Saturday, September 28, 2013

Cara Pelaksanaan Ibadah Haji

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم

Macam-macam Cara Ibadah Haji

Didalam melaksanakan ibadah haji ada 3 cara yang bisa kita lakukan yaitu terdiri dari :
  1. Haji Tamattu’ ialah ibadah haji yang cara pelaksanaannya dengan melakukan umrah lebih dahulu kemudian baru haji.
  2. Haji Ifrad ialah ibadah haji yang cara pelaksanaannya dengan melakukan haji lebih dahulu kemudian baru umrah.
  3. Haji Qiran ialah ibadah haji yang cara pelaksanaannya dengan melakukan haji dan umrah bersama-sama.
Bagi yang melaksanakan dengan cara hajji Ifrad maka tidak terkena dam sedang yang melaksanakan dengan cara hajji Tamattu’ dan hajji Qiran harus membayar dam.

Friday, September 27, 2013

Keutamaan Haji Dan Shalat Di Masjidil Haram

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم
Keutamaan Haji

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رض قَالَ: قَالَ النَّبِيُّ ص: مَنْ حَجَّ هذَا اْلبَيْتَ فَلَمْ يَرْفُثْ وَ لَمْ يَفْسُقْ رَجَعَ كَيَوْمِ وَلَدَتْهُ اُمُّهُ. البخارى 2: 209
Dari Abu Hurairah RA, ia berkata : Nabi SAW bersabda, “Barangsiapa yang berhaji ke Baitullah ini dan ia tidak berbuat rafats, tidak pula berbuat fasiq, maka ia pulang sebagaimana keadaan ketika diahirkan oleh ibunya”. [HR. Bukhari juz 2, hal. 209]

عَنْ اَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: اْلحَجَّةُ اْلمَبْرُوْرَةُ لَيْسَ لَهَا جَزَاءٌ اِلاَّ اْلجَنَّةُ وَ اْلعُمْرَةُ اِلَى اْلعُمْرَةِ كَفَّارَةٌ لِمَا بَيْنَهُمَا. النسائى 5: 112
Dari Abu Hurairah, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Haji yang mabrur, tiada balasannya melainkan surga, dan antara ‘umrah yang satu dan ‘umrah yang berikutnya menghapuskan dosa-dosa yang terjadi antara keduanya”. [HR. Nasaaiy juz 5, hal. 112]

Thursday, September 26, 2013

Mukjizat Nabi Muhammad Saw 4 : Mengetahui Kejadian Hal Ghaib Dan Ru'yah

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم

Bukti - bukti Kenabian Nabi Muhammad Saw

Diantara sabda-sabda Nabi SAW yang merupakan bukti kenabian beliau diantaranya Mengetahui kejadian yang tidak dilihat olehnya, Mengetahui apa yang telah terjadi, sedang terjadi, yang akan terjadi sebagai mana dalam beberapa hadits berikut :

عَنْ خَبَّابِ بْنِ اْلاَرَتّ قَالَ: شَكَوْنَا اِلَى رَسُوْلِ اللهِ ص وَهُوَ مُتَوَسّدٌ بُرْدَةً لَهُ فِي ظِلّ الْكَعْبَةِ قُلْنَا لَهُ: اَلاَ تَسْتَنْصِرُ لَنَا، اَلاَ تَدْعُو اللهَ لَنَا. قَالَ: كَانَ الرَّجُلُ فِيْمَنْ قَبْلَكُمْ يُحْفَرُ لَهُ فِي اْلاَرْضِ فَيُجْعَلُ فِيْهِ فَيُجَاءُ بِالْمِنْشَارِ فَيُوْضَعُ عَلَى رَأْسِهِ فَيُشَقُّ بِاثْنَتَيْنِ وَ مَا يَصُدُّهُ ذلِكَ عَنْ دِيْنِهِ وَ يُمْشَطُ بِاَمْشَاطِ اْلحَدِيْدِ مَا دُوْنَ لَحْمِهِ مِنْ عَظْمٍ اَوْ عَصَبٍ وَ مَا يَصُدُّهُ ذلِكَ عَنْ دِيْنِهِ. وَ اللهِ لَيَتِمَّنَّ هذَا اْلاَمْرُ حَتَّى يَسِيْرَ الرَّاكِبُ مِنْ صَنْعَاءَ اِلَى حَضْرَمَوْتَ لاَ يَخَافُ اِلاَّ اللهَ اَوِ الذّئْبَ عَلَى غَنَمِهِ وَ لكِنَّكُمْ تَسْتَعْجِلُوْنَ. البخارى 4: 179
Dari Khabbaab bin Al-Aratt, ia berkata; "Kami pernah mengadu kepada Rasulullah SAW, ketika itu beliau sedang berada di bawah naungan Ka'bah dengan berbantalkan kain selimut beliau. Kami berkata, “Apakah tidak sebaiknya engkau memohonkan pertolongan buat kami?. Apakah tidak sebaiknya engkau berdo'a memohon kepada Allah untuk kami?". Beliau bersabda,

Wednesday, September 25, 2013

Mukjizat Nabi Muhammad Saw 3

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم

Bukti - bukti Kenabian Nabi Muhammad SAW 

Bukti Kenabian atau mukjizat Nabi Muhammad SAW sangat banyak, dalam post ini kami sampaikan beberapa mukjizat Nabi Saw diantaranya tentang berkah kurma untuk membayar hutang dan masih tetap sisa banyak walau sudah untuk membayar hutang, tanah yang keras menjadi pasir, hidangan daging dan roti yang sedikit untuk banyak orang, Makanan sedikit yang bisa dimakan oleh banyak orang dll, berikut haditsnya :

عَنْ جَابِرٍ اَنَّ اَبَاهُ تُوُفّيَ وَ عَلَيْهِ دَيْنٌ فَاَتَيْتُ النَّبِيَّ ص فَقُلْتُ اِنَّ اَبِى تَرَكَ عَلَيْهِ دَيْنًا وَ لَيْسَ عِنْدِى اِلاَّ مَا يُخْرِجُ نَخْلُهُ وَ لاَ يَبْلُغُ مَا يُخْرِجُ سِنِيْنَ مَا عَلَيْهِ، فَانْطَلِقْ مَعِى لِكَيْلاَ يُفْحِشَ عَلَيَّ الْغُرَمَاءُ فَمَشَى حَوْلَ بَيْدَرٍ مِنْ بَيَادِرِ التَّمْرِ فَدَعَا ثُمَّ آخَرَ ثُمَّ جَلَسَ عَلَيْهِ فَقَالَ اِنْزِعُوْهُ فَاَوْفَاهُمُ الَّذِى لَهُمْ وَ بَقِيَ مِثْلُ مَا اَعْطَاهُمْ. البخارى 4: 172
Dari Jabir, bahwasanya ayahnya meninggal dan masih menanggung hutang. Lalu aku (Jabir) datang kepada Nabi SAW dan berkata, "Sesungguhnya ayahku meninggal dunia dan ia masih punya tanggungan hutang, sedangkan aku tidak mempunyai harta selain hasil pohon kurma miliknya, sedangkan hasilnya beberapa tahun tidak cukup untuk menutup hutangnya. Maka saya mohon engkau berangkat bersamaku supaya orang-orang yang menghutangi itu tidak berlaku kasar terhadapku". Kemudian beliau berjalan di sekitar salah satu tempat penjemuran kurma, lalu beliau memohon barakah, kemudian menuju pada tempat penjemuran yang lain (dan memohon barakah). Lalu beliau duduk padanya, dan beliau bersabda, "Keluarkanlah kurma itu (dari tempat penjemurannya)". Lalu beliau melunasi mereka (para piutang), dan masih tersisa sebanyak yang diberikan kepada mereka. [HR. Bukhari juz 4, hal. 172]

Mukjizat Nabi Muhammad Saw 2 : Membelah Bulan Dll

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم

Bukti - bukti Kenabian Nabi Muhammad SAW

Lanjutan dari Mukjizat Nabi Muhammad Saw yang kemarin, dalam post ini kami sampaikan beberapa mukjizat Nabi Saw diantaranya tentang Nabi Muhammad Saw Membelah bulan menjadi dua, Pohon kurma menjadi saksi dan dibuat berbicara kepada Muhammad dan orang gunung Arab, batu pohon dan gunung memberi salam kepada Nabi Saw, Sepotong hati kambing cukup untuk 130 orang, Menjadikan minyak samin Ummu Malik tetap utuh tidak berkurang walau telah diberikan kepada Muhammad Saw, Makanan yang dimakan tidak berkurang justru bertambah tiga kali lipat. Dan berikut ini penjelasan dalam haditsnya :

عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ مَسْعُوْدٍ رض قَالَ: اِنْشَقَّ اْلقَمَرُ عَلَى عَهْدِ رَسُوْلِ اللهِ ص شِقَّتَيْنِ فَقَالَ النَّبِيُّ ص: اِشْهَدُوْا. البخارى 4: 186
Dari 'Abdullah bin Mas’ud RA, dia berkata : Bulan terbelah jadi dua di masa Rasulullah SAW, lalu Nabi SAW bersabda, "Saksikanlah”. HR. Bukhari juz 4, hal. 186]

عَنْ اَنَسٍ اَنَّهُ حَدَّثَهُمْ اَنَّ اَهْلَ مَكَّةَ سَأَلُوْا رَسُوْلَ اللهِ ص اَنْ يُرِيَهُمْ ايَةً فَاَرَاهُمْ اِنْشِقَاقَ اْلقَمَرِ. البخارى 4: 186
Dari Anas, dia bercerita kepada orang-orang : Sesungguhnya penduduk Makkah pernah meminta Rasulullah SAW untuk memperlihatkan tanda kekuasaan Allah (mu'jizat), maka beliau memperlihatkan kepada mereka terbelahnya bulan. [HR. Bukhari juz 4, hal. 186]

Mukjizat Nabi Muhammad Saw 1 : Al Quran Dan Memancarkan Air Dari Jari - Jari Nabi Saw Dll

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم

Bukti - bukti Kenabian Nabi Muhammad SAW

Setiap Nabi mempunyai atau diberi mukjizat Allah Swt yang berbeda-beda dan semua Nabi pasti diberi bukti-bukti kenabian atau mujizat-mukjizat dari Allah SWT. Maka Rasulullah SAW pun diberi mukjizat oleh Allah SWT. Adapun mukjizat beliau yang terkenal dan terbesar yaitu membelah bulan jadi dua, memancarkan air dari jari-jari, isra mi'raj dan Al-Qur’an yang bisa dibaca dan didengar sampai akhir zaman, sebagaimana dijelaskan dalam hadits :

عَنْ اَبِي هُرَيْرَةَ رض قَالَ: قَالَ النَّبِيُّ ص: مَا مِنَ اْلاَنْبِيَاءِ نَبِيٌّ اِلاَّ اُعْطِيَ مَا مِثْلُهُ امَنَ عَلَيْهِ الْبَشَرُ وَ اِنَّمَا كَانَ الَّذِي اُوْتِيْتُ وَحْيًا اَوْحَاهُ اللهُ اِلَيَّ فَاَرْجُوْ اَنْ اَكُوْنَ اَكْثَرَهُمْ تَابِعًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ. البخارى 6: 97
Dari Abu Hurairah RA, ia berkata : Nabi SAW bersabda, “Tidak ada seorang Nabi diantara para Nabi melainkan pasti diberi mu’jizat atau yang semisalnya yang dengannya menyebabkan manusia beriman. Dan sesungguhnya mukjizat yang diberikan padaku adalah wahyu (Al-Qur’an) yang Allah mewahyukannya kepadaku, maka aku berharap agar pada hari qiyamat aku yang paling banyak pengikutnya diantara mereka’. [HR. Bukhari juz 6, hal. 97]

Dan mukjizat-mukjizat Nabi Saw yang lain, diantaranya sebagai berikut :

Sunday, September 15, 2013

Istri - Istri Rasulullah SAW

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم

Assalamualaikum wrwb.
Nabi Muhammad Saw
Muhammad Saw

Dalam post yang terdahulu kami sampaikan atau membahas beberapa keluarga besar Rasulullah SAW yang meliputi putra putri Rasulullah SAW, cucu Rasulullah SAW, paman dan bibi Rasulullah SAW, Ibu-ibu yang pernah mengasuh Nabi SAW, saudara sepersusuan Rasulullah SAW, ibu susu Nabi SAW dan nasab Rasulullah SAW sedangkan pada post kali ini akan kami sampaikan beberapa istri-istri nabi Muhammad Saw.

Tentang Istri-istri Nabi SAW

Ketika Rasulullah wafat beliau meninggalkan 9 orang istri, sebagaimana Ibnu Hisyam menyebutkan bahwa : Menurut yang diceritakan kepadaku dari Ahli Ilmu bukan hanya dari seorang saja, mereka (istri-istri Nabi SAW ketika beliau wafat) berjumlah 9 orang [Sirah Ibnu Hisyam juz 6, hal. 56] diantaranya sebagai berikut :

Larangan Khamr Dijadikan Obat Dan Cuka

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم

Suri Teladan Rasulullah SAW Yang Baik 

Tentang Minuman Keras / Khamr Bg. 5

Khamr Tidak Boleh Dijadikan Sebagai Obat

Hadit berikut diterangkan dengan jelas Tentang menggunakan khamr sebagai obat :

عَنْ اَبِي هُرَيْرَةَ رض عَنْ النَّبِيّ ص قَالَ: مَا اَنْزَلَ اللهُ دَاءً اِلاَّ اَنْزَلَ لَهُ شِفَاءً. البخارى 7: 12
Dari Abu Hurairah, RA, dari Nabi SAW, beliau bersabda, “Allah tidak menurunkan penyakit, melainkan Dia menurunkan pula obatnya”. [HR. Bukhari juz 7, hal. 12]

عَنْ اَبِي الدَّرْدَاءِ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: اِنَّ اللهَ اَنْزَلَ الدَّاءَ وَالدَّوَاءَ وَ جَعَلَ لِكُلّ دَاءٍ دَوَاءً فَتَدَاوَوْا وَلَا تَدَاوَوْا بِحَرَامٍ. ابو داود 4: 7، رقم: 3873
Dari Abud Dardaa’ ia berkata, "Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya Allah telah menurunkan penyakit dan obat, dan menjadikan bagi setiap penyakit ada obatnya, maka berobatlah dan jangan berobat dengan sesuatu yang haram”. [HR Abu Dawud juz 4, hal. 7, no. 3873]

Saturday, September 14, 2013

Hukuman Peminum Khamr Dalam Islam

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم

Suri Teladan Rasulullah SAW Yang Baik 

Tentang Minuman Keras / Khamr Bg. 4 

Hadits Hukuman Peminum Khamr

عَنْ اَنَسٍ اَنَّ النَّبِيَّ ص كَانَ يَضْرِبُ فِى اْلخَمْرِ بِالنّعَالِ وَ اْلجَرِيْدِ اَرْبَعِبْنَ. مسلم 3: 1331
Dari Anas, bahwasanya Nabi SAW dahulu memukul peminum khamr (sebgai hukuman) dengan menggunakan sandal dan pelepah kurma sebanyak empat puluh kali dera. [HR. Muslim juz 3, hal. 1331]

عَنْ اَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رض اَنَّ النَّبِيَّ ص ضَرَبَ فِى اْلخَمْرِ بِاْلجَرِيْدِ وَ النّعَالِ وَ جَلَدَ اَبُوْ بَكْرٍ اَرْبَعِيْنَ. البخارى 8: 13
Dari Anas bin Malik RA, sesungguhnya Nabi SAW pernah memukul orang karena minum khamr dengan pelepah kurma dan sandal. Dan Abu Bakar menghukum dengan 40 kali dera. [HR. Bukhari juz 8, hal. 13]

10 Golongan Yang Dilaknat Karena Khamr

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم

Suri Teladan Rasulullah SAW Yang Baik

Tentang Minuman Keras / Khamr Bg. 3

Khamr Yang Telah Diharamkan Allah Tidak Boleh Dijual / Dihadiahkan

عَنْ عَبْدِ الرَّحْمنِ بْنِ وَعْلَةَ السَّبَإِيّ مِنْ اَهْلِ مِصْرَ اَنَّهُ سَأَلَ عَبْدَ اللهِ بْنَ عَبَّاسٍ عَمَّا يُعْصَرُ مِنَ الْعِنَبِ. فَقَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ: اِنَّ رَجُلاً اَهْدَى لِرَسُوْلِ اللهِ ص رَاوِيَةَ خَمْرٍ، فَقَالَ لَهُ رَسُوْلُ اللهِ ص: هَلْ عَلِمْتَ اَنَّ اللهَ قَدْ حَرَّمَهَا؟ قَالَ: لاَ فَسَارَّ اِنْسَانًا. فَقَالَ لَهُ رَسُوْلُ اللهِ ص بِمَ سَارَرْتَهُ؟ فَقَالَ: اَمَرْتُهُ بِبَيْعِهَا، فَقَالَ: اِنَّ الَّذِيْ حَرَّمَ شُرْبَهَا حَرَّمَ بَيْعَهَا. قَالَ: فَفَتَحَ الْمَزَادَ حَتَّى ذَهَبَ مَا فِيْهَا. مسلم 3: 1206
Dari Abdurrahman bin Wa'lah As-Saba`iy dari penduduk Mesir, bahwa dia pernah bertanya kepada Abdullah bin Abbas tentang perasan anggur. Ibnu Abbas menjawab, "Suatu ketika seorang laki-laki menghadiahkan satu wadah berisi khamr kepada Rasulullah SAW, lalu beliau bersabda kepadanya, "Belum tahukah kamu bahwa Allah telah mengharamkannya?". Laki-laki itu menjawab, "Belum”. Kemudian dia berbisik kepada orang yang ada di sampingnya. Maka Rasulullah SAW bersabda kepadanya, "Apa yang kamu bisikkan kepadanya?". Dia menjawab, "Saya menyuruhnya supaya menjualnya”. Beliau bersabda, "Sesungguhnya Tuhan yang mengharamkan meminumnya juga mengharamkan menjualnya”. (Ibnu ‘Abbas) berkata, "Kemudian laki-laki tersebut membuka wadah khamr itu dan membuang isinya”. [HR. Muslim juz 3, hal. 1206]

Friday, September 13, 2013

Segala Yang Memabukkan Hukumnya Haram

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم

Suri Teladan Rasulullah SAW Yang Baik

Tentang Minuman Keras / Khamr Bg. 2


Segala Yang Memabukkan Hukumnya Haram

عَنِ ابْنِ عُمَرَ اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ ص قَالَ: كُلُّ مُسْكِرٍ خَمْرٌ، وَ كُلُّ مُسْكِرٍ حَرَامٌ. مسلم 3: 1587، رقم: 74
Dari Ibnu 'Umar, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, "Setiap (minuman) yang memabukkan itu khamr, dan setiap (minuman) yang memabukkan itu haram". [HR. Muslim juz 3, hal. 1587]

عَنِ ابْنِ عُمَرَ قَالَ: وَ لاَ اَعْلَمُهُ اِلاَّ عَنِ النَّبِيّ ص قَالَ: كُلُّ مُسْكِرٍ خَمْرٌ وَ كُلُّ خَمْرٍ حَرَامٌ. مسلم 3: 1588
Dari Ibnu ‘Umar, ia berkata : Dan aku tidak mengetahuinya melainkan dari Nabi SAW, beliau bersabda, "Setiap (minuman) yang memabukkan itu khamr, dan setiap khamr itu haram". [HR. Muslim juz 3, hal. 1588]

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ عَنِ النَّبِيّ ص قَالَ: كُلُّ مُخَمّرٍ خَمْرٌ وَ كُلُّ مُسْكِرٍ حَرَامٌ. ابو داود 3: 327، رقم: 3680
Dari Ibnu 'Abbas, dari Nabi SAW, beliau bersabda, "Setiap minuman yang menutupi (akal) adalah khamr, dan setiap minuman yang memabukkan adalah haram". [HR. Abu Dawud juz 3, hal. 327, no. 3680]

Larangan Minum - Minuman Keras

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم

Suri Teladan Rasulullah SAW Yang Baik

Tentang Minuman Keras / Khamr Bg. 1

Larangan Minum-minuman Keras atau Khamr

Pada mulanya khamr adalah minuman keras yang terbuat dari kurma dan anggur. Tetapi karena dilarangnya itu sebab memabukkan, maka minuman yang terbuat dari bahan apa saja (walaupun bukan dari kurma atau anggur) asal itu memabukkan, maka hukumnya sama dengan khamr, yaitu haram diminum.

Larangan minum khamr, diturunkan secara bertahap. Sebab minum khamar itu bagi orang Arab sudah menjadi adat kebiasaan yang mendarah daging semenjak zaman jahiliyah. Mula-mula dikatakan bahwa dosanya lebih besar daripada manfaatnya, kemudian orang yang sedang mabuk tidak boleh mengerjakan shalat, dan yang terakhir dikatakan bahwa minum khamr itu adalah keji dan termasuk perbuatan setan. Oleh sebab itu hendaklah orang-orang yang beriman berhenti dari minum khamr.

Begitulah, akhirnya Allah mengharamkan minum khamr secara tegas. Adapun firman Allah yang pertama kali turun tentang khamr adalah :