Posts

Showing posts from 2013

Sebab - Sebab Timbulnya Perbedaan Pendapat Para Imam Mujtahidin

 بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم
Perbedaan Pendapat Para Imam Mujtahidin
Timbulnya perselisihan pendapat masalah furu' diantara para imam madzhab disebabkan :

Adakalanya seorang Imam tidak mendapatkan sesuatu hadits tentang sesuatu masalah, maka beliau menggunakan qiyas atau pikiran, sedang hadits itu didapatkan oleh Imam yang lain. Adakalanya seorang Imam mengeluarkan fahamnya dari suatu hadits atau riwayat yang dianggapnya shahih, padahal bagi yang lain hadits tersebut dianggap tidak shahih. Ada juga para Imam itu tidak mendapatkan sesuatu hadits untuk sesuatu masalah, sehingga masing-masing mempergunakan qiyas atau pikiran pada saat itu, sedang di belakang beliau (sesudah zaman beliau) orang mendapatkan hadits itu. Begitu pula karena pikiran beliau dalam menimbang berlainan, maka keputusannya pun juga berbeda.

Riya' Atau Pamer Dalam Beramal

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم
Al-Akhlaqul Karimah

Pamer Dalam Beramal
Firman Allah SWT :
يـاَيــُّهَا الَّذِيْنَ امَنُوْا لاَ تُـبْطِلُوْا صَدَقَاتِكُمْ بِاْلمَنِّ وَاْلاَذى كَالَّذِيْ يُنْفِقُ مَا لَه رِئَآءَ النَّاسِ وَلاَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَاْليَوْمِ اْلاخِرِ، فَمَثَلُه كَـمَثَلِ صَفْوَانٍ عَلَـيْهِ تُرَابٌ فَاَصَابَه وَابِلٌ فَتَرَكَه صَلْدًا، لاَ يَـقْدِرُوْنَ عَلى شَيْئٍ مِمَّا كَسَبُوْا، وَ اللهُ لاَ يَـهْدِى اْلـقَوْمَ اْلكـفِرِيـْنَ. البقرة:264 Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya' kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian. Maka perumpamaan orang itu seperti batu licin yang di atasnya ada tanah, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, lalu menjadilah dia bersih (tidak bertanah). Mereka tidak menguasai sesuatupun dari apa yang mereka usahakan; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada o…

Pesan - Pesan Imam Madzhab Kepada Umat Islam

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم
Taat Kepada Allah Swt Dan Rosulullah Saw

Pesan Para Imam Madzhab
Pesan Imam Abu HanifahPesan Imam Malik Pesan Imam Syafi'i Pesan Imam Ahmad bin Hanbal  1. Pesan Imam Abu Hanifah

Ia berkata sebagai bverikut :

اُتــْرُكُوْا قَوْلــِى لِقَوْلِ اللهِ وَ رَسُوْلــِهِ وَ الصَّحَابَةِ. Tinggalkanlah perkataan (pendapatku) yang berlawanan dengan firman Allah dan Sabda Rasul-Nya dan perkataan shahabat.
لاَ يَحِلُّ ِلاَحَدٍ اَنْ يَقُوْلَ بِقَوْلـــِنَا حَتَّى يَعْلَمَ مِنْ اَيــْنَ قُلْنَاهُ. Tidak halal bagi seseorang yang berkata dengan perkataan kami hingga mengetahui dari mana kami mengatakannya.

Sejarah Madzhab Secara Singkat

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم
Wajib Taat Kepada Allah dan Rasul-Nya 
Sejarah Madzhab
Pada umumnya kita mengetahui dasar hukum islam yaitu Al Quran, Hadits, Ijma' dan Qiyas. Pada post sebelumnya membahas tentang dasar-dasar hukum dalam Islam, setelah mengetahui semua dasar hukum islam selanjutnya kita berkewajiban mengamalkan hukum tersebut secara semaksimal mungkin. Dan kali ini kami akan membahas secara singkat tentang sejarah Madzhab islam.
Madzhab مَذْهَبٌ artinya perjalanan, pendapat, pendirian, faham, pegangan, aliran atau yang semakna dengan itu.
Madzhab banyak jumlahnya, namun yang terkenal ada empat, yaitu :
Madzhab Hanafi Madzhab Maliki Madzhab Syafi'i Madzhab Hanbali

Beramal Dengan Ikhlas

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم
Ikhlas Dalam Beramal

Firman Allah SWT :
قُلْ اِنّيْۤ اُمِرْتُ اَنْ اَعْبُدَ اللهَ مُخْلِصًا لَّهُ الدّيْنَ. وَ اُمِرْتُ ِلاَنْ اَكُوْنَ اَوَّلَ الْمُسْلِمِيْنَ. الزمر: 11-12 Katakanlah, "Sesungguhnya aku diperintahkan supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama. Dan aku diperintahkan supaya menjadi orang yang pertama-tama berserah diri". [QS. Az-Zumar : 11-12]
وَ مَآ اُمِرُوْآ اِلاَّ لِيَعْبُدُوا اللهَ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدّيْنَ حُنَفَآءَ وَ يُقِيْمُوْا الصَّلوٰةَ وَ يُؤْتُوا الزَّكوٰةَ وَ ذٰلِكَ دِيْنُ الْقَيّمَةِ. البينة: 5 Padahal mereka tidak disuruh melainkan supaya mereka menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus. [QS. Al-Bayyinah : 5]

Dasar Hukum Islam Yang Keempat Al Qiyas

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم
Al Qiyas Dasar Hukum Islam Keempat Dalam Islam
Pengertian Al Qiyas mempunyai pengertian ada 2 yaitu berdasarkan bahasa dan berdasarkan definisi
1. Qiyas Menurut Lughat atau Bahasa, kata Qiyas itu asalnya dari :
قَاسَ - يَـقِـيْسُ قَيْسًا وَ قِيَاسًا.   Mengukur atau ukuran
Jadi kata "qiyas" itu artinya "ukuran", "sukatan", "timbangan" dan lainnya lagi yang searti dengan itu. Misalnya dikatakan :
قَاسَ الشَّيْءَ بِغَيْرِهِ اَوْ عَلَى غَيْرِهِ. Ia telah mengukur sesuatu dengan lainnya atau atas lainnya.

Dasar Hukum Islam Yang Ketiga Al Ijma

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم
Al Ijma' Dasar Hukum Ketiga Dalam Islam
Pengertian Ijma'
Ijma' menurut bahasa, artinya : sepakat, setuju atau sependapat, sedang menurut istilah, ialah :
اِتِّـفَاقُ مُجْتَهِدِى اُمَّةِ مُحَمَّدٍ ص بَعْدَ وَفَاتِهِ فِى عَصْرٍ مِنَ اْلأَعْصَارِ عَلَى أَمْرٍ مِنَ اْلأُمُوْرِ. Kebulatan pendapat semua ahli ijtihad ummat Muhammad, sesudah wafatnya pada suatu masa, tentang suatu perkara (hukum).
Dari Segi Masanya, maka Ijma' dapat dibagi menjadi dua : Zaman Khalifah yang empatZaman sesudahnya.

Bacaan Niat Umrah, Haji Dan Talbiyah

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم Bacaan Niat Umrah dan Haji

عَنْ اَنَسٍ قَالَ: سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ ص اَهَلَّ بِهِمَا جَمِيْعًا. لَبَّيْكَ عُمْرَةً وَ حَجًّا. لَبَّيْكَ عُمْرَةً وَ حَجًّا. مسلم 915 Dari Anas, ia berkata : Saya mendengar Rasulullah SAW berihram dengan niat, umrah dan haji. “Labbaika umratan wa hajjan” (Aku penuhi panggilan-Mu untuk umrah dan haji)”. [HR. Muslim juz 2, hal. 915]

عَنْ اَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ: سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ ص يُلَبّيْ بِاْلحَجّ وَ اْلعُمْرَةِ جَمِيْعاً. يَقُوْلُ: لَبَّيْكَ عُمْرَةً وَ حَجَّاً، لَبَّيْكَ عُمْرَةً وَ حَجًّا. ابو داود 2: 157، رقم: 1795 Dari Anas bin Malik, ia berkata : Aku mendengar Rasulullah SAW ihram untuk haji dan umrah bersama. Beliau membaca, “Labbaika ‘umrotan wa hajjan, Labbaika ‘umrotan wa hajjan” (Aku penuhi panggilan-Mu untuk umrah dan haji. Aku penuhi panggilan-Mu untuk umrah dan haji). [HR. Abu Dawud juz 2, hal. 157, no. 1795].

Cara Pelaksanaan Ibadah Haji

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم
Macam-macam Cara Ibadah Haji

Didalam melaksanakan ibadah haji ada 3 cara yang bisa kita lakukan yaitu terdiri dari : Haji Tamattu’ ialah ibadah haji yang cara pelaksanaannya dengan melakukan umrah lebih dahulu kemudian baru haji.Haji Ifrad ialah ibadah haji yang cara pelaksanaannya dengan melakukan haji lebih dahulu kemudian baru umrah.Haji Qiran ialah ibadah haji yang cara pelaksanaannya dengan melakukan haji dan umrah bersama-sama.

Keutamaan Haji Dan Shalat Di Masjidil Haram

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم Keutamaan Haji

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رض قَالَ: قَالَ النَّبِيُّ ص: مَنْ حَجَّ هذَا اْلبَيْتَ فَلَمْ يَرْفُثْ وَ لَمْ يَفْسُقْ رَجَعَ كَيَوْمِ وَلَدَتْهُ اُمُّهُ. البخارى 2: 209 Dari Abu Hurairah RA, ia berkata : Nabi SAW bersabda, “Barangsiapa yang berhaji ke Baitullah ini dan ia tidak berbuat rafats, tidak pula berbuat fasiq, maka ia pulang sebagaimana keadaan ketika diahirkan oleh ibunya”. [HR. Bukhari juz 2, hal. 209]
عَنْ اَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: اْلحَجَّةُ اْلمَبْرُوْرَةُ لَيْسَ لَهَا جَزَاءٌ اِلاَّ اْلجَنَّةُ وَ اْلعُمْرَةُ اِلَى اْلعُمْرَةِ كَفَّارَةٌ لِمَا بَيْنَهُمَا. النسائى 5: 112 Dari Abu Hurairah, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Haji yang mabrur, tiada balasannya melainkan surga, dan antara ‘umrah yang satu dan ‘umrah yang berikutnya menghapuskan dosa-dosa yang terjadi antara keduanya”. [HR. Nasaaiy juz 5, hal. 112]

Mukjizat Nabi Muhammad Saw 4 : Mengetahui Kejadian Hal Ghaib Dan Ru'yah

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم
Bukti - bukti Kenabian Nabi Muhammad Saw
Diantara sabda-sabda Nabi SAW yang merupakan bukti kenabian beliau diantaranya Mengetahui kejadian yang tidak dilihat olehnya, Mengetahui apa yang telah terjadi, sedang terjadi, yang akan terjadi sebagai mana dalam beberapa hadits berikut :
عَنْ خَبَّابِ بْنِ اْلاَرَتّ قَالَ: شَكَوْنَا اِلَى رَسُوْلِ اللهِ ص وَهُوَ مُتَوَسّدٌ بُرْدَةً لَهُ فِي ظِلّ الْكَعْبَةِ قُلْنَا لَهُ: اَلاَ تَسْتَنْصِرُ لَنَا، اَلاَ تَدْعُو اللهَ لَنَا. قَالَ: كَانَ الرَّجُلُ فِيْمَنْ قَبْلَكُمْ يُحْفَرُ لَهُ فِي اْلاَرْضِ فَيُجْعَلُ فِيْهِ فَيُجَاءُ بِالْمِنْشَارِ فَيُوْضَعُ عَلَى رَأْسِهِ فَيُشَقُّ بِاثْنَتَيْنِ وَ مَا يَصُدُّهُ ذلِكَ عَنْ دِيْنِهِ وَ يُمْشَطُ بِاَمْشَاطِ اْلحَدِيْدِ مَا دُوْنَ لَحْمِهِ مِنْ عَظْمٍ اَوْ عَصَبٍ وَ مَا يَصُدُّهُ ذلِكَ عَنْ دِيْنِهِ. وَ اللهِ لَيَتِمَّنَّ هذَا اْلاَمْرُ حَتَّى يَسِيْرَ الرَّاكِبُ مِنْ صَنْعَاءَ اِلَى حَضْرَمَوْتَ لاَ يَخَافُ اِلاَّ اللهَ اَوِ الذّئْبَ عَلَى غَنَمِهِ…

Mukjizat Nabi Muhammad Saw 3

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم
Bukti - bukti Kenabian Nabi Muhammad SAW 

Bukti Kenabian atau mukjizat Nabi Muhammad SAW sangat banyak, dalam post ini kami sampaikan beberapa mukjizat Nabi Saw diantaranya tentang berkah kurma untuk membayar hutang dan masih tetap sisa banyak walau sudah untuk membayar hutang, tanah yang keras menjadi pasir, hidangan daging dan roti yang sedikit untuk banyak orang, Makanan sedikit yang bisa dimakan oleh banyak orang dll, berikut haditsnya :
عَنْ جَابِرٍ اَنَّ اَبَاهُ تُوُفّيَ وَ عَلَيْهِ دَيْنٌ فَاَتَيْتُ النَّبِيَّ ص فَقُلْتُ اِنَّ اَبِى تَرَكَ عَلَيْهِ دَيْنًا وَ لَيْسَ عِنْدِى اِلاَّ مَا يُخْرِجُ نَخْلُهُ وَ لاَ يَبْلُغُ مَا يُخْرِجُ سِنِيْنَ مَا عَلَيْهِ، فَانْطَلِقْ مَعِى لِكَيْلاَ يُفْحِشَ عَلَيَّ الْغُرَمَاءُ فَمَشَى حَوْلَ بَيْدَرٍ مِنْ بَيَادِرِ التَّمْرِ فَدَعَا ثُمَّ آخَرَ ثُمَّ جَلَسَ عَلَيْهِ فَقَالَ اِنْزِعُوْهُ فَاَوْفَاهُمُ الَّذِى لَهُمْ وَ بَقِيَ مِثْلُ مَا اَعْطَاهُمْ. البخارى 4: 172 Dari Jabir, bahwasanya ayahnya …

Mukjizat Nabi Muhammad Saw 2 : Membelah Bulan Dll

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم
Bukti - bukti Kenabian Nabi Muhammad SAW

Lanjutan dari Mukjizat Nabi Muhammad Saw yang kemarin, dalam post ini kami sampaikan beberapa mukjizat Nabi Saw diantaranya tentang Nabi Muhammad Saw Membelah bulan menjadi dua, Pohon kurma menjadi saksi dan dibuat berbicara kepada Muhammad dan orang gunung Arab, batu pohon dan gunung memberi salam kepada Nabi Saw, Sepotong hati kambing cukup untuk 130 orang, Menjadikan minyak samin Ummu Malik tetap utuh tidak berkurang walau telah diberikan kepada Muhammad Saw, Makanan yang dimakan tidak berkurang justru bertambah tiga kali lipat. Dan berikut ini penjelasan dalam haditsnya :
عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ مَسْعُوْدٍ رض قَالَ: اِنْشَقَّ اْلقَمَرُ عَلَى عَهْدِ رَسُوْلِ اللهِ ص شِقَّتَيْنِ فَقَالَ النَّبِيُّ ص: اِشْهَدُوْا. البخارى 4: 186 Dari 'Abdullah bin Mas’ud RA, dia berkata : Bulan terbelah jadi dua di masa Rasulullah SAW, lalu Nabi SAW bersabda, "Saksikanlah”. HR. Bukhari juz 4, hal. 186]

عَنْ اَ…

Mukjizat Nabi Muhammad Saw 1 : Al Quran Dan Memancarkan Air Dari Jari - Jari Nabi Saw Dll

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم
Bukti - bukti Kenabian Nabi Muhammad SAW

Setiap Nabi mempunyai atau diberi mukjizat Allah Swt yang berbeda-beda dan semua Nabi pasti diberi bukti-bukti kenabian atau mujizat-mukjizat dari Allah SWT. Maka Rasulullah SAW pun diberi mukjizat oleh Allah SWT. Adapun mukjizat beliau yang terkenal dan terbesar yaitu membelah bulan jadi dua, memancarkan air dari jari-jari, isra mi'raj dan Al-Qur’an yang bisa dibaca dan didengar sampai akhir zaman, sebagaimana dijelaskan dalam hadits :

عَنْ اَبِي هُرَيْرَةَ رض قَالَ: قَالَ النَّبِيُّ ص: مَا مِنَ اْلاَنْبِيَاءِ نَبِيٌّ اِلاَّ اُعْطِيَ مَا مِثْلُهُ امَنَ عَلَيْهِ الْبَشَرُ وَ اِنَّمَا كَانَ الَّذِي اُوْتِيْتُ وَحْيًا اَوْحَاهُ اللهُ اِلَيَّ فَاَرْجُوْ اَنْ اَكُوْنَ اَكْثَرَهُمْ تَابِعًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ. البخارى 6: 97 Dari Abu Hurairah RA, ia berkata : Nabi SAW bersabda, “Tidak ada seorang Nabi diantara para Nabi melainkan pasti diberi mu’jizat atau yang semisalnya yang dengannya menyebabkan ma…

Istri - Istri Rasulullah SAW

Image
بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم
Assalamualaikum wrwb.
Dalam post yang terdahulu kami sampaikan atau membahas beberapa keluarga besar Rasulullah SAW yang meliputi putra putri Rasulullah SAW, cucu Rasulullah SAW, paman dan bibi Rasulullah SAW, Ibu-ibu yang pernah mengasuh Nabi SAW, saudara sepersusuan Rasulullah SAW, ibu susu Nabi SAW dan nasab Rasulullah SAW sedangkan pada post kali ini akan kami sampaikan beberapa istri-istri nabi Muhammad Saw.
Tentang Istri-istri Nabi SAW
Ketika Rasulullah wafat beliau meninggalkan 9 orang istri, sebagaimana Ibnu Hisyam menyebutkan bahwa : Menurut yang diceritakan kepadaku dari Ahli Ilmu bukan hanya dari seorang saja, mereka (istri-istri Nabi SAW ketika beliau wafat) berjumlah 9 orang [Sirah Ibnu Hisyam juz 6, hal. 56] diantaranya sebagai berikut :

Larangan Khamr Dijadikan Obat Dan Cuka

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم
Suri Teladan Rasulullah SAW Yang Baik 

Tentang Minuman Keras / Khamr Bg. 5
Khamr Tidak Boleh Dijadikan Sebagai Obat

Hadit berikut diterangkan dengan jelas Tentang menggunakan khamr sebagai obat :

عَنْ اَبِي هُرَيْرَةَ رض عَنْ النَّبِيّ ص قَالَ: مَا اَنْزَلَ اللهُ دَاءً اِلاَّ اَنْزَلَ لَهُ شِفَاءً. البخارى 7: 12 Dari Abu Hurairah, RA, dari Nabi SAW, beliau bersabda, “Allah tidak menurunkan penyakit, melainkan Dia menurunkan pula obatnya”. [HR. Bukhari juz 7, hal. 12]
عَنْ اَبِي الدَّرْدَاءِ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: اِنَّ اللهَ اَنْزَلَ الدَّاءَ وَالدَّوَاءَ وَ جَعَلَ لِكُلّ دَاءٍ دَوَاءً فَتَدَاوَوْا وَلَا تَدَاوَوْا بِحَرَامٍ. ابو داود 4: 7، رقم: 3873 Dari Abud Dardaa’ ia berkata, "Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya Allah telah menurunkan penyakit dan obat, dan menjadikan bagi setiap penyakit ada obatnya, maka berobatlah dan jangan berobat dengan sesuatu yang haram”. [HR Abu Dawud juz 4, hal. 7, no. 3873]

Hukuman Peminum Khamr Dalam Islam

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم
Suri Teladan Rasulullah SAW Yang Baik 

Tentang Minuman Keras / Khamr Bg. 4 

Hadits Hukuman Peminum Khamr
عَنْ اَنَسٍ اَنَّ النَّبِيَّ ص كَانَ يَضْرِبُ فِى اْلخَمْرِ بِالنّعَالِ وَ اْلجَرِيْدِ اَرْبَعِبْنَ. مسلم 3: 1331 Dari Anas, bahwasanya Nabi SAW dahulu memukul peminum khamr (sebgai hukuman) dengan menggunakan sandal dan pelepah kurma sebanyak empat puluh kali dera. [HR. Muslim juz 3, hal. 1331]
عَنْ اَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رض اَنَّ النَّبِيَّ ص ضَرَبَ فِى اْلخَمْرِ بِاْلجَرِيْدِ وَ النّعَالِ وَ جَلَدَ اَبُوْ بَكْرٍ اَرْبَعِيْنَ. البخارى 8: 13 Dari Anas bin Malik RA, sesungguhnya Nabi SAW pernah memukul orang karena minum khamr dengan pelepah kurma dan sandal. Dan Abu Bakar menghukum dengan 40 kali dera. [HR. Bukhari juz 8, hal. 13]

10 Golongan Yang Dilaknat Karena Khamr

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم
Suri Teladan Rasulullah SAW Yang Baik

Tentang Minuman Keras / Khamr Bg. 3

Khamr Yang Telah Diharamkan Allah Tidak Boleh Dijual / Dihadiahkan

عَنْ عَبْدِ الرَّحْمنِ بْنِ وَعْلَةَ السَّبَإِيّ مِنْ اَهْلِ مِصْرَ اَنَّهُ سَأَلَ عَبْدَ اللهِ بْنَ عَبَّاسٍ عَمَّا يُعْصَرُ مِنَ الْعِنَبِ. فَقَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ: اِنَّ رَجُلاً اَهْدَى لِرَسُوْلِ اللهِ ص رَاوِيَةَ خَمْرٍ، فَقَالَ لَهُ رَسُوْلُ اللهِ ص: هَلْ عَلِمْتَ اَنَّ اللهَ قَدْ حَرَّمَهَا؟ قَالَ: لاَ فَسَارَّ اِنْسَانًا. فَقَالَ لَهُ رَسُوْلُ اللهِ ص بِمَ سَارَرْتَهُ؟ فَقَالَ: اَمَرْتُهُ بِبَيْعِهَا، فَقَالَ: اِنَّ الَّذِيْ حَرَّمَ شُرْبَهَا حَرَّمَ بَيْعَهَا. قَالَ: فَفَتَحَ الْمَزَادَ حَتَّى ذَهَبَ مَا فِيْهَا. مسلم 3: 1206 Dari Abdurrahman bin Wa'lah As-Saba`iy dari penduduk Mesir, bahwa dia pernah bertanya kepada Abdullah bin Abbas tentang perasan anggur. Ibnu Abbas menjawab, "Suatu ketika seorang laki-laki menghadiahkan satu wadah berisi khamr kepada Rasulullah SAW, lalu …

Segala Yang Memabukkan Hukumnya Haram

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم
Suri Teladan Rasulullah SAW Yang Baik

Tentang Minuman Keras / Khamr Bg. 2


Segala Yang Memabukkan Hukumnya Haram

عَنِ ابْنِ عُمَرَ اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ ص قَالَ: كُلُّ مُسْكِرٍ خَمْرٌ، وَ كُلُّ مُسْكِرٍ حَرَامٌ. مسلم 3: 1587، رقم: 74 Dari Ibnu 'Umar, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, "Setiap (minuman) yang memabukkan itu khamr, dan setiap (minuman) yang memabukkan itu haram". [HR. Muslim juz 3, hal. 1587]

عَنِ ابْنِ عُمَرَ قَالَ: وَ لاَ اَعْلَمُهُ اِلاَّ عَنِ النَّبِيّ ص قَالَ: كُلُّ مُسْكِرٍ خَمْرٌ وَ كُلُّ خَمْرٍ حَرَامٌ. مسلم 3: 1588 Dari Ibnu ‘Umar, ia berkata : Dan aku tidak mengetahuinya melainkan dari Nabi SAW, beliau bersabda, "Setiap (minuman) yang memabukkan itu khamr, dan setiap khamr itu haram". [HR. Muslim juz 3, hal. 1588]

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ عَنِ النَّبِيّ ص قَالَ: كُلُّ مُخَمّرٍ خَمْرٌ وَ كُلُّ مُسْكِرٍ حَرَامٌ. ابو داود 3: 327، رقم: 3680 Dari Ibnu 'Abbas, dari Nabi SAW, beliau bersabda, &quo…

Larangan Minum - Minuman Keras

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم
Suri Teladan Rasulullah SAW Yang Baik

Tentang Minuman Keras / Khamr Bg. 1

Larangan Minum-minuman Keras atau Khamr

Pada mulanya khamr adalah minuman keras yang terbuat dari kurma dan anggur. Tetapi karena dilarangnya itu sebab memabukkan, maka minuman yang terbuat dari bahan apa saja (walaupun bukan dari kurma atau anggur) asal itu memabukkan, maka hukumnya sama dengan khamr, yaitu haram diminum.

Larangan minum khamr, diturunkan secara bertahap. Sebab minum khamar itu bagi orang Arab sudah menjadi adat kebiasaan yang mendarah daging semenjak zaman jahiliyah. Mula-mula dikatakan bahwa dosanya lebih besar daripada manfaatnya, kemudian orang yang sedang mabuk tidak boleh mengerjakan shalat, dan yang terakhir dikatakan bahwa minum khamr itu adalah keji dan termasuk perbuatan setan. Oleh sebab itu hendaklah orang-orang yang beriman berhenti dari minum khamr.

Begitulah, akhirnya Allah mengharamkan minum khamr secara tegas. Adapun firman Allah yang per…

Kewajiban Menjaga Aurat

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم
Suri Tauladan Rasulullah SAW Yang Baik

Aurat Wanita Dan Aurat Laki-laki

Aurat Wanita Di Dalam Rumah

وَ قُلْ لّلْمُؤْمِنتِ يَغْضُضْنَ مِنْ اَبْصَارِهِنَّ وَ يَحْفَظْنَ فُرُوْجَهُنَّ وَ لاَ يُبْدِيْنَ زِيْنَتَهُنَّ اِلاَّ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَ لْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلى جُيُوْبِهِنَّ وَ لاَ يُبْدِيْنَ زِيْنَتَهُنَّ اِلاَّ لِبُعُوْلَتِهِنَّ اَوْ ابآئِهِنَّ اَوْ ابآءِ بُعُوْلَتِهِنَّ اَوْ اَبْنَآئِهِنَّ اَوْ اَبْنَآءِ بُعُوْلَتِهِنَّ اَوْ اِخْوَانِهِنَّ اَوْ بَنِى اِخْوَانِهِنَّ اَوْ بَنِى اَخَوَاتِهِنَّ اَوْ نِسآئِهِنَّ اَوْ مَا مَلَكَتْ اَيْمَانُهُنَّ اَوِ التَّابِعِيْنَ غَيْرِ اُولِى اْلاِرْبَةِ مِنَ الرّجَالِ اَوِ الطّفْلِ الَّذِيْنَ لَمْ يَظْهَرُوْا عَلى عَوْرتِ النّسَآءِ، وَ لاَ يَضْرِبْنَ بِاَرْجُلِهِنَّ لِيُعْلَمَ مَا يُخْفِيْنَ مِنْ زِيْنَتِهِنَّ، وَ تُوْبُوْا اِلَى اللهِ جَمِيْعًا اَيُّهَ الْمُؤْمِنُوْنَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ. النور:31  Katakanlah kepada wanita yang beriman : “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara …

Hadits Tentang Larangan Berbuat Zina

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم
Suri Tauladan Rasulullah SAW Yang Baik

Larangan berbuat zina

Berikut ini akan kami sampaikan beberapa Firman Allah SWT dan hadits yang shahih tentang larangan berbuat zina, semoga dengan penjelasan ini kita bisa mengamalkannya dan kita terhindari dari perbuatan zina.

Firman Allah :

وَ لاَ تَقْرَبُوا الزّنى اِنَّه كَانَ فَاحِشَةً، وَ سَآءَ سَبِيْلاً. الاسراء:32 Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji, dan suatu jalan yang buruk. [QS. Al-Israa’ : 32]

اَلزَّانِيَةُ وَ الزَّانِيْ فَاجْلِدُوْا كُلَّ وَاحِدٍ مّنْهُمَا مِائَةَ جَلْدَةٍ وَّ لاَ تَأْخُذْكُمْ بِهِمَا رَأْفَةٌ فِيْ دِيْنِ اللهِ اِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُوْنَ بِاللهِ وَ اْليَوْمِ اْلاخِرِ، وَ لْيَشْهَدْ عَذَابَهُمَا طَآئِفَةٌ مّنَ اْلمُؤْمِنِيْنَ. اَلزَّانِيْ لاَ يَنْكِحُ اِلاَّ زَانِيَةً اَوْ مُشْرِكَةً وَّ الزَّانِيَةُ لاَ يَنْكِحُهَآ اِلاَّ زَانٍ اَوْ مُشْرِكٌ، وَحُرّمَ ذلِكَ عَلَى اْلمُؤْمِنِيْنَ. النور:2-3 Perempuan yang berzina dan laki-…

Larangan Homosex Dan Menyetubuhi Binatang

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم
Suri Teladan Rasulullah SAW  Yang Baik
Larangan homosex dan menyetubuhi binatang
Homosex atau hubungan sex sesama jenis adalah perbuatan kaumnya Nabi Luth AS sebagaimana disebutkan dalam firman Allah SWT :
وَ لُوْطًا اِذْ قَالَ لِقَوْمِه اَتَأْتُوْنَ اْلفَاحِشَةَ مَا سَبَقَكُمْ بِهَا مِنْ اَحَدٍ ِمّنَ اْلعلَمِيْنَ(80) اِنَّكُمْ لَتَأْتُوْنَ الرِّجَالَ شَهْوَةً مِّنْ دُونِ النّسَآءِ، بَلْ اَنْتُمْ قَوْمٌ مُّسْرِفُوْنَ(81) وَ مَا كَانَ جَوَابَ قَوْمِه اِلاَّ اَنْ قَالُوْآ اَخْرِجُوْهُمْ ِمّنْ قَرْيَتِكُمْ، اِنَّهُمْ اُنَاسٌ يَّتَطَهَّرُوْنَ(82) فَاَنْجَيْنهُ وَ اَهْلَه اِلاَّ امْرَاَتَه كَانَتْ مِنَ اْلغبِرِيْنَ(83) وَ اَمْطَرْنَا عَلَيْهِمْ مَّطَرًا، فَانْظُرْ كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ اْلمُجْرِمِيْنَ(84) الاعراف: 80-84 Dan (Kami telah mengutus) Luth (kepada kaumnya). (Ingatlah) tatkala dia berkata kepada kaumnya: "Mengapa kamu mengerjakan perbuatan faahisyah itu, yang belum pernah dikerjakan oleh seorang pun (di dunia ini) sebelummu?". (80…

Larangan Wanita Mencukur Alis Menyambung Rambut Menjarangkan Gigi Dan Bertatto

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم
Suri Tauladan Rasulullah SAW Yang Baik
Larangan wanita menyambung rambut, mencukur Alis, menjarangkan gigi, dan bertatto
Islam melarang para wanita menyambung rambut, mencabut bulu dahi atau mencukur alis, mengikir giginya supaya jarang dan kelihatan cantik, dan wanita yang mencacah atau bertatto, berdasar hadits-hadits sebagai berikut :
عَنْ عَائِشَةَ رض اَنَّ جَارِيَةً مِنَ اْلاَنْصَارِ تَزَوَّجَتْ وَ اَنَّهَا مَرِضَتْ فَتَمَعَّطَ شَعَرُهَا، فَاَرَادُوْا اَنْ يَصِلُوْهَا، فَسَأَلُوا النَّبِيَّ ص، فَقَالَ: لَعَنَ اللهُ اْلوَاصِلَةَ وَ اْلمُسْتَوْصِلَةَ. البخارى 7: 62 Dari 'Aisyah RA, bahwasanya ada seorang wanita Anshar menikah, dan ia terserang penyakit sehingga rambutnya rontok. Lalu keluarganya ingin menyambung rambutnya, maka mereka bertanya kepada Nabi SAW, maka Nabi SAW bersabda : "Allah melaknat wanita yang menyambung rambut dan wanita yang minta disambung rambutnya". [HR. Bukhari juz 7, hal. 62]

Larangan Laki-laki Menyerupai Wanita Dan Wanita Menyerupai Laki-laki

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم
Suri Tauladan Rasulullah SAW yang baik
Larangan laki-laki menyerupai wanita dan wanita menyerupai laki-laki
Laki-laki yang sengaja menyerupai wanita dalam berpakaian, berdandan, bertingkah laku, berbicara, bergaya dan sebagainya adalah haram. Demikian pula wanita yang menyerupai laki-laki, berdasarkan hadits-hadits sebagai berikut :
عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رض قَالَ: لَعَنَ رَسُوْلُ اللهِ ص اْلمُتَشَبّهِيْنَ مِنَ الرّجَالِ بِالنّسَاءِ وَ اْلمُتَشَبّهَاتِ مِنَ النّسَاءِ بِالرّجَالِ. البخارى 7: 55 Dari Ibnu ‘Abbas RA, ia berkata, “Rasulullah SAW melaknat orang laki-laki yang menyerupai wanita dan para wanita yang menyerupai laki-laki”. [HR. Bukhari juz 7, hal. 55]
عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ عَنِ النَّبِيّ ص اَنَّهُ لَعَنَ اْلمُتَشَبّهَاتِ مِنَ النّسَاءِ بِالرّجَالِ، وَ اْلمُتَشَبّهِيْنَ مِنَ الرّجَالِ بِالنّسَاءِ. ابو داود 4: 60، رقم: 4097 Dari Ibnu ‘Abbas, dari Nabi SAW, bahwasanya beliau melaknat wanita yang menyerupai laki-laki dan laki-laki yang menyerupai w…

Keistimewaan Bulan Ramadan / Puasa

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم
Keistimewaan Bulan Ramadan / Puasa
Assallamu’alaikum Warahmatullah Wabarakatuh
Sahabat saudaraku fillah..yang di Rahmati oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala Bulan Ramadhan merupakan bulan yang mempunyai banyak keistimewaan yang tidak dimiliki oleh sebelas bulan lainnya.

Salah satu keistimewaan bulan Ramadan adalah diwajibkannya shaum/puasa di bulan ini, bagi orang-orang yang beriman,shaum yang secara sederhana dapat kita artikan ‘Menahan Diri”. yaitu menahan diri dari hal-hal yang membatalkannya dari terbit fajar sampai terbenamnya matahari.

Yang dimaksud membatalkan shaum di sini bukan hanya mengurangi nilai ibadahnya akan tetapi juga mencakup hal-hal yang membatalkan hakikat, tujuan dan membatalkan pahalanya. Kalau shaum dimaknai hanya menahan diri dari yang membatalkan ibadahnya secara syar’i, maka hal ini tidak seberat ketika dimaknai menahan diri segala yang membatalkan hakikat, tujuan dan pahala shaum.

Sholat Sunnah Hajat

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم
Sholat Hajat

عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ اَبِى اَوْفَى قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: مَنْ كَانَتْ لَهُ اِلَى اللهِ حَاجَةٌ اَوْ اِلىَ اَحَدٍ مِنْ بَنِى ادَمَ فَلْيَتَوَضَّأْ وَ لْيُحْسِنِ اْلوُضُوْءَ ثُمَّ لْيُصَلّ رَكْعَتَيْنِ، ثُمَّ لْيُثْنِ عَلَى اللهِ وَ لْيُصَلّ عَلَى النَّبِيّ ص، ثُمَّ لْيَقُلْ: لاَ اِلهَ اِلاَّ اللهُ اْلحَلِيْمُ اْلكَرِيْمُ. سُبْحَانَ اللهِ رَبّ اْلعَرْشِ اْلعَظِيْمِ. اَلْحَمْدُ ِللهِ رَبّ اْلعَالَمِيْنَ. اَسْأَلُكَ مُوْجِبَاتِ رَحْمَتِكَ وَ عَزَائِمَ مَغْفِرَتِكَ وَ اْلغَنِيْمَةَ مِنْ كُلّ بِرّ، وَ السَّلاَمَةَ مِنْ كُلّ اِثْمٍ، لاَ تَدَعْ لِى ذَنْبًا اِلاَّ غَفَرْتَهُ، وَ لاَ هَمًّا اِلاَّ فَرَّجْتَهُ، وَ لاَ حَاجَةً هِيَ لَكَ رِضًا اِلاَّ قَضَيْتَهَا يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ. الترمذى 1: 297، قال ابو عيسى: هذا حديث غريب فى اسناده مقال: فائد بن عبد الرحمن، يضعّف فى الحديث، و فائد هو ابو الورقاء Dari ‘Abdullah bin Abu Aufa, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang mempunyai hajat kepada Allah, atau kepada…

Shalat sunnah Tasbih

بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ
Shalat Sunnah Tasbih

عَنْ عِكْرِمَةَ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ ص قَالَ لِلْعَبَّاسِ بْنِ عَبْدِ اْلمُطَّلِبِ: يَا عَبَّاسُ، يَا عَمَّاهُ، اَلاَ اُعْطِيْكَ، اَلاَ اَمْنَحُكَ، اَلاَ اَحْبُوْكَ، اَلاَ اَفْعَلُ بِكَ عَشْرَ خِصَالٍ. اِذَا اَنْتَ فَعَلْتَ ذلِكَ غَفَرَ اللهُ لَكَ ذَنْبَكَ اَوَّلَهُ وَ آخِرَهُ، قَدِيْمَهُ وَ حَدِيْثَهُ، خَطْأَهُ وَ عَمْدَهُ، صَغِيْرَهُ وَ كَبِيْرَهُ، سِرَّهُ وَ عَلاَنِيَتَهُ. عَشْرَ خِصَالٍ: اَنْ تُصَلّيَ اَرْبَعَ رَكَعَاتٍ تَقْرَأُ فِى كُلّ رَكْعَةٍ فَاتِحَةَ اْلكِتَابِ وَ سُوْرَةً. فَاِذَا فَرَغْتَ مِنَ اْلقِرَاءَةِ فِى اَوَّلِ رَكْعَةٍ وَ اَنْتَ قَائِمٌ قُلْتَ: سُبْحَانَ اللهِ وَ اْلحَمْدُ ِللهِ وَ لاَ اِلهَ اِلاَّ اللهُ وَ اللهُ اَكْبَرُ، خَمْسَ عَشْرَةَ مَرَّةً. ثُمَّ تَرْكَعُ فَتَقُوْلُهَا وَ اَنْتَ رَاكِعٌ عَشْرًا. ثُمَّ تَرْفَعُ رَأْسَكَ مِنَ الرُّكُوْعِ فَتَقُوْلُهَا عَشْرًا. ثُمَّ تَهْوِى سَاجِدًا فَتَقُوْلُهَا وَ اَنْتَ سَاجِدٌ عَشْرًا. ثُمَّ تَرْفَعُ رَأْسَكَ مِنَ السُّجُوْدِ فَتَقُوْلُهَا عَشْر…

Doa Melepas Orang Yang Akan Bepergian

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم
Al-Akhlaqul Karimah
Doa Melepas Orang Yang Akan Bepergian

عَنْ سَالِمٍ اَنَّ ابْنَ عُمَرَ كَانَ يَقُوْلُ لِلرَّجُلِ اِذَا اَرَادَ سَفَرًا اَنْ اُدْنُ مِنّى اُوَدّعْكَ كَمَا كَانَ رَسُوْلُ اللهِ ص يُوَدّعُنَا فَيَقُوْلُ: اَسْتَوْدِعُ اللهَ دِيْنَكَ وَ اَمَانَتَكَ وَ خَوَاتِيْمَ عَمَلِكَ. الترمذى 5: 163، حديث حسن صحيح غريب Dari Salim bahwasanya Ibnu ‘Umar berkata kepada seseorang apabila ia hendak bepergian, “Dekatlah kepadaku, aku akan melepas kamu sebagaimana dahulu Rasulullah SAW melepas kami”, yaitu beliau bersabda, “Astaudi’ullooha diinaka wa amaanataka wa khowaatiima ‘amalika” (Aku pasrahkan kepada Allah agamamu dan amanatmu dan akhir dari amalmu). [HR. Tirmidzi juz 5, hal. 163, hadits hasan shahih gharib]

Doa Bepergian Dan Naik Kendaraan

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم Al-Akhlaqul Karimah

Doa Pepergian Dan Naik Kendaraan


وَ الَّذِيْ خَلَقَ اْلاَزْوَاجَ كُلَّهَا وَ جَعَلَ لَكُمْ مّنَ اْلفُلْكِ وَ اْلاَنْعَامِ مَا تَرْكَبُوْنَ. لِتَسْتَوا عَلى ظُهُوْرِه ثُمَّ تَذْكُرُوْا نِعْمَةَ رَبّكُمْ اِذَا اسْتَوَيْتُمْ عَلَيْهِ وَ تَقُوْلُوْا سُبْحَانَ الَّذِيْ سَخَّرَ لَنَا هذَا وَ مَا كُنَّا لَه مُقْرِنِيْنَ. وَ اِنَّا اِلى رَبّنَا لَمُنْقَلِبُوْنَ. الزحرف:12-14 Dan yang menciptakan semua yang berpasang-pasangan dan menjadikan untukmu kapal dan binatang ternak yang kamu tunggangi. Supaya kamu duduk di atas punggungnya, kemudian kamu ingat nikmat Tuhanmu apabila kamu telah duduk di atasnya, dan supaya kamu mengucapkan, “Maha Suci Tuhan yang telah menundukkan semua ini bagi kami, padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya. Dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami”. [QS. Az-Zukhruf : 12-14]

عَنْ اْلبَرَاءِ بْنِ عَازِبٍ اَنَّ النَّبِيَّ ص كَانَ اِذَا قَدِمَ مِنْ سَفَرٍ قَالَ: آئِبُوْنَ تَائِبُوْنَ عَابِدُوْن…

Doa Keluar Dari Rumah

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم
Doa Keluar Dari Rumah

عَنْ اَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: مَنْ قَالَ يَعْنِى اِذَا خَرَجَ مِنْ بَيْتِهِ: بِسْمِ اللهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللهِ لاَ حَوْلَ وَ لاَ قُوَّةَ اِلاَّ بِاللهِ. يُقَالُ لَهُ: كُفِيْتَ وَ وُقِيْتَ وَ تَنَحَّى عَنْهُ الشَّيْطَانُ. الترمذى و قال هذا حديث حسن صحيح غريب 5: 154 Dari Anas bin Malik, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang berdoa, yakni ketika keluar dari rumahnya : Bismillaahi tawakkaltu ‘alalloohi laa haula wa laa quwwata illaa billaah. (Dengan nama Allah, aku bertawakkal pada Allah, tidak ada daya dan kekuatan kecuali dari Allah). Dikatakan padanya, “Kamu telah tercukupi dan telah terjaga, dan syaithan menjauh darinya”. [HR. Tirmidzi, dan ia berkata : hadits hasan shahih gharib, juz 5, hal. : 154]

Doa Makan Dan Minum

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم
Doa makan dan minum

عَنْ عُمَرَ بْنِ اَبِى سَلَمَةَ قَالَ: كُنْتُ فِى حَجْرِ رَسُوْلِ اللهِ ص. وَ كَانَتْ يَدِى تَطِيْشُ فِى الصَّحْفَةِ فَقَالَ لِى: يَا غُلاَمُ، سَمّ اللهَ وَ كُلْ بِيَمِيْنِكَ وَ كُلْ مِمَّا يَلِيْكَ. مسلم 3: 1599 Dari ‘Umar bin Abu Salamah ia berkata : Dahulu aku dalam pemeliharaan Rasulullah SAW, dan pernah aku menjulurkan tangan untuk mengambil hidangan, maka beliau bersabda padaku, “Wahai anak, sebutlah nama Allah, makanlah dengan tangan kananmu, dan makanlah dari yang dekat denganmu”. [HR. Muslim juz 3, hal. 1599]

عَنِ ابْنِ عُمَرَ اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ ص قَالَ: اِذَا اَكَلَ اَحَدُكُمْ فَلْيَأْكُلْ بِيَمِيْنِهِ. فَاِذَا شَرِبَ فَلْيَشْرَبْ بِيَمِيْنِهِ. فَاِنَّ الشَّيْطَانَ يَأْكُلُ بِشِمَالِهِ وَ يَشْرَبُ بِشِمَالِهِ. مسلم 3: 1598 Dari Ibnu ‘Umar bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, “Apabila seseorang diantara kalian makan, maka hendaklah makan dengan tangan kanannya. Dan apabila minum, maka hendaklah minum dengan tangan ka…

Menjawab Seruan Adzan Dan Doa Setelah Adzan

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم
Menyahut Seruan Adzan

عَنْ عُمَرَ بْنِ اْلخَطَّابِ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: اِذَا قَالَ اْلمُؤَذّنُ: اللهُ اَكْبَرُ اللهُ اَكْبَرُ، فَقَالَ اَحَدُكُمْ: اللهُ اَكْبَرُ اللهُ اَكْبَرُ. ثُمَّ قَالَ: اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلهَ اِلاَّ اللهُ، قَالَ: اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلهَ اِلاَّ اللهُ. ثُمَّ قَالَ: اَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا رَّسُوْلُ اللهِ، قَالَ: اَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا رَّسُوْلُ اللهِ. ثُمَّ قَالَ: حَيَّ عَلَى الصَّلاَةِ، قَالَ: لاَ حَوْلَ وَ لاَ قُوَّةَ اِلاَّ بِاللهِ. ثُمَّ قَالَ: حَيَّ عَلَى اْلفَلاَحِ، قَالَ: لاَ حَوْلَ وَ لاَ قُوَّةَ اِلاَّ بِاللهِ. ثُمَّ قَالَ: اللهُ اَكْبَرُ اللهُ اَكْبَرُ، قَالَ: اللهُ اَكْبَرُ اللهُ اَكْبَرُ. ثُمَّ قَالَ: لاَ اِلهَ اِلاَّ اللهُ، قَالَ: لاَ اِلهَ اِلاَّ اللهُ، مِنْ قَلْبِهِ دَخَلَ اْلجَنَّةَ. مسلم 1: 249 Dari ‘Umar bin Khaththab, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Apabila muadzdzin menyeru Alloohu Akbar Alloohu Akbar, lalu seseorang diantara kalian menyahut Alloohu Akbar Alloohu Akbar. Jila menyer…

Doa Masuk Dan Keluar Masjid

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم
Doa Masuk Dan Keluar Masjid

عَنْ اَبِى حُمَيْدٍ (اَوْ عَنْ اَبِى اُسَيْدٍ) قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: اِذَا دَخَلَ اَحَدُكُمُ اْلمَسْجِدَ فَلْيَقُلِ: اللّهُمَّ افْتَحْ لِى اَبْوَابَ رَحْمَتِكَ. وَ اِذَا خَرَجَ فَلْيَقُل: اللّهُمَّ اِنّى اَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ. مسلم 1: 494 Dari Abu Humaid (atau dari Abu Usaid), ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Apabila salah seorang diantara kalian masuk ke masjid, hendaklah berdoa Alloohummaftahlii abwaaba rohmatik (Ya Allah, bukakanlah untukku pintu-pintu rahmat-Mu). Dan apabila keluar hendaklah berdoa Alloohumma innii as-aluka min fadllik (Ya Allah, sesungguhnya aku memohon karunia-Mu). [HR. Muslim, juz I, hal. : 494]

سُبْحَانَكَ اللّهُمَّ وَ بِحَمْدِكَ اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلهَ اِلاَّ اَنْتَ اَسْتَغْفِرُكَ وَ اَتُوْبُ اِلَيْكَ

Doa Ketika Bercermin

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم
Al-Akhlaqul Karimah
Doa Bercermin
عَنْ عَلِيّ بْنِ اَبِى طَالِبٍ رض اَنَّ النَّبِيَّ ص كَانَ اِذَا نَظَرَ وَجْهَهُ فِى اْلمِرْآةِ قَالَ: اَلْحَمْدُ ِللهِ، اَللّهُمَّ كَمَا حَسَّنْتَ خَلْقِى فَحَسّنْ خُلُقِى. ابن السنى Dari ‘Ali bin Abu Thalib RA, bahwasanya Nabi SAW apabila beliau melihat wajahnya di cermin, beliau berdoa, “Al-hamdu lillaah, Aloohumma kamaa hassanta kholqii fa hassin khuluqii” (Segala puji bagi Allah, Ya Allah, sebagaimana Engkau telah memperbagus penciptaanku, maka baguskanlah akhlaqku). [HR. Ibnus Sunni, hal. 62]

Doa Ketika Memakai Dan Melepas Pakaian

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم
Al-Akhlaqul Karimah
Doa Ketika Memakai Pakaian Baru
عَنْ اَبِى سَعِيْدٍ اْلخُدْرِيّ قَالَ: كَانَ رَسُوْلُ اللهِ ص اِذَا اسْتَجَدَّ ثَوْبًا سَمَّاهُ بِاسْمِهِ اِمَّا قَمِيْصًا اَوْ عِمَامَةً ثُمَّ يَقُوْلُ: اللّهُمَّ لَكَ اْلحَمْدُ اَنْتَ كَسَوْتَنِيْهِ اَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِهِ وَ خَيْرِ مَا صُنِعَ لَهُ، وَ اَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرّهِ وَ شَرّ مَا صُنِعَ لَهُ.ابو داود 4: 41 Dari Abu Sa’id Al-Khudriy, ia berkata :Adalah Rasulullah SAW apabila memakai pakaian baru beliau menyebut dengan namanya, baik itu baju gamis atau serban, lalu beliau berdoa Alloohumma lakal-hamdu anta kasautaniihi as-aluka min khoirihi wa khoiri maa shuni’a lahu, wa a’uudzu bika min syarrihi wa syarri maa shuni’a lahu (Ya Allah, bagi-Mu segala puji, Engkau telah memberi pakaian padaku, aku memohon kepada-Mu dari kebaikannya dan kebaikan dengan memakainya, dan aku berlindung kepadamu dari kejahatannya dan kejahatan dengan memakainya)”. [HR. Abu Dawud juz 4, hal. 41…

Doa Masuk Dan Keluar Kakus

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم
Al-Akhlaqul Karimah

Doa Masuk Dan Keluar Kakus / WC



عَنْ اَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رض قَالَ: كَانَ النَّبِيُّ ص اِذَا دَخَلَ اْلخَلاَءَ قَالَ: اَللّهُمَّ اِنّى اَعُوْذُ بِكَ مِنَ اْلخُبُثِ وَ اْلخَبَائِثِ. البخارى 7: 150 Dari Anas bin Malik RA, ia berkata : Adalah Nabi SAW apabila masuk ke kakus, beliau membaca Alloohumma inni a’uudzu bika minal khubutsi, wal khabaaits (Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari syaithan laki-laki dan syaithan perempuan). [HR. Bukhari 7 : 150]
عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ: كَانَ رَسُوْلُ اللهِ ص اِذَا خَرَجَ مِنَ اْلغَائِطِ قَالَ: غُفْرَانَكَ. ابن ماجه 1: 110 Dari ‘Aisyah, Ia berkata, “Adalah Rasulullah SAW apabila keluar dari kakus beliau mengucapkan Ghufroonaka (Aku memohon ampunanmu, ya Allah). [HR. Ibnu Majah juz 1, hal. 110]

Bacaan Atau Doa Sesudah Wudlu

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم
Al-Akhlaqul Karimah

Bacaan Sesudah Wudlu

عَنْ عُمَرَ عَنِ النَّبِيّ ص قَالَ : مَا مِنْكُمْ مِنْ اَحَدٍ يَتَوَضَّأُ فَيُبْلِغُ اَوْ فَيُسْبِغُ اْلوَضُوْءَ ثُمَّ يَقُوْلُ: اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلهَ اِلاَّ اللهُ وَ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُ اللهِ وَ رَسُوْلُهُ اِلاَّ فُتِحَتْ لَهُ اَبْوَابُ اْلجَنَّةِ الثَّمَانِيَةُ يَدْخُلُ مِنْ اَيّهَا شَاءَ. مسلم 1: 210 Dari ‘Umar, dari Nabi SAW beliau bersabda, “Tidaklah seseorang diantara kalian berwudlu, dan memperbagus wudlunya, kemudian membaca Asyhadu allaa ilaaha illaalloohu wa anna Muhammadan ‘abdulloohi wa rasuuluh (Aku bersaksi bahwasanya tidak ada Tuhan selain Allah, dan bahwasanya Muhammad adalah hamba Allah dan rasul-Nya), melainkan dibukakan untuknya pintu surga yang delapan, ia boleh masuk dari pintu mana saja yang dikehendaki. [HR.Muslim 1 : 210]

Doa Ketika Pagi Dan Waktu Sore Hari

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم
Al-Akhlaqul Karimah
Doa Ketika Pagi Dan Petang Hari

عَنْ شَدَّادِ بْنِ اَوْسٍ عَنِ النَّبِيّ ص قَالَ: سَيّدُ اْلاِسْتِغْفَارِ: اَللّهُمَّ اَنْتَ رَبّى لاَ اِلهَ اِلاَّ اَنْتَ، خَلَقْتَنِى وَ اَنَا عَبْدُكَ وَ اَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَ وَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، اَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ وَ اَبُوْءُ لَكَ بِذَنْبِى فَاغْفِرْلِى، فَاِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ اِلاَّ اَنْتَ. اَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرّ مَا صَنَعْتُ. اِذَا قَالَ حِيْنَ يُمْسِى فَمَاتَ دَخَلَ اْلجَنَّةَ اَوْ كَانَ مِنْ اَهْلِ اْلجَنَّةِ. وَ اِذَا قَالَ حِيْنَ يُصْبِحُ فَمَاتَ مِنْ يَوْمِهِ مِثْلَهُ. البخارى 7: 150 Dari Syaddad bin Aus, dari Nabi SAW, beliau bersabda, “Penghulunya Istighfar adalah Alloohumma anta robbii laa ilaaha illaa anta kholaqtanii wa ana ‘abduka wa ana ‘alaa ‘ahdika wa wa’dika mastatho’tu, abuu-u laka bi ni’matika wa abuu-u laka bi dzanbii faghfirlii, fainnahu laa yaghfirudz dzunuuba illaa anta, a’uudzu bika min syarri maa shona’tu (Ya Allah, Engkau Tuhanku, tidak…

Doa Akan Tidur Dan Bangun Tidur

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم
Al-Akhlaqul Karimah

Bacaan Akan Tidur Dan Bangun Tidur

عَنْ حُذَيْفَةَ قَالَ: كَانَ النَّبِيُّ ص اِذَا اَوَى اِلَى فِرَاشِهِ قَالَ: اللّهُمَّ بِاسْمِكَ اَحْيَا وَ اَمُوْتُ. وَ اِذَا اَصْبَحَ قَالَ: اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِى اَحْيَانَا بَعْدَ مَا اَمَاتَنَا وَ اِلَيْهِ النُّشُوْرُ. البخارى 8: 169 Dari Hudzaifah, ia berkata : Adalah Nabi SAW apabila beranjak ke tempat tidur beliau berdoa Alloohumma bismika ahyaa wa amuut (Ya Allah, dengan nama-Mu kami hidup dan kami mati). Dan apabila bangun pagi beliau berdoa Alhamdu lillaahil-ladzii ahyaanaa ba’da maa amaatanaa wa ilaihin-nusyuur (Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah mematikan kami, dan kepada-Nya kami kembali). [HR. Bukhari juz 8, hal. 169]

Doa Ketika Mendengar Petir

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم
Al-Akhlaqul Karimah
Doa Mendengar Suara Petir Dan Halilintar
عَنْ سَالِمِ بْنِ عَبْدِ اللهِ بْنِ عُمَرَ عَنْ اَبِيْهِ اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ ص كَانَ اِذَا سَمِعَ صَوْتَ الرَّعْدِ وَ الصَّوَاعِقِ قَالَ: اللّهُمَّ لاَ تَقْتُلْنَا بِغَضَبِكَ وَ لاَ تُهْلِكْنَا بِعَذَابِكَ وَ عَافِنَا قَبْلَ ذلِكَ. الترمذى، ابواب الدعوات، نمرة:3514 Dari Salim bin ‘Abdillah bin ‘Umar dari bapaknya bahwasanya Rasulullah SAW apabila mendengar suara petir dan halilintar, beliau berdoa Alloohumma laa taqtulnaa bighodlobika wa laa tuhliknaa bi’adzaabika wa ‘aafinaa qobla dzaalika. (Ya Allah, janganlah Engkau bunuh kami dengan kemurkaan-Mu dan janganlah Engkau binasakan kami dengan siksa-Mu, dan selamatkanlah kami sebelum itu). [HR. Tirmidzi, bab Doa-doa no. 3514]

سُبْحَانَكَ اللّهُمَّ وَ بِحَمْدِكَ اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلهَ اِلاَّ اَنْتَ اَسْتَغْفِرُكَ وَ اَتُوْبُ اِلَيْكَ

Doa Ketika Terjadi Angin Kencang

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم
Al-Akhlaqul Karimah
Doa Ketika Terjadi Angin Kencang
عَنْ عَائِشَةَ رض قَالَتْ كَانَ النَّبِيُّ ص اِذَا رَاَى الرّيْحَ قَالَ: اللّهُمَّ اِنّى اَسْاَلُكَ مِنْ خَيْرِهَا وَ خَيْرِ مَا فِيْهَا وَ خَيْرِ مَا اُرْسِلَتْ بِهِ وَ اَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرّهَا وَ شَرّ مَا فِيْهَا وَ شَرّ مَا اُرْسِلَتْ بِهِ. الترمذى، و هذا حديث حسن ابواب الدعوات، نمرة:3513 Dari ‘Aisyah RA, ia berkata : Adalah Nabi SAW apabila melihat angin kencang beliau berdoa, “Alloohumma innii as-aluka min khoirihaa wa khoiri maa fiihaa, wa khoiri maa ursilat bihi. Wa a’uudzu bika min syarrihaa wa syarri maa fiihaa wa syarri maa ursilat bihi (Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu dari kebaikannya dan kebaikan apa yang ada padanya dan kebaikan apasaja yang dibawanya. Dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukannya, dan dari keburukan apa yang ada padanya dan dari keburukan apasaja yang dibawanya). [HR. Tirmidzi, dan ini hadits hasan dalam bab Doa-doa no. 3513]

سُبْحَان…

Doa Masuk Pasar

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم
Al-Akhlaqul Karimah
Doa Masuk Pasar
عَنْ عُمَرَ بْنِ اْلخَطَّابِ رض اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ ص قَالَ: مَنْ دَخَلَ السُّوْقَ فَقَالَ: لاَ اِلهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ اْلمُلْكُ وَ لَهُ اْلحَمْدُ يُحْيِى وَ يُمِيْتُ وَ هُوَ حَيٌّ لاَ يَمُوْتُ، بِيَدِهِ اْلخَيْرُ وَ هُوَ عَلَى كُلّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ. كَتَبَ اللهُ لَهُ اَلْفَ اَلْفِ حَسَنَةٍ وَ مَحَا عَنْهُ اَلْفَ اَلْفِ سَيّئَةٍ وَ رَفَعَ لَهُ اَلْفَ اَلْفِ دَرَجَةٍ. الترمذى 5:155، نمرة:3488

Doa Bangkit Dari Majelis

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم
Al-Akhlaqul Karimah
Doa Bangkit Dari Majlis

عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ رض قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: مَنْ جَلَسَ فِى مَجْلِسٍ فَكَثُرَ فِيْهِ لَغَطُهُ فَقَالَ قَبْلَ اَنْ يَقُوْمَ مِنْ مَجْلِسِهِ ذلِكَ: سُبْحَانَكَ اللّهُمَّ وَ بِحَمْدِكَ اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلهَ اِلاَّ اَنْتَ اَسْتَغْفِرُكَ وَ اَتُوْبُ اِلَيْكَ، اِلاَّ غُفِرَ لَهُ مَا كَانَ فِى مَجْلِسِهِ ذلِكَ. الترمذى حديث حسن صحيح 5:156 نمرة:3494 Dari Abu Hurairah RA, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa duduk di suatu majlis dan banyak gaduh padanya, lalu sebelum bangkit dari majlisnya ia membaca Subhaanakalloohumma wa bi hamdika asyhadu allaa ilaaha illaa anta astaghfiruka wa atuubu ilaik (Maha Suci Engkau ya Allah dan dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Engkau, aku mohon ampun kepada-Mu dan aku bertaubat kepada-Mu), niscaya diampuni baginya apa yang telah terjadi di majlisnya itu. [HR. Tirmidzi, hadits hasan shahih juz 5, hal. 156, no. 3494]

سُبْحَا…

Mendoakan Orang Yang Bersin

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم
Al-Akhlaqul Karimah 

Mendoakan Orang Yang Bersin


عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ رض عَنِ النَّبِيّ ص قَالَ: اِذَا عَطَسَ اَحَدُكُمْ فَلْيَقُلْ: اَلْحَمْدُ ِللهِ. وَ لْيَقُلْ لَهُ اَخُوْهُ اَوْ صَاحِبُهُ: يَرْحَمُكَ اللهُ. فَاِذَا قَالَ لَهُ يَرْحَمُكَ اللهُ، فَلْيَقُلْ: يَهْدِيْكُمُ اللهُ وَ يُصْلِحُ بَالَكُمْ. البخارى 7:125 Dari Abu Hurairah RA, dari Nabi SAW, beliau bersabda, “Jika salah seorang diantara kamu bersin hendaklah membaca alhamdulillah (segala puji bagi Allah), dan hendaklah saudaranya atau temannya mendoakannya yarhamukallooh (semoga Allah merahmatimu). Apabila kawannya itu menyambutnya dengan yarhamukallooh, hendaklah ia balas dengan yahdiikumulloohu wa yushlihu baalakum (semoga Allah menunjukimu dan memperbaiki keadaanmu). [HR. Bukhari juz 7 hal. 125]

سُبْحَانَكَ اللّهُمَّ وَ بِحَمْدِكَ اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلهَ اِلاَّ اَنْتَ اَسْتَغْفِرُكَ وَ اَتُوْبُ اِلَيْكَ

Doa Ketika Khawatir Terhadap Suatu Kaum

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم
Al-Akhlaqul Karimah
Doa Ketika Khawatir Terhadap Suatu Kaum

عَنْ اَبِى بُرْدَةَ بْنِ عَبْدِ اللهِ اَنَّ اَبَاهُ حَدَّثَهُ اَنَّ النَّبِيَّ ص كَانَ اِذَا خَافَ قَوْمًا قَالَ: اللّهُمَّ اِنَّا نَجْعَلُكَ فِى نُحُوْرِهِمْ وَ نَعُوْذُ بِكَ مِنْ شُرُوْرِهِمْ. ابو داود فى كتاب الصلاة باب ما يقول اذا خاف قوما Dari Abu Burdah bin ‘Abdullah, bahwa bapaknya menceritakan kepadanya, bahwasanya Nabi SAW apabila khawatir terhadap suatu kaum, beliau berdoa Alloohumma innaa naj’aluka fii nuhuurihim wa na’uudzu bika min syuruurihim (Ya Allah, sesungguhnya kami jadikan Engkau perisai terhadap mereka dan kami berlindung kepada-Mu dari kejahatan mereka). [HR. Abu Dawud, di dalam kitab Shalat, bab apa yang dibaca ketika takut pada suatu qaum]


سُبْحَانَكَ اللّهُمَّ وَ بِحَمْدِكَ اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلهَ اِلاَّ اَنْتَ اَسْتَغْفِرُكَ وَ اَتُوْبُ اِلَيْكَ

Doa Ketika Sedang Marah

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم
Al-Akhlaqul Karimah
Doa Ketika Sedang Marah
عَنْ سُلَيْمَانَ بْنِ صُرَدٍ قَالَ: اسْتَبَّ رَجُلاَنِ عِنْدَ النَّبِيّ ص فَجَعَلَ اَحَدُهُمَا يَغْضَبُ وَ يَحْمَرُّ وَجْهُهُ. فَنَظَرَ اِلَيْهِ النَّبِيُّ ص فقَالَ: اِنّى َلاَعْلَمُ كَلِمَةً لَوْ قَالَهَا لَذَهَبَ ذَا عَنْهُ: اَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. فَقَامَ اِلَى الرَّجُلِ رَجُلٌ مِمَّنْ سَمِعَ النَّبِيَّ ص فَقَالَ: أَ تَدْرِى مَا قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص آنِفًا؟ قال: اِنّى َلاَعْلَمُ كَلِمَةً لَوْ قَالَهَا لَذَهَبَ ذَا عَنْهُ: اَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. فَقَالَ لَهُ الرَّجُلُ: أَ مَجْنُوْنًا تَرَانِى؟. مسلم كتاب البر و الصلة و لادب، باب فضل من يملك نفسه عند الغضب Dari Sulaiman bin Shurad ia berkata : Ada dua orang laki-laki yang saling mencaci di dekat Nabi SAW. Lalu salah seorang dari keduanya marah hingga memerah wajahnya. Lalu Nabi SAW melihat kepadanya dan beliau bersabda, “Sesungguhnya aku mengetahui suatu kalimat yang apabila dia mengucapkannya pasti h…

Doa Mohon Perlindungan Dari Ilmu Yang Tidak Bermanfaat, Hati Yang Tidak Khusyu

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم
Al-Akhlaqul Karimah

Doa Perlindungan Dari Ilmu Yang Tidak Bermanfaat, Hati Yang Tidak Khusyu’

عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ رض قَالَ: كَانَ رَسُوْلُ اللهِ ص يَقُوْلُ: اللّهُمَّ اِنّى اَعُوْذُ بِكَ مِنَ اْلاَرْبَعِ: مِنْ عِلْمٍ لاَ يَنْفَعُ وَ مِنْ قَلْبٍ لاَ يَخْشَعُ وَ مِنْ نَفْسٍ لاَ تَشْبَعُ وَ مِنْ دُعَاءٍ لاَ يُسْمَعُ. ابو داود، فى كتاب الصلاة، باب الاستعاذة Dari Abu Hurairah RA, ia berkata : Adalah Rasulullah SAW bersabda, “Alloohumma innii a’uudzu bika minal arba’. Min ‘ilmin laa yanfa’u wa min qolbin laa yakhsya’u wa min nafsin laa tasyba’u wa min du’aa-in laa yusma’u. (Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepadamu dari empat perkara. Dari ilmu yang tidak bermanfaat, dari hati yang tidak khusyu’ dari jiwa yang tidak pernah kenyang dan dari doa yang tidak dikabulkan)”. [HR. Abu Dawud, di dalam kitab Shalat, bab Isti’adzah]

Doa Mohon Ketetapan Hati

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم
Al-Akhlaqul Karimah
Doa Ketetapan Hati

رَبَّنَا لاَ تُزِغْ قُلُوْبَنَا بَعْدَ اِذْ هَدَيْتَنَا وَ هَبْ لَنَا مِنْ لَّدُنْكَ رَحْمَةً، اِنَّكَ اَنْتَ اْلوَهَّابُ. ال عمران:8 Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau, sesungguhnya Engkau lah Maha Pemberi (karunia). [QS. Ali Imran : 8]
عَنْ اَنَسٍ قَالَ: كَانَ رَسُوْلُ اللهِ ص يُكْثِرُ اَنْ يَقُوْلَ: يَا مُقَلّبَ اْلقُلُوْبِ ثَبّتْ قَلْبِى عَلى دِيْنِكَ. فَقُلْتُ: يَا نَبِي اللهِ، آمَنَّا بِكَ وَ بِمَا جِئْتَ بِهِ فَهَلْ تَخَافُ عَلَيْنَا؟ قَالَ: نَعَمْ. اِنَّ اْلقُلُوْبَ بَيْنَ اُصْبُعَيْنِ مِنْ اَصَابِعِ اللهِ يُقَلّبُهَا كَيْفَ شَاءَ. الترمذى، فى كتاب القدر:7 باب ما جاء ان القلوب بين اصبعي الرحمن

Doa Mohon Perlindungan Dari Dicabutnya Nikmat Allah

Image
بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم
Al-Akhlaqul Karimah


Doa Perlindungan Dari Dicabutnya Nikmat Allah

عَنِ ابْنِ عُمَرَ رض قَالَ: كَانَ مِنْ دُعَاءِ رَسُوْلِ اللهِ ص: اَللّهُمَّ اِنّى اَعُوْذُ بِكَ مِنْ زَوَالِ نِعْمَتِكَ وَ تَحْوِيْلِ عَافِيَتِكَ وَ فُجَاءَةِ نِقْمَتِكَ وَ جَمِيْعِ سَخَطِكَ. ابو داود 2:91، نمرة:1545 Dari Ibnu ‘Umar RA, ia berkata, “Adalah diantara doanya Rasulullah SAW yaitu Alloohumma innii a’uudzu bika min zawaali ni’matika wa tahwiili ‘aafiyatika wa fujaa-ati niqmatika wa jamii’i sakhotika

Doa Ketika Susah

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم
Al-Akhlaqul Karimah

Doa Ketika Kesusahan
عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ اَنَّ نَبِيَّ اللهِ ص كَانَ يَقُوْلُ عِنْدَ اْلكَرْبِ: لاَ اِلهَ اِلاَّ اللهُ اْلعَظِيْمُ اْلحَلِيْمُ. لاَ اِلهَ اِلاَّ اللهُ رَبُّ اْلعَرْشِ اْلعَظِيْمُ. لاَ اِلهَ اِلاَّ اللهُ رَبُّ اْلسَمَاوَاتِ وَ رُبُّ اْلاَرْضِ وَ رُبُّ اْلعَرْشِ اْلكَرِيْمُ. مسلم Dari Ibnu ‘Abbas bahwasanya Nabi SAW setiap kali sedang susah selalu berdoa, “ (Tidak ada Tuhan selain Allah Yang Maha Agung lagi Maha Penyantun. Tidak ada Tuhan selain Allh, Tuhannya ‘Arsy yang Agung. Dia tidak ada Tuhan selain Allah, Tuhannya segenap langit, Tuhannya bumi, dan Tuhannya ‘Arsy nan Mulia”. [HR. Muslim]
عَنْ سَعْدِ بْنِ اَبِى وَقَّاصٍ رض قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: دَعْوَةُ ذِى النُّوْنِ (نَبِيّ اللهِ يُوْنُسَ بْنِ مَتَى) اِذْ دَعَاهُ وَ هُوَ فِى بَطْنِ اْلحُوْتِ: لاَ اِلهَ اِلاَّ اَنْتَ سُبْحَانَكَ اِنّى كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِيْنَ. فَاِنَّهُ لَمْ يَدْعُ بِهَا رَجُلٌ مُسْلِمٌ فِى شَيْءٍ قَطُّ اِلاَّ اسْتَجَابَ اللهُ لَهُ…

Doa Mohon Tetap Bersyukur Kepada Allah

Image
بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم
Al-Akhlaqul Karimah
Mohon tetap bersyukur kepada Allah
عَنْ مُعَاذِ بْنِ جَبَلٍ رض اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ ص اَخَذَ بِيَدِهِ وَ قَالَ: يَا مُعَاذُ، وَ اللهِ اِنّى َلاُحِبُّكَ. فَقَالَ: اُوْصِيْكَ يَا مُعَاذُ، لاَ تَدَعَنَّ فِى دُبُرِ كُلّ صَلاَةٍ تَقُوْلُ: اَللّهُمَّ اَعِنّى عَلَى ذِكْرِكَ وَ شُكْرِكَ وَ حُسْنِ عِبَادَتِكَ. ابو داود 2:86، نمرة:1522  Dari Mu’adz bin Jabal RA, bahwasanya Rasulullah SAW pernah memegang tangannya sambil berkata, “Ya Mu’adz, demi Allah aku senang padamu”, lalu beliau bersabda,

Keutamaan Bacaan Istighfar

Image
بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم
Fadlilah Dzikir Istighfar
Firman Allah SWT :
وَ اسْتَغْفِرِ اللهَ، اِنَّ اللهَ كَانَ غَفُوْرًا رَّحِيْمًا. النساء:106 dan mohonlah ampun kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. [QS. An-Nisaa’ : 106]
وَ مَنْ يَّعْمَلْ سُوْءًا اَوْ يَظْلِمْ نَفْسَه ثُمَّ يَسْتَغْفِرِ اللهَ يَجِدِ اللهَ غَفُوْرًا رَّحِيْمًا. النساء:110 Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian ia mohon ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. [QS. An-Nisaa’ : 110]

Dzikir Sesudah Shalat

Image
بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم
Dzikir Ba'da shalat
عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ: كَانَ النَّبِيُّ ص اِذَا سَلَّمَ لَمْ يَقْعُدْ اِلاَّ مِقْدَارَ مَا يَقُوْلُ: اَللّهُمَّ اَنْتَ السَّلاَمُ وَ مِنْكَ السَّلاَمُ تَبَارَكْتَ ذَا اْلجَلاَلِ وَ اْلاِكْرَامِ. و فى رواية ابن نمير: يَا ذَا اْلجَلاَلِ وَ اْلاِكْرَامِ. مسلم Dari ‘Aisyah, dia berkata, “Dahulu Nabi SAW apabila selesai salam, beliau tidak duduk kecuali sekedar membaca Alloohumma antas salaam, wa minkas salaam, tabaarokta dzal jalaali wal ikroom. Dan dalam riwayat Ibnu Numair Yaa dzal jalaali wal ikroom. [HR. Muslim]

Doa Mohon Perlindungan Dari Lemah Dan Malas

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم
Al-Akhlaqul Karimah

Mohon Perlindungan Dari Lemah Dan Malas
عَنْ اَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ: كَانَ رَسُوْلُ اللهِ ص يَقُوْلُ: اَللّهُمَّ اِنّى اَعُوْذُ بِكَ مِنَ اْلعَجْزِ وَ اْلكَسَلِ وَ اْلجُبْنِ وَ اْلهَرَمِ وَ اْلبُخْلِ، وَ اَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ اْلقَبْرِ وَ مِنْ فِتْنَةِ اْلمَحْيَا وَ اْلمَمَاتِ. مسلم Dari Anas bin Malik, ia berkata : Rasulullah SAW biasa berdia, “Alloohumma innii a’uudzu bika minal ‘ajzi, wal kasali, wal jubni, wal haromi, wal bukhli, wa a’uudzu bika min ‘adzaabil qobri wa min fitnatil mahyaa wal mamaat. (Ya Allah, aku berlindung kepadamu dari kelemahan, kemalasan, sifat pengecut, menyia-nyiakan usia dan dari sifat kikir. Aku juga berlindung kepada-Mu dari siksa qubur dan dari fitnah kehidupan serta kematian)”. [HR. Muslim]

Mohon Perlindungan Dari Berbagai Fitnah

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم
Al-Akhlaqul Karimah

Mohon Perlindungan Dari Berbagai Fitnah
عَنْ عَائِشَةَ اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ ص كَانَ يَدْعُوْ بِهؤُلاَءِ الدَّعَوَاتِ: اَللّهُمَّ فَاِنّى اَعُوْذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ النَّارِ وَ عَذَابَ النَّارِ وَ فِتْنَةِ اْلقَبْرِ وَ عَذَابَ اْلقَبْرِ وَ مِنْ شَرّ فِتْنَةِ اْلغِنَى وَ مِنْ شَرّ فِتْنَةِ اْلفَقْرِ. وَ اَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرّ فِتْنَةِ اْلمَسِيْحِ الدَّجَّالِ. اَللّهُمَّ اغْسِلْ خَطَايَايَ بِمَاءِ الثَّلْجِ وَ اْلبَرَدِ. وَ نَقّ قَلْبِى مِنَ اْلخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ اْلاَبْيَضَ مِنَ الدَّنَسِ. وَ بَاعِدْ بَيْنِى وَ بَيْنَ خَطَايَايَ كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ اْلمَشْرِقِ وَ اْلمَغْرِبِ. اَللّهُمَّ فَاِنّى اَعُوْذُ بِكَ مِنَ اْلكَسَلِ وَ اْلهَرَمِ وَ اْلمَأْثَمِ وَ اْلمَغْرَمِ. مسلم Dari ‘Aisyah, bahwasanya Rasulullah SAW biasa berdoa dengan kalimat-kalimat berikut ini, “ (Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari fitnah neraka dan siksanya, dari fitnah qubur dan siksanya, dari kejahatan fitnah kaya dan dari …

Doa Mohon Kebaikan Amal Dan Petunjuk

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم
Al-Akhlaqul Karimah

Mohon kebaikan amal dan petunjuk
عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ: كَانَ رَسُوْلُ اللهِ ص يَقُوْلُ: اَللّهُمَّ اَصْلِحْ لِى دِيْنِى الَّذِى هُوَ عِصْمَةُ اَمْرِى، وَ اَصْلِحْ لِى دُنْيَايَ الَّتِى فِيْهَا مَعَاشِى، وَ اَصْلِحْ لِى آخِرَتِى الَّتِى فِيْهَا مَعَادِى، وَ اجْعَلِ اْلحَيَاةَ زِيَادَةً لِى فِى كُلّ خَيْرٍ وَ اجْعَلِ اْلمَوْتَ رَاحَةً لِى مِنْ كُلّ شَرّ. مسلم 4:2087  Dari Abu Hurairah, ia berkata : Adalah Rasulullah SAW berdoa, “Alloohumma ashlih lii diinil-ladzii huwa ‘ishmatu amrii, wa ashlih lii dunyaayal-latii fiihaa ma’aasyii, wa ashlih lii aakhirotiil-latii fiihaa ma’aadii, waj’alil hayaata ziyaadatan lii fii kulli khoirin, waj’alil mauta roohatan lii min kulli syarrin. (Ya Allah, baguskanlah agamaku untukku yang menjadi penjaga segala urusanku, baguskanlah duniaku untukku yang padanya kehidupanku, dan baguskanlah akhiratku yang menjadi tempat kembaliku. Jadikanlah hidup sebagai penambah segala kebaikan untukku, dan…

Doa Mohon Perlindungan Dari Keburukan Amal

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم
Al-Akhlaqul Karimah

Mohon Perlindungan Dari Keburukan Amal
عَنْ فَرْوَةَ بْنِ نَوْفَلٍ اْلاَشْجَعِيّ قَالَ: سَأَلْتُ عَائِشَةَ عَمَّا كَانَ رَسُوْلُ اللهِ ص يَدْعُوْ بِهِ اللهَ. قَالَتْ: كَانَ يَقُوْلُ: اَللّهُمَّ اِنّيْ اَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرّ مَا عَمِلْتُ وَ مِنْ شَرّ مَا لَمْ اَعْمَلْ. مسلم Dari Farwah bin Naufal Al-Asyja’iy, ia berkata : Aku pernah bertanya kepada ‘Aisyah tentang doa yang biasa digunakan oleh Rasulullah SAW dalam memohon kepada Allah. ‘Aisyah menjawab, “Beliau biasa berdoa Alloohumma innii a’uudzu bika min syarri maa ‘amiltu wa min syarri maa lam a’mal (Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari keburukan apasaja yang aku kerjakan dan dari keburukan apasaja yang tidak aku kerjakan)”. [HR. Muslim]

Doa Mohon Kebaikan Dunia Akherat

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم
Al-Akhlaqul Karimah

Doa Mohon Kebaikan Dunia Akherat
عَنْ عَبْدِ اْلعَزِيْزِ (وَ هُوَ ابْنُ صُهَيْبٍ) قَالَ: سَأَلَ قَتَادَةُ اَنَسًا: أَيُّ دَعْوَةٍ كَانَ يَدْعُوْ بِهَا النَّبِيُّ ص اَكْثَرَ؟ قَالَ: كَانَ اَكْثَرُ دَعْوَةٍ يَدْعُوْ بِهَا يَقُوْلُ: اَللّهُمَّ آتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَ فِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَ قِنَا عَذَابَ النَّارِ. قَالَ: وَ كَانَ اَنَسٌ اِذَا اَرَادَ اَنْ يَدْعُوَ بِدَعْوَةٍ دَعَا بِهَا، فَاِذَا اَرَادَ اَنْ يَدْعُوَ بِدُعَاءٍ دَعَا بِهَا فِيْهِ. مسلم Dari ‘Abdul ‘Aziz alias Ibnu Shuhaib, ia berkata : Qatadah bertanya kepada Anas, “Doa apakah yang sering dipanjatkan oleh Nabi SAW?”. Anas menjawab, “Doa yang sering dipanjatkan oleh Nabi SAW adalah Alloohumma aatinaa fid-dunyaa hasanah, wa fil-aakhiroti hasanah, wa qinaa ‘adzaaban-naar. (Ya Allah, berilah kami kebaikan dunia dan kebaikan di akhirat, dan jagalah kami dari siksa neraka)”. Dan adalah setiap hendak berdoa, Anas selalu memulai dengan doa itu. Maka apabila i…