ذَا عَنْهُ: اَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. فَقَامَ اِلَى الرَّجُلِ رَجُلٌ مِمَّنْ سَمِعَ النَّبِيَّ ص فَقَالَ: أَ تَدْرِى مَا قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص آنِفًا؟ قال: اِنّى َلاَعْلَمُ كَلِمَةً لَوْ قَالَهَا لَذَهَبَ ذَا عَنْهُ: اَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. فَقَالَ لَهُ الرَّجُلُ: أَ مَجْنُوْنًا تَرَانِى؟. مسلم كتاب البر و الصلة و لادب، باب فضل من يملك نفسه عند الغضب
Dari Sulaiman bin Shurad ia berkata : Ada dua orang laki-laki yang saling mencaci di dekat Nabi SAW. Lalu salah seorang dari keduanya marah hingga memerah wajahnya. Lalu Nabi SAW melihat kepadanya dan beliau bersabda, “Sesungguhnya aku mengetahui suatu kalimat yang apabila dia mengucapkannya pasti hilanglah (kemarahan) yang ada padanya, yaitu A’uudzu billaahi minasy-syaithoonir rojiim (Aku berlindung kepada Allah dari godaan syaithan yang terkutuk).

Doa Mohon Perlindungan Dari Ilmu Yang Tidak Bermanfaat, Hati Yang Tidak Khusyu


بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم

Al-Akhlaqul Karimah

Doa Perlindungan Dari Ilmu Yang Tidak Bermanfaat, Hati Yang Tidak Khusyu’

عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ رض قَالَ: كَانَ رَسُوْلُ اللهِ ص يَقُوْلُ: اللّهُمَّ اِنّى اَعُوْذُ بِكَ مِنَ اْلاَرْبَعِ: مِنْ عِلْمٍ لاَ يَنْفَعُ وَ مِنْ قَلْبٍ لاَ يَخْشَعُ وَ مِنْ نَفْسٍ لاَ تَشْبَعُ وَ مِنْ دُعَاءٍ لاَ يُسْمَعُ. ابو داود، فى كتاب الصلاة، باب الاستعاذة
Dari Abu Hurairah RA, ia berkata : Adalah Rasulullah SAW bersabda, “Alloohumma innii a’uudzu bika minal arba’. Min ‘ilmin laa yanfa’u wa min qolbin laa yakhsya’u wa min nafsin laa tasyba’u wa min du’aa-in laa yusma’u. (Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepadamu dari empat perkara. Dari ilmu yang tidak bermanfaat, dari hati yang tidak khusyu’ dari jiwa yang tidak pernah kenyang dan dari doa yang tidak dikabulkan)”. [HR. Abu Dawud, di dalam kitab Shalat, bab Isti’adzah]

Doa Mohon Ketetapan Hati


بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم

Al-Akhlaqul Karimah

Doa Ketetapan Hati

رَبَّنَا لاَ تُزِغْ قُلُوْبَنَا بَعْدَ اِذْ هَدَيْتَنَا وَ هَبْ لَنَا مِنْ لَّدُنْكَ رَحْمَةً، اِنَّكَ اَنْتَ اْلوَهَّابُ. ال عمران:8
Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau, sesungguhnya Engkau lah Maha Pemberi (karunia). [QS. Ali Imran : 8]

عَنْ اَنَسٍ قَالَ: كَانَ رَسُوْلُ اللهِ ص يُكْثِرُ اَنْ يَقُوْلَ: يَا مُقَلّبَ اْلقُلُوْبِ ثَبّتْ قَلْبِى عَلى دِيْنِكَ. فَقُلْتُ: يَا نَبِي اللهِ، آمَنَّا بِكَ وَ بِمَا جِئْتَ بِهِ فَهَلْ تَخَافُ عَلَيْنَا؟ قَالَ: نَعَمْ. اِنَّ اْلقُلُوْبَ بَيْنَ اُصْبُعَيْنِ مِنْ اَصَابِعِ اللهِ يُقَلّبُهَا كَيْفَ شَاءَ. الترمذى، فى كتاب القدر:7 باب ما جاء ان القلوب بين اصبعي الرحمن

Saturday, June 08, 2013

Doa Mohon Perlindungan Dari Dicabutnya Nikmat Allah


بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم

Al-Akhlaqul Karimah


Doa mohon perlindungan dari dicabutnya nikmat Allah
Allahu
Doa Perlindungan Dari Dicabutnya Nikmat Allah

عَنِ ابْنِ عُمَرَ رض قَالَ: كَانَ مِنْ دُعَاءِ رَسُوْلِ اللهِ ص: اَللّهُمَّ اِنّى اَعُوْذُ بِكَ مِنْ زَوَالِ نِعْمَتِكَ وَ تَحْوِيْلِ عَافِيَتِكَ وَ فُجَاءَةِ نِقْمَتِكَ وَ جَمِيْعِ سَخَطِكَ. ابو داود 2:91، نمرة:1545
Dari Ibnu ‘Umar RA, ia berkata, “Adalah diantara doanya Rasulullah SAW yaitu Alloohumma innii a’uudzu bika min zawaali ni’matika wa tahwiili ‘aafiyatika wa fujaa-ati niqmatika wa jamii’i sakhotika

Doa Ketika Susah


بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم

Al-Akhlaqul Karimah

Doa Ketika Kesusahan

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ اَنَّ نَبِيَّ اللهِ ص كَانَ يَقُوْلُ عِنْدَ اْلكَرْبِ: لاَ اِلهَ اِلاَّ اللهُ اْلعَظِيْمُ اْلحَلِيْمُ. لاَ اِلهَ اِلاَّ اللهُ رَبُّ اْلعَرْشِ اْلعَظِيْمُ. لاَ اِلهَ اِلاَّ اللهُ رَبُّ اْلسَمَاوَاتِ وَ رُبُّ اْلاَرْضِ وَ رُبُّ اْلعَرْشِ اْلكَرِيْمُ. مسلم
Dari Ibnu ‘Abbas bahwasanya Nabi SAW setiap kali sedang susah selalu berdoa, “ (Tidak ada Tuhan selain Allah Yang Maha Agung lagi Maha Penyantun. Tidak ada Tuhan selain Allh, Tuhannya ‘Arsy yang Agung. Dia tidak ada Tuhan selain Allah, Tuhannya segenap langit, Tuhannya bumi, dan Tuhannya ‘Arsy nan Mulia”. [HR. Muslim]

عَنْ سَعْدِ بْنِ اَبِى وَقَّاصٍ رض قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: دَعْوَةُ ذِى النُّوْنِ (نَبِيّ اللهِ يُوْنُسَ بْنِ مَتَى) اِذْ دَعَاهُ وَ هُوَ فِى بَطْنِ اْلحُوْتِ: لاَ اِلهَ اِلاَّ اَنْتَ سُبْحَانَكَ اِنّى كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِيْنَ. فَاِنَّهُ لَمْ يَدْعُ بِهَا رَجُلٌ مُسْلِمٌ فِى شَيْءٍ قَطُّ اِلاَّ اسْتَجَابَ اللهُ لَهُ. الترمذى و اللفظ له و النسائى و الحاكم و قال: صحيح الاسناد 

Doa Mohon Tetap Bersyukur Kepada Allah


بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم

Al-Akhlaqul Karimah

Mohon tetap bersyukur kepada Allah
Doa Mohon Tetap Bersyukur Kepada Allah
Alhamdulillah

عَنْ مُعَاذِ بْنِ جَبَلٍ رض اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ ص اَخَذَ بِيَدِهِ وَ قَالَ: يَا مُعَاذُ، وَ اللهِ اِنّى َلاُحِبُّكَ. فَقَالَ: اُوْصِيْكَ يَا مُعَاذُ، لاَ تَدَعَنَّ فِى دُبُرِ كُلّ صَلاَةٍ تَقُوْلُ: اَللّهُمَّ اَعِنّى عَلَى ذِكْرِكَ وَ شُكْرِكَ وَ حُسْنِ عِبَادَتِكَ. ابو داود 2:86، نمرة:1522 
Dari Mu’adz bin Jabal RA, bahwasanya Rasulullah SAW pernah memegang tangannya sambil berkata, “Ya Mu’adz, demi Allah aku senang padamu”, lalu beliau bersabda,

Keutamaan Bacaan Istighfar


بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم

Fadlilah Dzikir Istighfar
keutamaan bacaan istighfar
Istighfar

Firman Allah SWT :

وَ اسْتَغْفِرِ اللهَ، اِنَّ اللهَ كَانَ غَفُوْرًا رَّحِيْمًا. النساء:106
dan mohonlah ampun kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. [QS. An-Nisaa’ : 106]

وَ مَنْ يَّعْمَلْ سُوْءًا اَوْ يَظْلِمْ نَفْسَه ثُمَّ يَسْتَغْفِرِ اللهَ يَجِدِ اللهَ غَفُوْرًا رَّحِيْمًا. النساء:110
Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian ia mohon ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. [QS. An-Nisaa’ : 110]

Wednesday, June 05, 2013

Dzikir Sesudah Shalat

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم

Dzikir Ba'da shalat
Dzikir sesudah shalat, bacaan dzikir sesudah sholat
Allahu swt

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ: كَانَ النَّبِيُّ ص اِذَا سَلَّمَ لَمْ يَقْعُدْ اِلاَّ مِقْدَارَ مَا يَقُوْلُ: اَللّهُمَّ اَنْتَ السَّلاَمُ وَ مِنْكَ السَّلاَمُ تَبَارَكْتَ ذَا اْلجَلاَلِ وَ اْلاِكْرَامِ. و فى رواية ابن نمير: يَا ذَا اْلجَلاَلِ وَ اْلاِكْرَامِ. مسلم
Dari ‘Aisyah, dia berkata, “Dahulu Nabi SAW apabila selesai salam, beliau tidak duduk kecuali sekedar membaca Alloohumma antas salaam, wa minkas salaam, tabaarokta dzal jalaali wal ikroom. Dan dalam riwayat Ibnu Numair Yaa dzal jalaali wal ikroom. [HR. Muslim]

Doa Mohon Perlindungan Dari Lemah Dan Malas


بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم

Al-Akhlaqul Karimah

Mohon Perlindungan Dari Lemah Dan Malas

عَنْ اَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ: كَانَ رَسُوْلُ اللهِ ص يَقُوْلُ: اَللّهُمَّ اِنّى اَعُوْذُ بِكَ مِنَ اْلعَجْزِ وَ اْلكَسَلِ وَ اْلجُبْنِ وَ اْلهَرَمِ وَ اْلبُخْلِ، وَ اَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ اْلقَبْرِ وَ مِنْ فِتْنَةِ اْلمَحْيَا وَ اْلمَمَاتِ. مسلم
Dari Anas bin Malik, ia berkata : Rasulullah SAW biasa berdia, “Alloohumma innii a’uudzu bika minal ‘ajzi, wal kasali, wal jubni, wal haromi, wal bukhli, wa a’uudzu bika min ‘adzaabil qobri wa min fitnatil mahyaa wal mamaat. (Ya Allah, aku berlindung kepadamu dari kelemahan, kemalasan, sifat pengecut, menyia-nyiakan usia dan dari sifat kikir. Aku juga berlindung kepada-Mu dari siksa qubur dan dari fitnah kehidupan serta kematian)”. [HR. Muslim]

Mohon Perlindungan Dari Berbagai Fitnah

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم

Al-Akhlaqul Karimah

Mohon Perlindungan Dari Berbagai Fitnah

عَنْ عَائِشَةَ اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ ص كَانَ يَدْعُوْ بِهؤُلاَءِ الدَّعَوَاتِ: اَللّهُمَّ فَاِنّى اَعُوْذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ النَّارِ وَ عَذَابَ النَّارِ وَ فِتْنَةِ اْلقَبْرِ وَ عَذَابَ اْلقَبْرِ وَ مِنْ شَرّ فِتْنَةِ اْلغِنَى وَ مِنْ شَرّ فِتْنَةِ اْلفَقْرِ. وَ اَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرّ فِتْنَةِ اْلمَسِيْحِ الدَّجَّالِ. اَللّهُمَّ اغْسِلْ خَطَايَايَ بِمَاءِ الثَّلْجِ وَ اْلبَرَدِ. وَ نَقّ قَلْبِى مِنَ اْلخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ اْلاَبْيَضَ مِنَ الدَّنَسِ. وَ بَاعِدْ بَيْنِى وَ بَيْنَ خَطَايَايَ كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ اْلمَشْرِقِ وَ اْلمَغْرِبِ. اَللّهُمَّ فَاِنّى اَعُوْذُ بِكَ مِنَ اْلكَسَلِ وَ اْلهَرَمِ وَ اْلمَأْثَمِ وَ اْلمَغْرَمِ. مسلم
Dari ‘Aisyah, bahwasanya Rasulullah SAW biasa berdoa dengan kalimat-kalimat berikut ini, “ (Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari fitnah neraka dan siksanya, dari fitnah qubur dan siksanya, dari kejahatan fitnah kaya dan dari kejahatan fitnah miskin. Aku juga berlindung kepada-Mu dari fitnah Al-Masih Ad-Dajjal. Ya Allah, basuhlah dosa-dosaku dengan air salju yang dingin, bersihkanlah hatiku dari segala dosa, seperti Engkau bersihkan baju yang sudah putih dari kotoran. Jauhkanlah antara aku dan antara dosa-dosaku, seperti Engkau jauhkan antara timur dan barat. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari malas dan menyia-nyiakan usia, dari dosa dan lilitan hutang”. [HR. Muslim]

سُبْحَانَكَ اللّهُمَّ وَ بِحَمْدِكَ اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلهَ اِلاَّ اَنْتَ اَسْتَغْفِرُكَ وَ اَتُوْبُ اِلَيْكَ

Sunday, June 02, 2013

Doa Mohon Kebaikan Amal Dan Petunjuk

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم

Al-Akhlaqul Karimah

Mohon kebaikan amal dan petunjuk

عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ: كَانَ رَسُوْلُ اللهِ ص يَقُوْلُ: اَللّهُمَّ اَصْلِحْ لِى دِيْنِى الَّذِى هُوَ عِصْمَةُ اَمْرِى، وَ اَصْلِحْ لِى دُنْيَايَ الَّتِى فِيْهَا مَعَاشِى، وَ اَصْلِحْ لِى آخِرَتِى الَّتِى فِيْهَا مَعَادِى، وَ اجْعَلِ اْلحَيَاةَ زِيَادَةً لِى فِى كُلّ خَيْرٍ وَ اجْعَلِ اْلمَوْتَ رَاحَةً لِى مِنْ كُلّ شَرّ. مسلم 4:2087 
Dari Abu Hurairah, ia berkata : Adalah Rasulullah SAW berdoa, “Alloohumma ashlih lii diinil-ladzii huwa ‘ishmatu amrii, wa ashlih lii dunyaayal-latii fiihaa ma’aasyii, wa ashlih lii aakhirotiil-latii fiihaa ma’aadii, waj’alil hayaata ziyaadatan lii fii kulli khoirin, waj’alil mauta roohatan lii min kulli syarrin. (Ya Allah, baguskanlah agamaku untukku yang menjadi penjaga segala urusanku, baguskanlah duniaku untukku yang padanya kehidupanku, dan baguskanlah akhiratku yang menjadi tempat kembaliku. Jadikanlah hidup sebagai penambah segala kebaikan untukku, dan jadikanlah mati sebagai istirahat bagiku dari segala kejahatan)”. [HR. Muslim juz 4 : 2087] 

Doa Mohon Perlindungan Dari Keburukan Amal

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم

Al-Akhlaqul Karimah

Mohon Perlindungan Dari Keburukan Amal

عَنْ فَرْوَةَ بْنِ نَوْفَلٍ اْلاَشْجَعِيّ قَالَ: سَأَلْتُ عَائِشَةَ عَمَّا كَانَ رَسُوْلُ اللهِ ص يَدْعُوْ بِهِ اللهَ. قَالَتْ: كَانَ يَقُوْلُ: اَللّهُمَّ اِنّيْ اَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرّ مَا عَمِلْتُ وَ مِنْ شَرّ مَا لَمْ اَعْمَلْ. مسلم
Dari Farwah bin Naufal Al-Asyja’iy, ia berkata : Aku pernah bertanya kepada ‘Aisyah tentang doa yang biasa digunakan oleh Rasulullah SAW dalam memohon kepada Allah. ‘Aisyah menjawab, “Beliau biasa berdoa Alloohumma innii a’uudzu bika min syarri maa ‘amiltu wa min syarri maa lam a’mal (Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari keburukan apasaja yang aku kerjakan dan dari keburukan apasaja yang tidak aku kerjakan)”. [HR. Muslim]

Doa Mohon Kebaikan Dunia Akherat

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم

Al-Akhlaqul Karimah

Doa Mohon Kebaikan Dunia Akherat

عَنْ عَبْدِ اْلعَزِيْزِ (وَ هُوَ ابْنُ صُهَيْبٍ) قَالَ: سَأَلَ قَتَادَةُ اَنَسًا: أَيُّ دَعْوَةٍ كَانَ يَدْعُوْ بِهَا النَّبِيُّ ص اَكْثَرَ؟ قَالَ: كَانَ اَكْثَرُ دَعْوَةٍ يَدْعُوْ بِهَا يَقُوْلُ: اَللّهُمَّ آتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَ فِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَ قِنَا عَذَابَ النَّارِ. قَالَ: وَ كَانَ اَنَسٌ اِذَا اَرَادَ اَنْ يَدْعُوَ بِدَعْوَةٍ دَعَا بِهَا، فَاِذَا اَرَادَ اَنْ يَدْعُوَ بِدُعَاءٍ دَعَا بِهَا فِيْهِ. مسلم
Dari ‘Abdul ‘Aziz alias Ibnu Shuhaib, ia berkata : Qatadah bertanya kepada Anas, “Doa apakah yang sering dipanjatkan oleh Nabi SAW?”. Anas menjawab, “Doa yang sering dipanjatkan oleh Nabi SAW adalah Alloohumma aatinaa fid-dunyaa hasanah, wa fil-aakhiroti hasanah, wa qinaa ‘adzaaban-naar. (Ya Allah, berilah kami kebaikan dunia dan kebaikan di akhirat, dan jagalah kami dari siksa neraka)”. Dan adalah setiap hendak berdoa, Anas selalu memulai dengan doa itu. Maka apabila ia hendak berdoa tentu doa itu tidak ketinggalan. [HR. Muslim]