Tentang Tidur : Antara Hidup dan Mati

Kultum Ramadhan hari ke 22

Kultum Ramadhan hari ke 22 tentang tidur antara hidup dan mati
Tentang Tidur
Bila akan tidur, ada tuntunan dari Nabi untuk berdoa, 'Bismika Allahumma Ahya wa bismika Amuut" (Dengan menyebut namaMU,  ya Allah saya hidup dan dengan menyebut asmaMU saya mati.) 

Setiap jiwa akan menuju perjalanan titik pemberhentian. Bila waktu itu tiba, semua akan menyerah kepada takdir. Ada waktu yang ditentukan olehNYA saat jiwa harus menghadapNYA. 

Tuhan mengajarkan bahwa tidur sama dengan kematian. Saat mata terpejam, tubuh terlelap maka ruh berada dalam kuasa Allah. Tak ada yang bisa rasakan dari kenikmatan yang hadir di sekitar kita, saat ruh berpisah dari jasad dalam genggamanNYA walau nyawa tetap melekat, badan masih bernapas. 

Setiap malam, saat tidur kita dididik bagaimana dekatnya jarak antara kehidupan dan kematian. Kematian bukanlah musibah, tragedi dan malapetaka bagi mereka yang hidup. Semua pasti akan mendapatkannya. 

Pasti yang harus diingat, hidup dan mati semata-mata didasarkan atas namaNYA. Maka tak ada yang memilukan bila mati saat jiwa total berserah diri kepadaNYA. Kematian adalah kasih sayangNYA karena hadirnya kenikmatan lebih besar dari semua nikmat dunia, yaitu panggilan menghuni surgaNYA bagi mereka yang beriman. 

"Inna lillahi wa inna ilaihi roji'uun" (Sesungguhnya kita milik Allah dan sesungguhnya kami kepadaNYA kita kembali) (QS. Al-Baqarah : 156)

Semuanya adalah milik Tuhan, sampai hidup dan mati. Kita tak punya apa-apa. Bahkan diri kita pun bukan milik kita.

Kita sering lupa, mudah lalai. Dengan harta, kekuasaan dan kekuatan sudah merasa tidak membutuhkanNYA. Bila saja Allah tak memberikan nikmat dan pertolonganNYA niscaya tak kita dapati hidup kecuali kebinasaan. Memang perlu kita sering mengingat mati. 

Menjadi sempurna kehidupan ini, bila mengikuti doa yang diajarkan Nabi bila bangun tidur, "Alhamdulillah, alladzii Ahyanaa ba'da maa Amatanaa wa ilaihi anNusyuur. (Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kembali diri kami setelah kematian kami dan hanya kepadaNYA kami semua akan berpulang).

Inilah kesyukuran atas kehidupan yang dipinjamkan kembali oleh Allah kepada kita. Semoga dengan tambahan waktu, bertemu kembali ramadhan ini bisa menghantarkan kita pada akhir hidup penuh kemuliaan, husnul khatimah.

Indahnya kematian bukanlah pada besarnya upacara pelepasan jenazah atau megahnya bangunan kubur yang telah dipersiapkan melainkan terletak pada kesempurnaan amal yang diridhoiNYA, amal jariyah. 

Allahu a'lamu bishowab

22 Ramadhan 1439

Comments

Popular posts from this blog

Hadits Tentang Larangan Berbuat Zina

Hadits Tentang Shalat (Kewajiban Shalat)

Hadits Tentang Shalat Sunah