Menjadi Orang Baik

Kultum Ramadhan hari ke lima

Kultum Ramadhan Menjadi orang baik
Menjadi Orang Baik
Nabi menegaskan tujuan risalah agama adalah menyempurnakan  akhlak manusia, membuat orang menjadi baik.  Seruan mengajak orang menjadi baik tidak hanya melalui lisan juga dengan teladan yang luhur dalam akhlak keseharian. 

Anas bin Malik membuat pengakuan, " Sungguh aku telah melayani Nabi selama 10 thn, beliau tidak pernah berkata kepadaku 'Uff/ Ahh',  tidak pernah berkomentar tentang apa yang kulakukan 'Mengapa kamu lakukan ini', dan tentang apa yang tidak aku lakukan 'Mengapa kamu tidak melakukan yang ini'. 

Sikap pemaaf,  al afwu jelas tergambar dari kisah diatas. Al afwu, tidak menuntut manusia bersikap ideal terhadap kita atau menginginkan orang sesuai kehendaknya. Tugas kita hanyalah banyak berlapang dada, mampu menerima,  memahami keterbatasan dan memaafkan kekurangan orang lain

Ibnu Qoyyim merangkum sosok Nabi sebagai pribadi yang suka tersenyum, lemah lembut, rendah hati tanpa merendahkan diri, dermawan tanpa menghamburkan uang, dan sangat menyayangi dan menghargai sesama. 

Saudaraku,  orang baik cenderung lebih banyak tersenyum. Percaya atau tidak, kebaikan seseorang bisa ditunjukkan dari cara dia tersenyum. Mengapa? Karena semakin banyak orang tersenyum, maka Hawa Positif akan bertebaran disekitarnya. Selain itu, dengan tersenyum, orang akan terkesan lebih ramah dan bisa dipercaya.

Pikiran-pikiran negatif seperti iri hati dan dengki jarang menghinggapi orang baik. Orang Baik akan selalu menanamkan pikiran positif dalam hidupnya. Bahkan saat dia mengalami masa-masa sulit sekalipun sehingga akan tetap menyebarkan suasana nyaman.

Orang Baik biasanya lebih sering menyapa duluan. Orang baik tidak akan keberatan untuk menyapa semua orang, bahkan terhadap orang yg berbuat jahat padanya sekalipun. 

Orang Baik selalu terhindar dari rasa menjadi orang penting ingin dicari dan dibutuhkan. Karena memiliki keikhlasan biasanya dia tidak membutuhkan pengakuan orang atas kinerjanya selama ini. Orang Baik tdk ingin menunjukkan bahwa dia baik. Tapi orang jahat akan selalu membangun citra baik untuk (kekurangan) dirinya.

Orang Baik pandai mengendalikan emosi. Mereka terlihat sangat sabar dan toleran. Tidak mengutamakan kepentingan diri sendiri.

Orang Baik suka bertutur dan berbagi hal-hal yang bermafaat dengan tujuan memberi tahu mengajak kebaikan. Tiga kata sakti orang baik : Maaf, Tolong dan Terima Kasih. 

Orang Baik tidak akan keberatan untuk mengakui kelebihan orang lain. Apalagi jika dia merasa bersalah. Mereka tidak akan segan-segan untuk meminta maaf dan memperbaiki kesalahan.

Semoga kita bisa melatih diri menjadi orang sabar dalam menghadapi kejahatan, perilaku orang jahat dan berusaha mengajak mereka yang jahat  menjadi baik.

Semoga Allah menuntun kita menjadi orang baik di bulan yang penuh keberkahan dan kebaikan ini. Aamiin. 

Allahu a'lamu bishowab

Comments

Popular posts from this blog

Hadits Tentang Larangan Berbuat Zina

Hadits Tentang Khitan

Hadits Tentang Shalat (Kewajiban Shalat)

Hadits Tentang Aqiqah

Ayat - Ayat Al Quran Tentang Alam Barzah Atau Kubur