Allah Tuhan Pemilik dan Pemelihara Semesta Alam, Part 3

Friday, December 30, 2016

Allah Tuhan Pemilik dan Pemelihara Semesta Alam, Part 3

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْم

Allah Tuhan Pemilik dan Pemelihara semesta alam

قُلْ اِنَّمَآ اَنَا مُنْذِرٌ وَّ مَا مِنْ اِلهٍ اِلاَّ اللهُ الْوَاحِدُ الْقَهَّارُ(65) رَبُّ السَّموتِ وَ اْلاَرْضِ وَ مَا بَيْنَهُمَا الْعَزِيْزُ الْغَفَّارُ(66) ص: 65-66
Katakanlah (ya Muhammad), “Sesungguhnya aku hanya seorang pemberi peringatan, dan sekali-kali tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Allah Yang Maha Esa dan Maha Mengalahkan. (65)
Tuhan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya Yang Maha Perkasa lagi Maha Pengampun. (66) [QS. Shaad : 65-66]

قُلْ اِنَّنِيْ هَدَانِيْ رَبّيْ اِلى صِرَاطٍ مُّسْتَقِيْمٍ، دِيْنًا قِيَمًا مّلَّةَ اِبْرهِيْمَ حَنِيْفًا، وَ مَا كَانَ مِنَ اْلمُشْرِكِيْنَ(161) قُلْ اِنَّ صَلاَتِيْ وَ نُسُكِيْ وَ مَحْيَايَ وَ مَمَاتِيْ ِللهِ رَبّ الْعلَمِيْنَ(162) لاَ شَرِيْكَ لَه، وَ بِذلِكَ اُمِرْتُ وَ اَنَا اَوَّلُ اْلمُسْلِمِيْنَ(163) قُلْ اَغَيْرَ اللهِ اَبْغِيْ رَبًّا وَّ هُوَ رَبُّ كُلّ شَيْءٍ، وَ لاَ تَكْسِبُ كُلُّ نَفْسٍ اِلاَّ عَلَيْهَا، وَ لاَ تَزِرُ وَازِرَةٌ وّزْرَ اُخْرى، ثُمَّ اِلى رَبّكُمْ مَّرْجِعُكُمْ فَيُنَبّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ فِيْهِ تَخْتَلِفُوْنَ(164) الانعام: 161-164
Katakanlah, “Sesungguhnya aku telah ditunjuki oleh Tuhanku kepada jalan yang lurus, (yaitu) agama yang benar; agama Ibrahim yang lurus; dan Ibrahim itu bukanlah termasuk orang-orang yang musyrik". (161)
Katakanlah, “Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam, (162)
tiada sekutu bagi-Nya; dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah)". (163)
Katakanlah, “Apakah aku akan mencari Tuhan selain Allah, padahal Dia adalah Tuhan bagi segala sesuatu. Dan tidaklah seorang membuat dosa melainkan kemudlaratannya kembali kepada dirinya sendiri; dan seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain. Kemudian kepada Tuhanmulah kamu kembali, dan akan diberitakan-Nya kepadamu apa yang kamu perselisihkan". (164) [QS. Al-An’aam : 161-164]

قُلْ اِنَّمَآ اَدْعُوْا رَبّيْ وَ لآَ اُشْرِكُ بِه اَحَدًا(20) قُلْ اِنّيْ لآَ اَمْلِكُ لَكُمْ ضَرًّا وّ لاَ رَشَدًا(21) قُلْ اِنّيْ لَنْ يُّجِيْرَنِيْ مِنَ اللهِ اَحَدٌ وَّ لَنْ اَجِدَ مِنْ دُونِه مُلْتَحَدًا(22) اِلاَّ بَلغًا مّنَ اللهِ وَ رِسلتِه، وَ مَنْ يَّعْصِ اللهَ وَ رَسُوْلَه فَاِنَّ لَه نَارَ جَهَنَّمَ خلِدِيْنَ فِيْهَآ اَبَدًا(23) الجن: 20-23
Katakanlah, “Sesungguhnya aku hanya menyembah Tuhanku dan aku tidak mempersekutukan sesuatu pun dengan-Nya". (20)
Katakanlah, “Sesungguhnya aku tidak kuasa mendatangkan sesuatu kemudlaratan pun kepadamu dan tidak (pula) sesuatu kemanfa’atan". (21)
Katakanlah, “Sesungguhnya aku sekali-kali tiada seorang pun yang dapat melindungiku dari (adzab) Allah dan sekali-kali tiada akan memperoleh tempat berlindung selain daripada-Nya". (22)
Akan tetapi (aku hanya) menyampaikan (peringatan) dari Allah dan risalah-Nya. Dan barang siapa yang mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sesungguhnya baginyalah neraka Jahannam, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. (23) [QS. Al-Jinn : 20-23]

اِنّيْ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللهِ رَبّيْ وَ رَبّكُمْ، مَا مِنْ دَآبَّةٍ اِلاَّ هُوَ اخِذٌ بِنَاصِيَتِهَا، اِنَّ رَبّيْ عَلى صِرَاطٍ مُّسْتَقِيْمٍ(56) فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقَدْ اَبْلَغْتُكُمْ مَّآ اُرْسِلْتُ بِه اِلَيْكُمْ، وَ يَسْتَخْلِفُ رَبّيْ قَوْمًا غَيْرَكُمْ، وَ لاَ تَضُرُّوْنَه شَيْئًا، اِنَّ رَبّيْ عَلى كُلّ شَيْءٍ حَفِيْظٌ(57) هود: 56-57
Sesungguhnya aku (Hud) bertawakkal kepada Allah Tuhanku dan Tuhanmu. Tidak ada suatu binatang melata pun melainkan Dia-lah yang memegang ubun-ubunnya. Sesungguhnya Tuhanku di atas jalan yang lurus”. (56)
Jika kamu berpaling, maka sesungguhnya aku telah menyampaikan kepadamu apa (amanat) yang aku diutus (untuk menyampaikan) nya kepadamu. Dan Tuhanku akan mengganti (kamu) dengan kaum yang lain (dari) kamu; dan kamu tidak dapat membuat mudlarat kepada-Nya sedikit pun. Sesungguhnya Tuhanku adalah Maha Pemelihara segala sesuatu. (57) [QS. Huud : 56-57]

وَ اُلْقِيَ السَّحَرَةُ سجِدِيْنَ(120) قَالُوْآ امَنَّا بِرَبّ الْعلَمِيْنَ(121) رَبّ مُوْسى وَ هرُوْنَ(122) قَالَ فِرْعَوْنُ امَنْتُمْ بِه قَبْلَ اَنْ اذَنَ لَكُمْ، اِنَّ هذَا لَمَكْرٌ مَّكَرْتُمُوْهُ فِى اْلمَدِيْنَةِ لِتُخْرِجُوْا مِنْهَآ اَهْلَهَا، فَسَوْفَ تَعْلَمُوْنَ(123) َلاُقَطّعَنَّ اَيْدِيَكُمْ وَ اَرْجُلَكُمْ مّنْ خِلاَفٍ ثُمَّ َلاُصَلّبَنَّكُمْ اَجْمَعِيْنَ(124) قَالُوْآ اِنَّآ اِلى رَبّنَا مُنْقَلِبُوْنَ(125) وَ مَا تَنْقِمُ مِنَّآ اِلآَّ اَنْ امَنّا بِايتِ رَبّنَا لَمَّا جَآءَتْنَا، رَبّنَآ اَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًا وَّ تَوَفَّنَا مُسْلِمِيْنَ(126) الاعراف: 120-126
Dan ahli-ahli sihir itu serta merta meniarapkan diri dengan bersujud. (120)
Mereka berkata, “Kami beriman kepada Tuhan semesta alam, (121)
"(yaitu) Tuhan Musa dan Harun". (122)
Fir’aun berkata, “Apakah kamu beriman kepadanya sebelum aku memberi izin kepadamu?, sesungguhnya (perbuatan) ini adalah suatu muslihat yang telah kamu rencanakan di dalam kota ini, untuk mengeluarkan penduduknya dari padanya; maka kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu ini); (123)
demi, sesungguhnya aku akan memotong tangan dan kakimu dengan bersilang secara bertimbal balik, kemudian sungguh-sungguh aku akan menyalib kamu semuanya”. (124)
Ahli-ahli sihir itu menjawab, “Sesungguhnya kepada Tuhanlah kami kembali. (125)
Dan kamu tidak menyalahkan kami, melainkan karena kami telah beriman kepada ayat-ayat Tuhan kami ketika ayat-ayat itu datang kepada kami". (Mereka berdoa), “Ya Tuhan kami, limpahkanlah kesabaran kepada kami dan wafatkanlah kami dalam keadaan berserah diri (kepada-Mu)". (126) [QS. Al-A’raaf : 120-126]

اِنَّ اللهَ رَبّيْ وَرَبُّكُمْ فَاعْبُدُوْهُ، هذَا صِرَاطٌ مُّسْتَقِيْمٌ(51) فَلَمَّآ اَحَسَّ عِيْسى مِنْهُمُ الْكُفْرَ قَالَ مَنْ اَنْصَارِيْ اِلَى اللهِ، قَالَ اْلحَوَارِيُّوْنَ نَحْنُ اَنْصَارُ اللهِ، امَنَّا بِاللهِ، وَ اشْهَدْ بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ(52) رَبَّنَآ امَنَّا بِمَآ اَنْزَلْتَ وَ اتَّبَعْنَا الرَّسُوْلَ فَاكْتُبْنَا مَعَ الشّهِدِيْنَ(53) ال عمران: 51-53
Sesungguhnya Allah, Tuhanku dan Tuhanmu, karena itu sembahlah Dia. Inilah jalan yang lurus". (51)
Maka tatkala Isa mengetahui keingkaran mereka (Bani Israil) berkatalah dia, “Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku untuk (menegakkan agama) Allah?" Para hawariyyin (sahabat-sahabat setia) menjawab, “Kami lah penolong-penolong (agama) Allah. Kami beriman kepada Allah; dan saksikanlah bahwa sesungguhnya kami adalah orang-orang yang berserah diri. (52)
Ya Tuhan kami, kami telah beriman kepada apa yang telah Engkau turunkan dan telah kami ikuti rasul, karena itu masukkanlah kami ke dalam golongan orang-orang yang menjadi saksi (tentang keesaan Allah)". (53) [QS. Ali ‘Imran : 51-53]

الَّذِيْنَ اتَيْنهُمُ الْكِتبَ مِنْ قَبْلِه هُمْ بِه يُؤْمِنُوْنَ(52) وَ اِذَا يُتْلى عَلَيْهِمْ قَالُوْآ امَنَّا بِه اِنَّهُ اْلحَقُّ مِنْ رَّبّنَآ اِنَّا كُنَّا مِنْ قَبْلِه مُسْلِمِيْنَ(53) اُولئِكَ يُؤْتَوْنَ اَجْرَهُمْ مَّرَّتَيْنِ بِمَا صَبَرُوْا وَ يَدْرَءُوْنَ بِاْلحَسَنَةِ السَّيّئَةَ وَ مِمَّا رَزَقْنهُمْ يُنْفِقُوْنَ(54) وَ اِذَا سَمِعُوا اللَّغْوَ اَعْرَضُوْا عَنْهُ وَ قَالُوْا لَنَآ اَعْمَالُنَا وَ لَكُمْ اَعْمَالُكُمْ سَلمٌ عَلَيْكُمْ لاَ نَبْتَغِى اْلجهِلِيْنَ(55) القصص: 52-55
Orang-orang yang telah Kami datangkan kepada mereka Al-Kitab sebelum Al-Qur’an, mereka beriman (pula) dengan Al-Qur’an itu. (52)
Dan apabila dibacakan (Al-Qur’an itu) kepada mereka, mereka berkata, “Kami beriman kepadanya; sesungguhnya Al-Qur'an itu adalah suatu kebenaran dari Tuhan Kami, sesungguhnya Kami sebelumnya adalah orang-orang yang membenarkan (nya). (53)
Mereka itu diberi pahala dua kali disebabkan kesabaran mereka, dan mereka menolak kejahatan dengan kebaikan, dan sebagian dari apa yang telah Kami rezekikan kepada mereka, mereka nafkahkan (54)
Dan apabila mereka mendengar perkataan yang tidak bermanfaat, mereka berpaling daripadanya dan mereka berkata, “Bagi kami amal-amal kami dan bagimu amal-amalmu, kesejahteraan atas dirimu, kami tidak ingin bergaul dengan orang-orang jahil". (55) [QS. Al-Qashash : 52-55]

اِنَّ فِيْ خَلْقِ السَّموتِ وَ اْلاَرْضِ وَ اخْتِلاَفِ الَّيْلِ وَ النَّهَارِ َلايتٍ ّلاُولِى اْلالْبَابِ(190) الَّذِيْنَ يَذْكُرُوْنَ اللهَ قِيَامًا وَّ قُعُوْدًا وَّ عَلى جُنُوْبِهِمْ وَ يَتَفَكَّرُوْنَ فِيْ خَلْقِ السَّموتِ وَ اْلارْضِ، رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هذَا بَاطِلاً، سُبْحنَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ(191) رَبَّنَآ اِنَّكَ مَنْ تُدْخِلِ النَّارَ فَقَدْ اَخْزَيْتَه، وَ مَا لِلظّلِمِيْنَ مِنْ اَنْصَارٍ(192) رَبَّنَآ اِنَّنَا سَمِعْنَا مُنَادِيًا يُّنَادِيْ لِلاِيْمَانِ اَنْ امِنُوْا بِرَبّكُمْ فَامَنَّا رَبَّنَا فَاغْفِرْ لَنَا ذُنُوْبَنَا وَ كَفّرْ عَنَّا سَيّاتِنَا وَ تَوَفَّنَا مَعَ اْلاَبْرَارِ(193) رَبَّنَا وَ اتِنَا مَا وَعَدْتَّنَا عَلى رُسُلِكَ وَ لاَ تُخْزِنَا يَوْمَ الْقِيمَةِ، اِنَّكَ لاَ تُخْلِفُ الْمِيْعَادَ(194) ال عمران: 190-194
Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (190)
(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka. (191)
Ya Tuhan kami, sesungguhnya barang siapa yang Engkau masukkan ke dalam neraka, maka sungguh telah Engkau hinakan ia, dan tidak ada bagi orang-orang yang dhalim seorang penolongpun. (192)
Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami mendengar (seruan) yang menyeru kepada iman (yaitu), “Berimanlah kamu kepada Tuhan-mu", maka kami pun beriman. Ya Tuhan kami ampunilah bagi kami dosa-dosa kami dan hapuskanlah dari kami kesalahan-kesalahan kami, dan wafatkanlah kami beserta orang-orang yang berbakti (193)
Ya Tuhan kami, berilah kami apa yang telah Engkau janjikan kepada kami dengan perantaraan rasul-rasul Engkau. Dan janganlah Engkau hinakan kami di hari kiamat. Sesungguhnya Engkau tidak menyalahi janji”. (194) [QS. Ali ‘Imran : 190-194]

قُلْ يعِبَادِ الَّذِيْنَ امَنُوا اتَّقُوْا رَبَّكُمْ، لِلَّذِيْنَ اَحْسَنُوْا فِيْ هذِهِ الدُّنْيَا حَسَنَةٌ، وَ اَرْضُ اللهِ وَاسِعَةٌ، اِنّمَا يُوَفَّى الصّبِرُوْنَ اَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ(10) قُلْ اِنّيْ اُمِرْتُ اَنْ اَعْبُدَ اللهَ مُخْلِصًا لَّهُ الدّيْنَ(11) وَ اُمِرْتُ ِلاَنْ اَكُوْنَ اَوَّلَ الْمُسْلِمِيْنَ(12) الزمر: 10-12
Katakanlah, “Hai hamba-hamba-Ku yang beriman, bertakwalah kepada Tuhanmu". Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini memperoleh kebaikan. Dan bumi Allah itu adalah luas. Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas. (10)
Katakanlah, “Sesungguhnya aku diperintahkan supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama. (11)
Dan aku diperintahkan supaya menjadi orang yang pertama-tama berserah diri". (12) [QS. Az-Zumar : 10-12]

سُبْحَانَكَ اللّهُمَّ وَ بِحَمْدِكَ اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلهَ اِلاَّ اَنْتَ اَسْتَغْفِرُكَ وَ اَتُوْبُ اِلَيْكَ

No comments :

Post a Comment

1. Silahkan meninggalkan komentar anda dengan bahasa yang baik dan sopan.
2. Dilarang komentar SPAM, Iklan atau dengan Menyisipkan URL/ Link atau Anchor teks di dalam pesan / komentar, bila ada akan dihapus tanpa pemberitahuan.
3. Terimakasih atas kunjungan anda, semoga bermanfaat