Menjauhi Perbuatan Dhalim

Wednesday, October 14, 2015

Menjauhi Perbuatan Dhalim

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم


Suri Teladan Yang Baik Rasulullah SAW

Petunjuk Rasulullah SAW Untuk Menjauhi Perbuatan Dhalim
doanya orang yang teraniaya
Doa teraniaya


عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ رض قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: مَنْ كَانَتْ لَهُ مَظْلِمَةٌ ِلاَحَدٍ مِنْ عِرْضِهِ اَوْ شَيْءٌ، فَلْيَتَحَلَّلْهُ مِنْهُ اْليَوْمَ قَبْلَ اَنْ لاَ يَكُوْنَ دِيْنَارٌ وَ لاَ دِرْهَمٌ اِنْ كَانَ لَهُ عَمَلٌ صَالِحٌ اُخِذَ مِنْهُ بِقَدْرِ مَظْلِمَتِهِ، وَ اِنْ لَمْ يَكُنْ لَهُ حَسَنَاتٌ اُخِذَ مِنْ سَيّئَاتِ صَاحِبِهِ فَحُمِلَ عَلَيْهِ. البخارى 3: 99
Dari Abu Hurairah RA, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa yang pernah berbuat dhalim kepada seseorang, baik berupa (menjatuhkan) kehormatannya atau berupa apasaja, maka hari ini hendaklah minta penghalalannya sebelum (datang hari qiyamat) yang tidak berlaku lagi dinar dan tidak pula dirham,
tetapi jika dia punya amal kebaikan akan diambil darinya seukur kedhalimannya itu, dan jika dia sudah tidak mempunyai amal-amal kebaikan akan diambilkan dosa-dosa saudaranya (yang didhalimi) itu lalu dibebankan kepadanya". [HR. Bukhari juz 3, hal 99]


عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: لاَ تَحَاسَدُوْا وَ لاَ تَنَاجَشُوْا وَ لاَ تَبَاغَضُوْا وَ لاَ تَدَابَرُوْا وَ لاَ يَبِعْ بَعْضُكُمْ عَلَى بَيْعِ بَعْضٍ. وَ كُوْنُوْا عِبَادَ اللهِ اِخْوَانًا. اَلْمُسْلِمُ اَخُو اْلمُسْلِمِ لاَ يَظْلِمُهُ وَ لاَ يَخْذُلُهُ، وَ لاَ يَحْقِرُهُ ، اَلتَّقْوَى ههُنَا. وَ يُشِيْرُ اِلَى صَدْرِه ثَلاَثَ مَرَّاتٍ، بِحَسْبِ امْرِئٍ مِنَ الشَّرّ اَنْ يَحْقِرَ اَخَاهُ اْلمُسْلِمَ. كُلُّ اْلمُسْلِمِ عَلَى اْلمُسْلِمِ حَرَامٌ دَمُهُ وَ مَالُهُ وَ عِرْضُهُ. مسلم 4: 1986
Dari Abu Hurairah, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, "Janganlah kalian saling mendengki, janganlah saling bersaing yang tidak sehat, janganlah saling membenci, janganlah saling membelakangi, janganlah seseorang diantara kalian menawar tawaran orang lain, dan jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara. Orang Islam itu saudaranya orang Islam yang lain. Tidak boleh berlaku dhalim kepadanya, tidak boleh membiarkannya (dengan tidak mau menolongnya), dan tidak boleh menghinakannya. Takwa itu di sini". Beliau sambil mengisyaratkan ke dadanya, tiga kali. "Cukuplah seseorang itu berbuat jahat apabila ia merendahkan saudaranya orang Islam. Setiap orang Islam terhadap orang Islam yang lain adalah haram darahnya, harta bendanya dan kehormatannya. [HR. Muslim juz 4, hal. 1986]

عَنْ اَبِى ذَرّ عَنِ النَّبِيّ ص فِيْمَا رَوَى عَنِ اللهِ تَبَارَكَ وَ تَعَالَى اَنَّهُ قَالَ: يَا عِبَادِى اِنّى حَرَّمْتُ الظُّلْمَ عَلَى نَفْسِى، وَ جَعَلْتُهُ بَيْنَكُمْ مُحَرَّمًا فَلاَ تَظَالَمُوْا. يَا عِبَادِى كُلُّكُمْ ضَالٌّ اِلاَّ مَنْ هَدَيْتُهُ فَاسْتَهْدُوْنِى اَهْدِكُمْ. يَا عِبَادِى كُلُّكُمْ جَائِعٌ اِلاَّ مَنْ اَطْعَمْتُهُ فَاسْتَطْعِمُوْنِى اُطْعِمْكُمْ. يَا عِبَادِى كُلُّكُمْ عَارٍ اِلاَّ مَنْ كَسَوْتُهُ فَاسْتَكْسُوْنِى اَكْسُكُمْ. يَا عِبَادِى اِنَّكُمْ تُخْطِئُوْنَ بِاللَّيْلِ وَ النَّهَارِ وَ اَنَا اَغْفِرُ الذُّنُوْبَ جَمِيْعًا، فَاسْتَغْفِرُوْنِى اَغْفِرْ لَكُمْ. مسلم 4: 1994
Dari Abu Dzarr dari Nabi SAW dalam apa yang beliau riwayatkan dari Allah Tabaaroka wa Ta'aalaa, Allah berfirman, "Wahai hamba-hamba-Ku, sesungguhnya Aku mengharamkan kedhaliman atas diri-Ku dan Aku menjadikannya haram pula diantara kalian, maka janganlah kalian saling berbuat dhalim. Wahai hamba-hamba-Ku, kalian semua adalah sesat kecuali orang yang Aku beri petunjuk, maka mohonlah petunjuk kepada-Ku, niscaya kalian Aku beri petunjuk. Wahai hamba-hamba-Ku, kalian semua adalah lapar, kecuali orang yang Aku beri makan, maka mohonlah makan kepada-Ku, niscaya kalian Aku beri makan. Wahai hamba-hamba-Ku, kalian semua adalah telanjang, kecuali orang yang Aku beri pakaian, maka mohonlah pakaian kepada-Ku, niscaya kalian Aku beri pakaian. Wahai hamba-hamba-Ku, sesungguhnya kalian semua berbuat dosa di malam dan siang hari, dan Aku mengampuni semua dosa, maka mohonlah ampun kepada-Ku, niscaya kalian Aku beri ampun. [HR. Muslim juz 4, hal. 1994]

عَنْ جَابِرٍ بْنِ عَبْدِ اللهِ اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ ص قَالَ: اِتَّقُوا الظُّلْمَ فَاِنَّ الظُّلْمَ ظُلُمَاتٌ يَوْمَ اْلقِيَامَةِ، وَ اتَّقُوا الشُّحَّ فَاِنَّ الشُّحَّ اَهْلَكَ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ، حَمَلَهُمْ عَلَى اَنْ سَفَكُوْا دِمَاءَهُمْ، وَ اسْتَحَلُّوْا مَحَارِمَهُمْ. مسلم 4: 1996
Dari Jabir bin 'Abdullah bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, "Jauhkanlah kalian dari berbuat dhalim, karena sesungguhnya perbuatan dhalim itu (menyebabkan) kegelapan pada hari kiamat, dan jauhkanlah kalian dari sifat kikir, karena sesungguhnya kikir itulah yang membinasakan orang-orang sebelum kalian, mendorong mereka menumpahkan darah dan menghalalkan yang haram". [HR. Muslim juz 4, hal 1996]

عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ ص قَالَ: اَتَدْرُوْنَ مَا اْلمُفْلِسُ؟ قَالُوْا: اَلْمُفْلِسُ فِيْنَا مَنْ لاَ دِرْهَمَ لَهُ وَ لاَ مَتَاعَ. فَقَالَ: اِنَّ اْلمُفْلِسَ مِنْ اُمَّتِى يَأْتِى يَوْمَ اْلقِيَامَةِ بِصَلاَةٍ وَ صِيَامٍ وَ زَكَاةٍ وَ يَأْتِى قَدْ شَتَمَ هذَا، وَ قَذَفَ هذَا، وَ اَكَلَ مَالَ هذَا. وَ سَفَكَ دَمَ هذَا، وَ ضَرَبَ هذَا؛ فَيُعْطَى هذَا مِنْ حَسَنَاتِهِ، وَ هذَا مِنْ حَسَنَاتِهِ، فَاِنْ فَنِيَتْ حَسَنَاتُهُ قَبْلَ اَنْ يُقْضَى مَا عَلَيْهِ اُخِذَ مِنْ خَطَايَاهُمْ فَطُرِحَتْ عَلَيْهِ ثُمَّ طُرِحَ فِى النَّارِ. مسلم 4: 1997
Dari Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, "Tahukah kalian siapakah orang yang disebut pailit itu?" Jawab shahabat, "Orang yang pailit diantara kami ialah orang yang tidak punya dirham dan tidak punya barang-barang". Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya orang yang pailit dari ummatku ialah orang yang datang pada hari qiyamat lengkap dengan membawa (pahala) shalatnya, puasanya dan zakatnya. Tetapi di samping itu ia telah mencaci ini dan menuduh ini, memakan hartanya ini dan menumpahkan darahnya ini dan memukul ini, maka diberikan kepada orang yang dianiaya itu dari (pahala) kebaikan amalnya dan kepada orang yang lainnya lagi (dari pahala) kebaikan amalnya. Maka apabila telah habis (pahala) kebaikannya itu dan belum terbayar semua tuntutan orang-orang yang pernah dianiaya itu, maka diambilkan dari dosa-dosa orang yang telah dianiaya itu dan ditanggungkan kepadanya, lalu ia dilemparkan ke neraka". [HR. Muslim juz 4, hal 1997]

عَنْ اَبِى حُمَيْدٍ السَّاعِدِيّ قَالَ: اِسْتَعْمَلَ رَسُوْلُ اللهِ ص رَجُلاً عَلَى صَدَقَاتِ بَنِىْ سُلَيْمٍ يُدْعَى اِبْنَ اللُّتْبِيَّةِ. فَلَمَّا جَاءَ حَاسَبَهُ قَالَ: هذَا مَالُكُمْ وَ هذَا هَدِيَّةٌ، فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: فَهَلاَّ جَلَسْتَ فِى بَيْتِ اَبِيْكَ وَ اُمّكَ حَتَّى تَأْتِيَكَ هَدِيَّتُكَ اِنْ كُنْتَ صَادِقًا. ثُمَّ خَطَبَنَا، فَحَمِدَ اللهَ وَ اَثْنَى عَلَيْهِ، ثُمَّ قَالَ: اَمَّا بَعْدُ، فَاِنّى اَسْتَعْمِلُ الرَّجُلَ مِنْكُمْ عَلَى اْلعَمَلِ مِمَّا وَلاَّنِيَ اللهُ فَيَأْتِى فَيَقُوْلُ: هذَا مَالُكُمْ وَ هذَا هَدِيَّةٌ اُهْدِيَتْ لِى، اَفَلاَ جَلَسَ فِى بَيْتِ اَبِيْهِ وَ اُمّهِ حَتَّى تَأْتِيَهُ هَدِيَّتُهُ، وَ اللهِ لاَ يَأْخُذُ اَحَدٌ مِنْكُمْ شَيْئًا بِغَيْرِ حَقّهِ اِلاَّ لَقِيَ اللهَ يَحْمِلُهُ يَوْمَ اْلقِيَامَةِ فَلاََعْرِفَنَّ اَحَدًا مِنْكُمْ لَقِيَ اللهَ يَحْمِلُ بَعِيْرًا لَهُ رُغَاءٌ اَوْ بَقَرَةً لَهَا خُوَارٌ اَوْ شَاةً تَيْعَرُ. ثُمَّ رَفَعَ يَدَيْهِ حَتَّى رُؤِيَ بَيَاضُ اِبْطِهِ يَقُوْلُ: اَللّهُمَّ هَلْ بَلَّغْتُ بَصْرَ عَيْنِى وَ سَمْعَ اُذُنِى. البخارى 8: 66
Dari Abu Humaid As-Saa'idiy, ia berkata : Rasulullah SAW pernah mengangkat seseorang yang biasa dipanggil dengan Ibnul-Lutbiyah untuk mengumpulkan zakat bani Sulaim. Setelah orang itu kembali kepada Rasulullah SAW, lalu menghitungnya, kemudian ia berkata, "Ini harta kalian, adapun ini hadiah (untuk saya)". Maka Rasulullah SAW bersabda, "Mengapa kamu tidak duduk saja di rumah bapak-ibumu sehingga hadiah itu datang kepadamu, jika kamu memang benar". Kemudian Rasulullah SAW berkhutbah kepada kami, beliau memuji Allah dan menyanjung-Nya. Kemudian bersabda, "Amma ba'du, sesungguhnya aku menugaskan seseorang diantara kalian untuk suatu tugas yang diberikan Allah kepadaku, lalu ketika datang ia berkata, "Ini harta kalian, dan ini adalah hadiah yang diberikan untukku". Mengapakah ia tidak duduk saja di rumah bapak-ibunya sehingga hadiahnya itu datang kepadanya. Demi Allah, tidaklah seseorang diantara kalian yang mengambil sesuatu yang bukan haknya, melainkan akan memikulnya ketika bertemu Allah pada hari kiamat. Maka sungguh aku akan mengetahui seseorang diantara kalian menghadap Allah dengan memikul onta yang bersuara atau lembu yang bersuara atau kambing yang mengembik". Kemudian Rasulullah SAW mengangkat kedua tangannya sehingga terlihat putih ketiaknya sambil mengucapkan, "Alloohumma hal ballaghtu bashro 'ainii wa sam'a udzunii". (Ya Allah, bukankah saya sudah menyampaikan apa yang aku lihat dan apa yang aku dengar). [HR Bukhari juz 8 hal. 66]

عَنْ عَلِيّ رض قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: يَقُوْلُ اللهُ: اِشْتَدَّ غَضَبِى عَلَى مَنْ ظَلَمَ مَنْ لاَ يَجِدُ لَهُ نَاصِرًا غَيْرِى. الطبرانى فى الصغير و الاوسط، فى الترغيب و الترهيب 3: 188
Dari Ali RA, ia berkata : Rasulullah SAW pernah bersabda : Allah berfirman, "Aku sangat murka kepada orang yang berbuat dhalim terhadap orang lain yang orang itu tidak mempunyai penolong selain Aku". [HR. Thabrani di dalam Ash-Shaghir dan Al-Ausath, dalam Tarhib wat Tarhib juz 3, hal. 188]

عَنْ اُمّ سَلَمَةَ قَالَتْ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: اِنَّكُمْ تَخْتَصِمُوْنَ اِلَيَّ فَلَعَلَّ بَعْضَكُمْ اَنْ يَكُوْنَ اَلْحَنَ بِحُجَّتِهِ مِنْ بَعْضٍ فَاَقْضِى لَهُ عَلَى نَحْوٍ مِمَّا اَسْمَعُ مِنْهُ، فَمَنْ قَطَعْتُ لَهُ مِنْ حَقّ اَخِيْهِ شَيْئًا فَلاَ يَأْخُذْهُ فَاِنَّمَا اَقْطَعُ لَهُ قِطْعَةً مِنَ النَّـارِ. مسلم 3: 1337
Dari Ummu Salamah, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya kalian mengadukan perselisihan kepadaku, barangkali sebagian kalian lebih pintar berhujjah (beralasan) dari pada sebagian yang lain, lalu aku memberikan keputusan kepadanya berdasarkan apa yang aku dengar darinya. Maka barangsiapa yang aku beri sepotong dari haq saudaranya, janganlah ia mengambilnya, karena berarti aku memberinya sepotong api neraka". [HR Muslim juz 3, hal. 1337]

عَنْ اَنَسٍ رض قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: اُنْصُرْ اَخَاكَ ظَالِمًا اَوْ مَظْلُوْمًا، قَالُوْا: يَا رَسُوْلَ اللهِ هذَا نَنْصُرُهُ اِذَا كَانَ مَظْلُوْمًا، فَكَيْفَ نَنْصُرُهُ ظَالِمًا؟ قَالَ: تَأْخُذُ فَوْقَ يَدَيْهِ. البخارى 3: 98
Dari Anas RA, ia berkata : Rasulullah SAW pernah bersabda, "Tolonglah saudaramu yang berbuat dhalim maupun yang didhalimi!". Para shahabat bertanya, "Ya Rasulullah, kami bisa menolongnya apabila terhadap orang yang didhalimi, lalu bagaimana jika terhadap orang yang berbuat dhalim, bagaimana cara kami menolongnya?" Rasulullah SAW menjawab, "Kamu pegang diatas kedua tangannya". [HR. Bukhari juz 3, hal. 98]

عَنِ ابْنِ مَسْعُوْدٍ رض اَنَّ النَّبِيَّ ص قَالَ: لاَ تَظْلِمُوْا فَتَدْعُوْا فَلاَ يُسْتَجَابُ لَكُمْ، وَ تَسْتَسْقُوْا فَلاَ تُسْقَوْا، وَ تَسْتَنْصِرُوْا فَلاَ تُنْصَرُوْا. الطبرانى، فى الترغيبو الترهيب 3: 184
Dari Ibnu Mas'ud RA, bahwasanya Nabi SAW pernah bersabda : "Janganlah kalian berlaku dhalim, (jika kalian berlaku dhalim), maka (akibatnya) kalian berdoa (kepada Allah) tidak dikabulkan, kalian minta hujan tidak diberi hujan, dan kalian mohon kemenangan tidak diberi kemenangan". [HR. Thabrani, dalam Targhib wat Tarhib juz 3, hal. 184]

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رض اَنَّ النَّبِيَّ ص بَعَثَ مُعَاذًا اِلَى اْليَمَنِ فَقَالَ: اِتَّقِ دَعْوَةَ اْلمَظْلُوْمِ فَاِنَّهَا لَيْسَ بَيْنَهَا وَ بَيْنَ اللهِ حِجَابٌ. البخارى 3: 99
Dari Ibnu Abbas RA, bahwasanya Nabi SAW pernah mengutus Mu'adz ke Yaman, maka Rasulullah SAW berpesan, "Takutlah kamu dari doanya orang yang teraniaya, karena sesungguhnya antara doanya dan antara Allah tidak ada penghalangnya". [HR. Bukhari juz 3, hal. 99]

عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ رض قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: دَعْوَةُ اْلمَظْلُوْمِ مُسْتَجَابَةٌ، وَ اِنْ كَانَ فَاجِرًا، فَفُجُوْرُهُ عَلَى نَفْسِهِ. احمد باسناد حسن، فى الترغيب و الترهيب 3: 187
Dari Abu Hurairah RA, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda : "Doanya orang yang teraniaya itu terkabul, walaupun dia itu orang yang durhaka, karena kedurhakaannya itu urusan dia sendiri (kepada Allah)". [HR. Ahmad dengan sanad hasan, dalam Targhib wat Tarhib juz 3, hal. 187]

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رض قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: دَعْوَتَانِ لَيْسَ بَيْنَهُمَا وَ بَيْنَ اللهِ حِجَابٌ: دَعْوَةُ اْلمَظْلُوْمِ، وَ دَعْوَةُ اْلمَرْءِ ِلاَخِيْهِ بِظَهْرِ اْلغَيْبِ. الطبرانى، فى الترغيب و الترهيب 3: 187
Dari Ibnu Abbas RA, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda : "Ada dua doa yang antaranya dan antara Allah tidak ada penghalang, yaitu doanya orang yang teraniaya dan doanya seseorang terhadap saudaranya dimana orang yang didoakan itu tidak mengetahuinya". [HR. Thabrani, dalam Targhib wat Tarhib juz 3, hal. 187]



سُبْحَانَكَ اللّهُمَّ وَ بِحَمْدِكَ اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلهَ اِلاَّ اَنْتَ اَسْتَغْفِرُكَ وَ اَتُوْبُ اِلَيْكَ

1 comment :

  1. maafkan... OOT...
    mau bertanya...
    PPB SPK PPNI Semarang itu sekarang masih ada atau sudah ganti nama?
    ini mau masukkan ke PUPNS tidak ketemu...
    terima kasih sekali...

    ReplyDelete

1. Silahkan meninggalkan komentar anda dengan bahasa yang baik dan sopan.
2. Dilarang komentar SPAM, Iklan atau dengan Menyisipkan URL/ Link atau Anchor teks di dalam pesan / komentar, bila ada akan dihapus tanpa pemberitahuan.
3. Terimakasih atas kunjungan anda, semoga bermanfaat