Mendapatkan Ilmu

Kultum Ramadhan hari ke 28

Kultum Ramadhan hari ke 28 mendapatkan ilmu
Mendapatkan Ilmu
Banyak pertanyaan yang kerap muncul selesai Ramadhan dari jamaah pengajian, "Ustadz, banyak orang puasa, rajin ke masjid dan taat ibadahnya di bulan Ramadhan. Namun selesai Ramadhan, mereka tidak hadir lagi di masjid dan perilakunya kembali seperti sebelum Ramadhan."


Itulah bila Ramadhan hadir tanpa ilmu. Ramadhan sebatas pengetahuan dan tradisi. Berujung tidak didapati kemuliaan,  kebijaksanaan dan kearifan hidup bagi mereka yang menjumpai Ramadhan. Target ketakwaan tak bisa dipenuhi.

Pepatah jawa,.. 'ilmu kelakone kanti laku, lekase kelawan khas, tegese khas nyantosani'. Ilmu itu hanya bisa didapatkan kalau pencari ilmu terus mengupgrade dan menginstall kebaikan, kebenaran dalam hidupnya.

Para professor, doktor dan mereka dengan segala macam gelar kesarjanaan hanyalah sebatas kolektor pengetahuan. Belum menjadi ilmu. Baru berproses menjadi ilmu bila terwujud kebaikan dan ketaatan dalam pribadinya.

Ilmu itu milik Allah, sebagaimana Firmannya: "Alama alinsaana maa lam ya'lam (Allah yang memberikan ilmu kepada manusia atas apa yang tidak diketahuinya)" QS Al Alaq : 5.

Barang siapa yang ingin mendapatkan ilmu maka mendekatlah kepada Allah. Allah Maha 'Aliim / Berilmu. Ramadhan mengajarkan puasa, taraweh dan tadarus yang bertujuan mendekatkan diri pada Illahi.

Ilmu puasa akan didapatkan apabila kita sudah benar-benar mampu membedakan antara kebutuhan dan keinginan. Puasa adalah perlawanan terhadap materialisme, hedonisme dan kapitalisme. Kendaran utama dari 'isme-isme' itu tidak lain adalah keinginan. Hidup kita seringkali hanya mengumbar keinginan tanpa tahu kebutuhan.

Ramadhan bulan istimewa, sedangkan bulan-bulan yang lain dianggap tidak istimewa. Ibadah dan ketaatan hanya di waktu Ramadhan, keluar Ramadhan lenyap pula ibadah dan ketaatan kita. Inilah kesalahan berpikir kita. Ramadhan tanpa ilmu.

Saudaraku, Ramadhan itu menjadi istimewa karena adanya sebelas bulan yang lain. Tanpa sebelas bulan itu Ramadhan tidak akan menjadi bulan istimewa dan bermakna.

Maka mereka yang mendapatkan ilmu Ramadhan, meraih lailatul qadar atau malam kemuliaan pasti akan 'berpuasa' sepanjang hidupnya. Puasa dari segala bentuk perbuatan yang menguntungkan dirinya sendiri. Merdeka dari segala bentuk perbudakan nafsu dan syahwat.

Itulah yang disebut golongan muttaqien. Kepentingan yang dimiliki hanyalah mempersembahkan diri untuk Allah. Terus berbuat baik, tak berhenti melakukan perbaikan dan menjadi indah. Kepompong itu melahirkan kupu-kupu, bukan kembali menjadi ulat yang menjijikkan.

Allahu a'lamu bishowab

28 Ramadhan 1439

Comments

Popular posts from this blog

Hadits Tentang Larangan Berbuat Zina

Hadits Tentang Shalat (Kewajiban Shalat)

Hadits Tentang Shalat Sunah