Petunjuk Menjauhi Sifat Dengki

Monday, June 09, 2014

Petunjuk Menjauhi Sifat Dengki

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم

Petunjuk Rasulullah SAW Supaya Menjauhi Dengki

عَنْ اَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رض اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ ص قَالَ: لاَ تَبَاغَضُوْا وَ لاَ تَحَاسَدُوْا وَ لاَ تَدَابَرُوْا وَ كُوْنُوْا عِبَادَ اللهِ اِخْوَانًا. وَ لاَ يَحِلُّ لِمُسْلِمٍ اَنْ يَهْجُرَ اَخَاهُ فَوْقَ ثَلاَثَةِ اَيَّامٍ. البخارى
Dari Anas bin Malik RA bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, “Janganlah kalian saling membenci, jangan saling mendengki, jangan saling membelakangi, dan jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara. Dan tidak halal bagi seorang muslim mendiamkan saudaranya lebih dari tiga hari”. [HR. Bukhari juz 7, hal. 88]

عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِيّ ص قَالَ: اِيَّاكُمْ وَ الظَّنَّ فَاِنَّ الظَّنَّ اَكْذَبُ اْلحَدِيْثِ وَ لاَ تَحَسَّسُوْا وَ لاَ تَجَسَّسُوْا وَ لاَ تَحَاسَدُوْا وَ لاَ تَدَابَرُوْا وَ لاَ تَبَاغَضُوْا وَ كُوْنُوْا عِبَادَ اللهِ اِخْوَانًا. البخارى
Dari Abu Hurairah dari Nabi SAW, beliau bersabda, “Jauhkanlah kalian dari buruk sangka, karena sesungguhnya buruk sangka itu sedusta-dusta (perkataan hati). Dan janganlah kalian saling mencari-cari aib, janganlah saling mencari-cari kesalahan, janganlah saling mendengki, janganlah saling membelakangi, janganlah saling membenci, dan jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara. [HR. Bukhari juz 7, hal. 88]

عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: لاَ تَحَاسَدُوْا وَ لاَ تَنَاجَشُوْا وَ لاَ تَبَاغَضُوْا وَ لاَ تَدَابَرُوْا وَ لاَ يَبِعْ بَعْضُكُمْ عَلَى بَيْعِ بَعْضٍ. وَ كُوْنُوْا عِبَادَ اللهِ اِخْوَانًا. اَلْمُسْلِمُ اَخُو اْلمُسْلِمِ لاَ يَظْلِمُهُ وَ لاَ يَخْذُلُهُ، وَ لاَ يَحْقِرُهُ ، اَلتَّقْوَى ههُنَا. وَ يُشِيْرُ اِلَى صَدْرِه ثَلاَثَ مَرَّاتٍ، بِحَسْبِ امْرِئٍ مِنَ الشَّرّ اَنْ يَحْقِرَ اَخَاهُ اْلمُسْلِمَ. كُلُّ اْلمُسْلِمِ عَلَى اْلمُسْلِمِ حَرَامٌ دَمُهُ وَ مَالُهُ وَ عِرْضُهُ. مسلم
Dari Abu Hurairah, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, "Janganlah kalian saling mendengki, janganlah saling bersaing yang tidak sehat, janganlah saling membenci, janganlah saling membelakangi, janganlah seseorang diantara kalian menawar tawaran orang lain, dan jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara. Orang Islam itu saudaranya orang Islam yang lain. Tidak boleh berlaku dhalim kepadanya, tidak boleh membiarkannya (dengan tidak mau menolongnya), dan tidak boleh menghinakannya. Taqwa itu di sini". Beliau sambil mengisyaratkan ke dadanya, tiga kali. "Cukuplah seseorang itu berbuat jahat apabila ia merendahkan saudaranya orang Islam. Setiap orang Islam terhadap orang Islam yang lain adalah haram darahnya, harta bendanya dan kehormatannya. [HR. Muslim juz 4, hal. 1986]

عَنِ الزُّبَيْرِ رض اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ ص قَالَ: دَبَّ اِلَيْكُمْ دَاءُ اْلاُمَمِ قَبْلَكُمْ. اَلْحَسَدُ وَ اْلبَغْضَاءُ. وَ اْلبَغْضَاءُ هِيَ اْلحَالِقَةُ. اَمَّا اِنّى لاَ اَقُوْلُ تَحْلِقُ الشَّعَرَ وَ لكِنْ تَحْلِقُ الدّيْنَ. البزار باسناد جيد و البيهقى، فى الترغيب و الترهيب
Dari Zubair RA, ia berkata : Sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda, “Akan menjalar kepadamu penyakitnya ummat-ummat sebelummu, yaitu dengki dan kebencian yang sangat. Dan kebencian yang sangat itu adalah pencukur. Adapun saya tidak mengatakan mencukur rambut, tetapi mencukur agama”. [HR. Al-Bazzar dengan sanad yang baik, dan Baihaqi, dalam Targhib wat Tarhib juz 3, hal. 548]

عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ اَنَّ النَّبِيَّ ص قَالَ: اِيَّاكُمْ وَ اْلحَسَدَ، فَاِنَّ اْلحَسَدَ يَأْكُلُ اْلحَسَنَاتِ كَمَا تَأْكُلُ النَّارُ اْلحَطَبَ، اَوْ قَالَ: اْلعُشْبَ. ابو داود، ضعيف لانه فى اسناده جد ابراهيم بن ابى اسيد و هو مجهول
Dari Abu Hurairah bahwasanya Nabi SAW bersabda, “Hati-hatilah kalian terhadap dengki, karena sesungguhnya dengki itu memakan kebaikan sebagaimana api memakan kayu bakar”, atau beliau bersabda,“(memakan) rumput”. [HR. Abu Dawud juz 4, hal. 276, no. 4903, dla’if karena dalam sanadnya ada kakeknya Ibrahim bin Abu Usaid, ia majhul]

عَنْ اَنَسٍ اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ ص قَالَ: اَلْحَسَدُ يَأْكُلُ اْلحَسَنَاتِ كَمَا تَأْكُلُ النَّارُ اْلحَطَبَ. وَ الصَّدَقَةُ تُطْفِئُ اْلخَطِيْئَةَ كَمَا يُطْفِئُ اْلمَاءُ النَّارَ. وَ الصَّلاَةُ نُوْرُ اْلمُؤْمِنِ وَ الصّيَامُ جُنَّةٌ مِنَ النَّارِ. ابن ماجه، ضعيف لان فى اسناده عيسى بن ابى عيسى
Dari Anas RA, ia berkata : Sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda, "Dengki itu bisa memakan kebaikan sebagaimana api memakan kayu bakar. Shadaqah itu bisa menghapus dosa sebagaimana air memadamkan api, shalat itu adalah cahayanya orang mukmin dan puasa itu adalah perisai (bisa menjauhkan) dari neraka". [HR. Ibnu Majah juz 2, hal. 1408, dlaif, karena di dalam sanadnya ada ‘Isa bin Abu ‘Isa]

عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَمْرِو بْنِ اْلعَاصِ عَنْ رَسُوْلِ اللهِ ص اَنَّهُ قَالَ: اِذَا فُتِحَتْ عَلَيْكُمْ فَارِسُ وَ الرُّوْمُ، اَيُّ قَوْمٍ اَنْتُمْ؟ قَالَ عَبْدُ الرَّحْمنِ بْنُ عَوْفٍ: نَقُوْلُ كَمَا اَمَرَنَا اللهُ. قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: اَوْ غَيْرُ ذلِكَ. تَتَنَافَسُوْنَ، ثُمَّ تَتَحَاسَدُوْنَ ثُمَّ تَتَدَابَرُوْنَ ثُمَّ تَتَبَاغَضُوْنَ اَوْ نَحْوَ ذلِكَ. ثُمَّ تَنْطَلِقُوْنَ فِى مَسَاكِيْنِ اْلمهَاجِرِيْنَ، فَتَجْعَلُوْنَ بَعْضَهُمْ عَلَى رِقَابِ بَعْضٍ. مسلم
Dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin Al-‘Aash dari Rasulullah SAW, beliau bersabda, “Apabila telah dibukakan untuk kalian negeri Persia dan Romawi, bagaimana nanti keadaan kalian?”. ‘Abdur Rahman bin ‘Auf berkata, “Kami akan mengatakan apa yang telah Allah perintahkan kepada kami”. Rasulullah SAW bersabda, “Atau tidak seperti itu?. Kalian saling bersaing, lalu saling mendengki, lalu saling membelakangi, lalu saling membenci atau seperti itu, kemudian kalian pergi kepada orang muhajirin yang miskin-miskin, lalu kalian menjadikan sebagian mereka pemimpin bagi sebagian yang lain”. [HR. Muslim juz 4, hal. 2274]

عَنْ اَبِى مَالِكِ اْلاَشْعَرِيّ اَنَّهُ سَمِعَ رَسُوْلَ اللهِ ص يَقُوْلُ: لاَ اَخَافُ عَلَى اُمَّتِى اِلاَّ ثَلاَثَ خِلاَلٍ، اَنْ يَكْثُرَ لَهُمْ مِنَ اْلمَالِ فَيَتَحَاسَدُوْنَ فَيَقْتَتِلُوْا، وَ اَنْ يُفْتَحَ لَهُمُ اْلكُتُبُ يَأْخُذُ اْلمُؤْمِنُ يَبْتَغِى تَأْوِيْلَهُ، وَلَيْسَ يَعْلَمُ تَأْوِيْلَهُ اِلاَّ اللهُ، وَ الرَّاسِخُوْنَ فِى اْلعِلْمِ يَقُوْلُوْنَ امَنَّا بِه كُلٌّ مِنْ عِنْدِ رَبّنَا، وَ مَا يَذَّكَّرُ اِلاَّ اُولُوا اْلاَلْبَابِ، وَ اَنْ يَرَوْا ذَا عِلْمِهِمْ فَيُضَيّعُوْهُ وَ لاَ يُبَالُوْنَ عَلَيْهِ. الطبرانى
Dari Abu Malik Al-Asy’ariy bahwsanya ia mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Aku tidak mengkhawatirkan terhadap ummatku kecuali dari tiga perkara. Banyak harta pada mereka, lalu mereka saling mendengki kemudian saling bunuh-membunuh. Dan mereka dibukakan Kitab, lalu menjadikan orang mukmin mencari-cari ta’wilnya, padahal tidak ada yang mengetahui ta’wilnya kecuali Allah, dan orang-orang yang mendalam ilmunya mengatakan, “Kami beriman kepadanya, semua itu dari Tuhan kami”. Dan tidaklah mengambil pelajaran (padanya) kecuali orang-orang yang mempunyai akal. Dan mereka memandang orang yang mempunyai ilmu lalu menyia-nyiakannya dan tidak mempedulikannya”. [HR. Thabraniy juz 3, hal. 292, no. 3442]

عَنْ اَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رض قَالَ: كُنَّا جُلُوْسًا مَعَ رَسُوْلِ اللهِ ص فَقَالَ: يَطْلُعُ عَلَيْكُمُ اْلآنَ رَجُلٌ مِنْ اَهْلِ اْلجَنَّةِ. فَطَلَعَ رَجُلٌ مِنَ اْلاَنْصَارِ تَنْطُفُ لِحْيَتُهُ مِنْ وَضُوْئِهِ قَدْ تَعَلَّقَ نَعْلَيْهِ بِيَدِهِ الشّمَالِ. فَلَمَّا كَانَ اْلغَدُ قَالَ النَّبِيُّ ص مِثْلَ ذلِكَ، فَطَلَعَ ذلِكَ الرَّجُلُ مِثْلَ اْلمَرَّةِ اْلاُوْلَى، فَلَمَّا كَانَ اْليَوْمُ الثَّالِثُ قَالَ النَّبِيُّ ص مِثْلَ مَقَالَتِهِ اَيْضًا، فَطَلَعَ ذلِكَ الرَّجُلُ عَلَى مِثْلِ حَالِهِ اْلاُوْلَى، فَلَمَّا قَامَ النَّبِيُّ ص تَبِعَهُ عَبْدُ اللهِ بْنُ عَمْرٍو بْنِ اْلعَاصِ، فَقَالَ: اِنّى لاَحَيْتُ اَبِى، فَأَقْسَمْتُ اَنْ لاَ اَدْخُلَ عَلَيْهِ ثَلاَثًا، فَاِنْ رَاَيْتَ اَنْ تُؤْوِيَنِى اِلَيْكَ حَتَّى تَمْضِيَ فَعَلْتَ: قَالَ: نَعَمْ. قَالَ اَنَسٌ: وَكَانَ عَبْدُ اللهِ يُحَدّثُ اَنَّهُ بَاتَ مَعَهُ تِلْكَ اللَّيَالِيَ الثَّلاَثَ فَلَمْ يَرَهُ يَقُوْمُ مِنَ اللَّيْلِ شَيْئًا غَيْرَ اَنَّهُ اِذَا تَعَارَّ تَقَلَّبَ عَلَى فِرَاشِهِ ذَكَرَ اللهَ عَزَّ وَ جَلَّ، وَ كَبَّرَ حَتَّى يَقُوْمَ لِصَلاَةِ اْلفَجْرِ. قَالَ عَبْدُ اللهِ: غَيْرَ اَنّى لَمْ اَسْمَعْهُ يَقُوْلُ اِلاَّ خَيْرًا، فَلَمَّا مَضَتِ الثَّلاَثُ لَيَالٍ، وَ كِدْتُ اَنْ اَحْتَقِرَ عَمَلَهُ قُلْتُ: يَا عَبْدَ اللهِ اِنّى لَمْ يَكُنْ بَيْنِى وَ بَيْنَ اَبِى غَضَبٌ وَ لاَ هُجْرَةٌ، وَ لكِنْ سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ ص يَقُوْلُ لَكَ ثَلاَثَ مِرَارٍ: يَطْلُعُ عَلَيْكُمْ اْلآنَ رَجُلٌ مِنْ اَهْلِ اْلجَنَّةِ، فَطَلَعْتَ اَنْتَ الثَّلاَثَ مِرَارٍ، فَاَرَدْتُ اَنْ آوِيَ اِلَيْكَ، ِلاَنْظُرَ مَا عَمَلُكَ، فَأَقْتَدِيَ بِهِ، فَلَمْ اَرَكَ تَعْمَلُ كَثِيْرَ عَمَلٍ، فَمَا الَّذِى بَلَغَ بِكَ مَا قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص؟ فَقَالَ: مَا هُوَ اِلاَّ مَا رَأَيْتَ. فَلَمَّا وَلَّيْتُ دَعَانِى فَقَالَ: مَا هُوَ اِلاَّ مَا رَأَيْتَ غَيْرَ اَنّى لاَ اَجِدُ فِى نَفْسِى ِلاَحَدٍ مِنَ اْلمُسْلِمِيْنَ غِشًّا وَ لاَ اَحْسُدُ اَحَدًا عَلَى خَيْرٍ اَعْطَاهُ اللهُ اِيَّاهُ. فَقَالَ عَبْدُ اللِه: هذِهِ الَّتِى بَلَغَتْ بِكَ وَ هِيَ الَّتِيْ لاَ نُطِيْقُ. احمد
Dari Anas bin Malik RA, ia berkata : Dahulu ketika kami sedang duduk bersama Rasulullah SAW, beliau bersabda, "Sekarang akan muncul ditengah-tengah kalian seorang laki-laki ahli surga". Lalu muncullah seorang laki-laki dari kaum Anshar yang dari jenggotnya masih menetes air wudlunya sambil menenteng dua sandalnya dengan tangan kirinya. Kemudian pada hari berikutnya Nabi SAW bersabda seperti itu lagi, lalu muncul orang laki-laki itu lagi seperti pada kali yang pertama. Kemudian pada hari yang ketiga, Nabi SAW bersabda seperti sabdanya itu lagi, lalu muncullah orang laki-laki itu lagi seperti keadaannya yang semula. Maka setelah Nabi SAW bangkit, Abdullah bin 'Amr bin Al-‘Aash lalu mengikuti orang tersebut dan berkata, "Sesungguhnya aku sedang berselisih dengan ayahku,lalu aku bersumpah tidak akan datang padanya selama tiga hari, maka jika engkau bisa memberikan tempat kepadaku, aku akan ikut kamu singgah di rumahmu dan kamupun bisa melakukan kegiatanmu seperti biasa". Orang tersebut menjawab, "Ya, boleh". Anas berkata, "Maka adalah Abdullah bin 'Amr menceritakan bahwa ia bermalam bersama orang laki-laki tersebut selama tiga malam, maka iapun tidak melihatnya bangun shalat malam, hanya saja apabila ia terbangun dari tidurnya, berbolak-balik pada tempat tidurnya selalu menyebut Allah 'Azza wa Jalla dan bertakbir, hingga datang waktu shalat Shubuh. Abdullah (bin 'Amr) berkata, "Hanya saja aku tidak pernah mendengarnya ia berkata kecuali kebaikan. Maka setelah berlalu tiga malam itu dan hampir-hampir aku meremehkan amalan orang tersebut, lalu aku berkata, "Wahai hamba Allah, sesungguhnya antara ku dan antara ayahku tidak ada kemarahan dan tidak pula pemutusan hubungan, akan tetapi karena aku mendengar Rasulullah SAW bersabda tertuju kepadamu sampai tiga kali (yaitu), "Sekarang akan muncul ditengah-tengah kalian seorang laki-laki ahli surga", lalu engkau muncul pula tiga kali. Maka aku ingin singgah dirumahmu supaya aku bisa melihat amalanmu sehingga aku bisa mencontohnya, tetapi aku tidak melihat engkau mengamalkan banyak amalan, lalu apa yang menyebabkan kamu sampai Rasulullah SAW bersabda demikian?" Orang laki-laki tersebut menjawab : "Tidak ada itu semua kecuali apa yang engkau telah melihatnya". Maka setelah aku berpaling akan pulang, dia memanggilku lalu berkata : "Tidak ada itu semua kecuali apa yang engkau telah melihatnya. Hanya saja tidak ada pada diriku perasaan dendam kepada seorangpun dari kaum Muslimin, dan tidak ada pula perasaan dengki pada diriku kepada seorangpun atas kebaikan yang Allah berikan kepadanya". Berkata Abdullah (bin 'Amr) : "Inilah yang menyebabkan (kelebihan) kamu, dan itulah yang kami tidak mampu melakukannya". [HR. Ahmad, juz 3, hal. 166]

عَنْ اَوْسَطِ بْنِ اِسْمَاعِيْلَ اْلبَجَلِيّ اَنَّهُ سَمِعَ اَبَا بَكْرٍ حِيْنَ قُبِضَ النَّبِيُّ ص يَقُوْلُ: قَامَ رَسُوْلُ اللهِ ص فِى مَقَامِى هذَا عَامَ اْلاَوَّلِ (ثُمَّ بَكَى اَبُوْ بَكْرٍ) ثُمَّ قَالَ: عَلَيْكُمْ بِالصّدْقِ فَاِنَّهُ مَعَ اْلبِرّ وَ هُمَا فِى اْلجَنَّةِ. وَ اِيَّاكُمْ وَ اْلكَذِبَ فَاِنَّهُ مَعَ اْلفُجُوْرِ وَ هُمَا فِى النَّارِ. وَسَلُوا اللهَ اْلمُعَافَاةَ فَاِنَّهُ لَمْ يُؤْتَ اَحَدٌ بَعْدَ اْليَقِيْنِ خَيْرًا مِنَ اْلمُعَافَاةِ وَ لاَ تَحَاسَدُوْا وَ لاَ تَبَاغَضُوْا وَ لاَ تَقَاطَعُوْا وَ لاَ تَدَابَرُوْا وَ كُوْنُوْا عِبَادَ اللهِ اِخْوَانًا. ابن ماجه
Dari Ausath bin Isma’il Al-Bajaliy bahwasanya ia mendengar Abu Bakar ketika Nabi SAW wafat, ia berkata : Rasulullah SAW pernah berdiri di tempatku ini pada tahun pertama, (kemudian Abu Bakar menangis), kemudian beliau bersabda, “Wajib atas kalian belaku jujur, karena sesungguhnya jujur itu bersama kebajikan, dan keduanya di surga. Dan jauhkanlah diri kalian dari berdusta, karena dusta itu bersama kedurhakaan, dan keduanya di neraka. Mohonlah ‘afiyat (kesehatan) kepada Allah, karena sesungguhnya sesudah seseorang diberi keyaqinan, tidak ada pemberian yang lebih baik daripada kesehatan. Dan janganlah saling mendengki, jangan saling membenci, jangan saling memutuskan hubungan, jangan saling membelakangi, dan jadilah hamba-hamba Allah yang bersaudara”. [HR. Ibnu Majah juz 2, hal. 1265, no. 3849]

عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ بُسْرٍ رض عَنِ النَّبِيّ ص قَالَ: لَيْسَ مِنّى ذُوْ حَسَدٍ وَ لاَ نَمِيْمَةٍ وَ لاَ كَهَانَةٍ وَ لاَ اَنَا مِنْهُ. ثُمَّ تَلاَ رَسُوْلُ اللهِ ص: وَ الَّذِيْنَ يُؤْذُوْنَ اْلمُؤْمِنِيْنَ وَ اْلمُؤْمِنَاتِ بِغَيْرِ مَا اكْتَسَبُوْا فَقَدِ احْتَمَلُوْا بُهْتَانًا وَّ اِثْمًا مُّبِيْنًا. الطبرانى، فى الترغيب و الترهيب
Dari Abdullah bin Busr RA dari Nabi SAW, beliau bersabda, "Bukan dari golonganku orang yang dengki, namimah (adu-adu) dan orang yang percaya kepada dukun, dan saya bukan pula dari golongannya". Kemudian Rasulullah SAW membaca ayat (yang artinya) : Dan orang-orang yang menyakiti orang-orang Mukmin dan Mukminat tanpa kesalahan yang mereka perbuat, maka sesungguhnya mereka telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata. (QS. Al-Ahzab : 58). [HR. Thabrani, dalam Tarhib wat Tarhib, juz 3, hal. 547]



سُبْحَانَكَ اللّهُمَّ وَ بِحَمْدِكَ اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلهَ اِلاَّ اَنْتَ اَسْتَغْفِرُكَ وَ اَتُوْبُ اِلَيْكَ

No comments :

Post a Comment

1. Silahkan meninggalkan komentar anda dengan bahasa yang baik dan sopan.
2. Dilarang komentar SPAM, Iklan atau dengan Menyisipkan URL/ Link atau Anchor teks di dalam pesan / komentar, bila ada akan dihapus tanpa pemberitahuan.
3. Terimakasih atas kunjungan anda, semoga bermanfaat