Segala Yang Memabukkan Hukumnya Haram

Friday, September 13, 2013

Segala Yang Memabukkan Hukumnya Haram

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم

Suri Teladan Rasulullah SAW Yang Baik

Tentang Minuman Keras / Khamr Bg. 2


Segala Yang Memabukkan Hukumnya Haram

عَنِ ابْنِ عُمَرَ اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ ص قَالَ: كُلُّ مُسْكِرٍ خَمْرٌ، وَ كُلُّ مُسْكِرٍ حَرَامٌ. مسلم 3: 1587، رقم: 74
Dari Ibnu 'Umar, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, "Setiap (minuman) yang memabukkan itu khamr, dan setiap (minuman) yang memabukkan itu haram". [HR. Muslim juz 3, hal. 1587]

عَنِ ابْنِ عُمَرَ قَالَ: وَ لاَ اَعْلَمُهُ اِلاَّ عَنِ النَّبِيّ ص قَالَ: كُلُّ مُسْكِرٍ خَمْرٌ وَ كُلُّ خَمْرٍ حَرَامٌ. مسلم 3: 1588
Dari Ibnu ‘Umar, ia berkata : Dan aku tidak mengetahuinya melainkan dari Nabi SAW, beliau bersabda, "Setiap (minuman) yang memabukkan itu khamr, dan setiap khamr itu haram". [HR. Muslim juz 3, hal. 1588]

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ عَنِ النَّبِيّ ص قَالَ: كُلُّ مُخَمّرٍ خَمْرٌ وَ كُلُّ مُسْكِرٍ حَرَامٌ. ابو داود 3: 327، رقم: 3680
Dari Ibnu 'Abbas, dari Nabi SAW, beliau bersabda, "Setiap minuman yang menutupi (akal) adalah khamr, dan setiap minuman yang memabukkan adalah haram". [HR. Abu Dawud juz 3, hal. 327, no. 3680]


عَنِ النُّعْمَانِ بْنِ بَشِيرٍ قَالَ: سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ ص يَقُوْلُ: اِنَّ اْلخَمْرَ مِنَ الْعَصِيْرِ وَ الزَّبِيْبِ وَ التَّمْرِ وَ اْلحِنْطَةِ وَ الشَّعِيْرِ وَ الذُّرَةِ وَ اِنّىْ اَنْهَاكُمْ عَنْ كُلّ مُسْكِرٍ. ابو داود 3: 326، رقم: 3677
Dari Nu’man bin Basyir, ia berkata : Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya khamr itu terbuat dari perasan (anggur), anggur kering, kurma (kering), gandum yang baik, gandum biasa dan dari biji-bijian, dan sesungguhnya aku melarang kalian dari setiap yang memabukkan”. [HR. Abu Dawud juz 3, hal. 326, no. 3677]

عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: َاْلخَمْرُ مِنْ هَاتَيْنِ الشَّجَرَتَيْنِ: النَّخْلَةِ وَ اْلعِنَبَةِ. مسلم 3: 1573، رقم: 13
Dari Abu Hurairah, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, "Khamr itu (dibuat) dari dua pohon ini : kurma dan anggur". [HR. Muslim juz 3, hal. 1573, no. 13]

عَنْ اَنَسٍ قَالَ: حُرّمَتْ عَلَيْنَا اْلخَمْرُ حَيْثُ حُرّمَتْ وَ مَا نَجِدُ يَعْنِى بِاْلمَدِيْنَةِ خَمْرَ اْلاَعْنَابِ اِلاَّ قَلِيْلاً وَ عَامَّةُ خَمْرِنَا اْلبُسْرُ وَ التَّمْرُ. البخارى 6: 241
Dari Anas, ia berkata, "Sesungguhnya khamr telah diharamkan kepada kita, dan pada waktu itu kami tidak mendapati yakni di Madinah, khamr yang terbuat dari anggur melainkan sedikit, dan kebanyakan saat itu khamr (dibuat dari) kurma segar dan kurma kering". [HR. Bukhari juz 6, hal. 241]

عَنْ عَائِشَةَ رض قَالَتْ: سُئِلَ رَسُوْلُ اللهِ ص عَنِ اْلبِتْعِ وَ هُوَ نَبِيْذُ اْلعَسَلِ. وَ كَانَ اَهْلُ اْليَمَنِ يَشْرَبُوْنَهُ، فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: كُلُّ شَرَابٍ اَسْكَرَ فَهُوَ حَرَامٌ. البخارى 6: 242
Dari 'Aisyah RA, ia berkata, "Rasulullah SAW pernah ditanya tentang bit'i, yaitu minuman keras yang terbuat dari madu, dan penduduk Yaman biasa meminumnya. Maka Rasulullah SAW menjawab, "Setiap minuman yang memabukkan, maka minuman itu haram". [HR. Bukhari juz 6, hal. 242]

عَنْ اَبِى مُوْسَى قَالَ: بَعَثَنِى النَّبِىُّ ص اَنَا وَ مُعَاذَ بْنَ جَبَلٍ اِلَى الْيَمَنِ فَقُلْتُ: يَا رَسُوْلَ اللهِ، اِنَّ شَرَابًا يُصْنَعُ بِاَرْضِنَا يُقَالُ لَهُ الْمِزْرُ مِنَ الشَّعِيْرِ وَ شَرَابٌ يُقَالُ لَهُ الْبِتْعُ مِنَ الْعَسَلِ. فَقَالَ: كُلُّ مُسْكِرٍ حَرَامٌ. مسلم 3: 1586
Dari Abu Musa, ia berkata, "Nabi SAW mengutus kami, yakni saya bersama Mu’adz bin Jabal ke Yaman, lalu aku bertanya kepada beliau, “Ya Rasulullah, sesungguhnya di negeri kami ada minuman yang terbuat dari gandum yang disebut Mizr, dan minuman dari madu yang disebut Bit’i (bagaimana hukumnya). Maka Rasulullah SAW bersabda, "Setiap minuman yang memabukkan itu haram”. [HR. Muslim juz 3, hal. 1586]

عَنِ ابْنِ عُمَرَ رض قَالَ: قَامَ عُمَرُ عَلَى المِنْبَرِ فقال: اَمَّا بَعْدُ، نَزَلَ تَحْرِيْمُ اْلخَمْرِ وَ هِيَ مِنْ خَمْسَةٍ: اْلعِنَبِ وَ التَّمْرِ وَ اْلعَسَلِ وَ اْلحِنْطَةِ وَ الشَّعِيْرِ، وَ اْلخَمْرُ مَا خَامَرَ اْلعَقْلَ. البخارى 6: 241
Dari Ibnu 'Umar RA, ia berkata : 'Umar pernah berdiri berkhutbah di mimbar, ia berkata, "Amma ba'du, sesungguhnya telah turun ketetapan haramnya khamr, dan khamr itu (terbuat) dari lima macam, yaitu dari anggur, kurma kering, madu, gandum yang bagus, dan sya'ir (gandum biasa). Dan khamr adalah suatu minuman yang menutupi akal". [HR. Bukhari juz 6, hal. 241]


Boleh Minum Perasan Kurma atau Anggur Selama Tidak Menjadi Khamr (belum rusak)

عَنْ يَحْيَى بْنِ عُبَيْدٍ اَبِى عُمَرَ اْلبَهْرَانِىّ قَالَ: سَمِعْتُ ابْنَ عَبَّاسٍ يَقُوْلُ: كَانَ رَسُوْلُ اللهِ ص يُنْتَبَذُ لَهُ اَوَّلَ اللَّيْلِ فَيَشْرَبُهُ اِذَا اَصْبَحَ يَوْمَهُ ذلِكَ وَ اللَّيْلَةَ الَّتِى تَجِيْءُ وَ اْلغَدَ وَ اللَّيْلَةَ اْلاُخْرَى وَ اْلغَدَ اِلَى اْلعَصْرِ، فَاِذَا بَقِيَ شَيْءٌ سَقَاهُ اْلخَادِمَ اَوْ اَمَرَ بِهِ فَصُبَّ. مسلم 3: 1589
Dari Yahya bin ‘Ubaid Abu ‘Umar Al-Bahraniy, ia berkata : Saya mendengar Ibnu 'Abbas berkata, "Dahulu Rasulullah SAW dibuatkan minuman dari anggur pada malam (hari yang) pertama, lalu beliau meminumnya ketika pagi harinya, dan malam berikutnya dan pagi harinya (hari kedua), dan malam berikutnya lagi serta pagi harinya sampai waktu 'ashar (hari ketiga). Lalu apabila masih ada sisanya, beliau memberikan kepada pelayan atau beliau menyuruh (membuangnya), lalu dibuang". [HR. Muslim juz 3, hal. 1589]

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ: كَانَ رَسُوْلُ اللهِ ص يُنْقَعُ لَهُ اْلزَبِيْبُ فَيَشْرَبُهُ اْليَوْمَ وَ اْلغَدَ وَ بَعْدَ اْلغَدِ اِلَى مَسَاءِ الثَّالِثَةِ، ثُمَّ يَأْمُرُ بِهِ فَيُسْقَى اَوْ يُهَرَاقُ. مسلم 3: 1589
Dari Ibnu ‘Abbas, ia berkata : Dahulu Rasulullah SAW disediakan untuk beliau minuman terbuat dari anggur, lalu beliau meminumnya hari itu, besok paginya dan lusa, sampai sore hari ketiga, kemudian beliau menyuruh diberikan atau dibuang". [HR. Muslim juz 3, hal. 1589]

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ: كُنَّا نَنْبِذُ لِرَسُوْلِ اللهِ ص فِى سِقَاءٍ فَنَأْخُذُ قَبْضَةً مِنْ تَمْرٍ وَ قَبْضَةً مِنْ زَبِيْبٍ فَنَطْرَحُهَا فِيْهِ، ثُمَّ نَصُبُّ عَلَيْهِ اْلمَاءَ فَنَنْبِذُهُ غُدْوَةَ فَيَشْرَبُهُ عَشِيَّةً وَ نَنْبِذُهُ عَشِيَّةً فَيَشْرَبُهُ غُدْوَةً. ابن ماجه 2: 1126و رقم: 3398
Dari 'Aisyah, ia berkata, "Dahulu kami membuatkan minuman Rasulullah SAW dalam suatu wadah, kami mengambil segenggam kurma dan segenggam anggur kering lalu kami tuangkan air. Kami membuat minuman itu pada pagi hari kemudian diminum pada sore hari dan (jika) kami membuatnya pada sore hari lalu diminum pada pagi hari. [HR. Ibnu Majah juz 2, hal. 1126, no. 3398]

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ: كُنَّا نَنْبِذُ لِرَسُوْلِ اللهِ ص فِى سِقَاءٍ يُوْكَى اَعْلاَهُ وَ لَهُ عَزْلاَءُ نَنْبِذُهُ غُذْوَةً فَيَشْرَبُهُ عِشَاءً وَ نَنْبِذُهُ عِشَاءً فَيَشْرَبُهُ غُذْوَةً. مسلم 3: 1590
Dari 'Aisyah, ia berkata, "Dahulu kami membuat minuman untuk Rasulullah SAW di wadah yang tertutup (bagian) atasnya dan mempunyai pelepas (untuk membuka). Kami membuatnya di pagi hari lalu beliau (Nabi SAW) meminumnya diwaktu ‘Isya’ dan (jika) kami membuat diwaktu ‘Isya’ maka (Nabi SAW) meminumnya di pagi hari". [HR. Muslim juz 3, hal. 1590]


Minum Khamr Walaupun Sedikit, Hukumnya Tetap Haram

عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللهِ اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ ص قَالَ: مَا اَسْكَرَ كَثِيْرُهُ فَقَلِيْلُهُ حَرَامٌ. ابن ماجه 2: 1125، رقم: 3393
Dari Jabir bin ‘Abdullah, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, "Minuman yang dalam jumlah banyak memabukkan, maka sedikitpun juga haram". [HR. Ibnu Majah juz 2, hal. 1125, no. 3393]

عَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ عَنْ اَبِيْهِ عَنْ جَدّهِ اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ ص قَالَ: مَا اَسْكَرَ كَثِيْرُهُ فَقَلِيْلُهُ حَرَامٌ. ابن ماجه 2: 1125، رقم: 3394
Dari ‘Amr bin Syu’aib, dari ayahnya, dari kakeknya, ia berkata : Bahwa Nabi SAW bersabda, “Minuman yang (dalam kadar) banyaknya memabukkan, maka meminum sedikitpun juga haram". [HR. Ibnu Majah juz 2, hal. 1125, no. 3394]

عَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ عَنْ اَبِيْهِ عَنْ جَدّهِ قَالَ: جَاءَ قَوْمٌ اِلىَ النَّبِيّ ص فَقَالُوْا: يَا رَسُوْلَ اللهِ اِنَّا نَنْبِذُ نَبِيْذًا فَنَشْرَبُهُ عَلَى طَعَامِنَا، فَقَالَ: اِشْرَبُوْا وَ اجْتَنِبُوْا كُلَّ مُسْكِرٍ، فَاَعَادُوْا عَلَيْهِ، فَقَالَ: اِنَّ اللهَ يَنْهَاكُمْ عَنْ قَلِيْلٍ مَا اَسْكَرَ كَثِيْرُهُ. الدارقطنى 4: 258، رقم: 61
Dari 'Amr bin Syu'aib, dari ayahnya, dari kakeknya, ia berkata, “Datang suatu kaum kepada Nabi SAW, lalu mereka berkata, "Ya Rasulullah, sesungguhnya kami (biasa) membuat minuman dari anggur, lalu kami meminumnya diwaktu kami makan. Maka Nabi SAW bersabda, "Minumlah, tetapi jauhilah minuman yang memabukkan". Kemudian mereka mengulangi perkataannya lagi. Nabi SAW menjawab, "Sesungguhnya Allah melarang kalian minum (walaupun) sedikit minuman yang banyaknya memabukkan". [HR. Daruquthni juz 4, hal. 258, no. 61]

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ: سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ ص يَقُوْلُ: كُلُّ مُسْكِرٍ حَرَامٌ، وَ مَا اَسْكَرَ مِنْهُ اْلفَرْقُ فَمِلْءُ اْلكَفّ مِنْهُ حَرَامٌ. ابو داود 3: 329، رقم: 3687
Dari 'Aisyah, ia berkata : Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda, "Setiap minuman yang memabukkan itu haram, dan minuman yang satu farq memabukkan, maka setapak tangan darinya pun haram". [HR. Abu Dawud juz 3, hal. 329, no. 3687]

Keterangan :
1 farq = 3 sha’, 1 sha’ = 3 liter. 1 farq = 9 liter
Maksudnya jumlah yang banyak

Masih berlanjut...

سُبْحَانَكَ اللّهُمَّ وَ بِحَمْدِكَ اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلهَ اِلاَّ اَنْتَ اَسْتَغْفِرُكَ وَ اَتُوْبُ اِلَيْكَ

2 comments :

  1. Jarang posting mas, lagi sibuk ? mdh2an bs kembali aktif berbagi ilmu da'wah, jazaakumullahu khaira.

    ReplyDelete

1. Silahkan meninggalkan komentar anda dengan bahasa yang baik dan sopan.
2. Dilarang komentar SPAM, Iklan atau dengan Menyisipkan URL/ Link atau Anchor teks di dalam pesan / komentar, bila ada akan dihapus tanpa pemberitahuan.
3. Terimakasih atas kunjungan anda, semoga bermanfaat