Thursday, January 24, 2013

Seputar Makmum Masbuq

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم

Pengertian Makmum Masbuq, Sholat, Sholat Berjama'ah

Sebelum kita membahas tentang ma’mum masbuq, ada baiknya kita mengetahui dulu beberapa pengertian yang terkait dengan hal itu, karena ma’mum masbuq adalah keadaan dimana seseorang itu terlambat dalam mengikuti shalat berjama’ah.

Shalat

Secara bahasa berarti do’a, tetapi yang dimaksud shalat menurut istilah ialah ibadah yang tersusun dari beberapa perkataan dan perbuatan yang dimulai dengan takbiratul ihram dan disudahi dengan salam, dan memenuhi beberapa syarat dan rukunnya yang telah ditentukan Allah SWT.

Shalat berjama’ah

Monday, January 21, 2013

Posisi Imam Dan Makmum Dalam Shalat

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم

Letak Berdirinya Imam dan Ma'mum Serta Susunan Shaff
pengaturan saff
Posisi Imam Makmum

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رض قَالَ: نِمْتُ عِنْدَ مَيْمُوْنَةَ وَ النَّبِيُّ ص عِنْدَهَا تِلْكَ اللَّيْلَةَ، فَتَوَضَّأَ ثُمَّ قَامَ يُصَلّى، فَقُمْتُ عَنْ يَسَارِهِ، فَأَخَذَنِى فَجَعَلَنِى عَنْ يَمِيْنِهِ. البخارى 1: 171
Dari Ibnu ‘Abbas RA, ia berkata, “Aku pernah tidur di rumah (bibiku) Maimunah, sedang pada malam itu Nabi SAW berada di sisinya. Kemudian Nabi SAW berwudlu, lalu shalat malam. Kemudian aku ikut shalat dan berdiri di sebelah kiri beliau, lalu beliau memegangku dan menempatkan aku di sebelah kanan beliau”. [HR. Bukhari juz 1, hal. 171]

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ: اَتَيْتُ رَسُوْلَ اللهِ ص مِنْ آخِرِ اللَّيْلِ، فَصَلَّيْتُ خَلْفَهُ، فَأَخَذَ بِيَدِيْ فَجَرَّنِى فَجَعَلَنِى حِذَاءَهُ. احمد 1: 708 رقم 3061

Thursday, January 17, 2013

Menjaga Persatuan Dan Menjauhi Perpecahan


بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم

Petunjuk Rasulullah SAW untuk menjaga persatuan dan menjauhi perpecahan

Firman Allah SWT :

وَاعْتَصِمُوْا بِحَبْلِ اللهِ جَمِيْعًا وَّ لاَ تَفَرَّقُوْا وَاذْكُرُوْا نِعْمَتَ اللهِ عَلَيْكُمْ اِذْ كُنْتُمْ اَعْدَآءً فَاَلَّفَ بَيْنَ قُلُوْبِكُمْ فَاَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِه اِخْوَانًا، وَ كُنْتُمْ عَلى شَفَا حُفْرَةٍ مّنَ النَّارِ فَاَنْقَذَكُمْ مّنْهَا، كَذلِكَ يُبَيّنُ اللهُ لَكُمْ ايتِه لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُوْنَ. ال عمران: 103
Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai, dan ingatlah akan ni'mat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena ni'mat Allah orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk. [QS. Ali 'Imran : 103]

Wednesday, January 16, 2013

Tata Tertib Shalat Berjama'ah : Makmum


بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم



Tata Tertib Shalat Berjama'ah


Hal-hal yang harus dilakukan oleh makmum dalam shalat berjama'ah
1. Merapikan, meluruskan dan merapatkan shaff

عَنْ اَنَسٍ بْنِ مَالِكٍ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: سَوُّوْا صُفُوْفَكُمْ فَاِنَّ تَسْوِيَةَ الصَّفّ مِنْ تَمَامِ الصَّلاَةِ. مسلم
Dari Anas bin Malik, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, "Ratakanlah shaff kalian, karena sesungguhnya meratakan shaff itu termasuk dari kesempurnaan shalat". [HR. Muslim, juz 1, hal. 324]

عَنِ اْلبَرَاءِ بْنِ عَازِبٍ قَالَ: كَانَ رَسُوْلُ اللهِ ص يَتَخَلَّلُ الصَّفَّ مِنْ نَاحِيَةٍ اِلىَ نَاحِيَةٍ يَمْسَحُ صُدُوْرَنَا وَ مَنَاكِبَنَا وَ يَقُوْلُ: لاَ تَخْتَلِفُوْا فَتَخْتَلِفَ قُلُوْبُكُمْ، وَ كَانَ يَقُوْلُ: اِنَّ اللهَ وَ مَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى الصُّفُوْفِ اْلاَوَّلِ. ابوداود
Dari Al-Bara' bin 'Azib, ia berkata : "Adalah Rasulullah SAW mendatangi barisan shaff dari sudut ke sudut, beliau meratakan dada-dada kami dan bahu-bahu kami sambil bersabda, "Janganlah kalian maju mundur, yang menyebabkan maju mundurnya hati kalian pula”. Dan beliau bersabda, “Sesungguhnya Allah dan para Malaikat-Nya bershalawat atas ahli shaff yang pertama". [HR. Abu Dawud juz 1, hal. 178].

Tata Tertib Dalam Shalat Berjama'ah : Imam



بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم


Tata Tertib Dalam Shalat Berjama'ah

1. Hal-hal Yang Dilakukan Imam Sebelum Shalat Berjama'ah

Memperingatkan dan mengatur para makmum untuk merapikan shaff

عَنْ اَنَسٍ بْنِ مَالِكٍ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: سَوُّوْا صُفُوْفَكُمْ فَاِنَّ تَسْوِيَةَ الصَّفّ مِنْ تَمَامِ الصَّلاَةِ. مسلم
Dari Anas bin Malik, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, "Ratakanlah shaff kalian, karena sesungguhnya meratakan shaff itu termasuk dari kesempurnaan shalat". [HR. Muslim, juz 1, hal. 324]

عَنْ اَنَسٍ عَنِ النَّبِيّ ص: سَوُّوْا صُفُوْفَكُمْ فَاِنَّ تَسْوِيَةَ الصُّفُوْفِ مِنْ اِقَامَةِ الصَّلاَةِ. البخارى
Dari Anas dari Nabi SAW (beliau bersabda), “Ratakanlah shaff kalian, karena sesungguhnya meratakan shaff itu termasuk dari mendirikan shalat”. [HR. Bukhari juz 1, hal. 177]

Syarat Menjadi Imam Dalam Shalat Berjama'ah


بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم

Syarat - Syarat Menjadi Imam

Syarat menjadi seorang Imam dalam shalat berjamaah adalah sebagai berikut :
  1. Yang lebih mengerti serta lebih fashih tentang Al-Qur'an
  2. Yang lebih memahami Sunnah Rasul
  3. Yang lebih dahulu hijrah (baik hijrah dari Makkah ke Madinah sebagaimana para shahabat maupun hijrah dari segala yang buruk kepada yang baik)
  4. Yang lebih tua atau yang lebih dahulu Islamnya,
  5. Yang lebih dicintai, dengan kecintaan yang dibenarkan oleh agama.
Dasar penetapan ada dalam beberapa hadits berikut ini :

Tuesday, January 15, 2013

Beberapa Kesalahan Manfaat Air Kelapa



بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم

Air Kelapa Muda

Tahukah anda? Air kelapa bisa mengandung banyak manfaat dan khasiat untuk bermacam-macam menyembuhkan beberapa penyakit seperti menurunkan berat badan, memperbaiki fungsi ginjal, mengobati alergi, mengurangi kelelahan atau lainya tetapi apakah benar demikian? 

beberapa kesalahan manfaat air kelapa
Air Kelapa Muda
Air kelapa muda dikenal sebagai minuman yang menyehatkan karena tempatnya terdapat didalam buah kelapa yang terlindungi kulit kelapa (tempurung kelapa) yang tebal sehingga menjadi minuman yang steril dari  segala kontaminasi.

Berdasarkan penuturan Prof. DR. Made Astawan, MS, secara umum, air kelapa mengandung 2,6% gula, 0,55% protein, 0,74% lemak, 0,46% mineral, dan mengandung glukosa, fruktosa, dan sukrosa. Beberapa jenis kelapa tertentu mengandung kadar gula sebesar 3% pada air kelapa tua, dan 5,1% pada air kelapa muda. maka air kelapa muda lebih manis dan segar daripada air kelapa tua.

Cara Mudah Dan Praktis Kurangi Gula


بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم

Tips Hidup Sehat

Hidup sehat merupakan kebutuhan setiap manusia, jika kita ingin hidup lebih sehat ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan mulai dari olahraga teratur, konsumsi makanan bergizi, selalu menjaga lingkungan sekitar dll. Berikut ini beberapa tips hidup sehat dengan cara mengurangi kandungan gula diantaranya : 
cara mudah dan praktis kurangi gula
Gula Pasir

1. Kurangi gula tambahan 

Jika selama ini anda minum teh, kopi ataupun minuman kesukaan anda menggunakan gula 2-3 sendok teh sekarang mulailah kurangi gula hingga 1-2 sendok teh 

2. Periksa gula yang tersembunyi 

Kemungkinan kita tidak tahu kandungan gula yang tersembunyi didalam produk-produk makanan siap saji, tetapi alangkah baiknya jika kita mengetahuinya atau memperhatikan produk tersebut yang ternyata mengandung banyak gula juga. Misalnya produk tersebut selai, kecap, saus tomat, roti dll. Untuk itu lebih baik mengecek dahulu keterangan kandungan nutrisi setiap produk dan pilihlah yang mengandung gula yang rendah. 

Monday, January 14, 2013

Keutamaan Shalat Berjama'ah



بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم


Pengertian shalat berjama'ah
keutamaan shalat berjamaah
Shalat Berjama'ah

Shalat berjama'ah ialah shalat yang dilakukan oleh orang banyak secara bersama, paling sedikit dua orang, salah seorang diantara mereka yang lebih fasih bacaannya dan lebih mengerti tentang hukum Islam (Al-Qur'an dan Hadits) dipilih menjadi imam, dan yang lain menjadi makmum. Shalat berjama'ah ini hukumnya sunnah muakkad.

Keutamaan shalat berjama'ah

عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ يَقُوْلُ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: صَلاَةُ الرَّجُلِ فِى اْلجَمَاعَةِ تُضَعَّفُ عَلىَ صَلاَتِهِ فِى بَيْتِهِ وَ فِى سُوْقِهِ خَمْسًا وَ عِشْرِيْنَ ضِعْفًا، وَ ذلِكَ اَنَّهُ اِذَا تَوَضَّأَ فَاَحْسَنَ اْلوُضُوْءَ ثُمَّ خَرَجَ اِلىَ اْلمَسْجِدِ لاَ يُخْرِجُهُ اِلاَّ الصَّلاَةُ لَمْ يَخْطُ خَطْوَةً اِلاَّ رُفِعَتْ لَهُ بِهَا دَرَجَةٌ، وَ حُطَّ عَنْهُ بِهَا خَطِيْئَةٌ، فَاِذَا صَلَّى لَمْ تَزَلِ اْلمَلاَئِكَةُ تُصَلّى عَلَيْهِ مَا دَامَ فِى مُصَلاَّهُ. اَللّهُمَّ صَلّ عَلَيْهِ، اَللّهُمَّ ارْحَمْهُ. وَ لاَ يَزَالُ اَحَدُكُمْ فِى صَلاَةٍ مَا انْتَظَرَ الصَّلاَةَ. البخارى

Friday, January 11, 2013

Bacaan Dzikir Sesudah Shalat



بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم

Bacaan Dzikir

Dzikir sesudah shalat sesuai tuntunan Nabi Saw sebagai berikut :
Bacaan dzikir sesudah shalat
Dzikir Sesudah Shalat

عَنْ ثَوْبَانَ قَالَ: كَانَ رَسُوْلُ اللهِ ص اِذَا انْصَرَفَ مِنْ صَلاَتِهِ اسْتَغْفَرَ ثَلاَثًا وَ قَالَ: اَللّهُمَّ اَنْتَ السَّلاَمُ، وَ مِنْكَ السَّلاَمُ، تَبَارَكْتَ ذَا اْلجَلاَلِ وَ اْلاِكْرَامِ. قَالَ اْلوَلِيْدُ: فَقُلْتُ ِلـْلاَوْزَعِيّ: كَيْفَ اْلاِسْتِغْفَارُ؟ قَالَ: تَقُوْلُ اَسْتَغْفِرُ اللهَ، اَسْتَغْفِرُ اللهَ. مسلم
Dari Tsauban, dia berkata : Adalah Rasulullah SAW apabila selesai dari shalat, beliau memohon ampun (membaca istighfar) tiga kali. Lalu beliau membaca, “Alloohumma antas salaam, wa minkas salaam, tabaarokta dzal jalaali wal ikroom“. (Ya Allah, Engkau Maha Selamat, dan dari Engkaulah datangnya keselamatan. Engkau Maha Berkah, wahai Tuhan Yang Maha Agung lagi Maha Mulia). Al-Walid (perawi) berkata : Aku bertanya kepada Al-Auza’iy, “Bagaimana bacaan istighfar itu?”. Al-Auza’iy menjawab, “Astaghfirullooh, astaghfirullooh”. (Aku mohon ampun kepada Allah, aku mohon ampunan kepada Allah). [HR. Muslim juz 1, ha. 414]

Tata Cara Shalat : At-tahiyyat Akhir Dan Salam

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم

Tata Cara Sholat

Duduk At-tahiyyat Akhir
tata cara shalat attahiyyat akhir dan salam
Duduk At-tahiyyat akhir

Duduk at-tahiyyat akhir yaitu duduk dengan meletakkan pantat pada tempat duduknya dengan memasukkan kaki kiri di bawah kaki kanan yang ditegakkan pada ujung jari-jarinya, lalu tangan kanan diatas paha kanan dengan menggenggam jari-jarinya, kecuali jari telunjuk yang dikeluarkan menunjuk ke qiblat sebagai isyarat dan jari tengah bertemu dengan ibu jari. Adapun tangan kiri diletakkan diatas paha kiri dan ujung jari-jarinya menyentuh lutut. Dan duduk beginilah yang biasa disebut dengan duduk tawarruk.

عَنْ اَبِى حُمَيْدٍ اَنَّهُ قَالَ وَ هُوَ فِى نَفَرٍ مِنْ اَصْحَابِ رَسُوْلِ اللهِ ص: كُنْتُ اَحْفَظَكُمْ لِصَلاَةِ رَسُوْلِ اللهِ ص رَأَيْتُهُ اِذَا كَبَّرَ جَعَلَ يَدَيْهِ حِذَاءَ مَنْكِبَيْهِ…، فَاِذَا جَلَسَ فِى الرَّكْعَةِ اْلاَخِيْرَةِ قَدَّمَ رِجْلَهُ الْيُسْرَى وَ نَصَبَ اْلاُخْرَى وَ قَعَدَ عَلَى مَقْعَدَتِهِ. البخارى فى نيل الاوطار

Thursday, January 10, 2013

Tata Cara Shalat : Duduk Attahiyyat Awal Dan Bacaan Tasyahhud



بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم

Tata Cara Sholat

Duduk At-tahiyyat awal
tata cara shalat duduk attahiyyat awal dan bacaan tasyahhud
Duduk At-tahiyyat Awal

Duduk at-tahiyyat awwal dan dalil isyarah dengan telunjuk

عَنْ اَبِى حُمَيْدٍ اَنَّهُ قَالَ … فَاِذَا جَلَسَ فِى الرَّكْعَتَيْنِ جَلَسَ عَلَى رِجْلِهِ اْليُسْرَى وَ نَصَبَ اْليُمْنَى، فَاِذَا جَلَسَ فِى الرَّكْعَةِ اْلأَخِيْرَةِ قَدَّمَ رِجْلَهُ الْيُسْرَى وَ نَصَبَ اْلاُخْرَى وَ قَعَدَ عَلَى مَقْعَدَتِهِ. البخارى، فى نيل الاوطار
Dari Abu Humaid, ia berkata, "….. Maka apabila beliau SAW duduk pada dua reka’at, (at-tahiyyat awwal), beliau duduk pada kaki kirinya dan menegakkan kaki kanannya. Dan apabila duduk pada rekaat yang akhir (duduk at-tahiyyat akhir) beliau menjulurkan kakinya yang kiri dan menegakkan yang lain (kakinya yang kanan) dan beliau duduk pada tempat duduk beliau". [HR. Bukhari, Nailul Authar juz 2, hal. 306]

Tata Cara Shalat : Sujud Kedua Dan Bangun Kerakaat Dua

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم

Tata Cara Sholat
Tata cara shalat sujud kedua dan bangun ke rakaat kedua, bacaan sujud
Sujud kedua

Sujud Kedua

Sujud yang kedua dan wajib tumakninah pada setiap sujud, rukuk dan bangkit dari keduanya. Berikut haditsnya :

عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ اَبِى قَتَادَةَ عَنْ اَبِيْهِ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص اَسْوَأُ النَّاسِ سَرِقَةً الَّذِى يَسْرِقُ مِنْ صَلاَتِهِ، قَالُوْا: يَا رَسُوْلَ اللهِ وَ كَيْفَ يَسْرِقُ مِنْ صَلاَتِهِ؟ قَالَ: لاَ يُتِمُّ رُكُوْعَهَا وَ لاَ سُجُوْدَهَا، اَوْ قَالَ: لاَ يُقِيْمُ صُلْبَهُ فِى الرُّكُوْعِ وَ السُّجُوْدِ. احمد

Tuesday, January 08, 2013

Tata Cara Shalat : Duduk Antara 2 Sujud Dan Bacaannya



بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم


Tata Cara Sholat

Duduk Antara Dua Sujud

Setelah kita melaksanakan sujud dengan thuma'ninah, kemudian kita duduk di antara dua sujud. Yaitu mengangkat kepala dari sujud sambil mengucap "Alloohu Akbar" hingga duduk di atas tapak kaki yang kiri, sedangkan tapak kaki yang kanan ditegakkan pada ujung jari-jarinya, serta meletakkan dua tapak tangan di atas kedua paha dengan meratakan ujung jari dengan lutut.
tata cara shalat duduk antara 2 sujud dan bacaanya
Duduk Antara 2 Sujud

عَنْ اَبِى حُمَيْدٍ السَّاعِدِيّ قَالَ: كَانَ رَسُوْلُ اللهِ ص اِذَا قَامَ اِلَى الصَّلاَةِ … ثُمَّ هَوَى اِلَى اْلاَرْضِ سَاجِدًا ثُمَّ قَالَ: اللهُ اَكْبَرُ ثُمَّ جَافَى عَضُدَيْهِ عَنْ اِبْطَيْهِ وَ فَتَخَ اَصَابِعَ رِجْلَيْهِ، ثُمَّ ثَنَى رِجْلَهُ اْليُسْرَى وَ قَعَدَ عَلَيْهَا. ثُمَّ اعْتَدَلَ حَتَّى يَرْجِعَ كُلُّ عَظْمٍ فِى مَوْضِعِهِ مُعْتَدِلاً، ثُمَّ هَوَى سَاجِدًا، ثُمَّ قَالَ: اللهُ اَكْبَرُ. ثُمَّ ثَنَى رِجْلَهُ وَ قَعَدَ وَ اعْتَدَلَ حَتَّى يَرْجِعَ كُلُّ عَظْمٍ فِى مَوْضِعِهِ. ثُمَّ نَهَضَ، ثُمَّ صَنَعَ فِى الرَّكْعَةِ الثَّانِيَةِ مِثْلَ ذلِكَ. الترمذى

Tata Cara Shalat : Sujud Dan Bacaan Sujud



بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم


Tata Cara Sholat

Sujud Dan Bacaannya

tata cara shalat sujud dan bacaan sujud
Sujud
Setelah kita melakukan i'tidal dengan thuma'ninah, lalu kita melakukan sujud, yaitu dengan mengucap takbir (Alloohu-akbar) tanpa mengangkat tangan. Kita letakkan dua lutut terlebih dahulu, lantas disusul dengan meletakkan dua tapak tangan, kemudian dahi dan hidung. Jari-jari tangan dirapatkan dan siku direnggangkan (dijauhkan) dari rusuk serta jari-jari kaki dipancatkan ke bumi. Jadi sujud ini dilakukan oleh dahi dan hidung, kedua tapak tangan, kedua lutut dan kedua ujung jari-jari kaki.

عَنْ اَبِى بَكْرٍ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمنِ اَنَّهُ سَمِعَ اَبَا هُرَيْرَةَ يَقُوْلُ: كَانَ رَسُوْلُ اللهِ ص اِذَا قَامَ اِلَى الصَّلاَةِ يُكَبّرُ حِيْنَ يَقُوْمُ. ثُمَّ يُكَبّرُ حِيْنَ يَرْكَعُ. ثُمَّ يَقُوْلُ سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَهُ حِيْنَ يَرْفَعُ صُلْبَهُ مِنَ الرُّكُوْعِ. ثُمَّ يَقُوْلُ وَ هُوَ قَائِمٌ: رَبَّنَا وَ لَكَ اْلحَمْدُ، ثُمَّ يُكَبّرُ حِيْنَ يَهْوِى سَاجِدًا. ثُمَّ يُكَبّرُ حِيْنَ يَرْفَعُ رَأْسَهُ. ثُمَّ يُكَبّرُ حِيْنَ يَسْجُدُ. ثُمَّ يُكَبّرُ حِيْنَ يَرْفَعُ رَأْسَهُ. ثُمَّ يَفْعَلُ مِثْلَ ذلِكَ فِى الصَّلاَةِ كُلّهَا حَتَّى يَقْضِيَهَا. وَ يُكَبّرُ حِيْنَ يَقُوْمُ مِنَ الْمَثْنَى بَعْدَ الْجُلُوْسِ. ثُمَّ يَقُوْلُ اَبُوْ هُرَيْرَةَ: اِنّى لاَشْبَهُكُمْ صَلاَةً بِرَسُوْلِ اللهِ ص. مسلم

Monday, January 07, 2013

Cara Mencegah Facebook Autolike



بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم

Assalamu'alaikumwrwb. 

Walaupun agak telat memposting tentang maleware facebook autolike yang akhir-akhir ini marak pada group yang anda ikuti, tetapi dengan ilmu yang saya dapat sedikit ini bisa bermanfaat bagi pengguna facebook.

cara mencegah facebook autolike
Program jahat autolike ini adalah penipuan atas nama sebuah aplikasi Xperia Smartphone from Sony dibuat bukan untuk menginfeksi komputer para calon korban, tetapi untuk mengambil alih akun para pengguna Facebook yang berhasil ditipu. Jadi tidak heran jika program Antivirus terbaru belum bisa mendeteksi malware ini.

Malware 'autolike' menyebar melalui status para korbannya. Isinya tak lebih dari pesan yang mengajak para pengguna Facebook lainnya untuk turut menggunakan aplikasi tersebut.

Saturday, January 05, 2013

Tata Cara Shalat : Bangkit Dari Ruku' Dan I'tidal



بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم


Tata Cara Sholat

Bangkit dari ruku' dan i'tidal
tata cara shalat bangkit dari ruku' dan iktidal
Bangkit dari ruku' dan i'tidal

Apabila telah selesai ruku', maka hendaklah kita bangkit dari ruku' dengan mengangkat dua tangan hingga sejajar dengan dua bahu/telinga sambil mengucapkan Sami'alloohu liman hamidah. Kemudian disusul dengan membaca Robbanaa wa lakal-hamdu, atau bacaan i'tidal yang lain.

عَنِ ابْنِ عُمَرَ قَالَ: كَانَ النَّبِيُّ ص اِذَا قَامَ اِلَى الصَّلاَةِ رَفَعَ يَدَيْهِ حَتَّى يَكُوْنَا بِحَذْوِ مَنْكِبَيْهِ ثُمَّ يُكَبّرُ. فَاِذَا اَرَادَ اَنْ يَرْكَعَ رَفَعَهُمَا مِثْلَ ذلِكَ وَاِذَا رَفَعَ رَاْسَهُ مِنَ الرُّكُوْعِ رَفَعَهُمَا كَذلِكَ اَيْضًا. وَ قَالَ: سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَهُ رَبَّنَا وَ لَكَ اْلحَمْدُ. احمد و البخارى و مسلم، فى نيل الاوطار
Dari Ibnu Umar, ia berkata, “Adalah Nabi SAW apabila berdiri shalat, beliau mengangkat dua tangannya hingga sejajar dua bahunya kemudian bertakbir. Dan apabila hendak ruku', beliau mengangkat dua tangannya seperti itu. Dan apabila mengangkat kepalanya dari ruku', beliau mengangkat dua tangannya seperti itu pula, dan membaca Sami'alloohu liman hamidah, robbanaa wa lakal-hamdu (Semoga Allah mendengar bagi orang yang memuji-Nya. Ya Tuhan kami, dan bagi-Mulah segala puji). [HR. Ahmad, Bukhari dan Muslim, dalam Nailul Authar juz 2, hal. 200]

Tata Cara Shalat : Ruku' Dan Bacaan Ruku'



بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم


Tata Cara Sholat

Ruku’
tata cara shalat ruku' dan bacaan ruku'
Ruku'

Apabila telah selesai membaca Al-Fatihah dan Surat/ayat Al-Qur'an, lalu mengerjakan ruku'.

قَالَ اَبُوْ حُمَيْدِ السَّاعِدِيّ: كَانَ رَسُوْلُ اللهِ ص اِذَا قَامَ اِلَى الصَّلاَةِ اعْتَدَلَ قَائِمًا وَ رَفَعَ يَدَيْهِ حَتَّى يُحَاذِيَ بِهِمَا مَنْكِبَيْهِ، فَاِذَا اَرَادَ اَنْ يَرْكَعَ رَفَعَ يَدَيْهِ حَتَّى يُحَاذِيَ بِهِمَا مَنْكِبَيْهِ ثُمَّ قَالَ اَللهُ اَكْبَرُ وَ رَكَعَ ثُمَّ اعْتَدَلَ فَلَمْ يُصَوّبْ رَأْسَهُ وَ لَمْ يُقْنِعْ وَ وَضَعَ يَدَيْهِ عَلَى رُكْبَتَيْهِ. الترمذى
Telah berkata Abu Humaid As-Saa'idiy, “Adalah Rasulullah SAW apabila hendak shalat, beliau berdiri tegak dan mengangkat dua tangannya hingga berbetulan dengan dua bahunya (kemudian bertakbir). Maka apabila hendak ruku', beliau mengangkat dua tangannya hingga berbetulan dengan dua bahunya kemudian membaca Alloohu Akbar, lalu ruku' dengan lurus, yakni tidak terlalu menundukkan dan tidak pula meninggikan kepalanya, dan beliau meletakkan dua tangannya pada dua lututnya”. [HSR. Tirmidzi juz 1, hal. 188]

Thursday, January 03, 2013

Tata Cara Shalat : Membaca Surat Atau Ayat Al-Quran



بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم

Tata Cara Sholat

Membaca Surat atau Ayat-ayat Al-Qur'an
tata cara shalat mebaca surat atau ayat Al-quran

عَنْ اَبِى سَعِيْدٍ قَالَ: أُمِرْنَا اَنْ نَقْرَأَ بِفَاتِحَةِ اْلكِتَابِ وَ مَا تَيَسَّرَ. ابو داود
Dari Abu Sa'id, ia berkata, "Kami diperintah (oleh Rasulullah SAW) supaya membaca Al-Fatihah dan apa-apa (ayat atau surat) yang mudah". [HR. Abu Dawud juz 1, hal. 216]

عَنْ اَبِى قَتَادَةَ اَنَّ النَّبِيَّ ص كَانَ يَقْرَأُ فِى الظُّهْرِ فِى اْلاُولَيَيْنِ بِأُمّ اْلكِتَابِ وَ سُوْرَتَيْنِ، وَ فِى الرَّكْعَتَيْنِ اْلاُخْرَيـَيْنِ بِفَاتِحَةِ اْلكِتَابِ. وَ يُسْمِعُنَا اْلآيَةَ أَحْيَانًا، وَ يُطَوّلُ فِى الرَّكْعَةِ اْلاُوْلَى مَا لاَ يُطِيْلُ فِى الثَّانِيَةِ، هكَذَا فِى اْلعَصْرِ، وَ هكَذَا فِى الصُّبْحِ. احمد والبخارى و مسلم، فى نيل الاوطار

Wednesday, January 02, 2013

Tata Cara Shalat : Membaca Basmalah, Al Fatehah Dan Amin



بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم


Tata Cara Sholat

Membaca Basmalah :
tata cara shalat membaca basmalah Al fatehah dan amin
Basmallah

عَنْ اَبىِ هُرَيْرَةَ اَنَّ النَّبِيَّ ص كَانَ يَجْهَرُ بِبِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ. الدارقطنى
Dari Abu Hurairah bahwasanya Nabi SAW membaca Bismillaahir rohmaanir rohiim dengan jahr. [HR. Daruquthni juz 1, hal. 307]

عَنْ اَنَسٍ قَالَ: كَانَ رَسُوْلُ اللهِ ص يَجْهَرُ بِاْلقِرَاءَةِ بِبِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ. الدارقطنى
Dari Anas, ia berkata : Adalah Rasulullah SAW membaca Bismillaahir rohmaanir rohiim dengan jahr. [HR. Daruquthni juz 1, hal. 309]

Tata Cara Shalat : Bersedekap, Doa Iftitah Dan Ta'awwudz



بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم


Tata Cara Sholat

Bersedekap
Tata Cara Shalat bersedekap
Bersedekap

عَنْ وَائِلِ بْنِ حُجْرٍ اَنَّهُ رَاَى النَّبِيَّ ص رَفَعَ يَدَيْهِ حِيْنَ دَخَلَ فِى الصَّلاَةِ كَبَّرَ (وَصَفَ هَمَّامٌ حِيَالَ اُذُنَيْهِ) ثُمَّ اِلْتَحَفَ بِثَوْبِهِ. ثُمَّ وَضَعَ يَدَهُ الْيُمْنىَ عَلَى الْيُسْرَى. فَلَمَّا اَرَادَ اَنْ يَرْكَعَ اَخْرَجَ يَدَيْهِ مِنَ الثَّوْبِ ثُمَّ رَفَعَهُمَا. ثُمَّ كَبَّرَ فَرَكَعَ. فَلَمَّا قَالَ سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَهُ رَفَعَ يَدَيْهِ. فَلَمَّا سَجَدَ سَجَدَ بَيْنَ كَفَّيْهِ. مسلم 1: 301
Dari Wail bin Hujr, sesungguhnya ia pernah melihat Nabi SAW mengangkat kedua tangannya waktu memulai shalat, beliau bertakbir (Hammam, perawi hadits menerangkan : beliau mengangkat tangannya hingga sejajar kedua telinganya) Kemudian beliau berselimut dengan pakaiannya, kemudian beliau meletakkan tangan kanannya pada tangan kirinya. Ketika beliau akan ruku’, beliau mengeluarkan kedua tangannya dari pakaiannya, kemudian mengangkat keduanya, kemudian bertakbir dan ruku’. Ketika beliau membaca Sami’alloohu liman hamidah, beliau mengangkat kedua tangannya, dan ketika sujud beliau sujud diantara dua tapak tangannya” [HR. Muslim juz I, hal. 301]

Tuesday, January 01, 2013

Tata Cara Shalat : Berdiri Menghadap Qiblat



بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم


Tata Cara Sholat

Shalat dengan berdiri
tata cara shalat berdiri menghadap qiblat
Berdiri

عَنْ عِمْرَانَ بْنِ حُصَيْنٍ رض قَالَ: كَانَتْ بِى بَوَاسِيْرُ فَسَأَلْتُ النَّبِيَّ ص عَنِ الصَّلاَةِ، فَقَالَ: صَلّ قَائِمًا فَاِنْ لَمْ تَسْتَطِعْ فَقَاعِدًا فَاِنْ لَمْ َسْتَطِعْ فَعَلَى جَنْبٍ. البجارى 2: 41
Dari 'Imran bin Hushain RA, ia berkata : Saya menderita sakit wasir, maka saya bertanya kepada Nabi SAW tentang shalat, lalu beliau bersabda, "Shalatlah dengan berdiri, jika tidak dapat maka shalatlah dengan duduk dan jika tidak dapat, maka shalatlah dengan berbaring". [HR. Bukhari juz 2, hal. 41]

Menghadap Qiblat

وَ مِنْ حَيْثُ خَرَجْتَ فَوَلّ وَجْهَكَ شَطْرَ اْلمَسْجِدِ اْلحَرَامِ، وَ حَيْثُ مَا كُنْتُمْ فَوَلُّوْا وُجُوْهَكُمْ شَطْرَه‘.البقرة:150

Larangan Di Dalam Shalat Dan Pengecualianya

 بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم

Larangan Dalam Sholat

1. Dilarang berbicara di dalam shalat

larangan dalam shalat
عَنْ زَيْدِ بْنِ اَرْقَمَ قَالَ: كُنَّا نَتَكَلَّمُ فِى الصَّلاَةِ. يُكَلّمُ الرَّجُلُ صَاحِبَهُ وَ هُوَ اِلىَ جَنْبِهِ فِى الصَّلاَةِ حَتَّى نَزَلَتْ: وَ قُوْمُوْا ِللهِ قَانِتِيْنَ. فَاُمِرْنَا بِالسُّكُوْتِ وَ نُهِيْنَا عَنِ اْلكَلاَمِ. مسلم 1: 383
Dari Zaid bin Arqam, ia berkata : Kami dahulu biasa berbicara di dalam shalat, yaitu orang berbicara dengan temannya yang disebelahnya di dalam shalat, hingga turun ayat (yang artinya) : "Kerjakanlah shalat karena Allah dengan tunduk (diam)". [QS. Al-Baqarah : 238]. Setelah itu, kami diperintahkan supaya diam, dan kami dilarang berbicara". [HR. Muslim juz 1, hal. 383]

عَنْ عَبْدِ اللهِ قَالَ: كُنَّا نُسَلّمُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ ص وَ هُوَ فِى الصَّلاَةِ فَيَرُدُّ عَلَيْنَا. فَلَمَّا رَجَعْنَا مِنْ عِنْدِ النَّجَاشِى سَلَّمْنَا عَلَيْهِ فَلَمْ يَرُدَّ عَلَيْنَا. فَقُلْنَا: يَا رَسُوْلَ اللهِ، كُنَّا نُسَلّمُ عَلَيْكَ فِى الصَّلاَةِ فَتَرُدُّ عَلَيْنَا. فَقَالَ: اِنَّ فِى الصَّلاَةِ شُغْلاً. مسلم 1: 382