Saturday, December 20, 2014

Petunjuk Tentang Ikhlas

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم

Petunjuk Ikhlas

عَنْ عُمَرَ بْنِ اْلخَطَّابِ رض قَالَ: سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ ص يَقُوْلُ: اِنَّمَا اْلاَعْمَالُ بِالنّيَّاتِ وَ اِنَّمَا لِكُلّ امْرِئٍ مَا نَوَى. فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ اِلىَ دُنْيَا يُصِيْبُهَا اَوِ امْرَأَةٍ يَنْكِحُهَا فَهِجْرَتُهُ اِلىَ مَا هَاجَرَ اِلَيْهِ. البخارى 1: 2
Dari Umar bin Khaththab RA, ia berkata : Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya amal perbuatan itu tergantung pada niat. Dan sesungguhnya setiap orang akan mendapatkan balasan sesuai niatnya. Maka barangsiapa yang berhijrah karena menginginkan keuntungan dunia yang akan didapatnya atau karena menginginkan wanita yang dia akan mengawininya, maka hijrahnya itu akan mendapatkan sesuai apa yang ia berniat hijrah padanya". [HR. Bukhari juz 1, hal. 2]

Monday, November 17, 2014

Hadits Tentang Rujuk

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم

Tentang Ruju’

وَ اْلمُطَلَّقتُ يَتَرَبَّصْنَ بِاَنْفُسِهِنَّ ثَلثَةَ قُرُوْءٍ، وَ لاَ يَحِلُّ لَهُنَّ اَنْ يَّكْتُمْنَ مَا خَلَقَ اللهُ فِيْ اَرْحَامِهِنَّ اِنْ كُنَّ يُؤْمِنَّ بِاللهِ وَ اْليَوْمِ اْلاخِرِ، وَ بُعُوْلَتُهُنَّ اَحَقُّ بِرَدّهِنَّ فِيْ ذلِكَ اِنْ اَرَادُوْا اِصْلاَحًا. البقرة:228
Wanita-wanita yang dithalak hendaklah menahan diri (menunggu) tiga kali quru’. Tidak boleh mereka menyembunyikan apa yang diciptakan Allah dalam rahimnya, jika mereka beriman kepada Allah dan hari akhirat. Dan suami-suaminya berhak merujukinya dalam masa menanti itu, jika mereka (para suami) itu menghendaki ishlah. [QS. Al-Baqarah : 228]

الطَّلاَقُ مَرَّتنِ فَاِمْسَاكٌ بِمَعْرُوْفٍ اَوْ تَسْرِيحٌ بِإِحْسَانٍ. البقرة:229
Thalaq (yang dapat dirujuki) dua kali. Setelah itu boleh rujuk lagi dengan cara yang makruf atau menceraikan dengan cara yang baik. [QS. Al-Baqarah 229]

Friday, October 24, 2014

Hadits Tentang ‘Iddah

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم

Tentang ‘Iddah

Tidak ada ‘iddah bagi wanita yang belum dikumpuli

ياَيُّهَا الَّذِيْنَ امَنُوْآ اِذَا نَكَحْتُمُ اْلمُؤْمِنتِ ثُمَّ طَلَّقْتُمُوْهُنَّ مِنْ قَبْلِ اَنْ تَمَسُّوْهُنَّ فَمَا لَكُمْ عَلَيْهِنَّ مِنْ عِدَّةٍ تَعْتَدُّوْنَهَا، فَمَتّعُوْهُنَّ وَ سَرّحُوْهُنَّ سَرَاحًا جَمِيْلاً. الاحزاب:49
Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu menikahi wanita-wanita yang beriman, kemudian kamu ceraikan mereka sebelum kamu mencampurinya, maka sekali-kali tidak wajib atas mereka ‘iddah bagimu yang kamu minta menyempurnakannya. Maka berilah mereka mut’ah dan lepaskanlah mereka itu dengan cara yang sebaik-baiknya. [QS. Al-Ahzab : 49]

Wednesday, October 15, 2014

Nafkah Dan Tempat Tinggal Bagi Wanita Yang Di Cerai

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم

Nafkah Dan Tempat Tinggal Bagi Wanita Yang Beriddah Thalaq Raja’i.

وَ لِلْمُطَلَّقَاتِ مَتَاعٌ بِاْلمَعْرُوْفِ، حَقًّا عَلَى اْلمُتَّقِيْنَ. البقرة:241
Kepada wanita-wanita yang diceraikan (hendaklah diberikan oleh suaminya) mut’ah menurut yang makruf, sebagai suatu kewajiban bagi orang-orang yang takwa. [QS. Al-Baqarah : 241]

اَسْكِنُوْهُنَّ مِنْ حَيْثُ سَكَنْتُمْ مّنْ وُّجْدِكُمْ وَ لاَ تُضَارُّوْهُنَّ لِتُضَيّقُوْا عَلَيْهِنَّ، وَ اِنْ كُنَّ اُولاَتِ حَمْلٍ فَاَنْفِقُوْا عَلَيْهِنَّ حَتّى يَضَعْنَ حَمْلَهُنَّ، فَاِنْ اَرْضَعْنَ لَكُمْ فَاتُوْهُنَّ اُجُوْرَهُنَّ، وَ أْتَمِرُوْا بَيْنَكُمْ بِمَعْرُوْفٍ، وَ اِنْ تَعَاسَرْتُمْ فَسَتُرْضِعُ لَه اُخْرَى.(6) لِيُنْفِقْ ذُوْ سَعَةٍ مّنْ سَعَتِه، وَ مَنْ قُدِرَ عَلَيْهِ رِزْقُه فَلْيُنْفِقْ مِمَّا اتيهُ اللهُ، لاَ يُكَلّفُ اللهُ نَفْسًا اِلاَّ مَا اتيهَا، سَيَجْعَلُ اللهُ بَعْدَ عُسْرٍ يُّسْرًا.(7) الطلاق
Tempatkanlah mereka (para istri) dimana kamu bertempat tinggal menurut kemampuanmu, dan janganlah kamu menyusahkan mereka untuk menyempitkan (hati) mereka. Dan jika mereka (istri-istri yang sudah dithalaq) itu sedang hamil, maka berikanlah kepada mereka nafkahnya hingga mereka bersalin, kemudian jika mereka menyusukan (anak-anak)mu untukmu maka berikanlah kepada mereka upahnya, dan musyawarahkanlah diantara kamu (segala sesuatu) dengan baik. Dan jika kamu menemui kesulitan maka perempuan lain boleh menyusukan (anak itu) untuknya. (6)
Hendaklah orang yang mampu memberi nafkah menurut kemampuannya. Dan orang yang disempitkan rezekinya hendaklah memberikan nafkah dari harta yang diberikan Allah kepadanya. Allah tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan (sekedar) apa yang Allah berikan kepadanya. Allah kelak akan memberikan kelapangan sesudah kesempitan. (7) [QS. Ath-Thalaaq]

Saturday, September 27, 2014

Larangan Memasuki Rumah Orang Lain Tanpa Ijin

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم

Larangan Memasuki Rumah Orang Lain Tanpa Ijin Dan Larangan Mengintip

ياَيُّهَا الَّذِيْنَ امَنُوْا لاَ تَدْخُلُوْا بُيُوْتًا غَيْرَ بُيُوْتِكُمْ حَتّى تَسْتَأْنِسُوْا وَ تُسَلّمُوْا عَلى اَهْلِهَا، ذلِكُمْ خَيْرٌ لَّكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاِنْ لَّمْ تَجِدُوْا فِيْهَا اَحَدًا فَلاَ تَدْخُلُوْهَا حَتّى يُؤْذَنَ لَكُمْ وَ اِنْ قِيْلَ لَكُمُ ارْجِعُوْا فَارْجِعُوْا هُوَ اَزْكى لَكُمْ، وَ اللهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ عَلِيْمٌ. لَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ اَنْ تَدْخُلُوْا بُيُوْتًا غَيْرَ مَسْكُوْنَةٍ فِيْهَا مَتَاعٌ لَّكُمْ، وَ اللهُ يَعْلَمُ مَا تُبْدُوْنَ وَ مَا تَكْتُمُوْنَ. النور:27-29
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memasuki rumah yang bukan rumahmu sebelum meminta izin dan memberi salam kepada penghuninya. Yang demikian itu lebih baik bagimu, agar kamu (selalu) ingat. (27) Jika kamu tidak menemui seorangpun di dalamnya, maka janganlah kamu masuk sebelum kamu mendapat izin. Dan jika dikatakan kepadamu, “Kembali (saja)lah”, maka hendaklah kamu kembali. Itu lebih bersih bagimu dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (28) Tidak ada dosa atasmu memasuki rumah yang tidak disediakan untuk didiami, yang di dalamnya ada keperluanmu, dan Allah mengetahui apa yang kamu nyatakan dan apa yang kamu sembunyikan. (29) [QS. An-Nuur : 27-29].

Monday, September 22, 2014

Hadits Tentang Li’an

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم

Tentang Li’an

Li’an menurut bahasa artinya saling melaknat. Adapun menurut syara’ adalah : Apabila suami menuduh istri berbuat zina atau tidak mengakui anak yang dilahirkan itu sebagai anaknya sedangkan dia tidak mempunyai empat orang saksi dalam tuduhannya itu, maka masing-masing (suami-istri) harus bersumpah sebagaimana yang Allah jelaskan dalam QS. An-Nuur ayat 6-9 sebagai berikut :

وَ الَّذِيْنَ يَرْمُوْنَ اَزْوَاجَهُمْ وَ لَمْ يَكُنْ لَّهُمْ شُهَدَآءُ اِلاَّ اَنْفُسُهُمْ فَشَهَادَةُ اَحَدِهِمْ اَرْبَعُ شَهدتٍ بِاللهِ اِنَّه لَمِنَ الصّدِقِيْنَ. وَ اْلخَامِسَةُ اَنَّ لَعْنَتَ اللهِ عَلَيْهِ اِنْ كَانَ مِنَ اْلكذِبِيْنَ. النور:6-7
Dan orang-orang yang menuduh isrinya (berzina), padahal mereka tidak ada mempunyai saksi-saksi selain diri mereka sendiri, maka persaksian orang itu ialah empat kali bersumpah dengan nama Allah, sesungguhnya dia adalah termasuk orang-orang yang benar. Dan (sumpah) yang kelima, bahwa la’nat Allah atasnya, jika dia termasuk orang-orang yang berdusta. [QS. An-Nuur : 6-7]

Tuesday, September 02, 2014

Hadits Tentang Dhihar



بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم

Tentang Dhihar

Dhihar terambil dari kata dhahrun (punggung). Di jaman jahiliyah, apabila suami mengatakan kepada istrinya, “Kamu bagiku seperti punggung ibuku”, maka yang demikian itu sudah dianggap sama dengan menthalaq istrinya. Tentang hal ini Allah SWT menurunkan firman-Nya sebagai berikut :

قَدْ سَمِعَ اللهُ قَوْلَ الَّتِيْ تُجَادِلُكَ فِيْ زَوْجِهَا وَ تَشْتَكِيْ اِلَى اللهِ وَ اللهُ يَسْمَعُ تَحَاوُرَكُمَا، اِنَّ اللهَ سَمِيْعٌ بَصِيْرٌ. المجادلة:1
Sesungguhnya Allah telah mendengar perkataan wanita yang memajukan gugatan kepada kamu tentang suaminya, dan mengadukan (halnya) kepada Allah. Dan Allah mendengar soal jawab antara kamu berdua. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat (1).

Thursday, August 14, 2014

Hadits Tentang IIaa’



بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم

Tentang IIaa’

Ilaa’ menurut bahasa ialah sumpah. Adapun menurut istilah syara’ ialah suami bersumpah untuk tidak mencampuri istrinya. Kalau seorang suami bersumpah demikian, ia diberi tempo selama empat bulan. Setelah usai empat bulan, ia supaya memilih apakah akan meneruskan pernikahannya dengan membayar kaffarat, atau menthalaq istrinya tersebut. Adapun penjelasannya adalah sebagai berikut :

لِلَّذِيْنَ يُؤْلُوْنَ مِنْ نّسَآئِهِمْ تَرَبُّصُ اَرْبَعَةِ اَشْهُرٍ، فَاِنْ فَآءُوْ فَاِنَّ اللهَ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ.(226) وَ اِنْ عَزَمُوا الطَّلاَقَ فَاِنَّ اللهَ سَمِيْعٌ عَلِيْمٌ.(227) البقرة
Kepada orang-orang yang meng-ilaa’ istrinya diberi tangguh empat bulan (lamanya). Kemudian jika mereka kembali (kepada istrinya), maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (226) Dan jika mereka ber’azam (bertetap hati untuk) thalaq, maka sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (227) [QS. Al-Baqarah]

Tuesday, July 29, 2014

Hadits Tentang Khulu'

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم

Tentang Khulu’

Khulu’ menurut bahasa ialah melepas. Adapun khulu’ menurut istilah syara’ ialah seorang istri meminta kepada suami supaya dirinya diceraikan dengan memberikan suatu tebusan (‘iwadl), misalnya mengembalikan mahar yang dulu diberikan oleh suaminya.

.... فَاِنْ خِفْتُمْ اَلاَّ يُقِيْمَا حُدُوْدَ اللهِ فَلاَ جُنَاحَ عَلَيْهِمَا فِيْمَا افْتَدَتْ بِه. البقرة:229
.... jika kamu khawatir bahwa keduanya (suami istri) tidak dapat menjalankan hukum-hukum Allah, maka tidak ada dosa atas keduanya tentang bayaran yang diberikan oleh istri untuk menebus dirinya. [QS. Al-Baqarah : 229]

Sunday, July 06, 2014

Kasih Sayang Terhadap Binatang

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم

Perintah Menyayangi Binatang

عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَمْرٍو قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: اَلرَّاحِمُوْنَ يَرْحَمُهُمُ الرَّحْمنُ، اِرْحَمُوْا مَنْ فِى اْلاَرْضِ يَرْحَمْكُمْ مَنْ فِى السَّمَاءِ. الترمذى 3: 216، رقم: 1989، و قال: هذا حديث حسن صحيح
Dari 'Abdullah bin 'Amr, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, "Orang-orang yang penyayang itu disayangi oleh Allah yang Maha Penyayang. Maka sayangilah yang di bumi, niscaya yang berada di langit menyayangi kalian". [HR. Tirmidzi juz 3, hal. 216, no. 1989, dan ia berkata : Ini hadits hasan shahih]

عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ: سَمِعْتُ اَبَا اْلقَاصِمِ الصَّادِقَ اْلمَصْدُوْقَ ص صَاحِبَ هذِهِ اْلحُجْرَةِ يَقُوْلُ: لاَ تُنْزَعُ الرَّحْمَةُ اِلاَّ مِنْ شَقِيّ. ابو داود 4: 286، رقم: 4942
Dari Abu Hurairah, ia berkata : Aku mendengar Abul Qashim SAW orang yang benar lagi dibenarkan, pemilik kamar ini bersabda, "Tidaklah dicabut rasa kasih sayang kecuali dari orang yang celaka". [HR. Abu Dawud juz 4, hal. 286, no. 4942]

Thursday, July 03, 2014

Berlaku Jujur Dan Menjauhi Dusta

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم

Petunjuk Rasulullah SAW Untuk Berkata Jujur Dan Menjauhi Dusta

عَنْ عَبْدِ اللهِ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: عَلَيْكُمْ بِالصّدْقِ فَاِنَّ الصّدْقَ يَهْدِى اِلىَ اْلبِرّ وَ اِنَّ اْلبِرَّ يَهْدِى اِلىَ اْلجَنَّةِ. وَ مَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَصْدُقُ وَ يَتَحَرَّى الصّدْقَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللهِ صِدّيْقًا. وَ اِيَّاكُمْ وَ اْلكَذِبَ فَاِنَّ اْلكَذِبَ يَهْدِى اِلىَ اْلفُجُوْرِ وَ اِنَّ اْلفُجُوْرَ يَهْدِى اِلىَ النَّارِ. وَ مَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَكْذِبُ وَ يَتَحَرَّى اْلكَذِبَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللهِ كَذَّابًا. مسلم 4: 2013
Dari 'Abdullah (bin Mas'ud), ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, "Wajib atasmu berlaku jujur, karena sesungguhnya jujur itu membawa kepada kebaikan dan kebaikan itu membawa ke surga. Dan terus-menerus seseorang berlaku jujur dan memilih kejujuran sehingga dicatat di sisi Allah sebagai orang yang jujur. Dan jauhkanlah dirimu dari dusta, karena sesungguhnya dusta itu membawa kepada kedurhakaan, dan durhaka itu membawa ke neraka. Dan terus menerus seseorang itu berdusta dan memilih yang dusta sehingga dicatat di sisi Allah sebagai pendusta". [HR. Muslim juz 4, hal. 2013]

Thursday, June 19, 2014

Pergaulan Dan Hak-Hak Suami Istri

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم

Pergaulan Dan Hak Suami Istri

عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِيّ ص قَالَ: مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَ اْليَوْمِ اْلآخِرِ فَلاَ يُؤْذِ جَارَهُ، وَ اِسْتَوْصُوْا بِالنّسَاءِ خَيْرًا، فَاِنَّهُنَّ خُلِقْنَ مِنْ ضِلَعٍ، وَ اِنَّ اَعْوَجَ شَيْءٍ فِى الضّلَعِ اَعْلاَهُ، فَاِنْ ذَهَبْتَ تُقِيْمُهُ كَسَرْتَهُ، وَ اِنْ تَرَكْتَهُ لَمْ يَزَلْ اَعْوَجَ، فَاسْتَوْصُوْا بِالنّسَاءِ خَيْرًا. متفق عليه و اللفظ للبخارى و لمسلم: فَاِنِ اسْتَمْتَعْتَ بِهَا اِسْتَمْتَعْتَ بِهَا وَ بِهَا عِوَجٌ، وَ اِنْ ذَهَبْتَ تُقِيْمُهَا كَسَرْتَهَا، وَ كَسْرُهَا طَلاَقُهَا.
Dari Abu Hurairah dari Nabi SAW beliau bersabda, “Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir maka janganlah menyakiti tetangganya. Dan nasehatilah wanita-wanita kalian dengan baik, karena mereka itu diciptakan dari tulang rusuk, sedangkan tulang rusuk yang paling bengkok adalah yang paling atas. Jika kalian meluruskannya niscaya kalian mematahkannya, dan jika kalian membiarkannya, ia tetap bengkok. Maka nasehatilah wanita-wanita kalian dengan baik”. [HR. Muttafaq ‘alaih, dan lafadh itu bagi Bukhari] Dan bagi Muslim (sabda beliau), “Jika kamu mengambil kesenangan dengannya, kamu akan mendapat kesenangan dalam keadaan ia bengkok. Dan jika kamu meluruskannya, niscaya kamu menyebabkan patahnya. Dan patahnya itu berarti thalaqnya”.

Monday, June 16, 2014

Menasabkan Anak Kepada Ibunya Dan Dengan Memeriksa Telapak kaki

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم

Mengenali Nasab Dengan Memeriksa Telapak Kaki

عَنْ عَائِشَةَ اَنَّهَا قَالَتْ: اِنَّ رَسُوْلَ اللهِ ص دَخَلَ عَلَيَّ مَسْرُوْرًا تَبْرُقُ اَسَارِيْرُ وَجْهِهِ فَقَالَ: اَلَمْ تَرَيْ اَنَّ مُجَزّزًا نَظَرَ انِفًا اِلَى زَيْدِ بْنِ حَارِثَةَ وَ اُسَامَةَ بْنِ زَيْدٍ فَقَالَ: اِنَّ بَعْضَ هذِهِ اْلاَقْدَامِ لَمِنْ بَعْضٍ. مسلم 2: 1081
Dari ‘Aisyah, ia berkata, “Sesungguhnya Rasulullah SAW masuk kepada saya dengan gembira dan wajahnya berseri-seri, lalu beliau bersabda, “Apakah kamu tidak memperhatikan bahwa Mujazziz tadi melihat (telapak kaki) Zaid bin Haritsah dan (telapak kaki) Usamah bin Zaid, lalu ia berkata, “Sesungguhnya telapak-telapak kaki ini sebagiannya sungguh dari sebagiannya”. [HR. Muslim juz 2, hal. 1081]

Thursday, June 12, 2014

Hadits Tentang Talaq

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم

Tentang Thalaq

اَلطَّلاَقُ مَرَّتنِ، فَاِمْسَاكٌ بِمَعْرُوْفٍ اَوْ تَسْرِيْحٌ بِاِحْسَانٍ. البقرة:229
Thalaq (yang dapat dirujuki) itu dua kali, setelah itu boleh rujuk kembali dengan ma’ruf atau menthalaqnya dengan cara yang baik. [QS. Al-Baqarah : 229]

ياَيُّهَا النَّبِيُّ، اِذَا طَلَّقْتُمُ النّسآءَ فَطَلّقُوْهُنَّ لِعِدَّتِهِنَّ. الطلاق:1
Hai Nabi, apabila kamu menthalaq istri-istrimu, maka hendaklah kamu thalaq pada waktu mereka dapat (menghadapi) ‘iddahnya (yang wajar). [QS. Ath-Thalaaq : 1]

Monday, June 09, 2014

Petunjuk Menjauhi Sifat Dengki

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم

Petunjuk Rasulullah SAW Supaya Menjauhi Dengki

عَنْ اَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رض اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ ص قَالَ: لاَ تَبَاغَضُوْا وَ لاَ تَحَاسَدُوْا وَ لاَ تَدَابَرُوْا وَ كُوْنُوْا عِبَادَ اللهِ اِخْوَانًا. وَ لاَ يَحِلُّ لِمُسْلِمٍ اَنْ يَهْجُرَ اَخَاهُ فَوْقَ ثَلاَثَةِ اَيَّامٍ. البخارى
Dari Anas bin Malik RA bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, “Janganlah kalian saling membenci, jangan saling mendengki, jangan saling membelakangi, dan jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara. Dan tidak halal bagi seorang muslim mendiamkan saudaranya lebih dari tiga hari”. [HR. Bukhari juz 7, hal. 88]

Friday, June 06, 2014

Rasulullah Saw Penutup Para Nabi

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم

Penutup Para Nabi

عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللهِ رض قَالَ: قَالَ النَّبِيُّ ص: مَثَلِى وَ مَثَلُ اْلاَنْبِيَاءِ كَرَجُلٍ بَنَى دَارًا فَاَكْمَلَهَا وَ اَحْسَنَهَا اِلاَّ مَوْضِعَ لَبِنَةٍ فَجَعَلَ النَّاسُ يَدْخُلُوْنَهَا وَ يَتَعَجَّبُوْنَ وَ يَقُوْلُوْنَ لَوْ لاَ مَوْضِعُ اللَّبِنَةِ. البخارى 4: 162
Dari Jabir bin 'Abdullah RA, dia berkata : Nabi SAW bersabda, "Perumpamaanku dan perumpamaan para nabi adalah seperti orang yang membangun rumah, dimana ia menyempurnakannya dan memperindahnya, kecuali tempat sebuah bata. Lalu orang-orang memasuki rumah itu, mereka kagum dan mereka berkata : Alangkah bagusnya jika tempat sebuah bata ini disempurnakan (dan akulah bata itu sehingga sempurna)". [HR. Bukhari juz 4, hal. 162]

Saturday, May 31, 2014

Tanda - Tanda Datangnya Hari Kiamat

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم

Hidup Sesudah Mati

Tanda - Tanda Datangnya Kiamat

Dan orang yang sudah mati itu akan dibangkitkan besok pada hari kiamat. Adapun kapan terjadinya kiamat, hanya Allah sendiri yang mengetahuinya. Firman Allah SWT :

يَسْئَلُوْنَكَ عَنِ السَّاعَةِ اَيَّانَ مُرْسَاهَا، قُلْ اِنَّمَا عِلْمُهَا عِنْدَ رَبّيْ لاَ يُجَلّيْهَا لِوَقْتِهَا اِلاَّ هُوَ، ثَقُلَتْ فِى السَّموَاتِ وَ اْلاَرْضِ، لاَ تَأْتِيْكُمْ اِلاَّ بَغْتَةً، يَسْئَلُوْنَكَ كَاَنَّكَ حَفِيٌّ عَنْهَا، قُلْ اِنَّمَا عِلْمُهَا عِنْدَ اللهِ وَ لكِنَّ اَكْثَرَ النَّاسِ لاَ يَعْلَمُوْنَ. الاعراف:187
Mereka menanyakan kepadamu tentang kiamat, “Bilakah terjadinya?”. Katakanlah, “Sesungguhnya pengetahuan tentang kiamat itu adalah pada sisi Tuhanku, tidak seorangpun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia. Kiamat itu amat berat (huru-haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi. Kiamat itu tidak akan datang kepadamu melainkan dengan tiba-tiba”. Mereka bertanya kepadamu seakan-akan kamu benar-benar mengetahuinya. Katakanlah, “Sesung-guhnya pengetahuan tentang hari qiyamat itu adalah di sisi Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui”. [QS. Al-A’raaf : 187]

Wednesday, May 28, 2014

Larangan Menuduh Istri Berbuat Zina Karena Melahirkan Anak Yang Tidak Mirip Ibu Bapaknya

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم

Menuduh Istri Berbuat Zina Karena Anaknya Tidak Mirip

عَنْ اَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: جَاءَ رَجُلٌ مِنْ بَنِي فَزَارَةَ اِلَى النَّبِيّ ص فَقَالَ: اِنَّ امْرَأَتِي وَلَدَتْ غُلاَمًا اَسْوَدَ. فَقَالَ النَّبِيُّ ص: هَلْ لَكَ مِنْ اِبِلٍ؟ قَالَ: نَعَمْ. قَالَ: فَمَا اَلْوَانُهَا؟ قَالَ: حُمْرٌ. قَالَ: هَلْ فِيْهَا مِنْ اَوْرَقَ؟ قَالَ: اِنَّ فِيْهَا لَوُرْقًا. قَالَ: فَاَنَّى اَتَاهَا ذَلِكَ؟ قَالَ: عَسَى اَنْ يَكُوْنَ نَزَعَهُ عِرْقٌ. قَالَ: وَ هذَا عَسَى اَنْ يَكُوْنَ نَزَعَهُ عِرْقٌ. مسلم 2: 1137
Dari Abu Hurairah, ia berkata : Datang seorang laki-laki dari Bani Fazarah kepada Nabi SAW dan berkata,“Sesungguhnya istriku melahirkan anak laki-laki yag berkulit hitam”. Lalu Nabi SAW bertanya, “Apakah kamu mempunyai unta?” Orang laki-laki itu menjawab, “Ya”. Nabi SAW bertanya lagi, “Apa warnanya?”. Orang laki-laki itu menjawab, “Merah”. Nabi SAW bertanya lagi, “Apakah ada diantara anak-anaknya itu yang berwarna abu-abu?”. Orang laki-laki itu menjawab, “Betul, sungguh ada diantaranya yang berwarna abu-abu”. Nabi SAW bertanya lagi, “Bagaimana bisa yang demikian itu?”. Orang laki-laki itu menjawab, “Barangkali karena pengaruh keturunan”. Nabi SAW bersabda, “Begitulah pula anak laki-lakimu itu, barangkali karena pengaruh keturunan”. [HR. Muslim juz 2, hal. 1137]

Thursday, May 08, 2014

Tentang Menyusui Orang Dewasa

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم

Pendapat Para Ulama Tentang Menyusui Orang Dewasa

عَنْ زَيْنَبَ بِنْتِ اُمِّ سَلَمَةَ قَالَتْ: قَالَتْ اُمُّ سَلَمَةَ لِعَائِشَةَ: اِنَّهُ يَدْخُلُ عَلَيْكِ اْلغُلاَمُ اْلاَيْفَعُ الَّذِى مَا اُحِبُّ اَنْ يَدْخُلَ عَلَيَّ؟ فَقَالَتْ عَائِشَةُ: اَمَا لَكِ فِى رَسُوْلِ اللهِ ص اُسْوَةٌ حَسَنَةٌ؟ وَ قَالَتْ: اِنَّ امْرَأَةَ اَبِى حُذَيْفَةَ قَالَتْ: يَا رَسُوْلَ اللهِ، اِنَّ سَالِمًا يَدْخُلُ عَلَيَّ وَ هُوَ رَجُلٌ وَ فِى نَفْسِ اَبِى حُذَيْفَةَ مِنْهُ شَيْءٌ، فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: اَرْضِعِيْهِ حَتَّى يَدْخُلَ عَلَيْكِ. احمد و مسلم
Dari Zainab binti Ummu Salamah, ia berkata : Ummu Salamah berkata kepada A’isyah, “Sesungguhnya ada seorang yang sudah baligh keluar-masuk ke (rumah)mu yang aku sendiri tidak menyukai ia masuk (rumah)ku”. Lalu Aisyah menjawab, “Tidakkah pada diri Rasulullah SAW ada suri teladan yang baik bagimu?”. Dan ‘Aisyah berkata (lagi) : Sesungguhnya istri Abu Hudzaifah pernah berkata, “Ya Rasulullah, sesungguhnya Salim keluar masuk (rumah)-ku, sedang ia kini telah dewasa sedangkan pada diri Abu Hudzaifah ada sesuatu terhadapnya, yang demikian itu bagaimana?”. Kemudian Rasulullah SAW bersabda, “Susuilah ia, sehingga ia (boleh) keluar masuk (rumah)mu”. [HR. Ahmad dan Muslim].

Sunday, May 04, 2014

Penyesalan Manusia Di Akherat

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم

Hidup Sesudah Mati

Ayat-ayat Al Quran Mengenai Penyesalan Manusia Di Akhirat

وَ يَوْمَ تَشَقَّقُ السَّمَآءُ بِاْلغَمَامِ وَ نُزّلَ اْلمَلئِكَةُ تَنْزِيْلاً(25) َاْلمُلْكُ يَوْمَئِذِ اْلحَقُّ لِلرَّحْمنِ، وَ كَانَ يَوْمًا عَلَى اْلكفِرِيْنَ عَسِيْرًا(26) وَ يَوْمَ يَعَضُّ الظَّالِمُ عَلى يَدَيْهِ يَقُوْلُ يلَيْتَنِى اتَّخَذْتُ مَعَ الرَّسُوْلِ سَبِيْلاً(27) يوَيْلَتى لَيْتَنِيْ لَمْ اَتَّخِذْ فُلاَنًا خَلِيْلاً(28) لَقَدْ اَضَلَّنِيْ عَنِ الذّكْرِ بَعْدَ اِذْ جَآءَنِيْ، وَ كَانَ الشَّيْطَانُ لِـْلاِنْسَانِ خَذُوْلاً(29) الفرقان:25-29
Dan (ingatlah) hari (ketika) langit pecah belah mengeluarkan kabut putih dan diturunkanlah malaikat bergelombang-gelombang. (25) Kerajaan yang haq pada hari itu adalah kepunyaan Tuhan Yang Maha Pemurah. Dan adalah (hari itu), satu hari yang penuh kesukaran bagi orang-orang kafir. (26) Dan (ingatlah) hari (ketika itu) orang yang dhalim menggigit dua tangannya, seraya berkata, “Aduhai kiranya (dulu) aku mengambil jalan bersama-sama Rasul. (27) Kecelakaan besarlah bagiku, kiranya aku (dulu) tidak menjadikan si fulan itu teman akrab(ku). (28) Sesungguhnya dia telah menyesatkan aku dari Al-Qur'an ketika Al-Qur'an itu telah datang kepadaku. Dan adalah syaithan itu tidak mau menolong manusia”. (29) [QS. Al-Furqaan : 25-29]

Thursday, May 01, 2014

Tentang Susuan Yang Menjadi Mahram

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم

Yang Menjadikan Mahram Susuan

عَنْ اُمِّ اْلفَضْلِ اَنَّ رَجُلاً سَأَلَ النَّبِيَّ ص اَ تُحَرِّمُ اْلمَصَّةُ؟ فَقَالَ: لاَ تُحَرِّمُ الرَّضْعَةُ وَ الرَّضْعَتَانِ، وَ اْلمَصَّةُ وَ اْلمَصَّتَانِ. احمد و مسلم
Dari Ummu Fadlil, bahwa sesungguhnya ada seorang laki-laki bertanya kepada Nabi SAW, “Apakah sekali hisapan itu dapat menjadikan mahram?”. Nabi SAW menjawab, “Tidak dapat menjadikan mahram sekali susuan dan dua kali susuan, sekali hisapan dan dua kali hisapan”. [HR. Ahmad dan Muslim]

عَنْ عَائِشَةَ رض اَنَّ النَّبِيَّ ص قَالَ: لاَ تُحَرِّمُ اْلمَصَّةُ وَ لاَ اْلمَصَّتَانِ. الجماعة الا البخارى
Dari ‘Aisyah RA, bahwa sesungguhnya Nabi SAW bersabda, “Sekali hisapan dan dua kali hisapan itu tidak menjadikan mahram”. [HR. Jama’ah kecuali Bukhari]

Monday, April 28, 2014

Hadits Tentang Alam Barzah Atau Kubur

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم

Hidup Sesudah Mati

Alam Qubur / Barzah

Sebelumnya kami berikan beberapa ayat-ayat Al Quran tentang alam kubur atau barzah, Pada post kali ini mengenai hadits-hadits tentang alam kubur atau alam barzah.

Alam kubur atau biasanya orang menyebut dengan alam barzah adalah suatu yang membatasi alam dunia dan akherat. Setiap manusia akan mengalami mati, kemudian berada pada alam kubur atau alam barzah, yaitu masa setelah manusia mati sampai hari kiamat atau tempat persinggahan pertama menuju akherat.

Orang yang sudah mati di dalam kubur akan mengalami :
  1. Himpitan kubur
  2. Pertanyaan kubur
  3. Siksa kubur atau nikmat kubur
  4. Diperlihatkan tempat duduknya (surga atau neraka)
  5. Tempat ketetapan ruh
Hadits-hadits Rasulullah SAW :

Tuesday, April 22, 2014

Ayat - Ayat Al Quran Tentang Alam Barzah Atau Kubur

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم

Hidup Sesudah Mati

Alam Qubur / Barzah

Alam kubur atau biasanya orang menyebut dengan alam barzah adalah suatu yang membatasi alam dunia dan akherat. Setiap manusia akan mengalami mati, kemudian berada pada alam kubur atau alam barzah, yaitu masa setelah manusia mati sampai hari kiamat atau tempat persinggahan pertama menuju akherat.

Berikut ini Firman Allah SWT tentang alam kubur :

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ اْلمَوْتِ، وَ نَبْلُوْكُمْ بِالشَّرّ وَ اْلخَيْرِ فِتْنَةً، وَ اِلَيْنَا تُرْجَعُوْنَ. الانبياء:35
Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan. [QS. Al-Anbiyaa’ : 35]

Saturday, April 19, 2014

Hadits Tentang Walimah

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم

Hadits Seputar Walimah

Anjuran Mengadakan Walimah

عَنْ اَنَسِ بْنِ مَالِكٍ اَنَّ النَّبِيَّ ص رَأَى عَلَى عَبْدِ الرَّحْمنِ بْنِ عَوْفٍ اَثَرَ صُفْرَةٍ فَقَالَ: مَا هذَا؟ قَالَ: يَا رَسُوْلَ اللهِ اِنّى تَزَوَّجْتُ امْرَأَةً عَلَى وَزْنِ نَوَاةٍ مِنْ ذَهَبٍ. قَالَ: فَبَارَكَ اللهُ لَكَ. اَوْلِمْ وَ لَوْ بِشَاةٍ. مسلم
Dari Anas bin Malik, bahwasanya Nabi SAW melihat ada bekas kuning-kuning pada 'Abdur Rahman bin 'Auf. Maka beliau bertanya, "Apa ini?". Ia menjawab, "Ya Rasulullah, saya baru saja menikahi wanita dengan mahar seberat biji dari emas". Maka beliau bersabda, "Semoga Allah memberkahimu. Selenggarakan walimah meskipun (hanya) dengan (menyembelih) seekor kambing". [HR. Muslim]

Wednesday, April 16, 2014

Hari Berbangkit Setelah Terjadi Hari Kiamat

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم

Hidup Sesudah Mati
Kehidupan manusia setelah hari kiamat
Hari Berbangkit

Semua kehidupan didunia pada akhirnya akan berakhir dengan kematian, sesudah kematian manusia akan dibangkitkan lagi di kehidupan akherat yang tidak akan mati lagi atau hidup yang kekal abadi selamanya yaitu kehidupan di akherat.

Sunday, April 13, 2014

Keutamaan Bekerja Atau Mencari Nafkah

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم

Suri Teladan Yang Baik Rasulullah Saw

Keutamaan Bekerja

Firman Allah SWT :

وَ اَحَلَّ اللهُ اْلبَيْعَ وَ حَرَّمَ الرّبوا. البقرة:275
Allah menghalalkan jual-beli dan mengharamkan riba. [QS. Al-Baqarah : 275]

ياَيُّهَا الَّذِيْنَ امَنُوْا لاَ تَأْكُلُوْآ اَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِاْلبَاطِلِ اِلآَّ اَنْ تَكُوْنَ تِجَارَةً عَنْ تَرَاضٍ مّنْكُمْ، وَ لاَ تَقْتُلُوْآ اَنْفُسَكُمْ، اِنَّ اللهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيْمًا. النساء:29
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang bathil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama suka diantara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu, sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu. [QS. An-Nisaa’ : 29]

Thursday, February 27, 2014

Perintah Menyebarkan Ilmu Dan Ancaman Menyembunyikan Ilmu

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم

Perintah Menyebarluaskan Ilmu dan Ancaman Bagi yang Menyembunyikannya

Firman Allah SWT

وَ اَنــْزَلْـنَا اِلَيـْكَ الذِّكْرَ لِـتُـبَـيِّنَ لِلنَّاسِ مَا نُزِّلَ اِلَـيْهِمْ وَ لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُوْنَ. النحل:44
Dan Kami turunkan kepadamu Al-Qur'an, agar kamu menerangkan kepada ummat manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka dan supaya mereka memikirkannya. [An-Nahl : 44]

يـاَيـُّهَا الرَّسُوْلُ بَـلِّـغْ مَا اُنــْزِلَ اِلَيْكَ مِنْ رَّبـِّكَ، وَ اِنْ لَّمْ تَـفْعَلْ فَمَا بَلَّغْتَ رِسلَـتَه، وَ اللهُ يَعْصِمُكَ مِنَ النَّـاسِ، اِنَّ اللهَ لاَ يـَهْدِى اْلـقَوْمَ اْلكـفِرِيـْنَ. المائدة:67
Hai Rasul, sampaikanlah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu. Dan jika tidak kamu kerjakan (apa yang diperintahkan itu, berarti) kamutidak menyampaikan amanat-Nya. Allah memelihara kamu dari (gangguan) manusia. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir. [Al-Maidah : 67]

Sunday, February 23, 2014

Macam - Macam Nikah Yang Dilarang Agama

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم

Pernikahan Yang Dilarang Dalam Agama Islam

Macam-macamnya antara lain :

1. Nikah Mut’ah

Nikah mut’ah, adalah nikah untuk sementara waktu, misalnya : tiga hari, seminggu, sebulan, dsb, dengan imbalan tertentu.

عَنِ ابْنِ مَسْعُوْدٍ قَالَ: كُنَّا نَغْزُوْ مَعَ رَسُوْلِ اللهِ ص لَيْسَ مَعَنَا نِسَاءٌ، فَقُلْنَا: اَلاَ نَخْتَصِى؟ فَنَهَانَا عَنْ ذلِكَ، ثُمَّ رَخَّصَ لَنَا بَعْدُ اَنْ نَنْكِحَ اْلمَرْأَةَ بِالثَّوْبِ اِلَى اَجَلٍ. ثُمَّ قَرَأَ عَبْدُ اللهِ { ياَيُّهَا الَّذِيْنَ امَنُوْا لاَ تُحَرّمُوْا طَيّبَاتِ مَا اَحَلَّ اللهُ لَكُمْ. المائدة:87 }. احمد و البخارى و مسلم
Dari Ibnu Mas’ud, ia berkata : Kami pernah berperang bersama Rasulullah SAW dan tidak ada wanita yang berserta kami. Kemudian kami bertanya, “Tidakkah (sebaiknya) kami berkebiri saja?”. Maka Rasulullah SAW melarang kami dari yang demikian itu, kemudian beliau memberi keringanan kepada kami sesudah itu, yaitu dengan cara mengawini wanita sampai batas waktu tertentu dengan (imbalan) pakaian, lalu Abdullah bin Mas’ud membaca (firman Allah), “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengharamkan apa-apa yang baik yang dihalalkan Allah atas kamu”. (QS. Al-Maidah : 87) [HR. Ahmad, Bukhari dan Muslim]

Friday, February 21, 2014

Perintah Menjauhi Sumpah Palsu

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم

Menjauhi Sumpah Palsu

عَنِ ابْنِ مَسْعُوْدٍ رض قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: مَنْ حَلَفَ يَمِيْنَ صَبْرٍ لِيَقْتَطِعَ بِهَا مَالَ امْرِئٍ مُسْلِمٍ لَقِيَ اللهَ وَ هُوَ عَلَيْهِ غَضْبَانُ. فَاَنْزَلَ اللهُ تَصْدِيْقَ ذلِكَ {اِنَّ الَّذِيْنَ يَشْتَرُوْنَ بِعَهْدِ اللهِ وَ اَيْمَانِهِمْ ثَمَنًا قَلِيْلاً اُولئِكَ لاَ خَلاَقَ لَهُمْ فِى اْلاخِرَةِ... اِلَى آخِرِ اْلآيَةِ} قَالَ فَدَخَلَ اْلاَشْعَثُ بْنُ قَيْسٍ وَ قَالَ: مَا يُحَدِّثُكُمْ اَبُوْ عَبْدِ الرَّحْمَانِ، قُلْنَا: كَذَا وَ كَذَا. قَالَ فِيَّ اُنْزِلَتْ، كَانَتْ لِى بِئْرٌ فِى اَرْضِ ابْنِ عَمٍّ لِى. قَالَ النَّبِيُّ ص: بَيِّنَتُكَ اَوْ يَمِيْنُهُ. فَقُلْتُ: اِذًا يَحْلِفَ يَا رَسُوْلَ اللهِ. فَقَالَ النَّبِيُّ ص: مَنْ حَلَفَ عَلَى يَمِيْنِ صَبْرٍ يَقْتَطِعُ بِهَا مَالَ امْرِئٍ مُسْلِمٍ وَ هُوَ فِيْهَا فَاجِرٌ لَقِيَ اللهَ وَ هُوَ عَلَيْهِ غَضْبَانُ. البخارى
Dari Ibnu Mas’ud RA, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa bersumpah dengan suatu sumpah untuk mengambil harta orang Islam, maka dia akan bertemu Allah sedangkan Allah murka kepadanya”. Lalu Allah menurunkan (ayat) yang membenarkan hal itu, “Sesungguhnya orang-orang yang menukar janji(nya dengan) Allah dan sumpah-sumpah mereka dengan harga yang sedikit, mereka itu tidak mendapat bagian (pahala) di akhirat ....”. sampai akhir ayat (QS. Ali Imran : 77). Ibnu Mas’ud berkata, “Lalu ‘Asy’ats bin Qais datang dan berkata, “Apa yang diceritakan oleh Abu ‘Abdurrahman (Ibnu Mas’ud) kepada kalian?”. Kami menjawab, “Demikian dan demikian”. ‘Asy’ats berkata, “Ayat itu diturunkan berkenaan dengan saya, yaitu dahulu aku mempunyai sumur di tanah anak pamanku. Ketika itu Nabi SAW bersabda, “Mana tanda buktimu. Jika tidak ada maka sumpahnya dia yang dipakai”. ‘Asy’ats berkata, “Kalau begitu tentu dia mau bersumpah ya Rasulullah". Maka Nabi SAW bersabda, “Barangsiapa yang bersumpah dengan suatu sumpah untuk mengambil harta seorang Islam dan dalam sumpahnya itu dia berdusta, maka dia akan bertemu Allah sedangkan Allah murka kepadanya”. [HR. Bukhari].

Wednesday, February 19, 2014

Keutamaan Ilmu Dan Menuntut Ilmu

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم

Keutamaan Ilmu

Firman Allah :

Menuntut ilmu
Menuntut Ilmu
وَ مَا كَانَ اْلمُؤْمِنُوْنَ لِيَنْفِرُوْا كَآفَّةً، فَلَوْلاَ نَفَرَ مِنْ كُلِّ فِرْقَةٍ مِّنْهُمْ طَآئِفَةٌ لِّيَتَفَقَّهُوْا فِى الدِّيْنِ وَ لِيُنْذِرُوْا قَوْمَهُمْ اِذَا رَجَعُوْآ اِلَيْهِمْ لَعَلَّهُمْ يَحْذَرُوْنَ. التوبة:122
Tidak sepatutnya bagi orang-orang yang mukmin itu pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga diri. [QS. At-Taubah : 122]

Thursday, January 23, 2014

Tidak Ada Tolong Menolong Di Hari Kiamat

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم

Ayat-ayat Al Qur'an Tentang Seseorang Tidak Bisa Menolong Orang Lain Di Hari Kiamat


يَوْمَئِذٍ يَّتَّبِعُوْنَ الدَّاعِيَ لاَ عِوَجَ لَه، وَ خَشَعَتِ اْلاَصْوَاتُ لِلرَّحْمنِ فَلاَ تَسْمَعُ اِلاَّ هَمْسًا(108) يَوْمَئِذٍ لاَّ تَنْفَعُ الشَّفَاعَةُ اِلاَّ مَنْ اَذِنَ لَهُ الرَّحْمنُ وَ رَضِيَ لَه قَوْلاً(109) طه:108-109
pada hari itu manusia mengikuti (menuju kepada suara) penyeru dengan tidak berbelok-belok, dan merendahlah semua suara kepada Tuhan Yang Maha Pemurah, maka kamu tidak mendengar kecuali bisikan saja. (108) Pada hari itu tidak berguna syafaat, kecuali (syafaat) orang yang Allah Maha Pemurah telah memberi idzin kepadanya, dan Dia telah meridlai perkataannya. (109)[QS. Taahaa : 108-109]

وَ اتَّقُوْا يَوْمًا لاَّ تَجْزِيْ نَفْسٌ عَنْ نَّفْسٍ شَيْئًا وَّ لاَ يُقْبَلُ مِنْهَا شَفَاعَةٌ وَّ لاَ يُؤْخَذُ مِنْهَا عَدْلٌ وَّ لاَ هُمْ يُنْصَرُوْنَ. البقرة:48
Dan jagalah dirimu dari (`adzab) hari (qiyamat, yang pada hari itu) seseorang tidak dapat membela orang lain, walau sedikitpun, dan (begitu pula) tidak diterima syafaat dan tebusan daripadanya, dan tidaklah mereka akan ditolong. [QS. Al-Baqarah : 48]

Wednesday, January 22, 2014

Manusia Akan Menerima Kitab Catatan Amalnya

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم

Ayat Al Quran Tentang Cara Penerimaan Kitab Catatan Amal

وَ تَرى كُلَّ اُمَّةٍ جَاثِيَةً كُلُّ اُمَّةٍ تُدْعى اِلى كِتبِهَا، اَلْيَوْمَ تُجْزَوْنَ مَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ(27) هذَا كِتبُنَا يَنْطِقُ عَلَيْكُمْ بِاْلحَقّ، اِنَّا كُنَّا نَسْتَنْسِخُ مَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ(29) الجاثية:28-29
Dan (pada hari itu) kamu lihat tiap-tiap umat berlutut. Tiap-tiap umat dipanggil untuk (melihat) buku catatan amalnya. Pada hari itu kamu diberi balasan terhadap apa yang telah kamu kerjakan. (28) (Allah berfirman), “Inilah kitab (catatan) Kami yang menuturkan terhadapmu dengan benar. Sesungguhnya Kami telah menyuruh mencatat apa yang telah kamu kerjakan”. (29) [QS. Al-Jaatsiyah : 28-29]
manusia akan menerima catatan amalnya
Kitab Catatan

وَ كُلَّ اِنْسَانٍ اَلْزَمْنهُ طَائِرَهُ فِيْ عُنُقِه وَ نُخْرِجُ لَه يَوْمَ اْلقِيَامَةِ كِتبًا يَّلْقيهُ مَنْشُوْرًا(13) اِقْرَأْ كِتبَكَ كَفى بِنَفْسِكَ اْليَوْمَ عَلَيْكَ حَسِيْبًا(14) الاسراء: 13-14
Dan tiap-tiap manusia itu telah Kami tetapkan amal perbuatannya (sebagaimana tetapnya kalung) pada lehernya. Dan Kami keluarkan baginya pada hari qiyamat sebuah kitab yang dijumpainya terbuka. (13) “Bacalah kitabmu, cukuplah dirimu sendiri pada waktu ini sebagai penghisab terhadapmu”. (14) [QS. Al-Israa’ : 13-14]