Thursday, February 27, 2014

Perintah Menyebarkan Ilmu Dan Ancaman Menyembunyikan Ilmu

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم

Perintah Menyebarluaskan Ilmu dan Ancaman Bagi yang Menyembunyikannya

Firman Allah SWT

وَ اَنــْزَلْـنَا اِلَيـْكَ الذِّكْرَ لِـتُـبَـيِّنَ لِلنَّاسِ مَا نُزِّلَ اِلَـيْهِمْ وَ لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُوْنَ. النحل:44
Dan Kami turunkan kepadamu Al-Qur'an, agar kamu menerangkan kepada ummat manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka dan supaya mereka memikirkannya. [An-Nahl : 44]

يـاَيـُّهَا الرَّسُوْلُ بَـلِّـغْ مَا اُنــْزِلَ اِلَيْكَ مِنْ رَّبـِّكَ، وَ اِنْ لَّمْ تَـفْعَلْ فَمَا بَلَّغْتَ رِسلَـتَه، وَ اللهُ يَعْصِمُكَ مِنَ النَّـاسِ، اِنَّ اللهَ لاَ يـَهْدِى اْلـقَوْمَ اْلكـفِرِيـْنَ. المائدة:67
Hai Rasul, sampaikanlah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu. Dan jika tidak kamu kerjakan (apa yang diperintahkan itu, berarti) kamutidak menyampaikan amanat-Nya. Allah memelihara kamu dari (gangguan) manusia. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir. [Al-Maidah : 67]

Sunday, February 23, 2014

Macam - Macam Nikah Yang Dilarang Agama

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم

Pernikahan Yang Dilarang Dalam Agama Islam

Macam-macamnya antara lain :

1. Nikah Mut’ah

Nikah mut’ah, adalah nikah untuk sementara waktu, misalnya : tiga hari, seminggu, sebulan, dsb, dengan imbalan tertentu.

عَنِ ابْنِ مَسْعُوْدٍ قَالَ: كُنَّا نَغْزُوْ مَعَ رَسُوْلِ اللهِ ص لَيْسَ مَعَنَا نِسَاءٌ، فَقُلْنَا: اَلاَ نَخْتَصِى؟ فَنَهَانَا عَنْ ذلِكَ، ثُمَّ رَخَّصَ لَنَا بَعْدُ اَنْ نَنْكِحَ اْلمَرْأَةَ بِالثَّوْبِ اِلَى اَجَلٍ. ثُمَّ قَرَأَ عَبْدُ اللهِ { ياَيُّهَا الَّذِيْنَ امَنُوْا لاَ تُحَرّمُوْا طَيّبَاتِ مَا اَحَلَّ اللهُ لَكُمْ. المائدة:87 }. احمد و البخارى و مسلم
Dari Ibnu Mas’ud, ia berkata : Kami pernah berperang bersama Rasulullah SAW dan tidak ada wanita yang berserta kami. Kemudian kami bertanya, “Tidakkah (sebaiknya) kami berkebiri saja?”. Maka Rasulullah SAW melarang kami dari yang demikian itu, kemudian beliau memberi keringanan kepada kami sesudah itu, yaitu dengan cara mengawini wanita sampai batas waktu tertentu dengan (imbalan) pakaian, lalu Abdullah bin Mas’ud membaca (firman Allah), “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengharamkan apa-apa yang baik yang dihalalkan Allah atas kamu”. (QS. Al-Maidah : 87) [HR. Ahmad, Bukhari dan Muslim]

Friday, February 21, 2014

Perintah Menjauhi Sumpah Palsu

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم

Menjauhi Sumpah Palsu

عَنِ ابْنِ مَسْعُوْدٍ رض قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: مَنْ حَلَفَ يَمِيْنَ صَبْرٍ لِيَقْتَطِعَ بِهَا مَالَ امْرِئٍ مُسْلِمٍ لَقِيَ اللهَ وَ هُوَ عَلَيْهِ غَضْبَانُ. فَاَنْزَلَ اللهُ تَصْدِيْقَ ذلِكَ {اِنَّ الَّذِيْنَ يَشْتَرُوْنَ بِعَهْدِ اللهِ وَ اَيْمَانِهِمْ ثَمَنًا قَلِيْلاً اُولئِكَ لاَ خَلاَقَ لَهُمْ فِى اْلاخِرَةِ... اِلَى آخِرِ اْلآيَةِ} قَالَ فَدَخَلَ اْلاَشْعَثُ بْنُ قَيْسٍ وَ قَالَ: مَا يُحَدِّثُكُمْ اَبُوْ عَبْدِ الرَّحْمَانِ، قُلْنَا: كَذَا وَ كَذَا. قَالَ فِيَّ اُنْزِلَتْ، كَانَتْ لِى بِئْرٌ فِى اَرْضِ ابْنِ عَمٍّ لِى. قَالَ النَّبِيُّ ص: بَيِّنَتُكَ اَوْ يَمِيْنُهُ. فَقُلْتُ: اِذًا يَحْلِفَ يَا رَسُوْلَ اللهِ. فَقَالَ النَّبِيُّ ص: مَنْ حَلَفَ عَلَى يَمِيْنِ صَبْرٍ يَقْتَطِعُ بِهَا مَالَ امْرِئٍ مُسْلِمٍ وَ هُوَ فِيْهَا فَاجِرٌ لَقِيَ اللهَ وَ هُوَ عَلَيْهِ غَضْبَانُ. البخارى
Dari Ibnu Mas’ud RA, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa bersumpah dengan suatu sumpah untuk mengambil harta orang Islam, maka dia akan bertemu Allah sedangkan Allah murka kepadanya”. Lalu Allah menurunkan (ayat) yang membenarkan hal itu, “Sesungguhnya orang-orang yang menukar janji(nya dengan) Allah dan sumpah-sumpah mereka dengan harga yang sedikit, mereka itu tidak mendapat bagian (pahala) di akhirat ....”. sampai akhir ayat (QS. Ali Imran : 77). Ibnu Mas’ud berkata, “Lalu ‘Asy’ats bin Qais datang dan berkata, “Apa yang diceritakan oleh Abu ‘Abdurrahman (Ibnu Mas’ud) kepada kalian?”. Kami menjawab, “Demikian dan demikian”. ‘Asy’ats berkata, “Ayat itu diturunkan berkenaan dengan saya, yaitu dahulu aku mempunyai sumur di tanah anak pamanku. Ketika itu Nabi SAW bersabda, “Mana tanda buktimu. Jika tidak ada maka sumpahnya dia yang dipakai”. ‘Asy’ats berkata, “Kalau begitu tentu dia mau bersumpah ya Rasulullah". Maka Nabi SAW bersabda, “Barangsiapa yang bersumpah dengan suatu sumpah untuk mengambil harta seorang Islam dan dalam sumpahnya itu dia berdusta, maka dia akan bertemu Allah sedangkan Allah murka kepadanya”. [HR. Bukhari].

Wednesday, February 19, 2014

Keutamaan Ilmu Dan Menuntut Ilmu

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم

Keutamaan Ilmu

Firman Allah :

Menuntut ilmu
Menuntut Ilmu
وَ مَا كَانَ اْلمُؤْمِنُوْنَ لِيَنْفِرُوْا كَآفَّةً، فَلَوْلاَ نَفَرَ مِنْ كُلِّ فِرْقَةٍ مِّنْهُمْ طَآئِفَةٌ لِّيَتَفَقَّهُوْا فِى الدِّيْنِ وَ لِيُنْذِرُوْا قَوْمَهُمْ اِذَا رَجَعُوْآ اِلَيْهِمْ لَعَلَّهُمْ يَحْذَرُوْنَ. التوبة:122
Tidak sepatutnya bagi orang-orang yang mukmin itu pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga diri. [QS. At-Taubah : 122]