Larangan Wanita Mencukur Alis Menyambung Rambut Menjarangkan Gigi Dan Bertatto

Tuesday, August 13, 2013

Larangan Wanita Mencukur Alis Menyambung Rambut Menjarangkan Gigi Dan Bertatto

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم

Suri Tauladan Rasulullah SAW Yang Baik

Larangan wanita menyambung rambut, mencukur Alis, menjarangkan gigi, dan bertatto

Islam melarang para wanita menyambung rambut, mencabut bulu dahi atau mencukur alis, mengikir giginya supaya jarang dan kelihatan cantik, dan wanita yang mencacah atau bertatto, berdasar hadits-hadits sebagai berikut :

عَنْ عَائِشَةَ رض اَنَّ جَارِيَةً مِنَ اْلاَنْصَارِ تَزَوَّجَتْ وَ اَنَّهَا مَرِضَتْ فَتَمَعَّطَ شَعَرُهَا، فَاَرَادُوْا اَنْ يَصِلُوْهَا، فَسَأَلُوا النَّبِيَّ ص، فَقَالَ: لَعَنَ اللهُ اْلوَاصِلَةَ وَ اْلمُسْتَوْصِلَةَ. البخارى 7: 62
Dari 'Aisyah RA, bahwasanya ada seorang wanita Anshar menikah, dan ia terserang penyakit sehingga rambutnya rontok. Lalu keluarganya ingin menyambung rambutnya, maka mereka bertanya kepada Nabi SAW, maka Nabi SAW bersabda : "Allah melaknat wanita yang menyambung rambut dan wanita yang minta disambung rambutnya". [HR. Bukhari juz 7, hal. 62]
عَنْ اَسْمَاءَ قَالَتْ: سَأَلَتِ امْرَأَةٌ النَّبِيَّ ص فَقَالَتْ: يَا رَسُوْلَ اللهِ، اِنَّ ابْنَتِى اَصَابَتْهَا اْلحَصْبَةُ فَامَّرَقَ شَعَرُهَا، وَ اِنّى زَوَّجْتُهَا، اَفَأَصِلُ فِيْهِ؟ فَقَالَ: لَعَنَ اللهُ اْلوَاصِلَةَ وَ اْلمَوْصُوْلَةَ. البخارى 7: 63
Dari Asma', ia berkata : Ada seorang wanita bertanya kepada Nabi SAW. Ia berkata, "Ya Rasulullah, sesungguhnya anak perempuan saya terkena sakit panas sehingga rambutnya rontok, dan saya telah menikahkannya. Apakah boleh saya sambung rambutnya?". Maka Rasulullah SAW bersabda, "Allah melaknat wanita yang menyambung rambut dan wanita yang disambung rambutnya". [HR. Bukhari juz 7, hal. 63]

عَنِ ابْنِ عُمَرَ رض قَالَ: لَعَنَ النَّبِيُّ ص اْلوَاصِلَةَ وَ اْلمُسْتَوْصِلَةَ، وَ اْلوَاشِمَةَ وَ اْلمُسْتَوْشِمَةَ. البخارى 7: 63
Dari Ibnu Umar RA ia berkata, "Nabi SAW melaknat wanita yang menyambung rambut dan wanita yang minta disambung rambutnya, (dan melaknat) wanita yang mencacah (mentatto) dan wanita yang minta dicacah (ditatto)". [HR. Bukhari juz 7, hal. 63].

عَنْ اَسْمَاءَ بِنْتِ اَبِى بَكْرٍ قَالَتْ: لَعَنَ رَسُوْلُ اللهِ ص اْلوَاصِلَةَ وَ اْلمُسْتَوْصِلَةَ. البخارى 7: 62
Dari Asma' binti Abu Bakar, ia berkata, "Rasulullah SAW melaknat wanita yang menyambung rambut dan wanita yang minta disambung rambutnya". [HR. Bukhari juz 7, hal. 62].

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ: لُعِنَتِ اْلوَاصِلَةُ وَ اْلمُسْتَوْصِلَةُ وَ النَّامِصَةُ وَ اْلمُتَنَمّصَةُ وَ اْلوَاشِمَةُ وَ اْلمُسْتَوْشِمَةُ مِنْ غَيْرِ دَاءٍ. ابو داود 4: 78، رقم: 4170
Dari Ibnu Abbas, ia berkata, "Telah dilaknat wanita yang menyambung rambut dan wanita yang minta disambung rambutnya, wanita yang mencabut bulu dahi (atau ngerik alis) dan wanita yang dicabut bulu dahinya (atau dikerik alisnya) dan wanita yang mencacah (mentatto) dan wanita yang minta dicacah (ditatto) bukan karena sakit". [HR. Abu Dawud juz 4, hal. 78, no. 4170].

عَنِ عَلْقَمَةَ قَالَ: لَعَنَ عَبْدُ اللهِ اْلوَاشِمَاتِ وَ اْلمُتَنَمّصَاتِ وَ اْلمُتَفَلّجَاتِ لِلْحُسْنِ اْلمُغَيّرَاتِ خَلْقَ اللهِ، فَقَالَتْ اُمُّ يَعْقُوْبَ: مَا هذَا؟ قَالَ عَبْدُ اللهِ: وَ مَا لِى لاَ اَلْعَنُ مَنْ لَعَنَ رَسُوْلُ اللهِ ص وَ فِى كِتَابِ اللهِ. قَالَتْ: وَ اللهِ لَقَدْ قَرَأْتُ مَا بَيْنَ لَوْحَيْنِ فَمَا وَجَدْتُهُ. قَالَ: وَ اللهِ، َلاِنْ قَرَأْتِيْهِ وَجَدْتِيْهِ: وَ مَا آتَاكُمُ الرَّسُوْلُ فَخُذُوْهُ، وَ مَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوْا. البخارى 7: 63
Dari ‘Alqamah ia berkata : ‘Abdullah (bin Mas’ud) melaknat wanita-wanita yang mencacah (mentatto) dan melaknat wanita-wanita yang dicabut bulu dahinya (atau dikerik alisnya) dan wanita-wanita yang menjarangkan giginya supaya cantik, yaitu para wanita yang mengubah ciptaan Allah". Lalu Ummu Ya’qub berkata (kepada Ibnu Mas'ud) “Apa ini?”. Maka ‘Abdullah bin Mas'ud berkata, "Mengapa aku tidak boleh melaknat kepada orang yang dilaknat oleh Rasulullah SAW sedangkan di dalam kitab Allah (sudah dijelaskan). Wanita itu berkata, “Demi Allah, sungguh aku telah baca semuanya, tetapi aku tidak mendapatinya”. ‘Abdullah (bin Mas’ud) berkata, “Demi Allah, kalau kamu membacanya, pasti kamu mendapatinya”. (Allah Ta'ala berfirman yang artinya), "Apa yang didatangkan oleh Rasul kepada kalian, maka terimalah dia, dan apa yang dilarang oleh Rasul kepada kalian, maka tinggalkanlah". (Al-Hasyr : 7).[HR. Bukhari juz 7, hal. 63].

عَنْ عَبْدِ اللهِ قَالَ: لَعَنَ رَسُوْلُ اللهِ ص اَلْوَاشِمَاتِ وَ اْلمُوْتَشِمَاتِ وَ اْلمُتَنَمّصَاتِ وَ اْلمُتَفَلّجَاتِ ِللْحُسْنِ اْلمُغَيّرَاتِ. النسائى 8: 146
Dari ‘Abdullah (bin Mas’ud), ia berkata : Rasulullah SAW melaknat wanita yang mentatto dan wanita yang minta ditatto, wanita yang mencabut bulu dahinya (mengerik alisnya) dan wanita yang menjarangkan giginya supaya cantik, yaitu para wanita yang merubah ciptaan Allah”. [HR. An-Nasaiy juz 8, hal. 146]

عَنْ سَعِيْدِ بْنِ اْلمُسَيَّبِ قَالَ: قَدِمَ مُعَاوِيَةُ اْلمَدِيْنَةَ فَخَطَبَنَا، وَ اَخْرَجَ كُبَّةً مِنْ شَعَرٍ، فَقَالَ: مَا كُنْتُ أُرَى اَنَّ اَحَدًا يَفْعَلُهُ اِلاَّ اْليَهُوْدَ. اِنَّ رَسُوْلَ اللهِ ص بَلَغَهُ فَسَمَّاهُ الزُّوْرَ. مسلم 4: 1680
Dari Sa’id bin Musayyab, ia berkata, Mu'awiyah datang di Madinah lalu berkhutbah kepada kami, dia mengeluarkan seikat rambut lalu berkata : "Aku tidak pernah melihat seorang pun yang berbuat demikian ini kecuali orang-orang Yahudi. Sesungguhnya Rasulullah SAW ketika hal itu sampai kepada beliau, menamakannya dengan Az-zuur (kepalsuan). [HR. Muslim juz 4, hal. 1680]

Tentang Wanita Mencukur Atau Menggundul Rambut Kepalanya

عَنْ خِلاَسِ بْنِ عَمْرٍو عَنْ عَلِيّ قَالَ، نَهَى رَسُوْلُ اللهِ ص اَنْ تَحْلِقَ اْلمَرْأَةُ رَأْسَهَا. الترمذى 2: 198، رقم: 917
Dari Khilas bin ‘Amr dari ‘Ali, ia berkata, “Rasulullah SAW melarang wanita mencukur (menggundul) rambut kepalanya”. [HR Tirmidzi juz 2, hal. 198, no. 917, hadits ini juga diriwayatkan oleh Nasai juz 8, hal. 130, hadits ini dla’if, karena dalam sanadnya ada perawi bernama Muhammad bin Musa Al-Harasyi]

عَنْ عَائِشَةَ اَنَّ النَّبِيَّ ص نَهَى اَنْ تَحْلِقَ اْلمَرْأَةُ رَأْسَهَا. الترمذى 2: 198، رقم: 918
Dari ‘Aisyah bahwasanya Nabi SAW melarang wanita mencukur (menggundul) rambut kepalanya. [HR. Tirmidzi juz 2, hal. 198, no. 918, hadits ini munqathi’ karena Qatadah bin Da’amah tidak bertemu dengan ‘Aisyah].

عَنْ خِلاَسِ بْنِ عَمْرٍو قَالَ: نَهَى رَسُوْلُ اللهِ ص اَنْ تَحْلِقَ اْلمَرْأَةُ رَأْسَهَا. الترمذى 2: 198، رقم: 918
Dari Khilas bin ‘Amr, ia berkata, “Rasulullah SAW melarang wanita mencukur (menggundul) rambut kepalanya”. [HR. Tirmidzi, juz 2, hal. 198, no. 918, hadits ini mursal, karena Khilas bin ‘Amr tidak bertemu dengan Nabi SAW]


سُبْحَانَكَ اللّهُمَّ وَ بِحَمْدِكَ اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلهَ اِلاَّ اَنْتَ اَسْتَغْفِرُكَ وَ اَتُوْبُ اِلَيْكَ

3 comments :

  1. Asalamualaikum minal aidin wal faizin... sahabat ,, setuju atas pencerahanya semoga barkah bermanfa'at Amin..

    ReplyDelete
    Replies
    1. waalaikumsalamwrwb. taqobalallahuminawaminkum

      Delete
  2. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete

1. Silahkan meninggalkan komentar anda dengan bahasa yang baik dan sopan.
2. Dilarang komentar SPAM, Iklan atau dengan Menyisipkan URL/ Link atau Anchor teks di dalam pesan / komentar, bila ada akan dihapus tanpa pemberitahuan.
3. Terimakasih atas kunjungan anda, semoga bermanfaat